
Aku gemetar jujur aku bingung harus bagaimana ternyata hidup diperkampungan orang tak semudah yang aku bayangkan niatku kesini untuk menenangkan diri dari segala masalah yang aku hadapi tapi nyatanya benar kata temanku dulu pernah bilang "Urip neng ndeso keras lur" dan kini aku sendiri meraskannya
" Mbak Rania kok diam " kata bapak bapak yang meronda tadi membuat aku kaget belum sempat aku menjawab Bima sudah menjawab duluan
" Begini pak tadi saya memang mengajak Rania keluar sebentar hitung hitung menghibur dia dari masalah yang kemarin dan ini juga pertama kali saya mengajak Rania keluar malam" Terang Bima
" Tetap saja pak Bima salah karena Rania ini tidak ada hubungan kekerabatan dengan pak Bima jadi kalau keluar malam dengan selain muhrimnya itu salah besar " kata bapak bapak yang Ronda tadi
" Saya mohon maaf kalau sikab saya ini kurang berkenan di mata bapak bapak ,Saya janji tidak akan keluar malam lagi " Ucapku meyakinkan bapak bapak Ronda tadi
" Gini aja untuk memghindari fitnahan sebaiknya kalian menikah saja " ucap bapak bapak Ronda tadi
" Me..ni..kah.." ucapku terbata bata jujur aku tidak siap menikah lagi secepat ini aku masih trauma dengan pernikahanku
" Bapak bapak yang saya hormati Ibu Rania ini sedang mengandung scara islam tidak dibenarkan menikahi orang yang sedang mengandung " Ucap Bima mencoba menjelaskan
" Dari pada kalian berzina " ucap bapak bapak tadi
" Demi Tuhan bapak kami tidak berzina " ucapku frustasi aku bingung harus bagaimana menghadapi bapak bapak ini
Tiba tiba Bima mengeluarkan dompet dan mengeluarkan sejumlah uang
" Bapak kami sungguh sunguh tidak ada hubungan sama sekali bapak percaya pada kami dan ini juga sudah malam Rania butuh istirahat tolong kita sudahi saja diskusi ini dan maaf ini ada sedikit rejeki buat beli kopi untuk bapak" Ucap Bima sambil memberikan sejumlah uang dengan malu malu bapak bapak itu menerima uang dari bima
" Makasih pak Bima ,jadi nggak enak merepotkan " ucap bapak bapak tersebut
" Enggak apa apa pak ,ya sudah saya permisi dulu selamat malam " Ucap Bima
"Rania segeralah istirahat selamat malam aku pulang dulu ,terima kasih dan sekaligus maaf untuk hari ini " kata Bima
Hari ini sungguh melelahkan bagiku segera kurebahkan tubuhku untuk menghilangkan segala penat yang melanda . Kurentangkan tanganku menyambut mentari aku berdoa semoga hari ini semua berjalan lanacar tak ada kendala apapun
pov Rania end
__ADS_1
Sementara di lain pihak semejak kepergian Rania ada seorang laki laki yang kerja siang malam hanya untuk melupakan mantan istrinya ya dia adalah Arya.Laki laki ini kini menyibukkan diri agar tidak larut dalam nestapa
" Siang boss " kata Heri sang assisten
" Hmmm ,kenapa kalau nggak ada hal yang penting tinggalkan ruangan ini " ucap dingin Arya
" Ini mengenai Arleta boss ,dia ngamuk ngamuk karena tidak ada akses ketemu boss dia bilang boss mengabaikanya dan dia akan melaporkan ke kakaknya" Ucap Heri
" Biarkan saja ,cari celah kelemahan kakaknya dan cari tau borok arleta aku yakin ada sesuatu yang tidak beres tapi aku tidak tau apa itu ? " Ucap Arya
" Siap laksanakan Boss " Sahut Heri
Beberapa hari setelah mendapat tugas dari sang boss heri menyuruh anak buahnya memata matai alesha dan sang kakak kemudian ia memberi laporan ke Arya
