PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Orang Dewasa Ribet


__ADS_3

" Kamu siapa ? kenapa mas Bima jadi perempuan " tanya Rania begitu melihat Thalita


" Kak ini aku Thalita adekmu kak " kata Rania sambil menagis dan memeluk kakak Iparnya dilihatnya kakak Iparnya mengenakan Daster bermotif bunga perutnya mulai membuncit karena kehamilanya tidak ada olesan bedak dan liptink yang selalu ia pakai .Dulu saat Bima masih ada Rania adalah wanita yang rajin melakukan perawatan dia selalu bilang ke Thalita bahwa menjaga penampilan itu penting tapi kini ia hanya bisa menangis melihat kondisi Iparnya


" Mas Bima .... Hiks..hiks... dimana kamu " Rania kembali menangis semua orang menjadi panik .Bams tak kalah panik ia kalang kabut mencari cara agar kakaknya tidak histeris semantara Thalita ,Rahmawati dan Ibu Rania hanya bisa menangis pilu .Setalah mendapat saran dari psikiater untuk tidak memperlihatkan hal hal yang berhungan dengan Bima termasuk Thalita Psikiater menyarankan untuk pindah tempat baru dengan suasana baru .Akhirnya Rania tinggal diappartement Arya bersama Ibunya ,Eliza dan Rama setiap dua hari sekali menginap disana.Arya sesekali datang untuk sekedar bermain dengan anak anaknya dan menjenguk Rania


Rania rajin melakukan terapi keadaanya jauh lebih baik ia sudah tidak histeris lagi dan bisa berkomunikasi namun psikiater menyarankan agar Rania selalu ditemani agar tidak melamun


" Kamu mau makan apa nak ?" tanya Ibu Rania


" Aku tiba tiba pingin makan bakso ceker bu ,sepertinya sangat enak " kata Rania


" Ya udah Ibu suruh mbak Lastri beli sebentar " kata Ibu


" Bu aku maunya Bakso yang deket kantor Mas Arya ,sepertinya Enak " kata Rania


" Baiklah Ibu hubungi Bams dulu biar dia belikan " kata Ibu Rania


" Makasih Bu " kata Rania lagi


" Sepertinya ada yang datang ,biar ibu yang buka pintu " kata Ibu Rania


Ibu Rania bergegas melangkah untuk membukakan pintu ,wanita paruh baya itu terlihat sehat dan bugar meski usianya tidak muda lagi


" Oh nak Arya ,mari masuk nak " kata Ibu Rania


" Tapi sepertinya anak anak belum pulang sekolah "lanjut Ibu Rania


" Iya bu saya tau ,saya kesini bukan ingin ketemu anak anak .tadi pas jam makan siang saya liat bakso dekat kantor saya dulu Rania sering sekali beli ditempat itu .Ini saya bawakan untuk makan siang saya bawa banyak kita makan siang sama sama "kata Arya


" Wah kebetulan sekali nak Arya tadi Rania minta bakso ceker deket kantor nar Arya " kata Ibu Rania sambil berbinar matanya


" Rania .... ini pesenan kamu sudah datang kemarilah nak " kata Ibu Rania

__ADS_1


" Wah cepat sekali bu " ucap Rania sambil menghampiri Ibunya


" Eh ada mas Arya , Loh tadi Ibu nyuruh mas Arya belikan bakso " tanya Rania


" Enggak Ibu nyuruh Bams tapi nak Arya tiba tiba kesini datang bawa bakso kesukaan kamu katanya " ungkap Ibu Rania


" Wah makasih mas ,maaf jadi merepotkan " ucap Rania tidak Enak


"Nggak repot kok tadi sekalian mampir. Ngomong ngomong Eliza kok belum sampai rumah ya " tanya Arya


" Tadi dijemput mama terus diajak bermalam disana katanya mama kangen " ucap Rania


" Ohhh begitu ,Ya sudah ayo kita makan bersama ajak mbak Lastri sekalian " kata Arya


Suasana makan siang Rania terasa hangat penuh dengan canda tawa Ibu Rania sangat senang akirnya putrinya bisa tersenyum kembali .


