
Bima berusaha menenangkan perasaan istrinya yang sedang kacau balau .Malam itu juga Bima menyusul Rania ke Semarang hatinya tidak tenang sebelum bertemu dengan sang istri
" Boss ... ternyata Bima menyusul Ibu Rania lebih awal .malam ini Bima sudah berangkat besuk kita eksekusi rencana kita " kata Heri
" Siiippp... rencanakan semua dengan matang buat pertemuanku dengan Eliza seolah tidak direncanakan " Pinta Arya
" Boss tenang aja , Boss tinggal beli yayasan tempat Eliza sekolah PAUD saya sudah negosiasi dengan pemilik dan dia menyetujui harga yang saya tawarkan , Boss bersabarlah sedikit nanti urusan melegalkan Yayasan itu belakangan agar Bima tidak curiga .selebihnya Boss atur sendiri pertemuan dengan Eliza " saran Heri
Pertemuan singkat dengan pihak yayasan pun digelar .Kini Yayasan itu sudah menjadi milik Arya tinggal pengesahan saja .Arya meminta untuk diadakan acara outbond ke daerah puncak dengan agenda menginap satu hari .lokasinya sengaja didekatkan dengan villa milik Arya.
" Hallo kak ... ini gue Thalita besuk Eliza mau Outbond kepuncak gimana ini kakak & kak Rania belum pulang " terdengar suara Thalita dari sambungan telephone
" Iya kata mamanya Eliza kamu atau mama aja yang temeni dia nggak percaya sama Bams " kata Bima diseberang sana
" Ya udah besuk aku aja yang temeni soalnya mama ada arisan katanya " kata Thalita lagi
" Ok.... hati hati aunty " Kata Bima diujung pangilan
Hari yang ditunggu tiba outbond playgroup .Eliza sangat antusias menyambut outbond kali ini
" Eliza nanti mainya jangan jauh jauh dari tante ya ? " pinta Thalita
" Tatut eisa ilang agi ya ante kaya waktu ama om ban ...hi.hi " kata Eliza dengan nada mengemaskan
" Iya kalau kamu ilang lagi bukan hanya mama kamu yang akan gorok tante,tapi papa ,oma semua bakal gorok tante " ucap Thalita pura pura cemberut
Program Outbound ini dikemas dengan suasana menyenangkan, dan penuh dengan berbagai tantangan dan nilai-nilai tanggung jawab kemandirian.Anak anak dan orang tua sangat antusias dengan kegiatan ini .Dari kejahuan Arya memperhatikan gerak gerik Eliza ingin rasanya dia datang dan memeluk Eliza namun semua harus ia tahan demi sebuah misi .Di saat anak anak playgroup beserta orang tua dan guru melintas dekat Villa milik Arya yang tampak luas dan asri Eliza berdecak kagum .Arya langsung keluar Vila pura pura mencari sesuatu
" Om Baik....," tiba tiba Eliza berteriak
" Hai...anak cantik ,kok ada disini juga " kata Arya
__ADS_1
" Iya...om baik... ,itu rumah om ya ,badus banet " oceh Eliza
" Eliza kamu kenal dengan om ini dimana " tanya Thalita
" Om ini yang waktu itu tolon eisa di mall pas ditindal om ban " jelas Eliza
" Oh ... terima kasih ya Kak udah tolong ponakan saya " kata Thalita
" Sama sama ,Eliza boleh om peluk kamu " kata Arya sambil merentangkan tangan
Eliza langsung berlari dan memeluk Arya secepat kilat Arya melilikan rambut Eliza ke kancing baju Arya agar terkesan rambut Eliza nyantol di kancing baju Arya ,Eliza melepaskan pelukanya namun rambutnya tercantol di kancing kemeja Arya.
" Om lambut eisa kecantol atit " runtuk Eliza
" Eh iya nyantol ...bentar ya jangan gerak biar om lepasin " ucap Arya sambil mengunting rambut Eliza
" Udah ... ini rambutnya nggak nyantol lagi ,Eliza lanjutkan perjalanan dulu ,nanti dicari Ms dan temen temen Eliza " kata Arya
Selesai dari tempat Eliza mengadakan outbond Arya langsung bergegas pulang ia segera memerintahkan Heri sang asisten untuk segera melakukan test DNA untuk dirinya dan Arya.
