
" Bams ... Ibu kesel sama perempuan tadi harusnya kamu nggak belain dia pake minta maaf segala Ibu nggak terima " Ucap Ibu Rania masih tidak terima
" Bams kita balik kekediaman Rania saja biar Ibu kamu pulang sendiri kalau masih ngoceh ngoceh terus " kata Suharjo yang mulai jengah dengan tingkah istrinya
" Bapak jangan tingalin Ibu sendiri , Ibu janji bakal diem " ucap Ibu Rania pada akirnya mau diam karena takut ditinggalkan
Bams melirik Bapaknya dan mengacungkan jempol ,gertakan bapaknya mampu membuat Ibunya diam
" Permisi Bu, Boleh duduk disini " kata seorang perempuan muda dengan perut membuncit seperti sedang hamil
" Oh ... Silahkan dek , Mau kemana ?" tanya Ibu Rania Ramah
" Ke kota X dengan penerbangan jam 9 pagi ini dengan pesawat A " kata perempuan muda tadi
" Wah kita satu pesawat dong , kok kamu sendirian saja .Mana lagi hamil begini bepergian jauh bawa barang barang banyak pula " kata Ibu Rania
" Saya sendiri bu ,saya sudah tidak punya siapa siapa satu satunya orang yang saya punya hanya suami saya tapi kini saya tidak punya siapa siapa lagu karena suami saya selingkuh lalu menceraikan saya ,hik..hik.hik.." kata perempuan tadi dengan beruarai air mata
Ibu Rania sontak memeluk perempuan tadi ,ia jadi teringat dengan Rania sang putri tercinta
" Kamu yang sabar ya... semua pasti ada hikmahnya ,anak Ibu juga sudah janda tapi hidupnya kini bergelimang harta ia jadi mandiri jadi wanita kurir atau apa gitu " kata Ibu Rania
" Wanita karir Bu " ucap perempuan tersebut sambil terkekeh
" Iyalah apalah namanya itu " kata Ibu Rania
" Bu saya mau tuker uang receh ada bu "kata perempuan muda tadi
" Wah kebetulan Ibu punya uang receh banyak ,Kemarin dikampung habis buka celengan terus ke tempat anakku yang pertama uangnya tidak digunakan " kata Ibu Rania Bangga
" Ibu punya receh berapa biar saya tuker semua " kata perempuan muda tadi
" Banyak... ada dua juta lebih kayaknya " kata Ibu Rania bangga
" Bams kamu ambilkan uang Ibu ditas kecil ibu ,ini mbaknya mau tuker uang " kata Ibu pada Bams
" Ibu ambil sendiri napa ? toh tasnya deket Ibu " ucap Bams
" Bams... kalau disuruh napa harus bantah " kata Ibu
" Iya iya... Bams ambilkan " kata Bams
__ADS_1
" Ini uang dari saya dua juta mohon hitung lagi takutnya kurang" kata perempuan tersebut
" Bams kamu terima uang dari mbaknya terus kamu itung sekalian " kata Ibu
" Iya ...iya menyusahkan sekali " gerutu Bams
" Uangnya pas ya mbak " kata Bams pada perempuan tadi
" Makasih ya mas , saya mau ketoilet sebentar boleh nitip koper saya " kata perempuan tadi
" Kamu tenang aja koper kamu aman bersama kami disini " ucap Ibu Rania
Kemudian perempuan tadi meninggalkan mereka menuju toilet.sesaat kemudian perempuan itu belum kembali
" Bu gimana ini koper perempuan tadi ,kita harus segera naik pesat tuh dengerkan pangilanya " kata Bams
" Ibu sih pakai mau segala dititipin koper kita jadi susah " kata Bapak
" Koper perempuan tadi biar dibawa Bams .Kita bawa satu satu punya kita " kata Ibu
" Menyusahkan saja " gerutu Bams
" Nggak boleh begitu Bams ,menolong orang itu yang iklas " kata Ibu
" Nggak usah protes cepetan bawa " perintah Ibu Rania
Akhirnya dengan terpaksa Bams membawa koper perempuan yang tidak dikenal tadi atas desakan ibunya sampai ditempat pemeriksaan Bams ditahan oleh pihak bea dan cukai bandara
" Saudara ikut kami kekantor ,karena saudara kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 201 gr yang disembunyikan di koper yang anda bawa " kata petugas Bea dan Cukai bandara