" Mas Arya sepertinya aku sudah terlalu lama menginap diappartemen kamu ,aku sudah memutuskan untuk pindah kerumahku bersama mas Bima dulu " kata Rania


" Rania kamu nggak usah buru buru pindah ,kalau kamu nggak nyaman akan keberadaanku aku tidak akan kesini lagi " kata Arya


" Tapi Ran ... aku takut kamu akan terinngat masa lalu kamu " kata Arya cemas


" Mas Arya tenang saja aku sudah mengiklaskan semua ,aku akan baik baik saja kalau melupakan Mas Bima jawabnya Tidak akan pernah Bisa aku melupakanya seumur hidupku cuma sekarang aku sudah iklas menerima keadaanku yang tidak mungkin bersama dengan mas Bima " Kata Rania mantab pingin pindah kerumahnya sendiri


" Ya baiklah kalau itu mau kamu ,tapi apakah boleh aku berkunjung kerumah kamu kalau aku kangen Eliza " tanya Arya


" Tentu saja boleh mas ,kamu kan Papanya Eliza kamu berhak ketemu Eliza kapanpun kamu mau " kata Rania


" Makasih Rania " kata Arya


" Aku yang harusnya berterima kasih padamu Mas ,sudah support aku sejauh ini dan aku minta maaf selalu merepotkanmu " kata Rania


" Aku tidak merasa direpotkan ,kalau ada apa apa jangan segan segan menghubungiku " kata Arya

__ADS_1


" Iya Mas " kata Rania singkat


Beberapa hari setelahnya Rania sudah kembali kerumah yang dulu ia tempati bersama Bima .ia mencoba mengiklaskan semua demi kelangsungan hidupnya dan kedua bauh hatinya .Dirumahnya ia masih menjalani terapi dan kembali melakukan aktivitasnya sebagai seorang designer meskipun kerjaanya banyak dibantu Mita Asitennya dia hanya memantau pekerjaanya dari rumah sesekali ke kantor .Dan untuk Firma hukum milik Bima kini sepenuhnya dipegang oleh Bams dan usaha usaha yang lain Bima sudah ada yang memegang tanggung jawbanya masing masing Rania hanya perlu meminta laporanya saja.


" Mama becuk kan eisa ulang tahun eisa minta dilayain dilumah aja ngundang temen temen cekolah eisa boyeh ndak ma ? tanya Eliza


" Boleh sayang ,apapun yang kamu mau mama akan selalu mendukung " ucap Rania


" Makacih mama ,eisa cayang mama dan adek bayi " kata Eliza


" Mama juga sayang kamu " kata Rania sambil memeluk putrinya


" Eliza mau kado apa dari tante " tanya Thalita


" Eisa mau minta adek bayi kaya dipelut mama " kata Eliza


" Kan Eliza bentar lagi punya adek bayi " tanya Thalita


" Tapi kan itu dali mama ,eisa mau minta dali ante Lita ,mau minta oma katanya oma udah tua jadi ndak boyeh kasih adek bayi " ucap Eliza polos


" Oh rupanya ini mama ya yang minta ?" tanya Thalita sambil melirik Rahmawati


" Nggak ada yang salah sama permintaan Eliza tih kamu sudah menikah " kata Rahmawati santai


" Mama jangan mulai deh ,jangan ngajari Eliza aneh aneh " sungut Thalita sambil menatap jengah mamanya


" Mama kenapa kita nggak satu lumah cama papa ,kaya anak anak yang lain eisa mau papa cama mama belcama cama ,kaya mama dan papa Bima dulu " kata Eliza dengan nada sedih


" Nggak bisa sayang mama kan sudah punya suami mungkin juga papa kamu sudah punya pacar atau calon istri " kata Rania mencoba menjelaskan situasinya kini


" Tapi kan Papa Bima sudah di culga dan nggak bica cama cama lagi ,eisa cape kalau kangen papa halus picah sama mama halusnya kita kan cama cama telus " protes Eliza


" Eliza sayang suatu saat nanti kamu akan mengerti ,masalah ini tidak sesimple yang kamu pikirkan " kata Rania mencoba memberitau Eliza

__ADS_1


" Ahhh...eisa males olang dewaca libet " kata Eliza


__ADS_2