
Aku berfikir bagaimana caranya agar aku bisa jauh dari lintah satu ini.
" Aku mau ketoilet jangan mengikutiku " terpaksa aku berbohong aku jenuh bila harus bersamanya
" Ok... jangan lama lama aku sendirian dipesta ini hanya kamu dan mama kamu yang akau kenal sementara mama kamu sedang sibuk dengan teman temanya " ucap dibuat sedramatis mungkin
Saat aku hendak berjalan ke arah toilet kulihat gantungan lampu besar hampir putus dan tepat dibawahnya mama berada di situ ,namun jarakku dengan mama cukup jauh seketika aku berlari kearah mama .belum sempat aku sampai ditempat mama tiba tiba
" Awas Tante ...." kudengar suara wanita seketika tubuh mamaku didorong oleh seseorang
" Brukkk..." gantungan lampu jatuh
Aku langsung melihat mama ,dan ternyata mama selamat .aku langsung mengucap syukur dan memeluk mama namun tiba tiba Thalita menjerit
" Kak Rania .... Bangun kak.." suara Thalita menangis pilu seketika perhatianku ke arah Thalita ia tengah menangis histris menangisi seseorang yang tertimpa gantungan lampu dan ternyata orang yang tertimpa gantungan lampu adalah Rania.
Aku menoleh seketika darahku berhenti mengalir .Rania wanita yang aku cintai tergolek lemah bersimbah darah tertimpa gantungan lampu besar.Duniaku serasa runtuh saat itu juga
" Bangun Rania ... ,bangun sayang ini aku Bima buka mata kamu sayang ..." aku menagis sejadi jadinya
Tanpa pikir panjang aku membawa Rania kerumah sakit .aku lihat mama masih shock dengan kejadian yang baru saja terjadi
" Thalita kamu jaga mama sepertinya dia masih shock aku akan kerumah sakit bawa Rania " ucapku
Aku meminta sopirku mengantarkan kami kerumah sakit
" Sayang kamu harus kuat ... aku nggak sanggup hidup tanpa kamu ...sayang jangan diem aja aku nggak suka kamu begini " kataku sambil memeluk tubuh Rania dalam perjalanan menuju rumah sakit
Sesampainya dirumah sakit Rania langsung di bawa ke UGD untuk ditangani .begitu dokter keluar dari UGD aku langsung menghampirinya
" Dok ,bagaimana keadaan pacar saya " tanyaku
" Kondisi Ibu Rania saat ini masih kritis " kata dokter singkat
" Lakukan yang terbaik dok " kataku
" Tentu kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien " kata dokter lagi
Apa yang harus aku lakukan aku tidak berani memberitahu keadaan Rania pada keluarganya dikampung aku juga tidak tau alamat dan harus menghubungi siapa .Aku sangat kalut kala itu.
Kupadangi muka pucat dengan berbagai peralatan medis yang menancap ditubuhnya .Andai Tuhan mengijinkanku mengantikanya aku rela aku yang berada di posisinya saat ini .Air mataku terus mengalir
" Sayang kamu bangun dong , aku kangen kamu yang bawel ,aku kangen senyum kamu ,aku kangen ceria kamu .... sayang lihatlah kemari lihatlah aku yang selalu menunggu kamu bangun ...." aku terus mengajak dia bicara
__ADS_1
Andai aku mendengarkan omonganmu untuk tidak pergi kepesta Thalita semua tidak akan terjadi.
" Bim.. mama yakin Rania wanita yang kuat dia pasti bisa bertahan untukmu dan untuk Eliza putrinya " ucap mama menguatkanku
" Kamu fokus saja dengan kesembuhan Rania biar mama yang menjaga Eliza " lanjutnya
Semenjak Rania sakit mama dengan sabar dan telatenya momong Eliza .mungkin mama merasa bersalah atas kecelakaan yang menimpa Eliza
Dua hari setelahnya Rania bangun .kata yang pertama keluar dari mulutnya adalah Eliza
" Eliza ... " aku mendengar Rania memangil Eliza
Itu artinya dia sudah sadar .Hatiku bahagia tak dapat kulukiskan dengan kata .
