Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
dia bukan gadis jahat


__ADS_3

ganendra duduk di kursi dekat kolam renang hotel berbintang milik keluarga Rakka...


yaa karena keluarga besar dari pihak Rakka maupun pihak Zee di sediakan kamar untuk mereka beristirahat...


dan itu juga berlaku untuk ganendra yang merupakan sahabat Rakka....


ganendra terus melamun menatap gelang yang pernah dia berikan untuk Zee...rasanya hatinya kali ini benar benar sangat sakit... jika dia bisa mengungkapkan...hatinya sangat sakit hingga rasanya ingin mati....


hingga seseorang datang membuyarkan lamunannya....


" kamu disini...." kata perempuan yang berdiri di sebelah ganendra...


" oh loe. apa ada pekerjaan..." tanya ganendra setelah melihat perempuan yang berdiri di sebelah dan setelah itu dia kembali memandang gelang yang di pegangnya...


" masak kalau setiap ketemu kamu...pasti kamu mikirnya pekerjaan..." kata wanita itu...


"boleh duduk gak..." tanya wanita itu lagi...dan ganendra hanya mengangguk....


dengan cepat wanita itu duduk di kursi sebelah ganendra...yaa wanita itu adalah sella ..marsella yang merupakan asistennya...


marsella terus melihat ganendra yang sedari tadi melihat ke arah gelang yang di pegangnya....


" dia sudah menikah..." kata sella..tapi ganendra hanya diam dan tak peduli...


" Kenapa Zee begitu jahat...padahal kamu udah jauh jauh buat menuhin keinginannya...tapi dia malah nikah sama orang lain.." kata sella tak membuat ganendra menoleh ke arahnya...


" di bener bener gadis jahat.." kata sella lagi ...


" dia bukan gadis jahat sella..." kata ganendra tanpa menoleh ke arah sella...


" kalau dia bukan gadis jahat...harusnya dia tahu kamu selama ini berjuang untuk dia....bukan malah menikah dengan sahabatmu..." kata sella lagi...


" aku bilang dia bukan gadis jahat sella..." kata ganendra yang meninggi dan kini menatap tajam ke arah sella....


" kenapa kamu buta si ga...lihatlah...dia itu tidak mencintaimu.jika dia mencintaimu,dia pasti akan menunggumu dan setia sama kamu.bukan menikah dengan orang lain,apalagi sahabatmu...." kata sella yang membuat ganendra semakin kesal dan beranjak dari duduknya...


" gue udah pernah bilang ke loe...jangan pernah loe jelek jelekin yemi di hadapan gue..." kata ganendra yang berdiri dan menatap tajam sella...membuat sella menjadi ketakutan...


" oh iya...dan loe jangan pernah macam macam di belakang gue...seperti yang loe lakuin kemarin di sekolah yemi..." kata ganendra yang berjalan pergi meninggalkan sella...


sella yang mendengar perkataan ganendra menjadi takut dan kesal...


"kenapa kamu tidak pernah melihatku...meski itu sedikit saja..." gumam sella yang melihat punggung ganendra jauh meninggalkannya...


pasalnya selama ini sella selalu membantu ganendra.. hingga sesukses sekarang...tapi selama ini juga ganendra tetap sama...dingin dan cuek terhadap sella...


"semua gara gara Zee sialan itu..." kata sella yang kesal...


" gue bakal bikin perhitungan sama loe Zee.." tambah sella yang tersenyum licik sambil mengepalkan tangannya...


.


.


.

__ADS_1


.


hampir jam 4 sore..suasana di kamar milik pengantin baru itu sangat tenang...karena disana sepasang suami istri yang sedang tidur berpelukan sambil menikmati mimpi mereka masing masing...


saking begitu nyamannya...mereka berdua sampai tak mendengar suara ketukan pintu..


karena begitu lama...suara ketukan itu berhenti dan tak lama pintu terbuka...karena pintu kamar pengantin baru itu tidak di kunci...


" ceroboh banget..." kata Maya yang membuka pintu ..


" iya .." kata Amel...mereka berdua berjalan memasuki kamar dan berjalan ke arah ranjang...


mata Maya membulat sempurna saat melihat pemandangan yang tak pernah dia temukan sebelumnya...sahabatnya yang begitu cuek ternyata bisa luluh dengan lelaki yang bernama Rakka...lelaki yang sudah menjadi suami sahabatnya itu...


" Mel Mel..." panggil Maya pelan dan Amel mendekati Maya...


" ada apa...?" tanya Amel melihat Maya ..tapi Maya hanya mengisyaratkan dengan mata...


Amel yang mengikuti arah mata Maya... matanya juga membulat tak sempurna...


" oh my God..." kata Amel menutupi mulutnya dengan tangannya...


dengan cepat Amel mengambil ponsel yang ada di saku celananya...


" loe mau ngapain...?" tanya Maya melihat Amel memegang ponsel...


" gue mau ambil foto mereka...kan jarang jarang ada pemandangan kayak gini..." kata Amel yang mengarahkan ponselnya untuk memfoto Zee dan Rakka...



