
Pagi harinya Arleta menghubungiku lagi dan sialnya yang mengangkat Rania ,namum lagi lagi aku terselamatkan sewaktu diangkat Rania pangilan langsung dimatikan oleh Arleta dan sepertinya Rania tidak curiga setelah itu aku menghubunginya aku ultimatum dia agar tidak menghubungiku waktu aku dirumah .dia malah ngelonjak mau ditemani selama dua hari terpaksa aku bohong lagi pada Rania dan lagi lagi dia percaya
Siang harinya Arleta mengajak makan siang dan sialnya Putraku Rama melihat keberadaanku bersama Arleta ,aku segera menyeret Arleta keluar restouran namun putraku memangil mangilku dan beruntungnya Rania tidak melihatku .malam harinya Rania mengintrogasiku soal Rama melihatku saat bersama Arleta aku berusaha menjawab dengan tenang bahwa seharian aku sibuk dan tidak sempat keluar kantor
" Entah sampai kapan aku harus kucing kucingan begini " batinku
pov Arya end
Rania bertekad untuk menyelidiki sendiri tentang kebenaran yang di sembunyikan Arya ia berlagak seolah olah percaya pada Arya
" Mas kok tumben nggak keluar kota " tanya Rania mencoba memancing
" Wah istriku sudah mulai mengusirku yah ,nggak suka yah mas dirumah " jawab Arya
" Bukan begitu mas ,kan mas kerja buat aku juga kalau duit mas banyak kan aku juga sejahtera " Ucap Rania
" Ya udah ,mas kerja dulu sayang jaga diri baik baik di rumah Love you " kata Arya sambil mengecup kening Rania
selepas kepergian Arya Rania mencari cari bukti yang bisa menguatkan dugaanya namun hasilnya nihil
"Neng mbok menemukan kertas ini disaku Aden waktu mau nyuci tapi saya tidak tau itu apa isinya siapa tau itu penting " kata mbok minah
" Oh ya mbok ,sini coba aku liat dan aku simpan barangkali penting " Ucap Rania
Kemudian ia membuka kertas itu betapa terkejudnya ia melihat kertas itu ternyata ini adalah bukti pembelian satu set perhiasan
" Aku harus menyimpanya dan aku tidak boleh curiga barangkali ini kejutan untukku aku pura pura tidak tau aja " guman Rania
Wajah Rania bersemu merah membayangkan akan diberi kejutan oleh Arya .malam menjelang Arya pulang ia langsung memancing Arya
__ADS_1
" Mas aku kok tiba tiba pingin perhiasan ya ? " pancing Rania
" Tumben kamu pingin perhiasan biasanya tidak suka hal hal kaya gitu , kamu kan punya unlimited card kamu bisa pakai untuk apapun yang kamu mau" tanya Arya bingung
" Kok jawaban mas Arya begitu " batin Rania
Beberapa hari setelah kejadian itu Arya tidak memberikan kejutan apapun seperti yang diharapkan Rania dan kemudian dia mencoba menghubungi toko mas yang ada di struk penjualan untuk memastikan
" Selamat siang ,betul ini dengan toko perhiasan Permata " tanya Rania
" Iya bu ,ada yang saya bantu ?" tanya pramuniaga
" Beberapa hari yang lalu suami saya membeli satu set perhiasan untuk saya kok sampai hari ini saya belum terima yah ,kalau boleh tau apa perhiasan itu dibawa langsung oleh suami saya apa bagaimana " tanya Rania
" Bentar bu ,saya liat datanya boleh tau atas nama siapa perhiasan itu , hari tanggal biar saya cek datanya " tanya seorang pramuniaga
Kemudian Rania menyebutkan data yang diminta pramuniaga tersebut
"Deg ...". dada Rania bergemuruh ia menahan sesak didadanya sebisa mungkin ia tahan tidak menagis untuk mendapatkan info lebih lanjut
" Boleh saya tau alamat lengkapnya siapa tau mbak salah kasih alamat " tanya Rania pada pramuniaga agar mendapat alamat yang dia maksud