" Papa pulang ...." kata Arya begitu sampai dikediamanya
" Tumben Papa cepet banget keluar kotanya " tanya Rama
" Iya sayang,karen Papa sudah kangen banget sama jagoan papa ini " ucap Arya pada sang putra yang kini sudah berusia sepuluh tahun
"Pah.... kapan kapan ajak main Eliza kesini ,anak itu lucu pah gemesin " kata Rama
" Kamu mau punya adek kaya Eliza" tanya Rama
" Maksudnya Papa mau nikah lagi, nggak mau ah .Rama nggak mau punya mama tiri ,serem .... Rama sering denger dari temen temen Rama yang punya mama Baru ,nggak enak katanya .Mereka bilang cuma baik didepan Papanya aja terus nanti papanya tambah sibuk ,Ogah Rama nggak mau kaya gitu ?" protes Rama
__ADS_1
" Siapa yang bilang Papa mau nikah lagi ,Sejak bunda Rania meninggalkan kita karena kesalahan papa ,Papa sudah tidak ingin menikah lagi " ucap Arya dengan raut muka yang menyedihkan
" Tadi tadi papa nanya ke Rama mau nggak punya adek kaya Eliza ,gimana caranya kalau papa nggak nikah lagi ? Pap mau adopsi " tanya Rama .Bocah yang kini menginjak Praremaja ini makin kritis terhadap lingkungan sekitarnya.
" Nggak dua duanya " kata Arya
" Lalu ?" tanya Rama
" Let's see ..... semoga kecurigaan Papa benar Eliza memang adek kamu dari Bunda Rania ,Papa lagi berjuang membuktikan itu ,Rama bantu doa yah ,semoga semua yang papa rencanakan berhasil " ungkap Arya
" Amin ...pa, Aku seneng banget kalau Eliza ternyata memang adekku dan Bunda Rania kembali pada kita " tutur Rama .senyum dibibirnya langsung terkembang
" Sepertinya kalau Bunda Rania kembali ke kita itu hal yang mustahil dia sudah bahagia dengan suaminya yang sekarang " ucap Arya sambil menghela nafas
" Ya udeh deh pa, yang penting Eliza nanti bisa tinggal sama kita " kata Rama penuh harap
" Papa usahakan sayang " tutur Arya
###
Seminggu berlalu sudah ,Rania sudah kembali ketengah tengah kelurganya .Aktivitas dan rutinitas keluarga kecil Rania berjalan seperti biasanya .Tengah malam mendadak Rania terbangun karena baru saja ia bermimpi buruk
" Eliza....." tiba tiba Rania berteriak memangil Eliza sang putri keringat bercucuran membasahi tubuhnya
" Mah.... ada apa ,bangun ma... hei hei... hei kenapa mama mimpi buruk ?" Arya terbangun mendengar teriakan sang istri dilihatnya mata sang istri masih terpejam dan menyebut nama Eliza berulang ulang kemudian dia membangunkan sang istri.
" Pah... hiks..hiks..hiks ,mama mimpi buruk " Rania terisak dan memeluk Bima
" Udah cuma mimpi aja nggak usah dipikirin ,namanya juga mimpi itu bunga tidur .Ayo lanjut lagi tidurnya masih malam ini " bujuk Bima
" Mama mimpi Eliza pergi dibawa seseorang entah siapa tidak jelas ,namun yang jelas aku melihat Eliza meronta ronta namun orang itu terus membawanya dan anehnya aku hanya terpaku melihat semua itu yang bisa aku lakukan hanya menangis ,hiks..hiks..hiksaku takut sekali pah .Mimpi itu seperti nyata " Rania kembali terisak
__ADS_1
Bima berusaha menangkan sang istri dengan mendekapnya erat dan terus meyakinkan Rania bahwa itu semua hanya mimpi .Namun Rania masih terus terisak kemudian Bima mengajak Rania ke kamar Eliza dan akhirnya mereka memutuskan untuk tidur dikamar Eliza