
Rakka POV...
sekarang aku sedang berada di rumah orang yang ingin di jodohkan denganku... aku memainkan ponselku karena bosan dengan perbincangan para orang tua... tak berapa lama ada orang datang...aku tetap acuh tak acuh.. tapibaku mendengar....jika yang datang itu namanya zuu dan Zee...
saat wanita itu memperkenalkan diri..aku merasa tidak asing dengan suaranya...tapi siapa...saat dia ingin berkenalan denganku aku tetep cuek...hingga mama menegurku... hingga aku melihatnya membuatku kaget...
" loe..." teriak kami bersamaan..membuat semua orang mengira aku sudah mengenalnya...
aku berfikir...kenapa dunia sempit banget...kenapa harus ada wanita galak yang memarahiku tadi siang...
kini kami sedang menikmati makan malam.. aku sangat tidak tertarik dengan obrolan para orang tua..sesekali aku melihat wanita itu...dia tampak asyik menikmati makanannya...
" sepertinya dia sangat menerima perjodohan ini" batinku
tapi aku terkejut saat dia mengetahui perjodohan ini...karena dia tidak di beri tahu oleh kedua orang tuanya...dan dia sangat menolak ..dia awalnya berfikir jika dia akan di jodohkan dengan kakakku Arga...tapi setelah dia tau yang akan menjadi suaminya adalah aku...dia menolak besar...seperti tidak menginginkanku...
aku sangat kesal dan bilang ke dia...
" gue juga ogah.." kata itu keluar dari mulutku begitu saja... sebenarnya aku gak mau bilang gitu...tapi aku terlanjur kesel...dia kayak gak Sudi sama aku... malah bilang dia mending nikah sama kak Arga lagi...membuatku tambah kesel....
dia di panggil bundanya untuk di ajak berbicara di teras...aku gak tau apa yang mereka bicarakan..
saat selesai makan om damar mengajak kami semua untuk duduk di ruang tamu...akhirnya kami semua duduk di ruang tamu...sambil para orang tua berbincang bincang..
kini aku senang banget... bukan aku saja yang menolak..ternyata dia juga menolak...akhirnya aku gak perlu putus dengan Selly...
tak berapa lama dia datang bersama bundanya... saat di tanya keputusannya...kini dia berubah...dia menerima perjodohan ini.. aku berfikir kenapa dia piln plan...membuatku tambah kesal...apalagi saat papaku mengatakan pertunangan akan di adakan seminggu lagi...membuatku tambah semakin kesal...
" kesialan apa ini...dari kemarin sial terus.." batin Rakka..
**
dua hari setelah perjodohan...mama memberitahuku jika mama akan mengundang keluarga om damar untuk makan malam...
karena aku ada masih latihan untuk mengikuti kompetisi 2 minggu lagi di China...jadi aku harus fokus latihan...meski fokusku terpecah oleh masalah keluarga....dan kekasihku...
aku pulang ke rumah saat para keluarga sudah menikmati makan malam... aku menghampiri mereka yang sedang makan..
" maaf saya terlambat..." kataku yang menyapa mereka...
" nah ini...yang dari tadi di bicarakan...panjang umur kamu Rakka.." kata Tante Nala..
iya kah Tante...memang membicarakan apa..?" kataku yang basa basi...
" tentang pekerjaanmu dan tentang Zee yang nungguin kamu..." kata Tante Nala..yang membuat Zee tersedak.. aku ingin membantunya tapi keburu kakaknya Zee yang menolongnya...akhirnya aku bergaya cuek aja..
setelah itu Zee ijin ke toilet dan aku izin ke kamar untuk membersihkan diriku yang lengket...
setelah selesai mandi aku berpakaian santai karena inikan cuma makan malam biasa gak perlu berpakaian rapi...
aku menuruni tangga dan ku lihat mereka sudah selesai makan...ku lihat Zee sedang bicara sama kakakku...
__ADS_1
" tumben tu kak Arga bisa bicara sama orang lain.." gumamku yang menuruni tangga...
aku duduk di dekat Zee aku melihat dan mendengar sepertinya dia asyik mengobrol dengan kak Arga...akhirnya aku memilih melihat ponselku...dan ku lihat ada pesan dari Selly...
