PERJALANAN CINTA RANIA

PERJALANAN CINTA RANIA
Seutas Janji


__ADS_3

Setelah melalui istikaroh berulang ulang Rania kian mantab untuk menjalani rumah tangga bersama Arya semua ia lakukan demi anak anaknya ia tak ingin anak anaknya kehilangan kasih sayang seorang papa.


" Sayang mama dan papa sebentar lagi akan bersama .Eliza senang ? " tanya Rania


" Eisa cenang ma ,makacih mama ...eisa cayang mama " ucap Eliza sambil memeluk Rania


Dipeluknya gadis kecil itu dengan kasih sayang ,Rania menelisik wajah putrinya disana tergambar raut kebahagiaan ada rasa bahagia melihat keceriaan Eliza ,dirapikannya anak rambut Eliza yang berkeliaran di wajah imutnya


" Mama belalti papa boyeh tidul dicini ya " pertanyaan polos seketika lolos begitu saja dari muluy mungil Eliza


" Kalau sekarang belum boleh nak ,papa dan mama harus nikah dulu seperti om Bams dan tante Lita " Rania mencoba memberi pengertian pada putrinya


" Memangnya kapan mama sama papa akan menikah ?" tanya Eliza


" Secepatnya nak ,papa kamu lagi ngurus surat suratnya jadi kamu harus bersabar dulu " jawab Rania


" Ma... nanti kalau mama dan papa udah nikah mau tindal di mana di cini apa dilumah papa " tanya Eliza lagi .Rania terdiam ia belum berpikiran sampai sejauh itu ,selama ini dia hanya mikir kalau ia kembali rujuk dengan Arya maka anak anaknya akan bahagia. Untuk tinggal bersama Arya rasanya tidak mungkin karena ia tidak ingin meninggalkan rumah penuh kenangan manis bersama Bima. namun untuk mengajak Arya tinggal satu rumah dengan dia rasanya juga tidak mungkin selain Arya pasti menolak .Harga dirinya pasti terluka bila ia ikut dengan Rania dan Rania juga merasa tidak enak dengan mertuanya bila mengajak Arya tinggal dirumah peninggalan Bima


" Mama kok diem ..." ucapan Eliza membuyarkan lamunan Rania


" Tadi kamu nanya apa sayang ?" tanya Rania lagi


" Kita nanti mau tindal di mana ma ?" tanya Eliza sekali lagi


" Kalau soal itu nanti mama bicara dulu sama papa kamu " ucap Rania pada akhirnya


Malam ini Arya kekampung halaman Rania untuk melamar kembali Rania .Arya datang ke kekampung halaman Rania seorang diri tanpa ditemani Rania

__ADS_1


" Assalamualaikum..." terdengar suara Arya


" Waalaikum salam nak Arya , mari silahkan masuk nak " kata Ibu


" Pak ... ada Nak Arya datang " panggil Ibu Rania pada suaminya .Tak lama kemudian muncul dari dapur lelaki tua rambut putih menghiasi kepalanya ia mengenakan sarung lengkap dengan kopyah dikepalanya dengan senyum ramahnya ia menyapa Arya


" Nak Arya apa kabar ? tumben ke sini malam malam ada keperluan apa sepertinya penting sekali " tanya Bapak Rania


" Alhamdulillah baik Bapak / Ibu ,Bapak dan Ibu sendiri bagaimana sehat sehat saja kan " ucap Arya basa basi


" Alhamdulillah kami selalu dikarunai kesehatan dan kebahagiaan " ucap Bapak Rania


Setelah basa basi sesaat Arya mengutarakan niatnya


"Bapak /Ibu kedatangan saya kesini memang saya khususkan untuk menemui Bapak dan Ibu , Saya dan Rania sudah sepakat untuk rujuk kembali maka dari itu saya ingin meminta restu Bapak / Ibu untuk meminang Rania kembali " Ucap Arya sebenarnya Bapak dan Ibu Rania sudah mengetahui rencana kedatangan Arya dari Rania dan Bams beberapa waktu lalu


