
di dalam perjalan pulang,suasana di mobil yang di tumpangi Rakka dan Zee sangatlah hening.
" bener kayak kuburan dah" batin Zee yang melirik ke arah suaminya yang sedang fokus menyetir.
" apa gue ajak ngomong ya,tapi ngomong apa coba" batin Zee yang kebingungan.
"kenapa gak bilang" kata Rakka yang masih fokus menyetir tanpa menoleh ke arah istrinya itu.
" tadikan aku sudah bilang" kata Zee yang melihat ke arah Rakka.
" kamu gak bilang kalau ada atlit bola itu" kata Rakka dingin.
" ya mana aku tahu,aku cuma janjian sama Amel dan Maya" kata zee
ya benar,Zee sudah bilang bakal ketemu sahabatnya di cafe biasa,tapi dia gak bilang kalau Haikal ikut.ya pasti gak bilang lah,kan dia gak tahu kalau Haikal bakalan ikut.
" bohong,bilang aja mau berduaan sama dia" kata Rakka yang masih fokus menyetir.dan tak berapa lama mobil berhenti di perkarangan rumah Kurniawan.
" aku gak bohong,kalau gak percaya ya udah" kata Zee yang keluar dari mobil dan membanting pintu mobil dengan keras.
Rakka semakin kesal melihat tingkah istrinya itu,bukannya menjelaskan.tapi dia malah pergi meninggalkannya.
Rakka keluar dari mobil,dan mengikuti Zee dari belakang.dengan cepat Rakka berjalan mendahului istrinya itu.
Rakka menaiki anak tangga dengan cepat,Zee hanya menghembuskan nafas kasarnya karena ternyata suaminya itu pencemburu besar.
dengan malas Zee menaiki anak tangga,dan menyusul suaminya yang lebih dahulu memasuki kamar.
Zee membuka pintu,dan memasuki kamar. setelah menutup pintu,dia di kagetkan dengan lengan yang melingkar di perutnya.
" aku gak suka,kamu Deket-Deket sama laki- laki lain" kata Rakka yang memeluk istrinya dari belakang dengan kepala di taruh di bahu Zee.
Zee hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya,karena suami dinginnya ternyata bis cemburu dan semanja ini.
"iya,aku gak bakal deket-deket bang Al lagi" kata Zee
" janji" kata Rakka yang masih setia memeluk istrinya itu.
" janji" kata zee,membuat Rakka tersenyum dan mengecup leher istrinya itu.membuat Zee merinding,dan tahu apa yang akan di lakukan suaminya itu.
" aku mau mandi" kata Zee yang melepas pelukan suaminya itu.
" sekali saja" kata Rakka yang masih mencium leher istrinya itu.
" apa kamu gak capek,pagi siang malam.kamu selalu memintanya" cicit Zee yang berkata pelan.
" aku gak akan capek,melakukannya denganmu sayang.karena punyamu begitu nikmat" kata Rakka yang sudah menggendong istrinya itu,dan menjatuhkan istrinya di atas ranjang king size ya.
setelah itu mereka melakukan apa yang suami istri lakukan.
.
.
.
malam hari,suasana di meja makan keluarga Kurniawan itu sangatlah hening.zee masih terus menikmati makanan yang di buat oleh mama mertuanya itu.
__ADS_1
" sayang,tambah lagi" kata mama yang melihat ke arah piring Zee yang hampir habis.
" enggak mah,ini udah kenyang" kata Zee yang sudah menyelesaikan makannya.
tak berapa lama ponsel milik Zee berdering,Zee melihat siapa yang menelponnya.
mata Zee membulat sempurna saat dia tahu,siapa orang yang menghubunginya.
Rakka terus memperhatikan istrinya yang nampak gelisah,
" em,aku permisi dulu.mau menerima telpon" kata Zee yang berpamitan dan beranjak dari duduknya.semua orang mengangguk,kecuali rakka.yang menatap curiga ke istrinya.
Zee berjalan menjauhi meja makan,saat dia sudah jauh dari meja makan.zee menekan tombol hijau di ponselnya.
" hallo" kata Zee pelan,dengan ponsel yang sudah dekat dengan telinganya.
"halo,yemi.apa kita bisa ketemu" kata seseorang di seberang telepon.
" maaf,saya gak bisa" kata Zee yang membalas dingin.
" sekali saja,Tante mohon" kata orang itu yang tak lain adalah Mira mamanya ganendra.