"sayang gimana kabarmu...aku merindukanmu" pesan dari Selly..
aku hanya melihat pesannya...tanpa membalasnya.... aku sangat bingung kali ini...apa yang harus ku pikirkan...
tak berapa lama ide muncul di otakku...
aku mendengar percakapan mama dan Zee...
kamu gak tanya ke Rakka Zee..." tanya mama yang membuatku terdiam ingin mendengar jawabannya...sambil tetap melihat ponselku..
" oh...enggak..." kata zee yang melihat ke arahku... yang membuatku kesal mendengar jawabannya...
" ih siapa juga yang mau di tanya sama elo..." kataku yang kesal...
" oh siapa yang mau tanya ke elo juga..." kata Zee yang membuatku tambah kesal...
" bentar lagi kalian tunangan...jadi kalian harus saling kenal satu sama lain dong..." kata mama..
" Rakka ajak Zee jalan jalan ke teras belakang..." kata papa..
" ngapain pa... disini aja..."kataku yang sangat kesal..
" Rakka....( dengan suara meninggi) kalian harus ngobrol biar Deket...sana gih..." papa yang menekankan panggilanku...membuatku mengerti apa yang sekarang di lakukan papa...
" aku kesana dulu..." kata Zee yang berjalan mengikuti ku ..
" kenapa gue kesel banget denger jawaban dia tadi .." batinku yang berjalan ke teras belakang...
setelah di teras belakang aku langsung duduk..aku melihat Zee menikmati pemandangan di teras belakang rumah...dia terlihat kagum melihat pandangan di depannya.. niat hati ingin basa basi tapi malah di cuekin...saat ku panggil panggil dia gak nengok nengok...aku kesal..dan menghampiri dia...
Zee menjawab dengan ketus..membuatku tambah kesal.. saat dia hendak pergi aku memanggil namannya..akhirnya dia berhenti...
gue mau ngomong..." kataku yang berjalan ke arah sofa..
" ya udah ngomong aja..." kata Zee..
" duduk loe..." perintahku yang udah duduk di sofa..
"mau ngomong apa...?" tanya Zee yang udah duduk di sofa...
" loe kenapa Nerima perjodohan ini.." tanyaku yang basa basi
"kenapa loe gak nolak .." tanyaku lagi.
" gue gak Nerima...gue pernah nolak..loe lihat sendiri kan ga e pernah nolak kemarin...
" ya gue lihat... tapi kenapa habis itu loe Nerima..." tanyaku.dan Zee bernafas kasar... di situ membuatku semakin penasaran..
__ADS_1
" ada orang bilang...berbaktilah pada orang tuamu... dan aku sekarang ingin berbakti.. " kata Zee yang melihat lurus ke depan..Aku melihat Zee seperti ada raut kesedihan...
"ternyata dia juga terpaksa..." batinku....
" loe kenapa Nerima perjodohan ini..." tanya Zee..
" gue terpaksa Nerima..." kataku yang jujur......
" kenapa loe gak nolak..." tanyanya lagi..
" gue udah nolak...tapi gak bisa..." kataku..
" o..." kata Zee yang melihat sekeliling.membuayku kesal ...
" gue udah punya pacar...." kataku yang ingin mengetahui reaksi dia....
" terus..." kata Zee...
" gue sangat mencintai pacar gue..." kataku...
karena aku bingung harus mengambil keputusan yang gimana....
" ya udah bilang aja ke orang tua loe buat batalin perjodohan ini...dan bilang aja loe punya pacar...gampang kan.." kata Zee..yang santai membuat ku kesal...
" gue udah bilang..tapi bokap gue tetep kekeh gak peduli..." kataku..
" terus gimana...?" tanya Zee...
" yaa kita jalani dulu aja pertunangan ini...sambil cari cara buat batalin pernikahan ini..." kataku
" oke..." kata Zee yang berdiri dan meninggalkanku yang masih duduk...
"apa dia bener bener gak peduli sama sekali..." batinku yang melihat Zee berjalan meninggalkanku..
" tapi tolong loe cari cara secepatnya... biar gak ada yang tersakiti..." kata Zee berhenti dari langkahnya... dan setelah itu Zee berjalan masuk ke dalam rumah...
"apa maksud dengan kata katanya. gini gini gue pengen nikah sekali seumur hidup...." batinku yang mengusap wajahku....
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.