Bagai disambar petir disiang bolong ,wajah Bams menjadi pucat pasi bak tak ada darah yang mengalir didalam tubuhnya
" Ini nggak mungkin pak ,ini pasti ada kesalahan saya tidak pernah mengunakan narkoba melihat wujudnya saja saya belum pernah " kata Bams menjelaskan
" Saudara tidak bisa mengelak ini koper saudara kan ,didalam koper ini ada narkoba jenis sabu seberat 201gr " kata Petugas Bea dan cukai mulai geram
" Ini bukan koper saya pak ,saya hanya dititipi oleh seorang perempuan hamil dan saya hanya membawakanya saja tidak tau apa isinya " kata Bams tidak terima atas tuduhan kepemilikan sabu
" Sekarang dimana perempuan yang saudara maksud bawa dia kesini " kata petugas Bea dan cukai
" Perempuan tadi ketoilet katanya dan dia menitipkan koper ini tapi sungguh saya tidak tau kalau didalamnya ada narkoba " kata Bams mulai frustasi
__ADS_1
" Ok kita cek CCTV bandara " kata petugas bea dan cukai
Sesaat kemudian petugas Bea dan cukai membuka CCTV
" Oh ternyata anda juga pengedar lihatlah dari rekaman CCTV anda tengah bertransaksi dengan bandar Narkoba ,anda mau mengelak apa lagi " Kata petugas Bea dan cukai
" Iya perempuan itu pemilik koper tadi , dan dia rekaman itu tadi hanya menukar uang dengan saya " kata Bams
" Anda tidak bisa mengelak lagi perempuan tadi ada buronan kami sudah lama dia menjadi DPO kami ,kamu tunggu disini sebentar lagi akan ada polisi yang menjemput kamu " kata petugas Bea dan cukai
" Saya tidak bersalah pak .... ,tolong lepaskan saya " ucap Bams memelas
Tak lama kemudian datanglah polisi dan memborgol Bams dan mengelandang Bams kekantor polisi
" Bapak itu Bams ... kenapa ia diborgol dan dibawa polisi " kata Ibu Rania histeris
" Bapak juga tidak tau ,kalau Ibu mah ikut Bapak kesana Ibu janji diam saja disana jangan buat keributan kita lagi urusan sama polisi kalau ibu salah ngomong celaka kita semua " kata Suharjo memperingatkan Ibu Rania
Ibu Rania hanya menganguk pasrah seraya mengikuti langkah kaki suaminya
" Permisi pak ,saya mau tanya kenapa anak saya tadi digelandang polisi " tanya Suharjo dengan mimik muka panik
" Bapak orang tua dari saudara Bambang " tanya Polisi
" Iya pak kami orang tua anak saya Bambang ada masalah apa hingga anak kami dibawa polisi " tanya Suharjo
" Begini Bapak / Ibu anak Bapak yang bernama Bambang surya Atmaja telah kedapatan membawa barang haram yaitu narkoba jenis sabu seberat 201gr dan berdasarkan CCTV ia juga tadi tengah melakukan transaksu" kata polisi
" Tidak mungkin anak kami anak yang baik ,jadi tidak mungkin dia bisa berbuat seperti itu ini pasti ada kesalahan " kata Suharjo mulai pias
Sementara Ibu Rania terus menangis tergugu
" Sebaiknya Bapak dan Ibu menyiapkan mental karena kasus hukum yang membelit anak Bapak tergolong kasus berat " kata polisi
" Berapa lama anak saya akan ditahan " kata Suharjo sambil menitikkan air mata
" Tergantung dari pengadilan nanti yang memutuskan untuk kasus yang anak bapak hadapi ini bila anak Bapak/ Ibu terbukti secara sah sebagai pemakai atau lebih lebih sebagai pengedar maka hukuman maksimal yang ia terima seumur hidup atau hukuman mati " kata polisi tanpa tedeng aling aling memberitau kemungkinan jerat hukum yang akan Bams terima
" Apa ..... Bams anakku ..., Brukkk " seketika Ibu Rania pingsan
Bersambung ....
__ADS_1
Hi... reader pencet tombol like yang banyak yah bair author semangat nulisnya love u...