
Setelah mendengar dari istri Benny kalau Benny tidak keluar kota bersama Arya seperti yang di sampaikan Arya Rania bertekad untuk mencari bukti sendiri tanpa sepengetahuan Arya
" Aku harus tenang ,dan aku harus punya bukti soal kecurigaanku pada mas Arya ,ok tenang Rania hirup nafas tekan buang pelan pelan ..." guman Rania menguatkan dirinya sendiri
***
Pov Arya
Akhir akhir ini persaanku mulai gelisah tidak tenang sepertinya rahasiaku pelan pelan akan terbongkar semua gara gara waniata sialan itu
flash back
Malam itu setelah pertengakaranku dengan Rania ,pikiranku kalut dadaku berdenyut bayangan alesha muncul kembali saat Rania memasuki kamarku dan mencoba memakai gaun Alesha seketika hatiku rasanya campur aduk marah gelisah terbanyang semua penyesalanku pada mendiang Alesha aku merasa jadi laki laki yang tidak berguna karena aku tidak ada di saat saat terakhirnya karena kesibukanku yah itu masalalu yang aku kubur dalam dalam tapi malam itu Rania mengingatkan kembali tentang luka itu ,luka ditinggal Alesha untuk selamanya semua amarahku aku tumpahkan pada Rania aku bentak dia ,pikiranku bener bener kacau saat itu lalu aku putuskan untuk keluar dari pada aku menyakiti Rania tambah dalam
" Heri bisa tidak temani aku ke club ,kepalaku rasanya mau pecah " ucapku pada Heri assistenku
" Maaf boss saya tidak bisa ,ibu saya sedang sakit dan saat ini saya sedang dirumah sakit " jelas Heri pada saat itu
" Ya sudah ,aku pergi sendiri semoga ibu kamu cepet sembuh " kataku
Kemudian kulajukan mobilku ke Club untuk menghilangkan segala penat di kepalaku , di sana aku terlalu banyak minum entah berapa banyak aku minum sehingga aku tidak sadar begitu aku sadar aku kaget dan ternyata inilah segala malapetaka hidupku dimulai
" Siapa kamu ? " tanyaku bingung disaat aku terbangun kepalaku masih pusing aku melihat seorang wanita tanpa busana berbaring di sebelahku sambil menangis
__ADS_1
" Hiks ...hiks bapak harus tanggung jawab ,bapak sudah mengambil barang yang berharga dalam hidup saya "kata perempuan tersebut
" Maksud kamu apa ? , saya tidak kenal kamu dan saya sudah berkeluarga tanggung jawab bagaimana yang kamu maksud " tanyaku dengan emosi
" Bapak harus nikahin saya " Ucapnya lantang
" Saya tau perempuan apa macam kamu ,berapa yang kamu minta akan segara ku transfer " jawabku tak kalah lantang
" Saya tidak butuh uang ,bapak sudah ambil kesucian saya jadi bapak harus tanggung jawab " Ucap perempuan tersebut aku tak menghiraukanya ,aku segera meninggalkanya dengan menulis sejumlah nominal pada lembar cek
" Aku rasa ini cukup untuk membeli harga dirimu " ucapku menghina dia lantas meninggalkannya setelah kejadian itu aku langsung ke kantor aku tak ingin pulang aku terlalu malu pada Rania aku sudah menghianatinya ,aku menyibukkan diri dikantor dan mematikan ponselku karena aku tidak tau harus bagaimana menghadapi Rania
Sehari setelahnya perempuan yang bersamaku dihotel waktu itu terus saja menerorku ,dia mengancam akan menyebarkan foto fotoku ke rekan bisnisku dan Rania ,aku putuskan untuk bertemu dia membicarakan masalah ini apa maunya perempuan tersebut ,kemudian aku memesan tempat privat untuk kami ketemuan tanpa basa basi aku langsung menanyakan apa maunya
" Saya mau bapak menikahi saya ,itu cukup untuk saya ,kalau tidak saya akan sebarkan foto foto kita ke rekan bisnis bapak dan istri bapak " ucapnya
" Kamu perempuan tidak tau malu ,aku sudah katakan berkali kali saya sudah punya istri jangan mimpi kamu " ucapku lantang
