
Zee pulang pukul 7 malam...dan memasuki perkarangan rumah orang tuannya...
Zee memasuki rumah dan melihat ke arah sofa ruang tamu...nampak duduk Abang dan kedua orang tuanya...dan mereka menatap Zee...
" aku pulang..." kata Zee yang berjalan ke arah orang tuanya...Zee mencium punggung tangan kedua orang tuanya....Zee melihat ke arah orang tuanya yang menatapnya tajam...
" ada apa...?" tanya Zee yang takut dengan tatapan kedua orang tuannya dan zuu yang ikut menatap...
"duduk ..." kata bunda dan Zee langsung duduk di sebelah zuu... bunda memberikan tablet ke arah Zee...dan Zee langsung menerima tablet itu...Zee melihat ke layar tablet dan langsung menatap kedua orang tuannya...
" ada apa...?" tanya Zee polos...
" berita itu...apa bener..." tanya bunda
" gak bener sama sekali..." kata Zee santai...
"benarkah...." tanya bunda menatap Zee hanya mengangguk...
" tapi berita itu sudah menyebar luas..." kata bunda...
" biarin aja...lagian Zee gak ada apa apa sama bang Al..." kata Zee
" bagaimana dengan Haikal..." tanya bunda lagi...
" bunda apa sih...aku sama bang Al cuma temenan aja...kami itu hanya sebatas teman..." jelas Zee..
" harusnya gitu...ingat Zee kamu udah punya tunangan...jadi jaga sikapmu itu..." kata bunda
" Zee tau itu..." kata Zee yang beranjak dari duduknya dan berjalan ke kamarnya...
" jadi udah jelas kan Bun...berita itu bohong...jadi bunda gak usah khawatir kayak gitu..." jelas ayah...
" tapi yah..." kata bunda terpotong...
".sudahlah Bun...bentar lagi Zee juga ujian...jangan membebaninya lagi .. besok kita bertemu keluarga mas Danu. dan jelasin semuanya.. " kata ayah yang berjalan meninggalkan bundanya... tak berapa lama Zuu juga meninggalkan bundanya ...
" aku hanya tak ingin Zee seperti dulu ..." gumam bunda yang melihat ke arah kamar Zee...
.
.
.
.
.
.***
hari ini Zee ke sekolah dengan wajah yang di tekuk...kedua sahabatnya bertanyapun Zee hanya diam saja...tak menjawab perkataan sahabatnya...
hingga pulang sekolah...Maya kembali mencoba bertanya..
__ADS_1
" pulang bareng..." tanya Maya yang menghampiri Zee... tapi Zee diam tetap dengan wajah di tekuk...
" Zee..." panggil Maya lagi dan akhirnya dia menoleh ke arah Maya...
" apa...?" kata Zee yang sudah melihat Maya...
" loe dengerin gue ngomong gak sih..." kata Maya yang mulai kesal..
" gue dengerin kok...ayo..." kata Zee yang sudah berdiri di samping mobil Maya...
" Zee hendak masuk ke mobil Maya...tapi tiba tiba lengannya di cekal oleh seseorang...sontak Zee berputar dan menubruk ke dada bidang orang itu...
karena merasakan sakit di keningnya...Zee langsung mendongak ke arah orang itu...Zee kaget saat yang dia lihat adalah Rakka tunangannya...
" k..ka..kamu ngapain kesini..." kata Zee yang menjauhkan wajahnya beberapa senti...
" ikut gue..." kata Rakka yang menarik tangan Zee...
" gak mau...gue mau bareng Maya..." kata Zee yang melepaskan genggaman Rakka...
" gue pinjem temen loe..." kata Rakka yang melihat ke arah Maya yang masih melihat tingkah Zee... hanya bisa menganggukkan kepalanya... dan Rakka langsung menarik tangan Zee dan memasukkan Zee ke dalam mobilnya... Rakka berjalan memutari mobilnya dan masuk di kursi kemudinya...
" mau loe apa sih..." kata Zee yang melihat Rakka sudah menjalankan mobilnya keluar dari perkarangan sekolah...
" hey kacamata kuda...loe mau bawa gue kemana...jangan aneh aneh ya loe..." kata Zee yang marah marah di dalam mobil...
" diam...." bentak Rakka dengan wajah yang terlihat sangat marah... membuat Zee langsung terdiam karena takut...Rakka yang tampak marah...
Rakka masih menjalankan mobilnya tanpa berbicara... Zee menjadi takut karena Rakka marah juga ikut diam...dan memilih melihat ke luar jendela...
