PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Fashion show


__ADS_3

Pov Rania


Berharap pada manusia hanya akan membuat kecewa ,dari semua masalah yang terjadi padaku menjadikan aku sadar bahwa tak sepantasnya aku berharap lebih kepada manusia .Kini aku fokuskan hidupku untuk kebahagiaan putri semata wayangku kuberi nama dia Eliza Arya putri dia adalah putriku dari pernikahanku dengan mas Arya wajahnya yang imut mengemaskan membuatku semangat menjalani hidupku putri cantikku wajahnya sama persis dengan mas Arya hanya bola matanya saja yang sama denganku ia memiliki bola mata kecoklatan sepertiku.


Aku putuskan untuk menjauhi Bima aku tidak ingin dia bertengkar dengan mamanya hanya gara gara aku .Jujur aku masih mencintainya namun aku tidak boleh egois Bima berhak mendapatkan gadis yang sepadan dengannya .Meskipun berulang kali aku mengusir dia dari rumahku namun ia tidak putus asa alasan dia kangen sama anakku Eliza


Kini aku sudah mempunyai Butik sendiri .Aku bersyukur usahaku maju pesat hari ini aku berencana mengadakan fashion show di kota tempat mas Arya tinggal .Sebenarnya aku ragu untuk mengadakan Fashion show disana takut kalau ketemu mas Arya namun aku harus profesional toh kemungkinan kecil aku ketemu dengan dia kalaupun ketemu kami sudah tidak ada hubungan apa apa lagi denganya .Aku menitipkan anakku pada Ibuku yang kebetulan ada disini .


" Ibu aku pamit dulu yah titip Eliza " ucapku saat hendak meninggalkan putri semata wayangku untuk pertama kali


" Kamu nggak usah kawatir di sini ada Ibu ,Suster dan bibi Saadah kamu fokus saja dengan pekerjaan kamu setelah selesai segeralah pulang " Nasehat Ibu


"Iya Bu ,aku langsung pulang begitu acara selesai ingin rasanya mengajak sikecil namun dia masih terlalu rentan dibawa kemana mana " Ucapku


" Kamu pergi dengan siapa ? ,? tanya Ibu


" Dengan Timku Bu " jawabku


" Tumben nak Bima tidak ikut ?" tanya Ibu lagi


" Aku udah ancem dia kalau ikut aku nggak mau kenal dia selamanya ,aku takut mamanya semakin membenciku Bu " Kataku


" Ya sudah hati hati jaga diri baik baik " Nasehat Ibu lagi


Aku langsung memeluk Ibu untuk berpamitan .Sesampainya dikota tujuan aku langsung menuju lokasi fashion show kebetulan lokasinya deket dengan mall jadi nanti sekalian mampir buat beli oleh oleh.


Acara Fashion show berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti.


"Selanjutnya kita sambut Designer kita Rania Humaira Putri " Aku melangkah ke catwalk bersama dengan beberapa modelku tepuk tangan yang meriah mereka berikan kepadaku


ketika MC memintaku untuk memberikan sambutan mataku tanpa sengaja bertemu dengan mata Bima

__ADS_1


" Wait ...itu bukanya Bima ngapain lagi sih dia kesini dan itu sebelahnya bukanya itu mamanya " batinku


Aku berusaha bersikab seprofesional mungkin meskipun hatiku ketar ketir melihat tatapan mata mamanya Bima ,setelah kuselesaikan sambutanku para pengemar desaignku naik ke catwalk dan memberikan bungga .salah satu pengemar designku adalah Ibu Dina dia istri pejabat dikota ini tiba tiba dia naik dan memberiku bucket bungga Kemudian MC meminta Ibu Dina untuk memberikan sambutan


Bu Dina dengan antusias memberikan sambutan dan memuji muji karyaku .