Zee hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya" baiklah,besok saya akan kesana" kata Zee,setelah itu memutuskan sambungan telponnya.padahal Tante Mira belum selesai berbicara.
" merepotkan saja" kata Zee yang berbalik badan,tapi dia terkejut saat mengetahui jika suaminya sudah berada di belakangnya.
" ya ampun,kamu ngagetin aja" kata Zee yang kaget sambil mengelus elus dadanya.
" siapa yang merepotkan?" tanya Rakka yang penuh dengan selidik.
" siapa yang telpon,sampai kamu harus berbicara sembunyi sembunyi?" tanya Rakka lagi,yang kini berjalan mendekati istrinya
"****** gue,harus jawab apa coba" batin Zee yang kini panik.
" siapa?" kata Rakka yang sedikit meninggikan suaranya.
" itu.itu " kata Zee yang gagap.
" itu itu apa?" kata Rakka yang kini melihat ke arah wajah istrinya dengan penuh selidik.
" itu,mamanya Amel" jawab Zee bohong.rakka masih terus menatap ke arah istrinya,dan tak berapa lama dia melihat ke arah telinga Zee yang nampak merah.
" kamu bohong" kata Rakka penuh selidik.
" a.aku gak bohong," elak Zee yang mengalihkan pandangannya dari suaminya.
" tapi telingamu membuktikan kalau kamu bohong"
" aku gak bohong,dan lagi.gak ada hubungannya sama telingaku ya" kata Zee yang kini melihat ke arah suaminya.
" kalau gak percaya,ya sudah" kata Zee yang hendak meninggalkan suaminya yang masih berdiri diam itu.
tapi lengannya di cekal oleh suaminya,
" apa lagi" kata Zee yang kini menoleh ke arah suaminya.
tanpa kata-kata Rakka langsung menarik istrinya ke dalam pelukannya.
__ADS_1
" jangan pernah membohongiku" kata Rakka yang masih memeluk istrinya itu.
Zee tersenyum,dan membalas pelukan suaminya itu " aku tidak akan membohongi suamiku ini" kata Zee dengan lembut.
" udah,ayo.mama sama papa udah nunggu tuh" kata Zee yang melepas pelukan suaminya.
" baiklah" kata Rakka yang sedikit memanyunkan bibirnya.dan mereka kembali berkumpul dengan kedua orang tua dan kak Arga.
.
.
.
.
.berbeda dengan Zee,Amel nampak kesal dengan orang di depannya yang terus mengikutinya.
" loe mau apa sih,ngikutin gue terus" kata Amel yang kini berdiri di depan lelaki yang lebih tinggi darinya.
" gue gak ngikutin loe,gue juga mau lewat sini" kata lelaki itu yang terlihat santai.
" oke,kalau gitu silahkan duluan" kata Amel mempersilahkan lelaki itu dulu.
" gue kira loe penggila lelaki,ternyata loe sebenarnya bukan penggila lelaki.bener bener bermuka dua" kata lelaki itu yang masih berdiri di tempatnya.
" apa loe bilang" kata Amel kesal,karena mendengar perkataan lelaki itu.
" gue bilang,loe bermuka dua" kata lelaki itu yang mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan Amel.
"plaakk" satu tamparan mendarat di pipi lelaki tinggi itu,membuat yang mempunyai pipi memegang pipinya.
" denger ya,dari tadi gue udah sabar loe ngikutin gue,karena loe temen suami sahabat gue.tapi makin lama loe makin kurang ajar,ngatain gue bermuka dua lagi.maksud loe apa?" kata Amel yang sudah terbawa emosi,dan ya lelaki tinggi itu adalah Derren sahabat Rakka.
" loe di depan sahabat loe kelihatan polos,sok suci.tapi nyatanya loe hobi ke club malam,jadi gue bener dong,loe bermuka dua.gimana kalau sahabat loe tahu,jika sahabatnya hobi ke club malam kayak gini,seperti apa reaksinya?"kata Derren santai dan menatap sinis ke arah Amel.
Amel mulai kesal karena mendengar perkataan Derren yang sepertinya santai dia ucapkan.
" kalau loe gak tahu apa - apa ,jangan sok tahu deh.oke,gue akui.gue emang bermuka dua,puas loe." kata Amel yang melangkah pergi meninggalkan Derren yang masih diam melihatnya
" menarik" gumam Derren yang tersenyum melihat punggung Amel yang semakin menjauh pandangannya.
.
.
.
.
.
.
.
mohon maaf baru bisa update sekarang,jangan lupa tinggalkan jejak kakak🤗🤗
__ADS_1