
" Kakak sabar ya ,bentar lagi sampai kakak harus kuat demi dedek bayi " ucap Thalita menguatkan Rania
" Thalita ini sakit banget ... Aduh..." rintih Rania
Bams yang mengemudi sesekali menoleh kebelakang ia tidak tega melihat keadaan kakanya yang sudah tidak berdaya
" Ya Tuhan ... selamatkan Kakakku dan bayinya " batin Bams terus berdoa dalam hatinya
" Bams cepet sedikit kak Rania pingsan " ucap Thalita tiba tiba .Bams kaget mengerem mendadak
" Kamu ini gimana sih kok malah ngerem mendadak kamu mau kita semua mati " maki Thalita
" Sory...sory gue panik " kata Bams yang panik
Kemudian ia memajukan kendaraanya membelah jalanan kota menuju rumah sakit .Hatinya semekin tidak menentu ,cemas sedih campur jadi satu
" Dokter tolong kakak saya pingsan " ucap Bams begitu sampai dirumah sakit
" Keluarga silahkan menunggu diluar pasien akan kami tangani segera " kata dokter .beberapa saat kemudian dokter keluar dari kamar periksa Rania
" Keluarga Pasien Ibu Rania " kata dokter
" Saya adeknya dok , bagaimana keadaan kakak saya " ucap Bams cemas
" Pasien sudah sadar ,namun bayi dalam kandunganya harus segera dilahirkan karena air ketubanya sudah habis ,dan dalam kondisi Ibu Rania saat ini tidak memungkinkan melahirkan normal ,mau tidak mau harus dilakukan tindakan operasi caesar " kata dokter
" Lakukan yang terbaik buat kakak saya dan bayinya dok " kata Bams
" Baik kalau begitu kami akan menyiapkan operasi segara dan saya meminta tanda tangan anda untuk persetujuan operasi agar Ibu Rania segera ditangani " kata dokter
" Baik dokter " kata Bams
Beberapa saar kemudian dokter dan timnya sudah masuk kedalam ruang operasi .Thalita ,Bams dan Rahmawati sama sama panik dan mondar mandir di luar ruangan
" Thalita kamu sebaiknya bantu dia biar aku yang tunggu kak Rania di sini " kata Bams
" Iya aku dan mama ke masjid dulu kalau ada apa apa jangan lupa kabari kami " kata Thalita
Bams hanya menganguk lemah .entah berapa kali Bams mondar mandir menunggu kabar dari dokter yang sedang melakukan operasi .ia terus berdzikir dalam hati agar kakak dan bayinya diberi keselamatan
" Ceklek" pintu dibuka nampak dokter keluar dengan seorang suster
" Bagaimana keadaan kakak saya dok ?" tanya Bams harap harap cemas
__ADS_1
" Ada dua kabar ,kabar baik dan kabar buruk " kata Dokter terjeda
" Apapun itu dok ,tolong katakan " pinta Bams dengan mata berkaca kaca
" Baiklah kabar baiknya ,anak ibu Rania lahir dengan selamat bayinya berjenis kelamin laki laki " kata dokter
" Lalu " kata Bima tidak sangup melanjutkan kata katanya ia sudah lemas
" Kabar buruknya ibu Rania mengalami koma setelah melahirkan ,karena terlalu banyak pendarahan " kata dokter
" Apa dok..... "penglihatan Bams langsung mengelap ,namun ia berusaha agar tetap waras Rania dan yang lainya membutuhkan dirinya
" Boleh saya lihat keadaan kakak saya " tanya Bams yang sudah tidak mampu membendung air matanya yang sudah mengenang dipelupuk matanya
" Silahkan...." kata dokter
Bams memasuki UGD dilihatnya tubuh rapuh Rania yang dipenuhi selang disekujur tubuhnya
" Kak bangun kak ,ini aku Bams kakak nggak boleh menyerah ada kami yang masih membutuhkanmu lebih lebih sekarang kakak punya dua orang malaikat kecil ,anak kakak sudah lahir dia sangat tampan seperti kak Bima ,bukankan kakak sudah lama menantikan kedatanganya " kata Bams sambil terus menagis