" Alhamdulillah Akhirnya kamu bangun sayang " kataku sambil mengecup tanganya
Segara kupencet tombol untuk memangil tenaga kesehatan datang ke tempat rawat Rania
" Bagaimana keadaanya dok " kataku dengan cemas
" Pasien baru saja sadar kami harus melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui keadaan pasien lebih lanjut .mohon jangan ajak bicara terlalu banyak biarkan dia istirahat dulu " kata dokter
" Baiklah dokter " kataku
" Eliza dirumah sayang sama dia sama mama dan Thalita kamu jangan banyak gerak dulu aku akan menghubungi mama untuk membawa Eliza kemari ,kamu istirahatlah dulu kata dokter kamu harus banyak istirahat " kataku
kemudian ia mengangukan kepala pertanda ia setuju. tak lama kemudian mama dan Thalita datang membawa Eliza
" Maafkan mama sayang ,semua ini terjadi karena kamu menyelamatkan mama ,mama hutang nyawa sama kamu " ucap mama dengan beruarai air mata
" Mama janji mulai sekarang mama merestui hubunganmu dengan Bima " kata mama tulus
Rania hanya tersenyum sembari menitikkan air mata .
" ta.ta...tat...ta " celoteh Eliza memecah keheningan
" Kamu jangan memikirkan apa apa dulu Eliza aman sama mama .mama sudah anggap Eliza cucu mama sendiri .semenjak kehadiran Eliza dirumah mama nggak sepi lagi .Ternyata begini rasanya punya cucu ,pantas saja teman teman arisan mama selalu menceritakan cucu cucu mereka tanpa henti .ternyata punya cucu semenyenangkan ini " ucap mama
Seminggu setelahnya Rania diijinkan pulang .Kami memberikan kejutan kepulangan Rania dirumahnya dengan pesta kecil kecilan yang dihadiri keluargaku dan para karyawan Rania .
" Terima kasih untuk kejutannya ,harusnya kalian nggak usah menbuat penyambutan seperti ini aku jadi tidak enak " kata Rania
" Kami semua senang akhirnya kamu kembali pulang ,Tapi mama agak sedih artinya harus berpisah dengan cucu mama Eliza " kata mama
__ADS_1
" Tante bisa berkunjung kesini kapanpun tante mau " kata Rania
Ini adalah pemandangan yang aku tunggu tunggu setelah sekian lama mamaku sekarang begitu tulus menyayangi Rania dan Eliza .Terimakasih Tuhan atas nikmatmu tak henti hentinya aku besyukur .
POV Bima End
Sang surya mengintip dari celah dedaunan suara burung burung bernyanyi seolah menyambut kebahagian seorang wanita cantik yang sedang bersenandung kecil sambil mengendong batita .
" Ta.ta.ta.ta..." Eliza berceloteh
" Anak mama ,sekarang sudah besar ya ..." kata Rania sambil menciumi pipi gembul Eliza
Nampak sebuah taxy memasuki pelataran Rumah Rania.
" Itu seperti Ibu,Bams dan Bapak " batin Rania
" Ibu...., kok datang nggak bilang bilang ibu apa kabar " tanya Rania
Sang ibu tidak menjawab namun langsung berhambur memeluk Rania dan menangis
" Kamu kok sekarang jahat banget sama ibu kenapa " tanya Ibu masih memeluk Rania
Rania lansung menitipkan Eliza pada suster yang menjaganya
" Ada apa sih Bu , Pak ,Bams Rania jadi takut nih " ucap Rania
" Kenapa kamu nggak bilang kalau kamu habis kecelakaan kamu sudah tidak mengangap kami " kata Ibu sambil sesengukan
" Ibu tau dari mana kalau aku sakit pasti ulah Maya " kata Rania
" Kalau bukan karena Maya ,kami tidak akan pernah tau kamu sakit nak " ucap Bapak Rania
" Ayo masuk dulu Bapak ,Ibu dan kamu Bams kita bicara didalam" kata Rania sambik menuntun Ibunya
" Kenapa kamu tolong perempuan yang sudah menghina kamu ,kamu korbankan dirimu .Kamu tidak memikirkan nasib Eliza bagaimana kalau kamu tidak selamat hik..hik.hik.." Ibu Rania langsung memberondong pertanyaan
" Sudahlah bu ,yang penting sekarang Rania tidak kenapa napa " kata Rania
" Ibu tidak mau kamu ngelakuin hal kaya gitu lagi ,Ibu nggak suka hik.hik.hik " tangis Ibu Rania makin menjadi
" Sampai sekarang Ibu masih sakit hati dengan perkataan perempuan iti eh malah kamu sok jadi dewi penolongnya " kata Ibu
" Dia sekarang sudah berubah bu ,kemarin selama di rumah sakit dia yang ngasuh Eliza " kata Rania
__ADS_1
" Ya iyalah.... orang dia utang nyawa sama kamu ,Ibu makin tidak suka sama dia gara gara dia kamu jadi masuk Rumah sakit .Ibu juga tidak setuju dengan hubungan kamu sama Bima .Karena apa ? Karena kamu jadi bodoh gara gara Bima " ucap Ibu Rania mengebu