Selesai acara aku segera bergegas ingin segera pulang aku sudah kangen dengan Eliza putriku namun tiba tiba Ibu Dina mengenalkanku pada teman teman sosialitanya salah satunya mamanya Bima


" Kenalin Jeng ini Designer andalan saya ,sudah taukan namanya karena dia yang punya hajat disini tadi " ucap Ibu Dina


Seketika aku kikuk ketika harus berhadapan lagi dengan mamanya Bima segera kuulurkan tangan untuk berjabat tangan dengannya


" Rania ..." ucapku pada mamanya aku tidak mau diangap sok akrab dengan mamanya Bima dan ajaibnya mamanya Bima seolah olah tidak mengenalku


" Rahmawati ..." Jawab mamanya Bima singkat


" Jeng Rania ini hebat loh masih muda usahanya berkembang pesat ,aku sangat terkesan dengan karya karyanya andai saja aku punya anak laki laki pasti sudah aku jodohkan dengan dia " Ucap Ibu Dina antusias


" Ya taulah saya kenal dia dengan baik saya tau silsilah keluarganya " ucqp Ibu Dina


" Bagaimana jika dia ternyata hanya seorang janda " tanya Ibu Rahmawati dengan nada tidak suka


" Dari mana jeng Rahma tau kalau Rania seorang janda ?" tanya Ibu Dina


Seketika Ibu Rahma gelagapan ditanya Ibu Dina


" Ya nebak nebak aja ,eh ternyata benar perempuan yang Jeng agung agungkan ternyata hanya seorang janda " Kata Ibu Rahmawati


Belum sempat Ibu Dina menjawab sudah dijawab oleh ibu ibu yang lain dari penampilanya ia tak kalah tajir dari Ibu Rahma


" Memangnya ada yang salah dengan janda ? menjadi janda bukan keinginan bu tapi itu takdir saya lebih baik punya menantu janda terhormat dari pada gadis yang sudah tidak perawan lagi ,anak saya sebentar lagi pulang dari swiss mau saya kenalkan dengan Rania dia adalah wanita sholeha " kata ibu ibu tadi

__ADS_1


Aku harus menghentikan perdebatan ini aku jadi tidak enak dengan ibu Dina selama ini sudah banyak membantuku


" Maaf ... Ibu ibu sekalian saya rasa perdebatan ini tidak perlu diteruskan ,dan untuk Ibu Dina dan Ibu ibu yang lainya tidak usah terlalu membela saya ,saya sudah biasa mendapat cibiran seperti ini bagi saya bukan masalah besar saya sadar status saya mengundang banyak cibiran dimasyarakat ,mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan dengan status dan kehadiran saya kalau begitu saya permisi saya juga tidak bisa lama lama disini ada anak yang saya tinggalkan di rumah " kataku sembari beranjak meninggalkan mereka sebelum aku pergi Ibu Dina mendekatiku dan memelukku


" Aku tau kamu wanita kuat sayang " katanya sambil memelukku


Kulihat Bima mendekati mamanya dengan tatapan dingin .Ahh sudahlah aku tidak mau ikut campur lagi kutinggalkan tempat fashion show ini karena memang acaranya sudah selesai seperti rencana awalku aku mampir ke mall dekat tempat Fashion Show tadi .Karena tergesa gesa jalanku ketika dimall tak sengaja aku menabrak seseorang


" Brukkkk.." Aku menabrak dada bidang seorang laki laki


" Maafkan saya tidak sengaja " ucapku sambil menunduk


" Makanya kalau jalan hati hati mbak dan pake mata " ucap laki laki tersebut


Suara itu ... aku sangat familiar aku mendongakkan wajahku betapa kagetnya aku orang yang aku tabrak adalah mas Arya orang yang selama ini aku hindari namun anehnya aku sudah tidak deg degan lagi seperti pertama kali ketemu sehabis perceraian kami


" Kamu...." ucap Mas Arya kaget


" Iya ...ini aku mas Rania ,Mas apa kabar " sebisa mungkin aku bersikab biasa


" Aku baik... Rama kangen sekali dengan kamu " itulah kata yang terlontar dari bibir Mas Arya


" Bisa kita ngobrol sebentar di kafe itu " pinta Mas Arya


" Maaf mas ,aku tidak bisa dan tidak ada hal lain lagi yang harus kita bicarakan " Tolakku halus


" Aku mohon sekali ini saja ,setelah ini aku berjanji tidak akan pernah ganggu kamu please " ucap Mas Arya penuh Harap


" Baiklah tapi tidak boleh lebih dari sepuluh menit " ucapku akhirnya karena walau bagaimanapun juga Mas Arya dulu sangat berjasa bagi keluargaku


Dari arah seberang nampak empat pasang mata mengawasiku dan Mas Arya siapa lagi kalau bukan Bima dan Mamanya

__ADS_1


__ADS_2