
Pagi menyapa ,Rania masih enggan keluar kamar namun ia menghirup aroma masakan yang menggugah selera
" Siapa yang masak ? harum sekali baunya nggak mungkinkan mas Arya yang masak .seumur umur dia nggak pernah kedapur , dari kecil mau makan apa tinggal tunjuk " guman Rania karena penasaran ia menuju ke dapur meliahat siapa yang ada didapurnya ,mata Rania terbelalak dengar sempurna melihat Arya tengah sibuk didapurnya dan membuat kekacauan disana dapur seperti kapal pecah
" Tarrraaa.... , makanan sudah siap tuan putri " ucap Arya seraya menunjukan hasil karyanya ,sebuah nasi goreng dengan telur ceplok dari baunya sangat enak namun melihat dapurnya Rania tambah kesal
" Hanya masak kaya gini aja ,dapurku seperti kapal pecah " maki Rania
" Sayang tolong hargai usahaku ,seumur umur aku tidak pernah masak ini karyaku yang pertama " ucap Arya
Rania sebenarnya sangsi akan hasil masakan Arya melihat dapurnya yang berantakan
" Hmmm,enak juga makananya " batin Rania
" Gimana sayang enak kan ? tanya Arya
" Enggak ,biasa aja nggak ada yang istimewa " elak Rania
" Bisa besar kepala kalau aku bilang makananya enak " batin Rania
" Kalau nggak enak kok ,dihabisin sayang ?" usil Arya menanyai Rania
" Mubadzir karena dapurku udah kaya kapal pecah sayang kalau makananya tidak dimakan " ucap Rania kemudian
" Sayang aku mau bicara ,tolong dengarkan aku " ucap Rama kemudian
"Perasaan dari tadi situ ngomong terus masih pake ijin segala ,aneh " sungut Rania
" Please jangan dipotong tolong dengerin penjelasanku dulu setelah itu terserah kamu ,mau diapakan hubungan kita ini sayang ,aku akui aku bukan lelaki Romantis ,nggak peka tapi tolong percaya padaku bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu setelah kepergianmu menyadarkanku tentang arti pentingnya kamu bagi aku ,aku terlambat menyadari bahwa aku sudah mencintaimu aku berusaha menyangkal tapi rasa itu semakin lama semakin kuat ,ada yang kosong saat kamu tidak ada disisiku ,tolong maafkan semua salahku sama kamu karena keegoisanku ini ternyata menyakitimu aku bodoh ,tolol tidak pernah memikirkan perasaanmu aku hanya menuruti egoku ,dan terus terusan meyakinkan diriku bahwa aku tidak bisa mencintai orang lain nyatanya aku salah aku sudah jatuh cinta sedalam ini sama kamu Rania ...." kata Arya sambil bersimpuh dihadapan Rania
" Hik.hik.hik...bangun mas ,apa mas yakin dengan apa yang mas katakan barusan dan mas berjanji tidak akan menyakitiku lagi ? " ucap Rania
" Aku berjanji dengan segenap jiwa Ragaku aku tidak akan pernah menyakitimu lagi ,aku tidak akan bangun bila kamu belum memaafkanku " ucap Arya
" Aku mau lihat dulu seberapa kesunguhanmu , baru aku akan memikirkanya " sahut Rania
"Terima kasih sayang ,kau sudah memberiku kesempatan saja membuat aku lega " ucap arya sembari berdiri dan memeluk wanita yang ia rindukan
__ADS_1
" Nggak usah peluk peluk " Rania berusaha menepis pelukan Arya namun bukannya melepaskan pelukan malah ia semakin mengeratkan pelukanya ,menghirup aroma tubuh wanita yang selama ini ia rindukan
"Aku mencintaimu Rania " bisik Arya ditelinga Rania sementara Rania hanya diam membisu ia masih menikmati pelukan laki laki yang membuatnya terluka namun ia tak dapat membencinya
" Tok...tok..." terdengar pintu diketuk
"Menganggu saja " guman Arya
"Sebentar " teriak Rania sambil melepaskan pelukan Arya dan berlalu untuk membukakan pintu
