
setelah kejadian kemarin dengan Rakka... Zee kini yang sedang sarapan dengan kedua orang tuannya dan tentunya dengan zuu...
Zee di sela makannya tampak senyum senyum sendiri...
ayah yang melihat tingkah anak bungsunya tampak berbeda...mencoba bertanya...
" kamu kenapa Zee.. kok ayah lihat kamu bahagia sekali hari ini..." tanya ayah yang menatap Zee...
" gak papa yah..." jawab Zee melihat ke arah ayahnya...
" iya...bunda lihat hari ini kamu aneh..." kata bunda yang juga melihat tingkah anak perempuannya nampak berbeda...
" aneh gimana...?" tanya Zee di sela sela makannya....
" yaa aneh...biasanya kalau bangun harus bunda teriak teriak dulu...baru mau bangun...lha sekarang gak perlu bunda teriak kamu udah nongol disini.." kata bunda...
" oh...anak mulai rajin kok di katain aneh..." kata Zee setelah meneguk susu...
" ayo bang berangkat...." ajak Zee ke zuu ..Zee mengambil tasnya dan berpamitan ke kedua orang tuanya...setelah itu berjalan ke arah pintu...
" kayaknya ada yang beda deh yah..." kata bunda ke suaminya... yaa mata merek sama sama melihat ke arah anak bungsunya itu...
" zuu juga berangkat..." kata zuu membuat kedua orang tuanya membuyarkan pandangannya ke arah Zee...
" oh iya...ati ati..." kata ayah dan zuu juga berpamitan ke kedua orang tuanya...
zuu hendak berjalan menyusul Zee...tapi panggilan bunda menghentikan langkahnya...
" zuu ..." kata bunda...zuu menoleh...
" ada apa Bun..." tanya zuu
" sering sering ajak Maya jalan..." goda bunda dan zuu hanya memasang wajah datarnya...dan zuu kembali berjalan meninggalkan bunda yang meledeknya...
pasalnya zuu ketahuan sama bunda ..saat zuu hendak mencium Maya....
.
.
.
.
.
.
.
di sekolah
Zee keluar dari mobil zuu...dan zuu langsung menjalankan mobilnya..karena Maya dan Amel sudah menunggu Zee di tempat biasa...
Maya melihat mobil zuu yang melaju dengan kecepatan sedang...Maya masih melihat sampai mobil zuu tak terlihat lagi...
" kalian udah Dateng dari tadi..." kata Zee yang bertanya ke Amel dan Maya..
" gue juga baru nyampek..." sahut Amel...
" loe lihat apa...." tanya amel sambil menepuk pundak Maya...
" bang zuu yaa..." tanya Amel lagi...
" apa sih enggak..." kata Maya yang pipinya sudah merah...
__ADS_1
" wahh pipi loe merah..." kata Zee yang menggoda Maya...
" apa sih loe...gak kali..." elak Maya...
" emang kenapa sih loe..." tanya Amel yang penasaran...
" loe pengen tau..." tanya Zee dan Amel mengangguk...
" kemarin tu ada..." kata Zee yang belom selesai karena mulutnya langsung di bungkam sama Maya...
" kemarin kenapa.." tanya ame lagi
" gak ada apa apa...ayo masuk aja..nanti waktunya guru killer..." kata Maya yang masih membungkam mulut Zee dengan tangannya..
Maya berjalan sambil tangannya masih membungkam mulut Zee...Amel yang melihat tingkah Maya membuatnya bingung..
.
.
.
.
.
.
.
jam istirahat... Zee dan kedua sahabatnya sedang menikmati makanannya di kantin..
mereka menikmati makanannya mereka sambil sedikit bercanda...
sontak Zee dan kedua sahabatnya langsung berdiri dan menoleh ke arah seseorang yang menyiramnya....
" mau loe apa sih Jes...main siram aja " tanya Amel yang marah ke Jessy...karena Zee di siram oleh Jessy dengan es teh... membuat Zee basah kuyup...
yaa Jessy adalah murid seangkatan dengan Zee tapi beda kelas... Jessy juga mempunyai gang...dan mereka selalu memandang Zee itu saingannya...karena pikir Jessy Zee selalu merebut perhatian semua orang...padahal enggak...
" loe gak punya malu ya...loe bener bener ******..." kata Jessy masih menatap Zee dengan senyum sinis...tanpa memperdulikan Amel yang bertanya....
