
" Papa Eisa mau mama,huaaaaa...." Eliza terus menangis sepanjang hari Arya bingung bagaimana cara menenangkan Eliza
" Pak biasanya dulu kalau non Eliza rewel begini digendong pak Bima dan diajak keliling taman sambil bercerita " kata Suster Lastri
" Tapi aku nggak bisa cerita sus " kata Arya mulai putus asa
" Den dicoba aja ,pokoknya diajak cerita apa aja sambil ditepuk tepuk pantatnya non kecil ini persis kaya Den Arya waktu kecil " kata Mbok Minah
" Coba mbok minah ajak Eliza barangkali mau nurut " kata Arya
" Huaaa.... Eisa ndak mau sama mbok huaaaa...Eisa mau mama " ucap Eliza sambil menangis histeris
Akhirnya Arya menuruti kata Mbok minah mengendong sambil jalan jalan dan bercerita dan ajaibnya Eliza langsung tertidur
" Kamu pasti capek ya sayang seharian nangis terus " kata Arya sembari membawa Eliza kekamarnya
" Biar saya aja yang jaga pak ,biasanya non Eliza kalau habis ngambek tidurnya betah ,Bapak istirahat saja dulu " kata suster Lastri
" Kalau begitu aku titip Eliza dulu aku mau jenguk mamanya Eliza" kata Arya
" Baik Pak " kata suster lastri
" Pa...aku ikut jenguk mama " kata Rama
" Nggak usah kamu dirumah aja ,nanti kalau adekmu bangun nggak ada papa nggak ada kamu dia tambah rewel " kata Arya
" Iya pa " kata Rama akirnya menurut apa kata papanya
Sesampainya dirumah sakit Arya langsung menjenguk Baby Bima ,ia belum tau kondisi Rania
" Wah bayinya tampan sekali ,sama dengan papanya " kata Bima menatap bayi Rania
" Oh ya Bams ,dimana Rania " tanya Arya yang sejak tadi tidak melihat Rania
" Kak Rania masih di ICU mas " kata Bams
" Apa yang terjadi ?" tanya Arya penasaran ia tidak mengira Rania akan sampai di ICU ,Bams menceritakan kondisi Rania
" Aku jenguk Rania dulu " kata Arya
__ADS_1
Dengan langkah gontai laki laki tampan itu menuju ICU untuk melihat keadaan wanita yang masih ia cintai sampai saat ini. Dilihatnya berbagai peralatan medis menancap ditubuh mungil Rania ditambah wajah pucat pasi Rania membuat hati Arya sangat terluka
" Bangun Rania ... ini aku papanya Eliza kamu harus bangun ,kamu nggak kasian liat anak kamu dari tadi dia nangis nyari kamu ,mama mana mama mana hanya itu yang ia ucapkan .kamu juga belum lihat Bima kecil kan dia sangat tampan seperti papanya ,dua anak kamu tidak ada yang mirip dengan kamu miris bukan " ucap Arya sambil menangis sembari memegangi jemari Rania
" Aku janji akan selalu menjaga kamu dan anak anak kamu ,aku juga janji akan mengangap anak kamu dan Bima seperti anakku sendiri sama seperti Bima menyayangi Eliza akupun akan menyayangi Bima kecil dengan segenap jiwaku itu janjiku Rania " kata Arya sudut mata Rania basah mendengar kata kata dari Arya
" Aku yakin kamu mendengarkanku Rania ayo bangun lihat anak anaku yang merindukanmu .kamu tau Rania ,kata Eliza Rama punya temen perempuan namanya kakak cantik begitu kalau Eliza memagilnya dia sudah remaja sekarang dia juga sangat merindukanmu " ungkap Arya dia terus bercerita agar Rania mau bangun satu jam Arya menungui Rania kemudian dia berpamitan takut kalau Eliza bangun dan mencarinya .
Waktu terus berlalu namun kondisi Rania belum ada perubahan hingga suatu ketika dokter menyarankan untuk dibawa keluar negri dengan peralatan dan teknik pengobatan yang canggih .
