
Sidang selanjutnya digelar dengan menghadirkan ahli telematika .kali ini Rania kekeh ingin ikut keacara persidangan walaupun kondisinya lemah ia memaksakan diri untuk hadir.
Ahli telematika menjelaskan tentang foto yang digunakan Arya sebagai bukti adalah foto hasil editan semua bernafas lega
" Berdasarkan kesaksian dari ahli telematika bahwa foto yang dijadikan barang bukti adalah foto hasil rekayasa maka bukti dianggap tidak sah " kata Hakim ketua
" Terima kasih yang mulia " kata Bima
Sidang terus berlanjut dengan agenda pembacaan keputusan hak asuh Eliza
" Berdasarkan saksi dan bukti yang ada maka pihak pengadilan memutuskan bahwa hak asuh atas anak yang bernama Eliza Arya putri jatuh ketangan Ibunya yaitu Ibu Rania ,pihak penggugat berkewajiban menafkahi anak teraebut sebesar lima puluh juta perbulan dan diberi kesempatan untuk bertemu dengan putri kandungnya sesuai dengan kesepakatan setiap akir pekan bisa atas ijin Ibu Rania dan Bapak Bima , Tok..tok.tokk " palu diketuk
Pihak Rania dan tum kuasa hukum bersyukur atas putusan pengadilan
" Selamat kak ,kita menang" ucap Bams pada Bima dan Rania
" Terimaksih juga sudah membantu kakak sejauh ini " kata Bima
" Kakak bangga padamu Bams " kata Rania sambil memeluk Bams
" Pah kepalaku pusing ...Brukk..." Rania terjatuh dan pingsan
" Ma..bangun ma, jangan kaya gini" kata Bima panik
" Kak bangun kak " Bams tak kalah panik
Kemudian Bima dan Arya membawa kepoliklinik terdekat
" Bagaimana keadaan istri saya dok ?" tanya Bima
" Istri anda hanya kelelahan saja pak ,saya sarankan untuk ke dokter kandungan dugaan saya Ibu Rania hamil tapi untuk memastikanya silahkan bawa ke dokter spesialis kandungan " saran sang dokter
Mata Bima berbinar mendengar keterangan dokter
" Jadi kemungkinan istri saya sedang hamil dok " ucap Bima
" Iya pak ,pastikan dulu ke dokter kandungan " kata dokter
" Terimakasih dokter " kata Bima
kemudian ia mendekati Rania
" Bagaimana sayang apa yang kamu rasakan mau makan apa ? katakan " kata Bima antusias
__ADS_1
" Aku hanya cape aja mas ,emang apa kata dokter tidak ada yang seriuskan pah " kata Rania cemas
" Tidak sayang malah kata dokter kemungkinan kamu sedang hamil nanti kita periksa ke dokter kendungan sayang " kata Bima antusia
" Aku ha..milll pah ? " Rania menangis bahagia penantian selama ini tidak sia sia
" Iya sayang " ucap Bima sambil memeluk Rania
Rania sudah tidak sabar saat itu juga ia minta diantar ke dokter kandungan sepanjang perjalanan tak henti hentinya ia bersyukur
" Bapak ibu ,lihat ini janinya sudah sebesar biji kacang .Usia kandungan saat ini sudah empat minggu " kata dokter obgyn
" Alhamdulillah itu anakku " kata Bima terharu melihat makluk kecil yang tumbuh di rahim Rania
" Pada masa ini usia kandungan masih rentan ,saya sarankan untuk jangan melakukan aktivitas yang berat berat dulu " kata dokter obgyn
" dok...anu ..itu " Bima tampak ragu melanjutkan perkataanya
" Bagaimana pak , ada yang ingin ditanyakan " kata dokter obgyn
" Kalau aktivitas ranjang itu bagaimana dok ,boleh nggak " kata Bima yang langsung mendapat cubitan dari Rania
" Begini pak untuk hubungan suami istri masih boleh dilakukakan tapi harus hati hati dan jangan terlalu sering untuk trimester pertama ini " kata dokter obgyn
" Tidak apa apa Ibu ,pertanyaan semacam itu sudah sering ditanyakan pasangan yang baru mau menjadi orang tua " kata dokter obgyn
" Terimakasih dokter ,kalau begitu kami permisi " kata Rania
Kemudian pasangan itu meninggalkan ruangan dokter untuk kembali kekediamanya.
