
Pesta Ulang Tahun Eliza digelar sangat mewah dikediaman Rania ,guru dan teman teman sekolah Eliza datang mengadiri undangan .Nampak gadis kecil dengan memakai baju ala princess digandeng Rania tersenyum manis menyapa semua tamu undangan .
" Ayo sayang pestanya sudah dimulai kamu tiup lilinya " kata Rania
" Bental ma ,aku masih nunggu Papa dan kak Lama " kata Eliza
" Papamu paling bentar lagi datang kamu tiup lilin dulu ,temen temen kamu udah pada nunggu " kata Rania membujuk sang putri
" Aku mau tunggu papa bental , please ya ma " kata Eliza dengan pupy eyesnya
Tak lama nampak seorang pria dewasa dengan tampilan kasual memakai kaos polo dipadukan dengan jeans dengan gagahnya mengandeng seoarang anak laki laki remaja memasuki pesta semua mata tertuju padanya .Perfect itulah satu kata yang mengambarkan penampilan Arya saat ini .
" Maafkan Papa telat sayang kata Arya " sambil membungkuk dan mencium kening sang putri
" Ia hampir ngambek mas mengira kamu tidak datang " kata Rania
" Mana mungkin Papa nggak datang ini kan hari special putri papa " kata Arya sambil memeluk putrinya
" Sekarang kamu tiup lilinya ,temen temen kamu sudah menunggu " kata Arya
Kemudian Eliza meniup lilin dan memotong kue pertama untuk Rania kedua untuk Arya ,Rama ,Bams ,Rahmawati kemudian Thalita .Eliza sangat bahagia dikelilingi orang orang yang menyayanginya
" Mama ,Papa eisa ada catu pelmintaan boyeh ndak " tanya Eliza
" Boleh apapun itu ,Papa akan berusaha mewujudkanya " kata Arya
" Eisa ingin kaya di dongeng plinces plinces ada yang danca Mama dan papa danca ya " kata Eliza
" Gimana kalau yang dansa Tante Thalita sama om Bams saja ,masa ada princes perutnya gendut " ucap Rania bernego dengan putrinya
"No mama... Eisa maunya Mama cama papa ,kaya di kaltun itu " ucap Eliza yang masih kekeh dengan keiginnanya
Arya hanya mengangkat bahu .pertanda ia bingung menghadapi permintaan sang putri
" Bagaimana kalau Papa atau kak Rama aja yang berdansa dengan Eliza kan Eliza yang punya pesta jadi princesnya Eliza gimana Ide papa keren nggak " tanya Arya memberikan solusi
" No...eisa ndak bica danca " kata Eliza sambil mencebik
" Mama juga ngak bisa dansa sayang " kata Rania
" Mama boong eisa pelnah liat mama danca cama papa Bima " kata Eliza tak terbantahkan
" Nak tidak ada salahnya kamu dansa sama nak Arya ,kan cuma sekali ini aja itupun atas permintaan Eliza itung itung sebagai kado buat dia " Kata Rahmawati ia tak ingin melihat Eliza kecewa Rahmawati sangat menyayangi Eliza seperti cucunya sendiri
" Tapi Ma... " Belum sempat Rania meneruskan kata katanya Rahmawati sudah menarik tangannya
__ADS_1
" Ayo jangan buat cucuku menangis dihari ulang Tahunya " ucap Rahmawati langsung membawa Rania kehadapan Arya
" Lakukan apa yang anak kalian mau ,jangan buat cucuku menangis dihari ulang tahunnya " ucap Rahmawati
" Deg .." jantung Arya serasa mau lompat mendadak ia berkeringat dingin saat tanganya menyentuh tangan Rania .Tangan yang sudah hampir enam taun tidak ia sentuh Arya sedikit gemetar memegang tangan Rania Dahinya berkeringat ditatapnya Wanita yang ia cintai
" Ya Tuhan ini bukan mimpi kan aku berdansa dengan Rania ,kalau ini mimpi aku tidak ingin bangun dulu aku ingin menikmati mimpi ini " batin Arya
" Mas Arya ...." pangil Arya disela sela dansanya namun Arya masih sibuk dengan hatinya sehingga ia tidak mendengar pangilan Rania