" tak berapa lama mereka sampai di ruang VIP ,Zee masih bingung kenapa Rakka memasuki ruang VIP...
" ma..." kata Rakka membuat orang yang ada di ruang VIP menoleh ke arah Rakka...Zee langsung menengok ke arah depan dan dia melihat ada kedua orang tuanya dan orang tua Rakka....
" kalian sudah datang...ayo duduk sini..." kata mama ana...Rakka langsung duduk dan Zee masih berdiri mematung menatap semua orang...
" ayo duduk sini nduk..." kata bunda yang menepuk sofa di sebelahnya...Zee langsung duduk..
" mari kita makan..." kata mama ana...dan semua menikmati makanannya ...kecuali Zee yang hanya diam sambil memainkan sendoknya...
" Zee kamu kenapa sayang..." tanya ana yang melihat calon menantunya itu hanya melamun... tapi Zee masih tak merespon panggilan mama ana...
" Zee..." panggil bunda sambil menyikut lengan Zee membuat Zee sadar dari lamunannya....
" ah iya..." kata Zee yang sadar dari lamunannya...
" kamu kenapa...?" tanya bunda Nala..
" Zee gak papa Bun..." kata Zee tersenyum ke arah bunda....
" paling juga mikirin pacarnya..." ketus Rakka yang membuat Zee menoleh ke arahnya...
" siapa yang mikirin pacar..." kata Zee melihat ke arah Rakka...
__ADS_1
" ya elo lah...siapa lagi..." kata Rakka yang tersenyum sinis...membuat Zee berdiri dari duduknya...
" jangan asal nuduh ya loe...gue gak punya pacar...loe tu yang punya pacar..." kata Zee membuat Rakka yang tadi kesal menjadi tambah kesal di ubun ubun...
" kalau loe gak punya pacar... lihat tuh Vidio loe sama pacar loe udah tersebar dimana mana..." kata Rakka ruang berdiri dari duduknya...
" terus kenapa kalau Vidio gue tersebar dimana mana...gue gak ngelakuin hal yang memalukan...lagian cowok yang lagi nyanyi itu juga baik...gak kayak loe..." kata Zee membuat Rakka begitu kesal...
" loe..." kata Rakka yang menunjukkan jarinya ke arah Zee...
" udah....diam..." kata papa Danu yang meninggikan suaranya ..membuat semua menoleh ke arah papa Danu...
bunda langsung menarik tangan Zee buat duduk ..begitu juga mama menarik tangan Rakka untuk duduk...
" kenapa kalian gak bisa akur sih..." kata papa Danu sambil memijat pelipisnya...
" Zee tentang Vidio itu...papa ingin bertanya secara langsung nak..boleh.." tanya papa Danu dengan nada lembut,dan Zee hanya menganggukkan kepalanya...
" dan kamu Rakka...diamlah..." kata papa Danu melihat ke arah Rakka...
" jadi berita itu bener atau tidak..." tanya papa Danu..
" tidak..." jawab Zee cepat....
" lalu..." tanya papa Danu...Zee melihat ke arah bunda dan bunda menganggukkan kepalanya...
" Zee cuma nemenin bang Al di cafe aja... Zee juga sering nyanyi di cafe bareng bang Al...bukan cuma bang Al...tapi sahabat Zee juga sering nyanyi....tapi kemarin bang Al cuma ngajak Zee...karena di paksa Zee ikut... Zee pikir cuma makan aja...tapi ternyata dia nyanyi buat Zee... bang Al gak ngungkapin perasaan apa apa ke Zee...yang di beritakan itu gak bener... lagu itu cuma buat perpisahan karena bang Al mau ke Singapura... " jelas Zee...
" kenapa dia ke Singapura...." tanya mama ana...
" bang Al cidera...dan sekarang menjalani pengobatan..." jelas Zee...
" jadi berita itu bohong..." tanya mama ana...Zee mengangguk..
" kamu dengar sekarang Rakka...berita itu bohong...jangan cemburu yang tidak jelas lagi..." kata mama ana melihat Rakka...sontak Zee langsung melihat ke arah Rakka mendengar perkataan mama ana...
" apa sih mah...Rakka gak cemburu ya... Rakka gak mau aja di permainkan..." kata Rakka mengelak...
" apa aku gak salah dengar...dia cemburu..." batin Zee yang masih menatap Rakka...
" siapa yang mainin coba... gak kebalik..." ketus Zee....sontak Rakka menatap tajam ke arah Zee....
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.