" Pantesan mama akir akir ini manja banget dan agak agresif tapi papa suka ,kalau tau begini kenapa nggak dari dulu Tuhan kasih kita momongan ya mah ,papah senang banget hari ini " kata Bima
" Hallah papa juga seneng banget kalau mama agresif malah minta nambah terus " kata Rania
"Mama juga seneng banget pah ,kita langsung pulang aja kita kasih tau yang lainya terus kita buat acara syukuran kemenangan kita dan sekaligus menyambut anggota baru keluarga kita pah " ucap Rania sambil mengelus perutnya yang masih Rata
" Mulai sekarang mama nggak boleh cape capek ,urusan butik serahkan pada Mita ,mama hanya bokeh cape kalau melayani papa aja " kata Bima
" Idih mulai lagi deh " kata Rania mencebik
Sesampainya dirumah Rania dan Bima menyampaikan dua kabar gembira kekeluarga besar mereka semua sangat bahagia dan antusias menyambut calon bayi Rania
" Kak biar Ibu sama Bapak aku yang kabari aja ,aku mau pulang kampung kangen sama ibu nanti aku kesini sama Bapak dan Ibu " kata Bams
__ADS_1
" Iya ... kamu pasti kangen sama masakan Ibu ,kangen sama suara cempreng Ibu yang nyuruh kamu nguleg sambel ,buang sampah " kata Rania sambil terkekeh
" Iya kak, Aku kangen suara Ibu dipagi hari nyuruh bangun untuk buang sampah terus nguleg sambel sambil denger ibu ngomel ngomel " kata Bams
" Kalau dirumah jadilah Bams anak Bapak Suharjo ,kamu kalau dirumah bukan pengacara jadi nggak usah gengsi buang sampah dan nguleg sambel " kata Bima menasehati Bams
" Eliza doamu terkabul nak ,didalam perut mama sekarang ada adek bayi " kata Bima sambil mengelus perut rata Rania
" Hole.....Eisa mau punya adek bayi , napa ndak dali dulu eisa berdoa ya pa ?" tanya Eliza
" Iya ya sayang ,kalau sejak dulu mungkin adek bayi Eliza udah empat " kata Bams
" Husshhh ngarang kamu Bams ,emang kakak kucing apa menikah lima tahun anaknya sudah nambah empat " Sewot Rania
" Mama nggak apa apa puna adek bayi banak Eisa suka " kata Eliza girang
" Habis ini tiap taun papa kasih adek bayi buat Eliza " kata Bima yang langsung dihadiahi cubitan Rania
" Aduh... sakit sayang dari tadi nyubitin terus " ucap Bima pura pura ngambek
" Habisnya papa ngeselin " ucap Rania sambil mencebikan bibirnya
" Ndak boyeh nyubit ma ..kata Ms dicekolah nyubit itu ndak baik " ucap Eliza polos
" Tuh denger apa kata anak kita " kata Bima
" Maafin mama ya nak ,ngasih contoh yang nggak baik ,mama janji nggak bakal nyubit nyubit lagi " kata Rania
" Yakin " tanya Bima
" Yakinlah... kalau didepan Eliza kalau di kamar jangan tanya bukan hanya cubit tapi bakal mama gigit kalau nyebelin " bisik Rania ditelinga Bima
" Ihhhh... mama kok bicik bicik sih kata Ms dicekolah ndak boyeh bicik bicik didepan olang katanya ndak copan " ucap Eliza lagi
Rania bener bener mati kutu dihadapan anaknya .sontak seluruh anggota keluarga Rania tertawa melihat tingkah Eliza dan Rania
" Om bingung jadinya ,mana yang dewasa mana yang anak anak " ucap Bams
" Apalagi semenjak hamil manjanya minta ampuunnnm... tobat deh jangan sampai nanti Bams punya istri kaya kakak " lanjut Bams
" Siapa juga yang mau punya suami kaya kamu " ejek Rania
" Iya om kan jompo.... " kata Eliza diiringi gelak tawa anggota keluarga Bima
__ADS_1