
pukul 7 malam.
kini zee sedang menikmati cemilan malam,yang di temani suami,kakak ipar,dan mertuanya itu.
ya setelah makan malam,keluarga Kurniawan selalu menikmati waktu bersama dengan menonton televisi.
Zee menyikut lengan suaminya yang kini nampak fokus melihat ke arah ponselnya.
Rakka yang merasakan sikutan istrinya,langsung menghentikan tangannya dan kini mata melihat ke arah istrinya.
tatapan matanya menunjukkan pertanyaan ada apa ke arah istrinya itu.
Zee yang mengerti tatapan suaminya,langsung melirik ke arah Arga yang nampak diam dengan melihat ke arah televisi yang kini menyala itu.
Rakka mengangguk saat dia mengerti apa yang istrinya mau itu.
" kak" panggil Rakka ke kakaknya itu,membuat Arga menoleh ke arah adiknya.
" ada yang mau Zee bicarakan sama kakak" kata Rakka lagi,membuat mata zee membulat sempurna,karena awalnya rencana Zee dan Rakka bukan begitu.
kata-kata Rakka membuat semua orang yang duduk di ruangan itu,kini semua melihat ke arah Zee.
"tadi rencananya gak begitu" bisik Zee sambil tersenyum ke arah orang lain.
" ada apa Zee?" tanya mama
" itu mah" kata Zee yang gugup,pasalnya Arga hanya diam dan hanya melihat ke arah Zee.
" haduh,kenapa gue deg degkan sih.padahal cuma mau bilang aja" batin Zee yang kini melihat ke arah Arga yang menatapnya dengan sangat tajam itu.
" apa sayang" kata mama,yang juga penasaran karena menantunya ingin bicara itu.
" kak Arga,bisa bantu temen Zee gak?" kata yang keluar dari mulut Zee,membuat Arga mengangkat satu alisnya.yang menandakan dia masih belum mengerti arah pembicaraan adik iparnya itu.
"orang tua temenku mau bercerai,dan butuh pengacara.bisakah kakak jadi pengacaranya" kata Zee yang sedikit takut,karena dia tahu jika Arga adalah pengacara ternama dan jarang menerima pekerjaan yang berhubungan dengan kasus orang bercerai.
Zee melihat semua terdiam,tapi masih fokus melihat Zee yang nampak terdiam karena takut.
karena zee pernah mendengar dari cerita Rakka,jika awal kak Arga menjadi pengacara.dia menangani kasus perceraian,yang berujung masalah.
" kalau kakak gak bisa,nanti akan aku bilang ke temenku.biar dia." kata Zee belum selesai tapi terpotong oleh perkataan Arga.
" besok jam 10,suruh mereka ke kantorku" kata Arga,membuat Zee membulatkan matanya.
bukan hanya Zee,tapi semua orang yang ada di situ.tak percaya jika Arga akan menerima permintaan Zee itu.
" be.. be..beneran kak" kata Zee yang mencoba memastikan,Arga menganggukkan kepalanya.
kedua orang tua tersenyum melihat Zee yang nampak bahagia,tapi berbeda dengan Rakka yang masih tak percaya.
__ADS_1
" ini beneran kakak gue" batin Rakka yang masih tak percaya.
" terimakasih kak Arga,Kakak baik" kata Zee dengan senyum cerianya.
Rakka melihat Zee nampak bahagia,dia tanpa aba-aba mengusap-usap kepala istrinya.
"kakak baik?" tanya Rakka di sela-sela usapannya.
" iya,kakak baik.karena kak Arga baik sih sama Zee" kata Zee yang melihat ke arah suaminya itu.
" kamu ada-ada aja sayang" kata mama yang juga ikut bicara.
