
"Itu tadi mamanya Bima ?,kok beda banget emak sama anaknya emaknya kaya reog gitu anaknya santun banget .Heran Ibu dibuatnya " Sewot Ibu Rania setelah kepergian Rahmawati
"Kata Mira assisten kamu ,kemarin pas Fashion Show dia juga mempermalukan kamu ya,kenapa kamu nggak pernah cerita sama Ibu ?,kamu sudah tidak mengangap aku ini Ibumu ?" Lanjutnya
" Bukan begitu bu " sahut Rania
" Bukan begitu gimana ? " omel Ibu Rania
" Rania tidak ingin Ibu kepikiran toh semua juga sudah berlalu dan Rania juga baik baik aja ,sudahlah Bu tidak semua keburukan kita balas dengan keburukan kalau kita balas, lalu apa bedanya kita sama mereka " ucap Rania bijak
" Ibu sakit hati Rania denger sendiri dia bilang kamu janda getel ,Ibu juga tidak sudi punya besan mulutnya lemes kaya gitu " sungut Ibu Rania
" Sudahlah bu, Fokus Rania saat ini hanya Eliza " kata Rania
" Oh ya,Mira kemarin juga bilang kamu ketemu Arya katanya dia sampai berlutut dihadapan kamu " Cecar Ibu Rania
" Ih... Mira cepu banget semua diceritain sama Ibu bakal panjang ini pertanyaan Ibu ,tau gitu kemarin aku nggak cerita soal pertemuanku dengan Mas arya dasar CEPU !!" batin Rania kesal dengan ulah Mira assistennya
" Kenapa diam ? udah Rahasia rahasian sekarang sama Ibu " cecar Ibu Rania lagi
" Bukan begitu Bu, Rania memang belum sempet cerita aja. Begitu sampai Rumah sibuk dengan Eliza belum lagi kerjaan udah kejar deadline semua ibu kan tau sendiri " kilah Rania
" Sekarang ceritakan bagaimana pertemuan kamu dengan menantu mama " ucap Ibu Rania serius
" Mantan menantu Bu, bukan menantu " Rania mencoba meralat perkataan Ibunya
__ADS_1
" Apalah namanya nggak penting bagi Ibu dia menantu Ibu .Salahnya cuma satu dia itu bego ,Ibu yakin dia dijebak Ibu sangat percaya pada Arya ,selama jadi menantu Ibu dia memperlakukan kami seperti orang tua sendiri dan dia juga sayang banget sama adek kamu Bams dia juga yang bantu kuliah Bams ,kami tak pernah sekalipun membencinya dia tidak pernah memandang status sosial kita .tanpa dia mungkin sampai sekarang Ibu masih jadi buruh cuci dan bapakmu kerja serabutan " ucap Ibu Rania sambil berurai air mata mengingat kebaikan Arya
" Tapi terus terang bila Ibu menyuruh aku kembali padanya Rania nggak bisa bu ,luka yang ia torehkan teramat dalam bahkan sekarang masih membekas dihati Rania " ucap Rania air matanya luruh mengingat rumah tangganya bersama Arya
" Ibu tidak akan memaksa kamu untuk kembali padanya .Ini hidup kamu Ibu tidak akan mengaturnya Ibu percaya padamu " ucap Ibu Rania seraya memeluk putri kesayangannya
Rania kemudian menceritakan tentang pertemuanya dengan mantan suaminya tidak ada yang ditutup tutupi .ia juga menceritakan bahwa Arya sakit selama sembilan bulan dan tepat ditanggal Eliza lahir Arya mengalami kesakitan yang luar biasa sampai pingsan .Ibu Rania mendengarkan dengan seksama ia ikut menangis mendengar penderitaan menantu kesayanganya .Tetapi ia tidak berkomentar terlalu banyak takut menyinggung Rania
" Nak , tidak bisa bersatu kembali bukan berarti kamu harus menjauhinya ingat ada anak diantara kalian .Eliza juga membutuhkan kasih sayang dari papanya ,Ibu sarankan tetap jaga silahturahmi diantara kalian demi Eliza .Ibu tau meskipun sekarang kamu bisa memberikan apapun yang Eliza butuhkan namun kamu tidak boleh mengebiri kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya .dan sepatutnya Arya tau bahwa dia punya anak dari kamu " nasehat Ibu Rania
