
kini suasana hening terjadi di dalam milik derren yang melaju menyusuri kota di malam hari.
derren masih fokus menyetir dan Amel di sampingnya sesekali melirik ke arahnya.
"siapa dia?" tanya derren di sela-sela menyetir,Amel melihat ke arah derren.
" bukan urusanmu" ketus Amel,membuat derren tersenyum sinis ke arahnya.
" loe tuh ya,udah di bantuin bukan malah bilang makasih dan sopan,eh malah ketus ke gue" kata derren yang masih fokus menyetir.
" tolong hentikan mobilnya" kata Amel,tapi derren tetap melakukan mobilnya dan tak menghentikan sama sekali.
" eh loe,budek yaa.gue bilang hentikan mobilnya sekarang." kata Amel yang kesal karena derren tak mendengarkan perkataannya.
hingga mobil derren berhenti di depan salah satu gedung yang besar.
" turunlah " kata derren yang hendak keluar dari mobil,tapi terhenti saat mendengar perkataan Amel.
"ini dimana,loe mau bawa gue kemana?,sorry ya gue bukan cewek seperti itu" cerocos Amel membuat derren tersenyum dan melanjutkan keluar dari mobil.
" cepat keluar dan ikuti gue" tegas derren sebelum menutup pintu mobilnya.
"dasar cowok aneh,suka merintah semaunya" batin Amel,tapi dia juga keluar dari mobil dan mengikuti derren dari belakang.
Amel mengekor derren hingga masuk ke gedung yang berjuang tinggi itu,yang Amel ketahui itu salah satu gedung apartemen termewah milik keluarga derren.
mata Amel terus melihat sekelilingnya,nampak beberapa orang menyapa derren tapi derren hanya diam dan terus melanjutkan jalannya.
Amel tersenyum ke arah orang yang menyapa derren tadi,karena sedari tadi dia melihat ke arahnya,oh bukan ke arahnya tapi ke arah orang yang ada di depannya.
" aduh" kata Amel yang merasakan kepalanya sakit karena benturan.
dia kembali melihat ke arah depan,dan mendapati derren sedang berhenti dan berdiri di depannya.
" hey,kalau berhenti bilang dong" kata Amel dan derren masih diam dan terus menatap ke arah depan.
" kenapa anda kesini?" kata derren membuat Amel kebingungan,pasalnya derren yang mengajak Amel.
" Mama kesini karena merindukanmu nak" kata seorang wanita,Amel yang berada di belakang derren mencoba mengintip di balik badan kekar si derren.
Amel nampak kebingungan karena pasalnya derren sedang berbicara dengan seorang wanita paruh baya yang sekitar umur mamanya.
Amel melihat ke arah derren nampak tak suka melihat kedatangan wanita itu yang tak lain mamanya.
" oh,apa dia kekasihmu" kata mama derren saat melihat Amel.
" bukan urusan mama,silahkan mama pergi.karena disini mama tidak di terima" kata derren yang meraih tangan Amel dan menggandengnya meninggalkan mamanya yang terdiam melihat kepergiannya.
Amel yang melihat itu hanya bisa tersenyum ke arah mama derren hingga dia memasuki lift bersama derren.
__ADS_1
di dalam lift derren menekan tombol untuk lantai paling atas,dan dia melepaskan tangan Amel yang tadi di gandengnya.
Amel melihat ke arah derren yang nampak diam dan pandangannya lurus kedepan.
" itu tadi mama loe yaa?" tanya Amel karena penasaran,tapi derren masih saja diam dan tak berbicara hingga lift terbuka.
" setelah dia ninggalin gue sama papa,dia bukan lagi mama gue" kata derren setelah itu dia keluar dari lift,Amel yang mendengar itu hanya bisa melongo dengan perkataan derren.
dia tak percaya,lelaki yang bernama derren yang terkenal playboy bisa juga menjadi orang yang bermulut tajam.
Amel masih saja melamun,hingga perkataan derren membuyarkan lamunannya.
" loe mau tetep di situ" kata derren
" ah,apa?" tanya Amel yang kebingungan.
" loe mau masih tetep di situ,atau mau ikut gue" kata derren lagi,
" oh iya," kata Amel yang keluar dari lift,tanpa Amel sadari senyum terlihat di lelaki yang bernama derren itu.
Amel berjalan mengikuti langkah derren hingga derren berhenti di depan salah satu pintu apartemen,derren menekan tombol dan tak berapa lama pintu itu terbuka.
" ayo masuk" kata derren,Amel yang menyadari perkataan derren langsung membulatkan matanya dan berpikir yang tidak-tidak.
" tunggu,loe ngapain ngajak gue kesini" kata Amel yang menyilang kan kedua tangan di dadanya,derren yang melihat Amel yang berpikir kemana-manapun,mencoba menjelaskan.
" loe gak punya tempat tinggalkan" kata derren,Amel menganggukkan kepalanya.
" kenapa loe nyuruh gue tinggal disini?" tanya Amel yang masih setia dengan menyilangkan tangannya di dada
" karena gue kasihan aja ke loe,lagian gue gak bakal ngapa-ngapain loe.tapi kalau loe ngasih sendiri sih,gue gak nolak" kata derren sambil mengedipkan salah satu matanya.amel yang melihat itu merasa ketakutan.
"ih,ogah gue ngasih keperawanan gue ke elo.minta aja Sono ke pacar loe" kata Amel membuat derren terkejut,pasalnya di jaman sekarang masih ada gadis yang masih menjaga kesuciannya.