" Hai... mbak aku menganggu yah..." ucap Rini malu malu
" Siapa sayang ? "Ucap Arya dari dalam
" Rini mas ,tetanggaku sebelah appartement kita " kata Rania
" Kebetulan kamu kesini , bilang sama kakakmu bulan depan naik gaji " tutur Arya
" Mas kenal ? "tanya Rania
" What.... kalian pada ngerjain aku yah ,tau gitu aku kabur yang jauh " Ucap Rania sambil mencebikkan bibirnya pura pura ngambek
" Enggak mbak ,awalnya aku nggak tau kalau mbak ini istri boss kakakku cuma kakakku pernah curhat lagi nyari orang ciri cirinya kaya mbak terus aku diem diem foto mbak dan ku kirimke kakakku ternyata memang mbak yang dicari " kata Rini
" Ih kalian nyebelin " Sungut Rania
" Mbak please maafin aku nggak jujur ,tapi aku seneng mbak udah ceria lagi nggak kaya pertama kali datang " cicit Rini
" Dasar Cepu !!! , gue bakal maafin elu dengan satu syarat noh liat ulah boss kamu dapurku kaya kapal pecah ,bersihin dapur gue !! " sungut Rania
***
Selama empat hari akhirnya Arya berhasil membujuk Rania pulang ,kepulanganya disambut gembira oleh mbok minah dan tentunya Rama
" Akhirnya Rumah ini kembali ceria , Selamat datang neng .... mbok seneng banget akhirnya neng bersedia pulang " cicit mbok minah
" Iya mbok ,ini juga berkat mbok yang udah nyadarin mas Arya ,makasih ya mbok .Rania kangen banget sama mbok minah " ungkap Rania sambil memeluk mbok minah
__ADS_1
" Sama sama neng ,den Arya sudah seperti anak saya sendiri dari Bayi saya yang ngasuh jadi saya tau kalau aden sebenerya udah cinta namun gengsinya gede " bisik mbok minah pada Rania
" Bunda ..... " teriak Rama kegirangan melihat Rania kembali pulang
" Anak bunda , bungan kangen.... maafin bunda yah " Rania segera menghampiri sang putra yang langsung menghambur kepelukanya
" Rama juga kangen bunda ,kok bunda perginya lama banget Rama kan kesepian nggak ada bunda kalau siang papa kerja terus pulangnya malam malam " curhat Rama
" Iya ... bunda juga kangee....eeen banget sama anak bunda yang ganteng ini " ucap Rania sambil mencubit gemas pipi Rama
" Habis ini bunda janji nggak bakal ningalin Rama lagi yah.... " pinta Rama
" Iya bunda janji asal Rama jadi anak yang baik selalu nurut sama orang tua dan satu lagi papa kamu nggak nakal " ucap Rania pada Rama
" Emang papa nakal ya bun " tanya Rama polos
Arya yang mendengar percakapan Rania dan putranya hatinya mengahangat ,ia baru menyadari betapa pentingnya Rania bagi dirinya dan Rama putranya
Semenjak kejadian Rania kerumah Rama semakin posesif begitupun dengan Arya .
" Bunda kan sekarang sudah nggak kerja ,kalau setiap makan siang aku pingin bunda ngaterin makan siang agar kita bisa selalu makan siang bersama " ucap Arya
" Apaan sih mas Arya sekarang manja banget " Rania mencebik
" Oh ... jadi nggak mau nganterin makan siang buat suami ,ok nanti aku suruh orang lain saja mengantar makan siang dan menemaniku makan siang " goda Arya
" Ihhhh... apaan sih mas ,Udah mulai mau nakal yah " Ucap Rania sambil melotot
" Habisnya istriku tercinta tidak mau ya udah aku nyuruh orang lain saja " goda Arya lagi
" Kalau mas berani kaya gitu ,aku potong si otong terus aku oseng biar tau rasa " Ancam Rania
" Ampun Sayang .... ih serem banget ancamanya ,ntar kalau dipotong kamu juga yang rugi " ucap Arya sambil nyengir
" Makanya jangan macam macam " Sewot Rania
Kehidupan mereka setelah prahara menjadi lebih indah dan Romantis
__ADS_1