PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Nenek Dahlia berpulang


__ADS_3

Beberapa hari setelah di rawat di rumah sakit nenek Dahlia sudah diijinkan pulang , ia sangat semangat karena sang cucu sudah mau membina rumah tangga lagi ,sejak pertemuan dirumah sakit nenek Dahlia sudah membicarakan rencana dengan arya bak gayung bersambut rencana itu disetujui oleh Arya dan disambut gembira oleh Rama


" Nenek kelihatanya senang sekali hari ini " tanya Rama


" Iya rencananya hari ini nenek mau mengajak Rania ketemuan sepulang dia mengajar sekalian nenek mau meyakinkan Rania agar mau menerima pinangan dari kamu " ujar nenek Dahlia antusias


" Pantesan nenek kelihatan semangat sekali, ya udah habis ketemuan dengan Rania langsung pulang biar nggak kecapean " tutur Arya


" Nenek mandi dulu terus siap siap "


beberapa saat kemudian dari kamar mandi terdengar teriakan


"Arya....." disusul suara " bugg..."


Arya bergegas ke kamar nenek Dahlia namun tidak ada orang , ia mencoba membuka pintu kamar mandi pintu di gedor gedor namun tidak ada sautan


" Nek.. nek buka pintunya " teriak arya namun tidak ada sahutan ,panik bingung itulah yang di rasakan Arya kemudian Arya sudah tidak sabar segera mendobrak kamar mandi dan alangkah terkejudnya Arya melihat neneknya sudah pingsan di kamar mandi ,kemudian ia bergegas membopong sang nenek yang masih berpakaian lengkap rupanya sang nenek terjatuh di kamar mandi sebelum mandi ,Kemudian ia menelphone Dr.pribadinya sesaat setelah doker datang menyarankan Arya supaya membawa nenek kerumah sakit


Sesampainya di Rumah sakit nenek Dahlia langsung dibawa ke UGD, cemas was was campur aduk jadi satu Arya mondor mandir di depan Ruang UGD ,jam berdetak seolah lamban

__ADS_1


ceklek ... pintu IGD dibuka Arya langsung menghampiri dokter


" Dokter bagaimana keadaan nenek saya " tanya Arya tersirat kekawatiran diwajahnya wajahnya sudah pucat pasi sebelum dokter mengatakan apapun ,doker itu menghela nafas dan mulai berhicara


" Pak Arya ,sebelumnya kami minta maaf ,kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi rupanya Tuhan lebih menyayangi nenek anda " tutur sang dokter


" Apa maksud dokter ,jangan bilang.... " Arya belum sempat meneruskan perkataanya tubuh Arya mulai gemetar


" Nenek anda tidak ,bisa kami selamatkan ,beliau meninggal beberapa menit yang lalu " tutur sang doker


Arya merasakan tubuhnya lemas bak jely ,serasa tak bertulang nenek yang menjaganya sedari kecil meninggalkanya ,dengan gemetar ia menuju IDG menemui neneknya sebelum dibawa ke kamar mayat


Setelah selesai mengurus administrasi jenazah nenek dahlia segera dibawa pulang untuk dikebumikan


Dipemakaman Rania tampak ikut melayat ,ia juga sangat bersedih kedekatanya dengan nenek Dahlia sudah diangap seperti neneknya sendiri Rania mencoba mendekati Arya dan menyemangatinya


" Bapak yang tabah ya,nenek sudah bahagia disana ,beliau juga tidak mau melihat bapak terus terusan bersedih " hibur Rania pada Arya


" Makasih ,Rania " hanya kata itu yang ia ucapkan kepada Rania

__ADS_1


" Kalau begitu saya pamit dulu pak " kata Rania setelah itu ia hendak beranjak meninggalkan pemakaman


Tepat Setelah acara tahlilan empat puluh hari berpulangnya nenek Arya pada saat Rania hendak pulang dari acara empat puluh hari mengenang kepergian neneknya ,Arya bermasud menunaikan wasiat neneknya untuk menikah dengan Rania


" Tunggu Rania " sergah Arya


" Ya pak ,ada apa ? " tanya Rania


" Rania ada hal yang ingin aku bicarakan sama kamu Sebelumnya aku minta maaf ,aku ingin mewujudkan keinginan nenek terakir yaitu menikah denganmu mungkin kamu mengangapku tergesa gesa ,karena kepergian nenek baru empat puluh hari aku sudah membicarakan ini denganmu ,tapi aku ingin segera mewujudkan keinginan nenek terakir ,aku merasa belum bisa membahagiakan neneku semasa hidupnya ,tapi dengan ini nenek pasti merasa bahagia di atas sana ,please ijinkan aku meminangmu ,mungkin ini terdegar egois " kata Arya


" Iya pak ,saya bisa mengerti kondisi bila bapak serius dengan saya bapak bisa langsung kerumah orang tua saya untuk meminang saya ,tapi saya mohon jangan pernah katakan kepada kedua orang tua saya kalau pernikahan kita ini tidak dilandasi rasa saling cinta , hanya demi sebuah amanah dan saling membutuhkan ,bapak membutuhkan saya untuk menjadi ibu Rama dan saya membutuhkan bapak untuk membantu ekonomi kelurga saya ,saya tidak mau kedua orang tua saya tau dan itu bisa membuat mereka terluka " tutur Rania


" Iya ,Rania untuk masalah itu aku pastikan hanya kita yang tau " kata Arya mantab


" Bila bapak sudah menentukan harinya segara informasikan ke saya agar saya mengabari kedua orang tua saya " tutur Rania


" Iya tentu aku akan segera mengabarimu "


Setelah pulang dari kediaman Arya ,susah memejamkan mata dia berpikir apakah keputusan kali ini sudah benar ,sesungguhnya ia masih merasa bimbang tapi ia meyakinkan diri bahwa semua akan baik baik saja.

__ADS_1


" Alesha maafkan aku aku tidak bermaksud menghianatimu tapi ini amanah dari nenek dan Rama sangat menyukai gadis itu .aku yakin dia akan menyayangi Rama anak kita seperti anak kita sendiri .percayalah aku hanya mencintaimu Alesha " Guman Arya mengingat mendiang istrinya


__ADS_2