" Boss ini data data mengenai Arleta lengkap ,ternyata dari awal dia sengaja menjebak boss agar mau tidur denganya karena dia hamil diluar nikah dengan pacarnya namun kakaknya tidak merestuinya dan naasnya boss malam itu mabuk berat sehingga dijadikan umpan oleh Arleta dan kakaknya , jadi bayi dalam kandungan Arleta itu bukan bayi boss ,bos bahkan belum menyentuh dia saat itu kalau saat ini saya tidak tau boss sudah berapa kali menyentuhnya " kata Heri sambil nyengir
" Enak aja setelah menikahi dia aku belum pernah menyentuhnya setiap kali aku ke appartementnya aku menyibukkan diri dengan bekerja dan aku tidak pernah makan atau minum yang dikasih Arleta aku sudah curiga dari awal kepada Arleta" sewot Arya
Kemudian Arya menghubungi Arleta dan kakaknya untuk bertemu
" Selamat siang adek ipar kenapa kau mengajakku ketemu di tempat ini .apakah kau akan segera menikahi adekku secara sah dan mengadakan pesta besar besaran " ucap kakak Arleta
" Oh ya ...kok nggak bilang bilang sayang " kata Arlera antusias
" Aku membawa kejutan untuk kalian ,ini kejutanya kalian buka isinya " Ucap Arya sambil menyeringai
Dengan tidak sabar Arleta membuka amplop tanpa curiga sama sekali begitu membuka amplop mendadak muka Arleta pucat pasi
" Apa apain ini mas ,kenapa ada foto seperti ini " tanya Arleta sambil membuang semua foto foto dirinya tengah bugil bersama seorang prua
" Kamu bisa jelaskan ini semua Arleta? " tanya Arya
" ini... tidak benar foto ini editan " kata Arleta mengelak
__ADS_1
" aku punya video juga masih mau mengelak juga ? " kemudian Arya mengirim video mesum Arleta ke ponsel Arleta dan kakaknya
" Ini semua editan Arya " teriak kakak Arleta
" Kakak beradik sama sama licik ,masih mau mengelak juga aku sudah mengecek keaslian video ini dan hasilnya 99% asli , dan mulai detik ini juga aku ceraikan kamu Arleta dan kamu laki laki brengsek aku juga sudah tau kau sengaja menjebakku malam itu untuk menutup aib keluargamu " Ucap Arya kemudian ia mendekat dan memukul Kakak Rania
" Buggg....ini hukuman karena kau telah menjebakku ,Buggh... ini balasan karena ulahmu aku kehilangan istriku ,Buggh ... ini untuk anakku yang kehilangan kasih sayang seorang ibu yang baru saja ia dapatkan dan kau Rampas " ucap Arya Emosi
" Sudah cukup boss ,dia bisa mati nanti boss kena masalah " ucap Heri mengahalangi Arya yang hendak memukul lagi
" Kita tinggalkan tempat ini boss ,yang penting boss sudah tidak ada urusan dengan para pecundang ini " sambung Heri
" Hikk hikk .... dia sudah menghacurkan hidupku Her biarkan aku membunuhnya " Ucap Arya masih Emosi kemudian Heri menarik Arya dan memaksanya meninggalkan tempat itu mau tidak mau Arya mengikuti Heri meninggalkan tempat itu
Keesokan paginya setelah kejadian itu kehebohan terjadi lagi di rumah Arya
"Den ... diluar ada tamu mencari aden " Ucap mbok minah sambil terengah engah
" Ada apa mbok kok sepertinya mbok seperti orang bingung dan ketakutan gitu siapa tamunya" ucap Arya
" Itu ... den ada polisi nyari Aden " ucap mbok minah dan Arya mengeryit
" Selamat siang dengan bapak Arya " kata polisi
" Ya saya Arya ,ada yang bisa saya bantu pak " tanya Arya sopan
" Bapak sekarang itu saya ke kantor polisi ,atas dasar tuduhan penganiayaan ini surat perintahnya " kata polisi
" Maksud bapak bagaimana? saya merasa tidak bersalah pak " ucap Arya
" Bapak bisa jelaskan semua ke kantor ,sekarang bapak ikut kami " kata polisi yang langsung menggiring Arya ke kantor polisi
" Papa mau dibawa kemana papa...papa... jangan bawa papaku " jerit pilu Rama
__ADS_1