
Zee dan Rakka sedang menikmati makan malam di salah satu restauran.
Zee sangat menikmati makanannya tanpa peduli jika di depannya ada Rakka.
karena dia sangat lapar setelah berdebat panjang lebar dengan Rakka.
Rakka sedari tadi makan sambil memainkan ponselnya,juga tak peduli jika di depannya ada Zee.
tak berapa lama ponsel Rakka berbunyi,Rakka sedari tadi menatap ponselnya kini mengerutkan keningnya.
suara ponsel membuat Zee menjadi berpaling ke arah Rakka,Zee menatap wajah Rakka yang tak senang dengan panggilan itu.yaa itu panggilan dari kekasihnya.
Rakka tak mengangkat panggilan dari kekasihnya itu,dia memilih menaruh ponselnya di atas meja dan dia kembali melanjutkan makannya.
Zee yang melihat itu heran dan tak lama dia kembali memakan makanannya
ponsel rakka kembali berbunyi,Rakka melihat siapa yang telepon ternyata kekasihnya.tapi Rakka mengabaikannya.
Zee yang mendengar ponsel Rakka kembali berbunyi,langsung kembali menatap ke arah Rakka,dengan santainya Rakka masih menikmati makanannya tanpa mempedulikan siapa yang menelponnya.
" Ka ponsel loe bunyi tu" kata Zee ke Rakka tapi Rakka cuek dan masih menikmati makanannya .
" Rakka....." teriak Zee membuat semua orang yang berada di situ menoleh ke arah Zee Rakka langsung melihat ke arah Zee.
" apa..." kata Rakka santai
" ponsel loe bunyi tu..." kata Zee
" biarin aja,nanti juga berhenti sendiri." kata Rakka kembali melanjutkan makanannya.
" tapi gue jadi gak tenang makannya" kata Zee
" ya udah loe angkat aja.gue males." kata Rakka yang masih menikmati makanannya.
ponsel rakka kembali berbunyi,tapi Rakka masih membiarkannya.Zee yang melihat itu menjadi geram,Zee langsung mengambil ponsel Rakka yang ada di atas meja.
Zee melihat nama yang ada di panggilan itu. "my love❤️" Zee langsung mengerutkan keningnya dan menatap Rakka.
"kayaknya pacar loe telpon deh.." kata Zee yang menyodorkan ponsel ke arah Rakka.
Rakka hanya menatap Zee tanpa menerima ponsel itu.
" gue bilang males,kalau loe mau angkat ya angkat aja." kata Rakka yang kini meminum jus jeruknya.
" ogah,gue gak punya hak.lagian ni pacar loe bukan pacar gue." kata Zee yang menaruh ponsel Rakka di meja lagi dan panggilan itu berhenti.
" loe punya hak,kan loe tunangan gue." kata rakka sontak Zee menatap ke arahnya.
" dan satu lagi,itu emang pacar gue.tapi sebentar lagi bukan lagi." kata Rakka yang kini melanjutkan makannya lagi,Zee bingung dengan apa yang di katakan Rakka.
"maksud loe apa?,bukannya loe mau cari cara buat batalin pernikahan ini." tanya Zee yang menatap Rakka,membuat Rakka menghentikan makannya.
"gue gak bakal cari cara buat batalin pernikahan ini." kata Rakka santai
" maksud loe apa."tanya Zee
" ya kita turuti aja mau para orang tua." kata Rakka
__ADS_1
" tapi kita gak ada rasa cinta " kata Zee
" cinta akan datang pada sendirinya." kata Rakka yang sudah menaruh sendoknya.
" udah.gue udah kenyang,gue mau bayar dulu." kata Rakka yang beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kasir, Zee masih melongo dengan apa yang di katakan Rakka.
.
.
.
kini Zee dan Rakka sedang berada di dalam mobil,Rakka menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
awalnya suasana hening,tak berapa lama Zee membuka obrolan.
" Rakka..." panggil Zee menoleh ke Rakka.
" Hem" dahem Rakka yang masih fokus menyetir
" maksud omongan loe tadi apa...?" tanya Zee yang masih melihat ke arah Rakka.
" omongan yang mana." tanya Rakka yang sebenarnya tau,tapi pura pura gak tau.
" yang tadi di restauran." kata Zee yang masih menatap Rakka
" iya.yang mana?." tanya Rakka lagi kini memalingkan wajahnya ke Zee beberapa saat kembali meluruskan fokusnya ke arah jalan.
" ah tau lah." kata Zee yang mulai kesal dan memalingkan wajahnya ke arah jendela,membuat Rakka terkekek akan tingkah Zee.
Zee menatap Rakka yang kini menatapnya.Zee tak tau sejak kapan Rakka menatapnya.