" udah...beres..." kata Amel setelah memfoto...dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku...


" emang foto itu buat apa...?" tanya Maya yang bingung...


" buat bukti...kalau adik ipar loe ngelak suka sama suaminya..." kata Amel cengar cengir...dan Maya hanya mengangguk...


" ayo bangunin gih...udah sore nih..." kata Maya dan Amel mengangguk....


" hoey pengantin baru bangun....bangun udah malem... " teriakan Amel memenuhi kamar yang mewah itu...sampai sampai Maya menutup telinga...


Rakka yang mendengar teriakan Amel langsung membuka matanya...tapi tidak dengan Zee... Zee begitu pulas....


Rakka tersenyum saat melihat Zee yang masih tidur dalam pelukannya...dan setelah itu pandangannya teralihkan saat mendengar perkataan Amel...


" sudah bangun tuan muda..." canda Amel...Rakka hanya diam dan menatap Amel dan Maya...


" kenapa kalian disini...dan kenapa kalian bisa masuk..." tanya Rakka yang masih memeluk Zee...


" mau bangunin kalian berdua...makanya pintu itu di kunci...biar gak ada yang ganggu..." canda Amel...tapi Rakka hanya diam karena malu...dia hendak melepaskan pelukan Zee..


" Yemima Zenie Damar bangun..." teriakan Amel lagi yang begitu kencang membuat Rakka dan Maya menutup telinga...


Zee langsung duduk saat mendengar teriakan Amel...mata Zee yang awalnya terpejam kini terbuka dengan sempurna...


" eh poni...loe bisa gak sih gak teriak...ganggu mimpi gue aja..." kata Zee yang melihat Amel...

__ADS_1


"emang loe mimpi apa...?" tanya Amel penasaran...


" kepo banget ..." jawab Zee yang hendak kembali tidur ..tapi matanya membulat sempurna saat melihat Rakka yang sudah dudukkini bersandar di punggung ranjang dan matanya melihat ke arah Zee dengan tatapan yang sulit di artikan....


" loe ngapain disini....?" tanya Zee yang kaget melihat Rakka di sebelahnya . tapi Rakka hanya diam dan terus menatap Zee.


" maaksud aku,kamu ngapain disini .. ?" kata Zee yang mengulangi perkataannya...karena melihat Rakka menatapnya dengan tatapan tajam ..


" loe pikun yaa Zee..." kata Amel..membuat Zee menoleh melihatnya...


" pikun gimana...?" tanya Zee kebingungan...


" dia itu suami loe..." kata Amel...dan Zee membulatkan matanya dengan sempurna...


" ssuami gue..." kata Zee yang menunjuk dirinya sendiri...dan Amel menganggukkan kepalanya...


" maksud loe gimana...?" tanya Zee yang masih bingung...


" loe tadi pagi udah nikah sama dia.." jelas Amel dan Zee terkejut...


" oh my God...jadi gue gak mimpi...itu beneran..." kata Zee yang menutup mulutnya dengan tangan...Rakka yang mendengar perkataan Zee kini mendekatkan tubuhnya lebih dekat dengan Zee...


" emang kamu mimpi apa....sayang .." kata Rakka yang berbisik di telinga Zee.


Zee yang merasa geli dengan nafas Rakka yang menghembus di kulitnya ..


" gak mimpi apa apa..." kata Zee yang mendorong tubuh Rakka agar menjauh darinya...tapi badan Rakka lebih kuat darinya ..


" gak mau bilang...mau aku kasih hukuman..."kata Rakka yang kembali mendekatkan wajahnya dengan Zee...mungkin cuma 5 cm ...


" aku gak mimpi apa apa. beneran..." elak Zee yang kini begitu gugup ..Rakka hendak melahap bibir merah muda milik istrinya itu...tapi daheman Maya membuyarkan niatnya...


" ehem..." daheman Maya..membuat mereka berdua tersadar dan saling memalingkan wajahnya...


" kalau mau mesra mesraan nanti aja...sekarang loe ikut gue..." kata Maya melihat Zee...


" kemana...?" tanya Zee kebingungan...


" loe harus di dandani Zee...ntar malem resepsi pernikahan kalian...ayo buruan..." kata Maya menarik tangan Zee agar dia turun dari ranjang...


" aku pinjam dulu yaa tuan muda...dan silahkan siap siap juga..." kata Maya yang menarik tangan Zee dan berjalan keluar kamar...


" di tahan dulu yaa tuan muda...nanti di lanjut lagi .." canda Amel sebelum berjalan keluar mengikuti sahabatnya...


wajah Rakka memerah saat mendengar perkataan Amel...karena menahan rasa malu...


" shit...cuma lihat wajahnya aja..udah bikin gue hory gini...bener bener deh..." kata Rakka yang merasakan adik juniornya sudah menegang...


" gue beneran gak tahan kalau gini terus..." kata Rakka lagi yang mengacak acak rambutnya karena frustasi ..


" *lihat nanti malam...kamu harus bertanggung jawab..."batin Rakka yang senyum senyum sendiri di dalam kamar....


.


🙏🙏🙏*

__ADS_1


__ADS_2