" Saya memang bukan laki laki yang sempurna seperti Bima dan saya juga sudah pernah mengecewakan Bapak dan Ibu .Namun saya berjanji akan menjaga Rania dan anak anak dengan sepenuh hati " kata Arya harap harap cemas takut ditolak Bapaknya Rania


" Nak Arya laki laki itu yang dipegang kata katanya .aku pegang kata kata kamu ,kalau suatu saat kamu sudah tidak cinta dengan Rania jangan pernah sakiti dia tolong kembalikan kepada kami baik baik " Ungkap Bapak Rania


" Saya berjanji dengan sepenuh jiwa raga saya tidak akan menyakiti Rania kembali " kata Arya mantab


" Nak Arya ... Nasehat Ibu kamu harus sabar menghadapi Rania .Dia masih belum bisa melupakan suaminya kamu pasti tau bagaimana rasanya kan ,Ibu minta tolong sayangi cucuku Bima sama dengan kamu menyayangi Eliza dan Rama " kata Ibu Rania sambil menagis mengingat cucunya terlahir sebagai seorang yatim


" Iya saya berjanji Bu " kata Arya kembali


Pembicaraan Arya dan kedua orang Tua Rania berlanjut sampai malam

__ADS_1


" Nak Arya ini sudah malam ada baiknya kamu menginap di sini ,besuk pagi kamu baru kembali " kata Bapak Rania


" Iya nak ,kamu bisa tidur dikamar Rania disana juga masih ada Baju baju Bima sepertinya ukuran baju kalian sama " kata Ibu Rania


" Iya Ibu / Bapak ,maafkan saya malah merepotkan " kata Arya sungkan


" Sudah kamu segera kekamar ini sudah larut malam bapak juga mau istirahat " kata Bapak Rania


" Oh ya..nak Arya kalau kamu tidak nyaman tidur dikamar Rania kamu bisa pindah dikamar Bams ,kamarnya juga sudah direnovasi udah tidak ada ranjang bobrok lagi " kata Ibu Rania


" Tumben Bams mau ganti Ranjang bu ?" tanya Arya


" Ya karena dia sekarang sudah punya istri ,dulu sempat ambruk pas mereka kesini " ucap Ibu Rania yang langsung dipelototi suaminya


Arya segera memasuki kamar Rania kamarnya sudah sangat jauh berbeda dengan kamar Rania sewaktu Rania menjadi istrinya. Dilihatnya perabotan sudah berganti semua ada ranjang kingsize yang mewah disebelah ranjang ada meja rias dan kamar ini juga dilengkapi kursi panas ,kemudian Arya membuka walkin closet disana berjajar rapi kemeja dan kaos Bima kemudian Arya membuka sebelahnya lagi mata Arya terbuka lebar saat melihat berbagai lingerine milik Rania berjajar rapih di lemari


" Glek ..." Arya menelan ludah kasar membayangkan Rania memakai baju dinas malam ,dahulu ketika Rania masih menjadi istrinya Rania tidak pernah memakai baju laknat itu.namun sekarang ia melihat ada banyak baju dinas malam punya Rania membuat seketika hati Arya memanas


" Aku tidak boleh cemburu, Bima memang pantas mendapatkannya ia adalah laki laki yang sempurna dimata Rania " guman Arya sambil menahan gemuruh didadanya


" Rania aku berharap suatu saat nanti kamu bisa membuka hati untukku " Arya kembali berguman


Arya bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri dan merebahkan diri di ranjang Rania ia menatap berbagai foto mesra Rania dan Bima ada rasa ngilu dihatinya melihat itu semua .disana juga ada banyak Foto Bima dan Eliza


" Bima terimakasih ... kamu mencintai anakku melebihi anakmu sendiri aku berjanji akan menyayangi seperti aku menyayangi anak anakku ,aku berjanji tidak akan pernah membeda bedakan mereka .aku akan menjadi papa yang bisa di banggakan Bima kecil seperti Eliza bangga dengan kamu " guman Arya


Hingga malam semakin larut Arya tidak dapat memejamkan matanya .terlalu sesak rasanya dikamar Rania dengan berbagai kenangannya dengan Bima

__ADS_1


__ADS_2