" Akan Rania pikirkan bu,namun untuk saat ini aku belum pingin mas Arya tau tentang Eliza .Rania takut dia mengambilnya " ucap Rania
" Terserah kamu ,Ibu berharap kamu harus kasih tau dia setelah kamu siap. Bagaimanapun dia juga berhak terhadap anaknya dan meskipun nantinya kamu menikah lagi dengan siapapun itu tapi bila Eliza dewasa hanya Ayah kandungnyalah yang berhak menikahkanya karena selama dia masih hidup " kata Ibu Rania
####
Sementara dilain pihak Arya tidak henti hentinya memikirkan Rania setelah pertemuan singkatnya dengan Rania beberapa hari yang lalu
" Menurut Mbok apa masih ada kesempatan bagiku kembali pada Rania ?" tanya Arya pada Mbok Minah
" Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini den, mintalah pada Yang Maha Kuasa dengan bersungguh sunguh ,bentangkan sajadah di sepertiga malam rayu Allah dengan segenap jiwa niscaya Aden akan mendapatkan yang terbaik ,terkadang apa yang kita pikir baik belum tentu baik menurutNya " nasehat Mbok Minah
" Aku akan berjuang sekuat tenaga dan akan kupasrahkan padaNya atas segala ketentuanya " ucap Arya mantab
" Mbok senang ujian ini membuat Aden semakin dewasa dan semakin dekat denganNya " ucap mbok minah senang
__ADS_1
" Terima kasih Mbok selalu ada buat Arya dalam keadaan apapun " ucap Arya haru dengan ketulusan Mbok Minah
" Aden sudah mbok angep anak sendiri ,jika Aden sedih mbok ikut terluka " ucap Mbok Minah tulus
###
Sementara Bima saat ini sedang berada disebuah appartemen yang ia sewa sementara waktu dia tidak kekantor untuk menghindari mamanya semua dikerjakan dari appartemen yang ia sewa ,dia akan keluar jika ada kasus besar yang mengharuskan ia turun tangan sendiri selebihnya untuk kasus kasus yang bisa ditangani anak buahnya sudah ia delegasikan anak buahnya menanganinya .Sama seperti Arya saat ini ia lebih mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa mengadukan semua permasalahan hidup yang ia hadapi
" Ya Allah ya Tuhan hamba .Ampunilah segala dosa hamba dan dosa kedua orang tua hamba .Jika Rania memang jodoh saya maka mudahkanlah urusan hamba Ya Allah ,namun bila Rania memang bukan jodoh hamba maka iklaskan hati hamba untuk menerima semuanya hamba mohon petunjukmu ya Allah " Doa Bima
Bima begitu khusuk dalam berdoa memohon kepada sang Kholik .Hatinya sedikit membaik ketika selesai curhatnya dengan sang pencipta .Selesai bermunajat ia kembali berjibaku dengan laptopnya
"Coba aku aktifkan kembali ponselku siapa tau ada yang penting " guman Arya
" Mama, banyak banget panggilanya "
gumanya lagi
" Mama memang luar biasa ,baru beberapa hari kutinggalkan pesennya sudah mengalahkan gerbong kereta ,wait..wait... dia kirim gambar gambar apaan ini " batin Bima sembari membuka gambar yang dikirim mamanya betapa terkejutnya dia mendapat foto adek kesayanganya disebuah brankar rumah sakit sedang tergolek lemah bersimbah darah dan penuh luka tak lama kemudian ponselnya berbunya rupanya mamanya yang menghubunginya
" Hallo ... akhirnya ponsel kamu akitif juga mama sampai frustasi mencari kamu ,sekarang kamu segera kerumah sakit adekmu kecelakaan " cerocos mama Bima
" Mama shareloc ,Bima segera kesana " ucap Bima sembari mematikan ponselnya
Kemuadian ia menyambar jacket dan kunci mobilnya ia sudah tidak sabar melihat keadaan Thalita adek yang sangat ia sayangi .Ia memacu mobilnya dengan kecepatan diatas Rata rata
__ADS_1