" kenapa berhenti,belum Sampek rumah.mau nurunin gue disini"ketus Zee yang kini melihat Rakka,tapi Rakka masih fokus menatap Zee.
" loe kenapa." tanya Zee lagi yang melihat menatapnya dan tersenyum menakutkan menurut Zee.
" dengerin gue" kata Rakka
" apa?"Zee
" gue bicara cuma sekali,gak bakal gue ulang." kata Rakka Zee hanya mengangguk tapi juga bingung..
" gue...gue...( Zee masih menatap Rakka...) mau ke toilet" Rakka yang tertawa setelah itu dan saat dia melihat wajah Zee yang tampak serius.Zee yang mendengar langsung memukul lengan Rakka dengan keras,membuat yang punya lengan kesakitan.
" aduh aduh sakit..sakit.." kata Rakka yang m mohon ampun saat zee masih memukul lengannya
" makanya jadi orang jangan songong,makannya jadi orang jangan kurang ajar.rasain loe,sakit kan." kata Zee yang masih memukul lengan Rakka.tak berapa lama tangan Rakka memegang tangan Zee yang tadinya memukulnya dengan keras.
kedua tangan Rakka memegang tangan Zee dengan lembut,membuat Zee berhenti memukulnya.
" ampun.maaf." kata yang terlontar dari mulut Rakka membuat Zee bingung...
"sejak kapan si Rakka bisa minta maaf." batin Zee
" sekarang dengerin gue bener bener." kata Rakka yang masih memegang tangan Zee.
" ogah.pasti loe nipu gue lagi." kata Zee yang memalingkan wajahnya.
__ADS_1
" gue gak nipu,jadi dengerin bener bener."kata Rakka
" gue mau Nerima perjodohan ini,gue juga Nerima nikah sama loe. soal cinta itu akan datang dengan sendirinya dan gue mau memulai hidup baru sama loe." jelas Rakka membuat Zee memalingkan wajahnya menatap Rakka, Zee tak percaya apa yang di katakan Rakka.
Zee melihat mata Rakka,tapi dia tak menemukan kebohongan di mata Rakka.Zee melihat di mata Rakka terlihat jujur.
" loe gak bohong." lirih Zee Rakka menggelengkan kepalanya.
"tapi loe kan punya pacar? " tanya Zee lagi.
" gue bakal putusin dia." kata Rakka yang masih menatap Zee.
" bukannya loe bilang kalau loe sangat mencintai dia,kenapa sekarang loe mau mutusin dia."tanya Zee lagi,Rakka melepaskan genggaman tangan zee dan kini fokus melihat ke arah depan dan menghembuskan nafas kasarnya.
" karena hubungan asmara tanpa restu orang tua itu tidaklah baik." kata Rakka yang kini kembali menatap Zee.
" maksudnya..." tanya Zee yang masih bingung..
" hubunganku sama kekasihku tak di restui orang tuaku..( kayak lagu aja ya😁) karena aku juga tau sekarang,pilihan orang tua pasti yang terbaik." kata Rakka dan Zee menganggukkan kepalanya.
" jadi..." kata Rakka yang kini menggenggam kembali kedua tangan Zee dan menatap Zee
" jadi apa?." tanya Zee yang masih menatap rakka.
" jadi lusa gue minta ijin sama loe buat ke LA" kata Rakka.
" ngapain." kata Zee yang sepontan keluar dari mulutnya.
" buat nemuin pacarku dan memutuskannya." jelas Rakka Zee menatapnya datar tanpa ekspresi.
"jadi ini dia ijin ke gue...yaa ampun.." batin Zee yang seneng.
" berapa hari " tanya Zee
" mungkin 3-4 hari"jawab Rakka dan Zee hanya diam.
" boleh" kata Rakka lagi dan Zee menganggukkan kepalanya dan Rakka tersenyum di situ.
tak berapa lama Rakka mendekatkan wajahnya ke Zee dan menempelkan bibirnya ke bibir Zee.
Zee yang merasakan bibir rakka menempel di bibirnya langsung membulatkan matanya lebar lebar,tapi Zee tak menolak ciuman itu.
karena tak ada penolakan dari Zee,Rakka masih mencium Zee dan kini ciuman Rakka menjadi *******,Rakka ******* bibir merah jambu Zee itu.Rakka mendorong lidahnya untuk memasuki mulut Zee.
Zee yang awalnya diam kini mencoba membuka mulutnya dan menikmati ciuman dan lumayan Rakka.
karena mendapat lampu hijau dari Zee,Rakka memegang lengkuk leher Zee agar Zee memperdalam ciumannya.
mereka melepaskan ciuman merek selama lima menit,nafas mereka mengebu Gebu bersamaan.rakka menatap lekat mata Zee begitu pula dengan Zee.
dan seterusnyaa.......
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak kakak🙏🤗
__ADS_1