" Nak kita kerumah sakit yah ,jenguk mama rencananya mama mau cari obat yang lebih bagus lagi agar mama segera bangun " kata Arya pada Eliza sang putri
" Mama mau dibawa temana pa,Eisa boyeh ndak itut mama" tanya Eliza
" Mama mau dibawa berobat ke tempat yang jauh ,nanti kalau Eliza ikut malah merepotkan dokter jadi mama nggak bangun bangun " kata Arya membujuk agar sang putri tidak ikut
" Iya pa ,kalau gitu kita temui mama duyu " kata Eliza
Begitu sampai dirumah sakit Eliza langsung keruangan mamanya
" Mama ini Eisa ma,banun ma...huaaaaa " Eliza menangis histeris
" Eisa ndak mau mama pelgi ,Eisa mau itut hauaaaaa.... " tangis Eliza makin menjadi
" Eli...sa..." tiba tiba terdengar suara Rania meskipun pelan
" Mama... mama bangun pa " ucap Rama yang menyadari Rania telah sadar
" Alhamdulillah Panggil dokter " kata Arya yang masih menangkan Eliza sesaat kemudian dokter datang
" Keluarga mohon tunggu diluar biar saya periksa keadaan pasien " kata dokter
Arya dan keluarga Rania menunggu diluar ruangan sementara Eliza masih menangis
" Sayang udah dong nangisnya ,mama udah bangun sekarang lagi diperiksa dokter " kata Arya kehabisan kata untuk menenangkan Eliza
" Benel pa ,mama udah banun " seketika Eliza langsung berhenti menangis dan hanya menganguk sambil tersenyum
" Papa ndak boong ladi kan ? tanya Eliza
__ADS_1
" Enggak sayang ,makanya Eliza diem dulu biar dokter didalam memeriksa mama " kata Arya
" Iya pa... tapi Eisa lapel " ucap polos Eliza membuat semua tersenyum
" Hahah adek energinya habis buat nangis " ledek Rama
" Udah Rama jangan diledek adeknya nanti nangis lagi ,tambah repot papa .Ayo kamu ikut papa menemani adek kamu makan " ucap Arya yang langsung dibalas angukan oleh putranya
Suasana hening seketika setelah kepergian Arya dan anak anaknya sesaat kemudian dokter keluar dari ruangan Rania
" Bagaimana keadaan kakak saya dok ?" tanya Bams
" Alhamdulillah ini suatu keajaiban Ibu Rania sudah kembali sadar sebelum kita pindahkan ke singapura ,untuk sementara biarkan dia istirahat dulu jangan ajak bicara banyak banyak ,Oh ya yang mana namanya Eliza Ibu Rania pingin ketemu " kata dokter
" Maaf dok, ponakan saya sedang keluar sebentar makan " kata Bams
" Baiklah kalau begitu nanti setelah ketemu bawa Eliza kehadapan mamanya " kata dokter
" Dok boleh kami menjenguk kakak saya " tanya Bam
" Boleh namun satu orang dulu habis itu beri waktu Ibu Rania beristirahat baru yang lainya boleh jenguk namun satu satu dan ingat Ibu Rania harus banyak istirahat " kata dokter
" Biar aku dulu yang kedalam " kata Ibu Rania
" Sebaiknya Bams dulu bu ,takutnya Ibu nanti malah kebanyakan ngobrol nanti kakak nggak istirahat dan kakak juga nggak boleh stres .kadang kadang ibu kan ngomongnya suka ngelantur " kata Bams
" Bener jeng ,sebaiknya Bams dulu yang jenguk nanti kalau dirasa Rania sudah cukup beristirahat baru jeng yang masuk " kata Rahmawati
" Baiklah kalau begitu " ucap Ibu Rania pasrah
Sementara Bams langsung menemui Rania .
" Eliza mana " kata pertama yang muncul
" Kakak tenang aja ,Eliza lagi sama papanya ngisi batre ,tadi habis buat nangis sekarang udah lapar katanya " ucap Bams sambil terkekeh
Rania tersenyum mendengar penuturan Bams barusan
" Sekarang kakak istirahat dulu sambil nunggu batrai Eliza penuh ,nanti dia langsung kesini .aku keluar dulu biar kak Rania bisa istirahat " kata Bams sementara Rania hanya menganguk
__ADS_1
Note :
Yang ingin tau kisah Bams fan Thalita yuk simak di Bams dan Thalita