" Mas ..." kali ini Rania agak mendekat memangil nama Arya
" Iiii ..yaa " sahut Arya terbata
" Mas Arya melamun ?" tanya Rania
" Eh... tidak " dusta Arya menutupi kegugupanya
" Mas maafkan Eliza ya ,permintaanya membuat kamu tidak nyaman kita sudahi saja ya dansanya " kata Rania
" Enggak ...aku nggak mau dansa ini berakir please Rania jangan ngomong kaya gitu " batin Arya
" Sebentar Lagi Rania ,aku takut Eliza nanti kecewa apakah kamu sudah cape ?" tanya Arya .ia ingin lebih lama lagi dengan membuat alasan tidak ingin mengecewakan Eliza
" Tapi kenapa tangan kamu dingin dan kamu juga berkeringat ,apakah kamu sakit mas ?" tanya Rania
" Ohhh... ini aku nggak apa apa cuma agak gerah dikit jadi berkeringat " Elak Arya
" Tapi tangan kamu dingin banget ,kita sudahi saja Dansanya " ungkap Rania
" Ahh... tangan sialan kenapa sih nggak bisa diajak kerja sama " batin Arya .Kemudian Rania melepaskan tanganya dan menyelesaikan dansanya lalu menyusul Eliza
" Mah kok udahan Dansanya " tanya Eliza
" Papa lagi nggak enak badan sayang ,kamu nggak ingin papa kami tambah sakit kan sayang " tanya Rania
" Iya ma " kata Eliza
Arya masih memegang dadanya yang masih saja berdegup kencang .Rania sudah tidak ada disebelahnya namum irama jantungnya masih saja berdetak kencang
" Sepertinya jantungku bermasalah " guman Arya sambil memegangi dadanya
" Papa Baper ya " Ucap Rama tiba tiba disamping Arya
" Ah ... enggak papa biasa aja " ucap Arya berusaha mengelak
__ADS_1
" Hallah Papa kaya sama siapa aja ,aku tau loh pa .Papa bisa bohong kesemua orang tapi tidak dengan Rama " kata Rama dengan senyum smirik
" Husshh... ini Rahasia Boy " kata Arya pada akirnya yang tidak mampu menutupi perasaanya
" Kita pulang saja sepertinya jantung papa nggak aman kalau papa disini terus " kata Arya
" Yakin mau pulang " goda Rama
" Ya yakinlah ..." kata Arya
" Nanti kalau Adek nyari gimana atau tepatnya Bunda yang nyari " ucap Rama sambil menaikan satu alisnya
" Aish.... kamu sekarang udah pinter ya goda papa " kata Arya
" Papa tau nggak ,papa kaya abg lagi jatuh cinta prfttt...." ucap Rama sambil menahan tawa
" Udah ketawanya jangan kenceng kenceng nanti yang lain tau " sewot Bima
Sementara Rania tengah duduk disamping putrinya .Wajahnya tampak pucat pasi keringatnya bercucuran karena sedang menahan sakit
" Auww..." Rintih Rania
" Mama kenapa " tanya Eliza panik
" Panggil Om Bams ,perut mama sakit " ucap Rania sembari memegang perutnya
" Om Ban...." teriak Eliza
" Cepet kecini pelut mama cakit " lanjut Eliza .Bams merasa dipanggil namanya seketika menoleh kearah Eliza dan berlari mendekat .Tampak gadis kecil itu panik melihat mamanya kesakitan
" Kak ... kenapa ?" ucap Bams bingung
" Perut kakak sakit banget Bams tolong kakak " ucap Rania
Bams segera mendekati kakaknya namun saat hendak mengendong Rania gamis Rania basah
" Kak ini apa ?" Bams Panik
" Mama ,Thalita tolong kak Rania " ucap Bams panik .seketika atensi orang orang langsung tertuju pada Rania termasuk Arya
" Bams ketuban kakak kamu pecah sebaiknya kita langsung bawa kakakmu " ucap Rahmawati
" Iya ma ... Thalita dan mama ikut ya " pinta Bams
" Iya kami ikut , Eliza dirumah dulu ya sama mbak dan ncus ya " bujuk Thalita
__ADS_1
" Aku mau ikut mama ...huaaaa" tangis Eliza pecah .Arya mendekati sang putri lalu mengendongnya Arya berusaha menenangkan Eliza
" Bams cepetan bawa kakak kamu ,Eliza biar aku yang urus " kata Arya tak kalah panik