
" Aden apa tidak sebaiknya Aden menikah lagi biar rumah ini tidak sepi nanti kalau punya anak lagi kan tambah rame ,ini sudah lima taun Den saya kira sudah waktunya Aden membina rumah tangga kembali " ucap Mbok minah
"Mbok aku sudah tidak berminat berumah tangga kembali ,sekarang yang terpenting bagiku adalah Rama dan Eliza mereka adalah segala galanya buat aku " kata Arya
" Tapi papa juga harus memikirkan kebahagiaan papa sendiri.Menikahlah pah ,Rama senang kalau papa bahagia " ungkap Rama
" Kebahagiaan papa ada dikamu dan Eliza sayang " Kata Arya
" Ihh.... papa nggak malu apa selalu dibilang jompo oleh adek " kata Rama yang kemudian diikuti gelak tawa ketiganya
" Iya Adek kamu suka banget bilang papa jompo ,kemarin dia bilang mau jodohin papa sama pengasuhnya karena sama sama jompo katanya " ucap Arya sambil tertawa mengingat betapa polos dan lucunya putrinya ketika mengucapkan kata itu
" Pengasuhnya Adek ? yang itu pah yang giginya.... " Rama tidak melanjutkan kata katanya dia langsung terpingkal pingkal membayangkan papanya dijodohkan dengan pengasuhnya yang mirip artis yang terkenal karena giginya. Semua jadi tertawa membayangkan betapa lugu dan polosnya Eliza menjodohkan papanya dengan pengasuhnya.sesaat kemudian Arya terdiam
Jauh dilubuk hatinya Arya ingin berkeluarga kembali namun ia belum bisa membuka hatinya pada wanita selain Rania ,sampai saat ini hanya wanita itu yang masih bertahta dihatinya ,namun nasi sudah menjadi bubur satu satunya wanita yang ia cintai sudah bahagia dengan laki laki lain .
" Pah apakah Rama boleh ikut kerumah Eliza kalau papa jemput Eliza " tanya Rama sebenarnya ia ingin mengatakan kalau dia ingin bertemu dengan Rania namun ia tak ingin papanya bersedih jika tau dia juga merindukan Rania
" Tumben kamu pingin ikut jemput adek kamu ?" tanya Arya
" Pingin tau aja Rumah adek kaya apa ,mainanya apa aja nanti kita belikan biar adek betah disini " dusta Rama
" Boleh ,nanti kalau papa jemput adek kamu papa ajak kamu " kata Arya
Weekend yang ditunggu tunggu tiba saatnya Arya untuk bersama sang buah hati
" Assalamualaikum " ucap Arya ketika memasuki rumah Bima
" Waalaikum sa...lamm" jawab Rania kaget saat melihat Arya datang bersama Rama .mantan anak sambungnya dulu kini sudah menjelma menjadi seorang remaja
__ADS_1
" Rama... ini Rama kan ?" ucap Rania mendekati Rama lalu memeluknya
Rasa haru ,bahagia ,sedih campur jadi satu Rama membalas pelukan wanita yang selama ini ia rindukan keduanya larut dalam tangis
" Iya bunda ini Rama ,Rama pikir bunda sudah lupa Rama " ucap Rama sambil terisak
" Bunda nggak pernah lupa anak bunda yang satu ini ,sekarang kamu udah jadi kakak jangan cengeng lagi hapus air mata kamu " ucap Rania
" Bunda juga nangis gitu " ucap Rama sambil memeluk kembali Rama
Arya terpaku melihat pemandangan didepan matanya hatinya ikut larut dalam keharuaan ia baru menyadari bahwa selama ini putranya sangat merindukan Rania .buru buru ia mengusap air matanya yang tanpa permisi menyeruak keluar dari pelupuk matanya
" Kak lama tenal cama mama ? mama juga tenal cama kak lama ? dimana kalian tenal kan balu ketemu cekarang ?" ucap Eliza .Eliza memang sangat kritis dan cerdas ia pandai menganalisa keadaan.Rania dan Rama bingung bagaimana menjelaskan pada Eliza
Tiba tiba Arya bersuara