" Saya tidak peduli ,kalau bapak tidak bersedia maka bersiap siaplah rumah tangga bapak akan kandas ,saya tidak nikah resmi tidak apa apa bapak cukup nikahi siri dulu ,bapak tau siapa kakak saya kan Rangga wijaya dalam sekejab mata ia bisa membuat bisnis anda hancur lebur " ucapnya penuh penekanan
Aku menjambak rambutku frustasi kenapa masalahnya serumit ini
" Ok ,aku akan nikahin kamu dan nafkahi lahir kamu tetapi tidak mau tinggal satu rumah dengan kamu karena aku ada keluarga " kataku
__ADS_1
" Tapi bapak harus datang setiap kali saya butuhkan ,saya tidak nuntu t bapak tidur dirumah saya nantinya " ucap perempuan tersebut ternyata namanya Arlita
Akhirnya dengan dibantu heri aku menyiapkan pernikahan siriku dengan Arlita dan aku mencarikan appartemen yang jauh dari kota ini agar Rania tidak curiga
Seminggu sudah aku meninggalkan Rumah untuk menyelesaikan segala permasalahanku dengan Arleta rasanya aku sangat kangen dengan Rama dan Rania perasaanku membuncah ketika aku sampai dirumah yang sudah seminggu lamanya aku tinggalkan ,begitu aku sampai dirumah tidak kutemukan Rania ,mbok minah bilang Rania pergi meninggalkanku Duniaku terasa Runtuh ...Rania maafkan kebodohanku meninggalkanmu malah membuat masalah baru
Mbok minah menyadarkanku bahwa aku memang sudah mencintai Rania dan tidak kupungkiri aku memang mencintainya aku bertekad mengejar kembali cintaku ,karena aku yakin Rania hatinya lembut pasti dia memaafkanku dengan segala bujuk rayu akhirnya aku bisa membawa Raniaku pulang ,hatiku sangat bahagia tepat dihari ulang tahunnya aku berikan kejutan untuknya dia sangat bahagia
" Kenapa nggak dari dulu aku lakukan ini ,tau begini aku sudah bahagia dari dulu dasar aku yang begok " runtukku pada diriku sendiri
Rania selalu bersikab manis dan bermanja padaku dan aku sangat menyayanginya ,rupanya kebahagiaanku tak berlangsung lama ,tepat setelah satu bulan kejadian di hotel itu Alesha menghubungiku lagi dia bilang dia hamil .bagai disambar petir aku mendengar semua ini
"Arleta kamu jangan mengada ada ,kita tidur bareng hanya satu kali dan aku tidak yakin aku melakukanya denganmu atau tidak saat itu aku sedang mabuk " ucapku dengan emosi
" Ok ,kalau kamu tidak percaya besuk kita kerumah sakit kita cek tentang kehamilanku " katanya malah menantangku
" Aku tidak mau ,aku sudah menurutimu menikahimu aku tidak mau terlibat denganmu aku sudah transfer bulanan jangan buat aku pusing lagi Arleta !!!" ucapku emosi
" Fine ,kamu tidak mau mengantarku untuk mengecek kandunganku aku akan hubungi kakakku " ucapnya sambil mengambil phonecellnya lagi lagi ancamanya membuatku tak berkutik akhirnya aku menurutinya untuk memeriksakan kandunganya dia meminta waktu dua hari untuk pulang keappartemenya ,aku berpamitan pada Rania kukatakan padanya aku keluar kota selama dua hari ,tapi nyatanya aku tidak keluar kota aku tetap kerja di kantor dan pulang ke appartemen Arleta
Setelah aku menemaninya selama dua hari aku pulang ,aku sedikit bingung dengan sikab Rania dia seperti mengendu endus bajuku namun tentu saja dia tidak menemukan apapun karena aku tidak sudi berpelukan dengan Arleta
Beberapa hari setelahnya Arleta menelphonku ,untung kontakku namaya aku ganti dengan nama Pak Benny agar Rania tidak curiga malam malam dia telephone dan sepertinya Rania curiga namun aku menjelaskan bahwa yanh telephone pak Benny dan Rania percaya
__ADS_1
" Aman " batinku