kemudian pramuniaga memberikan sebuah alamat lengkap pada Rania
" Tenang Rania mungkin ini hanya hadiah kepada seorang teman bisnis untuk mempermudah bisnis " guman Rania di sela isak tangisnya
Tengah malam Rania terbangun .akhir akhir ini dia tidak bisa tidur nyenyak karena kepikiran soal Arya kemudian dia menjalankan Ibadah malam mengadukan semua masalah pada sang kholik
" Ya Allah Ya Rahman kepadamu hamba berserah diri ,darimu semua bermula dan kepadamu semua akan berakhir ,berilah hamba petunjuk Ya Allah agar hamba tidak salah dalam Langkah .bila memang hamba sudah dicurangi oleh mas Arya mohon petunjukmu Ya Allah tunjukkan kebenaran ,Robbana Atina fiddun ya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adza bannar Amin " doa Rania yang ia panjatkan malam itu setelah selesai sholat ia hendak tidur kembali Arya terbangun
__ADS_1
" Kamu kok bangun sayang ? matamu juga bengkak kamu ada masalah ? cerita dong sama mas aku kan suamimu " cecar Arya namun hanya di jawab gelengan oleh Rania
" Masalahnya itu kamu mas " batin Rania
Pagi harinya Rania mencari alamat appartemen Arleta seorang diri namun hasilnya nihil ,karena Arleta sedang tidak ada di appartemenya kemudian dia bertanya kepada security dengan siapa Arleta tinggal kata security dia tinggal sendiri suaminya tinggal diluar kota ,setelah itu Rania makan siang di sebuah restouran
namun alangkah kagetnya dia dari jarak tidak jauh darinya ia melihat kedatangan laki laki yang ia cintai sedang berjalan seorang wanita berambut pirang wanita itu merangkul lengan Arya
" Aku tidak percaya dengan semua penglihatanku suami yang selama ini aku kira jujur dan sudah menerima dan mencintaiku ternyata kamu tega menghianatiku mas " batin Rania seraya menahan sesak didadanya
" Semoga ini hanya mimpi " berkali kali Rania mengerjabkan mata berharap apa yang ia lihat salah .siapapun yang melihat mereka berdua pasti setuju bahwa mereka ada sesuatu .
Dengan sekuat tenaga Rania mencoba tenang .
" Ini saat saat yang aku tunggu ,aku tidak boleh menangis .laki laki seperti itu tidak pantas aku tangisi" batin Rania ia segera berdiri dan menghampiri tepatnya menghadang Arya dan Arleta posisi mereka semakin mendekat Arya salah tingkah melihat kedatangan Rania ia mencoba melepaskan tangan Arleta namun Areleta semakin mengeratkan tanganya
" Kamu tidak menyangka kan mas akan bertemu aku disini " kata Rania mencoba menahan air matanya agar tidak tumpah
" Rania ini tidak seperti apa yang kamu liat aku bisa jelaskan " tutur Arya
" Apalagi mas ,ini alasanmu sering keluar kota ? " cecar Rania kemudian Arya mencekal tangan Rania dan menariknya mengajak ke mobil
" Kita bicarakan dirumah ,aku jelasin semua " ucap Arya
" Nggak perlu dan nggak ada yang perlu dijelaskan " ucap Rania seraya mencoba melepaskan tangan Arya namun cekalan Arya semakin kuat mau tidak mau Rania mengikuti Arya
" Mas ,kamu nggak bisa ninggalin aku begitu aja " teriak Arleta namun tidak digubris Arya
Arya langsung mendorong Rania masuk mobil dan menyuruh eko mengambil mobil Rania .selama dalam perjalanan keduanya diam seribu bahasa sibuk dengan pemikiran mereka masing masing
__ADS_1
setelah sampai di rumah mereka langsung ke kamar dan Arya mengunci dari dalam .kamar Arya kedap suara sehingga apabila ada pertengkaran tak ada yang tau
" Ceraikan aku sekarang juga " teriak Rania