" kamu bilang kayak gitu,karena kakak mau bantu kamu aja.coba kalau kakak gak bantu kamu,pasti kamu bilang kakak jahat" kata Rakka
" gak,kalau kak Arga gak mau bantuin temenku.aku juga akan bilang dia kakak baik.karena menurutku kak Arga pantas mendapatkan kata-kata itu" kata Zee
" kenapa begitu Zee" tanya papa yang sedari hanya melihat tingkah menantunya yang membuat suasana menjadi ramai itu
" firasat ku mengatakan,kak Arga pantas di sebut kakak baik" jelas Zee yang tak tahu,dia ingin sekali mengucapkan kata itu dan memberikan kata itu untuk Arga.
" baiklah,aku akan membantu perceraian orang tua temanmu.tapo dengan satu syarat" kata Arga yang membuat semua orang melihat ke arahnya.
" apa itu kak" tanya Zee yang penasaran
" panggil aku kakak baik" kata Arga membuat Zee langsung menganggukkan kepalanya
semua orang bahagia,kecuali satu orang.ya siapa lagi kalau bukan Rakka.
menurut Rakka,hari ini kakaknya berbeda dari biasanya.
orang yang terkenal tak peduli dengan orang yang baru di kenal,kini nampak biasa saja dengan zee.yang notabennya orang baru bagi Arga.
.
.
.
.
.
.
setelah berbincang-bincang dengan keluarga,Arga kini menikmati minuman berwarna ungu yang berada di dalam gelas kaca itu.
senyum terlihat di wajah pria berumur 30tahun itu.tak lama dia kembali menyembunyikan senyuman itu.saat mendengar suara seseorang datang.
" aku rasa kakak sudah berubah" kata seseorang itu,Arga tak menoleh ke arah suara itu.karena dia tahu l,milik siapa suara itu.
__ADS_1
ya suara itu milik Rakka,yang kini berjalan menghampiri Arga.
"kenapa kakak menerima kasus itu?" tanya Rakka yang kini juga menuangkan air berwarna ungu ke dalam gelas itu.
setelah menuang air yang berwarna ungu yang di sebut minuman anggur itu.dia berjalan menghampiri kakaknya dan berdiri sebelah kakaknya itu.
" kenapa?" tanya Rakka lagi,karena dia begitu penasaran dengan kakaknya kali ini.
" bukannya,kakak gak ingin menerima kasus seperti ini lagi" tambah Rakka yang kini nampak cerewet di depan kakaknya itu.
" bukan gak ingin menerima kasus seperti ini,tapi belum ada yang ada kesempatan menerimanya lagi" kata Arga setelah itu kembali minum.
" aku akan Carikan pengacara yang lain,dan aku akan bilang ke zee.kalau kakak" kata Rakka yang terpotong.
" jangan,kakak yang akan mengurus kasus ini.gak perlu yang lain,lagipula Zee yang meminta langsung.apa salahnya menyenangkan adik iparku"
" tapi kak" kata Rakka yang kembali di potong Arga
" apa kamu gak ingin melihat istrimu bahagia?" tanya Arga yang menepuk pundak adiknya itu.
" aku ingin buat dia bahagia kak,tapi kakak" kata Rakka yang terpotong lagi.
" kalau kamu ingin membahagiakan istrimu,ya ikutilah apa yang dia mau.dan lagi,jaga baik-baik istrimu,jangan pernah menyakiti hatinya.karena jika kamu menyakiti dia,akan banyak yang menerimanya" kata Arga
" apa maksud kakak" kata Rakka yang kebingungan.
" gak ada maksud apa-apa,udah sana kembali ke kamarmu,temani istrimu" kata Arga yang mengusir adiknya itu.
" kakak ngusir aku" kata Rakka
" iya,pergi sana" kata Arga yang mendorong pelan adiknya agar keluar dari kamarnya
" baiklah,aku pergi.awas aja" kata Rakka yang pergi keluar meninggalkan kamar Arga itu.
Arga yang melihat adiknya sudah keluar dari kamarnya,dengan cepat meminum minuman yang di lengannya itu.
" kakak baik" kata Arga setelah itu terlihat senyuman di wajah tampannya itu.
.
.
.
.
.
.🙏🏻
__ADS_1