" gue gak punya pacar,kalau loe mau jadi pacar gue.nanti gue bakal minta ke loe,gimana?" goda derren membuat Amel melotot ke arahnya.
" udah ah,buruan masuk gih.gue janji gak bakal macem-macem sama loe,karena loe sahabat istri temen gue" kata derren yang memasuki apartemennya.
tapi langkahnya terhenti lagi,karena perkataan Amel.
" kak derren" panggil Amel
" apa lagi sih Mel" kata derren yang mulai kesal,dan kembali melihat ke arah Amel
" terimakasih" kata Amel sambil melihatkan senyum manisnya.membuat derren terpesona dengan senyumannya,tapi tak berapa lama dia tersadar akan lamunannya
" iya sama-sama,ayo buruan masuk gih" kata derren yang memasuki apartemennya dan Amel menganggukkan kepalanya setelah itu mengikuti derren masuk ke dalam apartemen milik derren.
.
__ADS_1
.
.
.
berbeda dengan Amel,kini Maya sedang mengomel di dalam mobil milik tunangannya itu.rasa marah dan kesal kini telah menyelimutinya.
" mana ada tugas seperti itu,mana ada tugas seorang polisi yang makan dan duduk berdua di cafe dengan wanita lain itu" kemarahan Maya sedang berada di puncaknya,karena dia melihat Zuu dan seorang wanita duduk di salah satu cafe ternama di kota.
yaa Maya gak sengaja melihat Zuu duduk berdua dengan wanita lain,semua rasa curiganya terhadap tunangannya itu di tepianya.dengan mencoba menghubungi Zuu,tapi saat di menelpon Zuu Maya melihat Zuu hanya melihat ponselnya tanpa mengangkatnya.di situlah Maya menjadi emosi dan langsung menghampiri Zuu,padahal Zuu duduk disitu karena sedang bertugas mengamati peredaran narkoba.
" aku sudah bilang.aku sedang bekerja,honey" jelas Zuu lagi,karena dia tahu jika tunangannya kali ini benar-benar marah karena cemburu.
" mana ada kerja seperti itu,memang kakak pikir aku ini anak kecil yang bisa di bohongi gitu.kalau memang kakak suka sama wanita itu,ya udah kakak sama dia aja.kita batalin pertunangan ini" kata yang keluar dari mulut Maya,membuat Zuu membulatkan matanya dan langsung menepikan mobilnya secara mendadak.
" kamu tahu,sekarang kamu sedang bicara apa?" kata Zuu yang sedikit meninggikan nada bicaranya,membuat Maya ketakutan.jujur Maya cuma hanya gak suka melihat Zuu dengan wanita lain,dia gak berniat bilang seperti itu.
karena Maya sangat mencintai Zuu,tapi karena cemburu yang berlebihan akhirnya kata-kata itu keluar dari mulutnya begitu saja.
" aku tahu" kata Maya yang sudah menetaskan air matanya,maya melepaskan sabuk pengamannya dan hendak keluar dari mobil tapi lengannya di cekal oleh Zuu.
" mau kemana?" kata Zuu yang masih memegang lengan Maya.
" mau pulang,dan bilang ke papa buat batalin pertunangan ini.karena aku gak mau nikah sama orang yang terpaksa mencintai aku" kata Maya lagi,dengan cepat Zuu menarik lengannya dan,
..."cup" Zuu langsung mencium bibir Maya,membuat Maya membulatkan matanya dengan sempurna dan tubuhnya terasa kaku....
untuk beberapa saat bibir mereka saling menempel,dan tak berapa lama Zuu menjauhkan bibirnya dari bibir tunangannya itu.
" apa sekarang kamu masih tidak yakin,jika aku mencintaimu" kata Zuu yang wajahnya kini berada di depan Maya,tapi Maya masih diam dan menatap mata Zuu untuk mencari kebohongan di matanya,tapi dia tidak menemukannya.
" jika kamu masih tidak percaya,aku akan melakukannya dan setelah itu aku akan langsung meminta orang tua kita menikahkan kita sekarang juga" kata Zuu membuat Maya membulatkan matanya dengan sempurna karena mendengar perkataan Zuu.
" aku janji,lain kali tidak akan mengulanginya lagi.aku akan bilang terlebih dahulu,sebelum melakukan tugas seperti itu.asal jangan batalin pertunangan kita,karena aku gak sanggup kehilangan kamu" kata Zuu lagi membuat Maya meneteskan air matanya.
" janji" kata Maya.
" iya,aku Janji" kata Zuu dan Maya langsung memeluk Zuu.
" jadi,aku di maafin atau enggak nih" kata Zuu lagi
" iya,aku maafin" kata Maya,membuat Zuu lega dan tersenyum mendengar perkataan Maya.
Zuu tahu,mau bisa berpikir dewasa dari adiknya.tapi saat dia cemburu,dia bisa jadi kekanak-kanakan melebihi adiknya Zee.
tapi Zuu bersyukur jika Maya cemburu,berarti Maya begitu mencintainya meski cemburunya sangat kekanak-kanakan....
**aku update lagi yaa kakak,jangan lupa tinggalkan jejaknya.
__ADS_1
hari ini aku cuma update tentang Amel dan Maya karena Zee lagi sibuk membuat adonan bersama suaminya.dia bilang ke author kalau dia lagi gak mau di ganggu,tapi jangan sedih.selanjutnya aku bakal update tentang Zee dan juga masalah hidup Arga,ada yang penasaran gak sih tentang si babang pengacara tampan kita.
kalau ada jangan lupa tinggalkan jejak yaa kakak.🙏🏻🙏🏻🙏🏻**