" Kakak boleh istirahat tapi jangan lama lama kasian Bima kecil kak ,bukankan kakak selalu bilang ingin kasih nama Bima .nama yang sama dengan Papanya , kakak Bams tinggal dulu ya .Bima kecil belum Bams adzanin ,Cepet bangun ya kak " kata Bams sambil berlalu dari kamar Rania menuju kamar Bayi tempat anak Rania ia hendak mengadzani anak Rania .Selesai mengadzani baby Bima Bams duduk di depan ICU matanya berkaca kaca
" Bams gimana keadaan Rania dan Bayinya" tanya Rahmawati
" Alhamdulillah Bayinya sudah lahir ,sehat tak kurang apapun " kata Bams
" Tapi kenapa mukamu murung begitu " tanya Thalita
" Kak Rania ... dinyatakan koma " kata Bams sendu
Seketika Thalita mendengar ucapan Bams reflek menutup mulutnya dan menangis kemudian ia memeluk suaminya untuk memberikan kekuatan pada sang suami
" Kak Rania pasti baik baik aja Bams ,dia wanita yang kuat " ucap Thalita disela tangisnya .Sementara Rahmawati hanya menangis tergugu
" Bams apakah kakakmu boleh dijenguk " tanya Rahmawati
" Boleh ma,tapi hanya satu orang kata dokter tadi " ucap Bams
" Kalau begitu mama kedalam dulu melihat keadaan Rania ,kamu disini dulu temani suamimu " kata Rahmawati pada Thalita
" Iya ma " sahut Thalita
" Bams dari tadi pagi kamu belum makan ,kamu makan dulu gih nanti kamu sakit " ucap Thalita pilu
__ADS_1
" Thalita bagaimana aku bisa makan sementara didalam sana kakaku berjuang antara hidup dan mati " ucap Bams sambil mengeratkan pelukanya
" Kamu harus makan , ingat kalau kamu sakit pada siapa kami .semua bergantung Bams ,kamu satu satunya pelindung bagi keluarga besar kita kamu tidak boleh sakit " Bujuk Thalita
" Tapi apa aku bisa makan Tha " ucap Bams lagi
" Kamu harus paksa ,kamu tidak boleh egois kamu harus memperhatikan kesehatan kamu juga " ucap Thalita lagi .Bams hanya menganguk
" Kamu duduk disini ya aku carikan makan " ucap Thalita
" Aku tidak bisa makan disini temani aku makan dikantin " kata Bams
Mereka melangkah meningalkan IGD menuju ke kantin Thalita begitu sabar mendampingi Bams bahkan ia juga menyuapi Bams yang tidak mau makan namun Thalita terus membujuk Bams
" Bams Ibu ,sudah kamu kabari ?" tanya Thalita
" Aku belum sempat menghubungi Ibu ,aku bingung apa yang akan aku katakan pada Ibu " kata Bams
" Biar aku saja yang menghubungi Ibu " kata Thalita
" Kamu mau bilang apa ?" tanya Bams
" Aku cuma mau bilang kak Rania sudah lahiran itu aja ,aku juga nggak pingin Ibu kepikiran " ucap Thalita
" Makasih ya Tha " ucap Bams
" Bams kau tidak perlu berterima kasih padaku aku kan istrimu ,ini sudah menjadi kewajibanku " ucap Thalita Sambil mengengam tangan Bams.
Sementara Rahmawati didalam ruang ICU menangis tergugu melihat berbagai peralatan medis tertancap ditubuh menantu kesayanganya.
" Sayang kamu harus cepat bangun ,Bima kecil sudah lahir kamu tidak ingin menyusuinya ,tidak ingin memeluknya ? lihatlah dia pasti sangat tampan setampan papanya Bima .Laki laki kebanggaan dan kesayangan kita semua ,Ayo sayang buka mata kamu Eliza pasti sedih .
sekarang pasti sedang mencari kamu " kata Rahmawati
Rahmawati melihat sudut mata Rania .Wanita itu mengeluarkan air mata meskipun kondisinya belum sadar .
" Kamu merespon mama sayang " kata Rahmawati kemudian ia memecet tombol untuk memangil tenaga medis.Sesaat kemudian dokter datang
" Bagaimana bu ,ada yang bisa kami bantu " tanya dokter
" dok lihatlah Menantu saya mengeluarkan air mata " kata Rahmawati menunjukan sudut Mata Rania yang basah
" Iya Ibu , ibu benar jadi saya mohon untuk keluarga rajin mengajak berbicara kepada pasien ini akan berpengaruh baik terhadapa pasien " kata dokter
__ADS_1
" Iya dok ,jadi ini artinya ada perkembangan lebih baik dok ?" tanya Rahmawati
" Iya Ibu benar " kata dokter