" Kan kak Rama anaknya om Arya jadi mama kenal kan mama juga kenal om ,begitu kan kak Rama " kata Arya
" Ohh... begitu kok kak lama pandil mama unda ? kaya temen eisa dicekolah pandil mamanya unda ?" tanya Eliza lagi
Semua terdiam memikirkan kata kata yang pas untuk disampaikan pada Eliza kemudian Bima dari dalam laangsung menyaut pertanyaan Eliza
" Sayangnya Papa ,Emang nggak boleh ya kak Rama panggil mama dengan bunda ,katanya kamu sayang sama kak Rama ? " tanya Bima
" Boyeh kok pah... kan kak lama udah ndak puna mama ,kak lama juga boyeh pandil mama bukan unda tapi MAMA " ucap Eliza tulus
" Jadi kak lama pandil Mama aja ke mama eisa tapi ndak boyeh pandil papa eisa papa kalena kak Lama udah puna papa ,dan papa Bima cuma puna eisa dan adek bayi " kata Eliza
" Eliza juga boleh panggil om Arya papa ya kan om ,kak Rama ?" tanya Bima
__ADS_1
" Iya bener " kata Rama dan Arya kompak
" NO...Papa Eisa cuma papa Bima " ucap Eliza
" Eisa pandil papa cuma papa Bima aja eh ...tapi pelnah eisa pandil om Ban papa habisna om Ban godain cewe ,eisa pandil papa aja lalu cewek yang digoda om Ban malah malah dan bilang gini dasal buaya udah puna anak ndak ngaca " kata Eliza menirukan perempuan yang pernah digoda Bam
Semua tertawa mendengar keisengan Eliza .
" Anak kak Bima memang parah ,gimana aku mau punya pacar setiap mau godain cewek selalu digagalkan Eliza ,Pernah suatu ketika aku mau ajak kencan cewek pas dimall tiba tiba ketemu Eliza aku berusaha sembunyi malah ketauan Eliza ,dan parahnya Eliza berteriak teriak tunggu papa ... kok malah papa pacaran sih kasian mama dirumah dan Eliza drama banget pakai nangis padahal akting semua orang di mall memakiku " sewot Bams semua tertawa mendengar penjelasan Bams
" Kan Eisa mauna om Ban cama tante Lita bukan cama yang lain " kata Eliza
" Kamu kecil kecil udah jadi mak comblang ya " kata Rania sambil tertawa membayangkan ekpresi Bams saat itu .
" Kamu pikir kamu aja yang dibuat nggak laku sama Eliza ? aku nih yang pertama jadi korban waktu itu aku lagi ngajak Eliza jogging nggak sengaja ketemu sama gebetanku aku dah pasang wajah seimut mungkin ,saat lagi tebar pesona ngobrol sama cowok yang aku suka tiba tiba dia ngajak pulang dan panggil aku mama , saat aku tanya Eliza kenapa tiba tiba pangil tante dengan sebutan mama ,eh malah dia marahin cowok gebetanku gini gara gara om mama nggak mau ngakuin Eliza sebagai anaknya aku benci om pergi om jangan dekati mamaku " terang Thalita mengungkapkan kekesalanya pada waktu itu
" Parah... parah Tante ,ada lagi yang lucu tante papa mau dijodohkan dengan suster Lastri " Kata Rama diiringi gelak tawa semua anggota keluarga
"Itukan dulu cekalang kan ndak lagi malah om ban nyucul ke kamal tante lita cendiri " hihihi...
" Hush... Eliza nggak boleh bilang begitu " kata Rania
" Eisa ndak bohong ma eisa liat pas mau ambil minum air dikamal Eisa habis. waktu itu tante bobo dikamal om Ban ,om Ban puwang lancung macuk kamalnya kan dicana ada tante lita " kata Eliza
" Jadi kamu liat Om Bams masuk kamar tante lita ? kenapa nggak bangunin papa kalau kamu bangunin papa udah papa jewer om Bams " kata Bima gemas
" Eisa pikil ndak papa kan papa tidulnya juga cama mama ,jadi tante lita boyeh tidul cama om Bams " ucap Eliza polos
" Itu tidak boleh sayang mereka belum menikah " kata Rania memberi pengertian pada sang putri
__ADS_1
" Ah olang dewaca libet " kata Eliza