" maksud loe apa..." kata Maya yang mendorong. tubuh Jessy membuat Jessy sedikit terdorong ke belakang dan di tahan oleh teman gengnya...
" berapa banyak cowok yang loe deketin dengan tampang polos loe...pertama Gaga ( mantan Zee) ,terus jeo (kapten basket sekolah tetangga yang pernah nembak Zee tapi di tolak), Haikal ,semua anak disini...dan sekangang loe mau ngerebut rakka juga dari gue..." teriak Jessy... semua orang melihat kejadian itu...dan Zee hanya diam saja...
karena Jessy menyebut nama orang yang selama ini menyakiti hati Zee...
" apa maksud loe..." kata Maya yang bener bener marah....dan hendak memukul Jessy tapi terhalang oleh para teman geng Jessy...
" apa maksud gue... gue ini calon tunangannya Rakka ...karena bokap gue dan bokap Rakka ada bisnis bersama...dan mereka jodohin gue sama Rakka...jadi loe bilang ke temen loe...buat jauhin Rakka...dari pada sakit hati yang kedua kali..." kata Jessy sambil tersenyum sinis melihat Zee hanya diam...
" hahahaha....." Amel dan Maya saling tertawa mendengar perkataan Jessy yang berhayal....
" lihatlah Zee yang sok cantik...temen loe aja ngetawain sialnya hidup loe..." kata Jessy lagi... membuat Maya dan Amel berhenti tertawa dan kembali menatap Jessy...
" loe kalau berhayal jangan tinggi tinggi...nanti kalau loe jatuh sakit loe..." kata Maya yang melihat Jessy...
"loe bilang Rakka tunangan loe...hahhaha...itu sangatlah khayal.... lagian Rakka apa mau sama cewek plastik kayak loe..." kata Amel yang masih tertawa....
Jessy yang merasa kesal dengan perkataan Amel hendak menampar Amel...tapi tangan Zee meraih tangan Jessy...
" jangan pernah tangan kotor loe...nyentuh sahabat gue..." kata Zee yang menghempaskan tangan Jessy dengan kasar...membuat Jessy terpental ke belakang...
" dan satu lagi...gue gak pernah ngerebut cowok yang loe sebut tadi...termasuk Rakka.... tapi mereka datang sendiri nyari gue..." kata Zee...membuat Jessy semakin kesal..
__ADS_1
" ayo gaes kita pergi...muak gue lihat muka dia..." kata Zee berjalan meninggalkan Jessy the gang... Amel dan Maya berjalan mengikuti ..
sebelum berjalan Amel berhenti berjalan dan melihat ke arah Jessy ...
" sebelum loe bicara...mending loe cari tau dulu..." kata Amel ke Jessy dan tak lama Amel berjalan meninggalkan Jessy yang begitu kesal yang di penuhi dengan amarah...
.
.
.Zee kini berada di toilet di temani kedua sahabatnya... Zee mandi dan berganti baju...untung Maya membawa seragam cadangan...jadi bisa di pakai Zee...
" gila tu Jessy bikin masalah aja..." kata Amel yang begitu kesal..
" iya...pengen gue pites tu kepala Jessy..." kata Maya yang ikutan kesal...
berbeda dengan kedua sahabatnya yang begitu kesal...Zee hanya diam sambil menatap wajahnya di pantulan cermin toilet...
Maya yang melihat Zee nampak diam saja langsung menyenggol lengan Amel...dan mengisyaratkan dengan matanya...
" udahlah Zee gak usah di dengerin perkataan Jessy..." kata Amel yang menepuk pundak Zee... dan membuat Zee sadar dari lamunannya....
" ah....ayo kita ke kelas... nanti guru marah..." kata Zee tersenyum palsu dan berjalan meninggalkan Maya dan Amel yang masih diam...
Amel dan Maya melihat Zee keluar dari toilet...dengan wajah yang kurang bahagia...membuat mereka jadi takut...zee kembali seperti dulu...
" jadi pengen gue potong tu mulut Jessy..." kata Maya yang kesal...
" gue juga...." kata Amel yang juga ikut kesal...
" ah...kenapa si Jessy harus nyebutin nama dia sih..." kata Maya lagi...
" iya...apalagi sekarang tu cowok makin terkenal aja..." kata Amel...membuat Maya menoleh ke arahnya..
" apa maksud loe..." tanya Maya
" dia udah sukses dengan mimpinya...dan gue baca berita .. katanya dia bakal kembali ke Indonesia..." jelas Amel...
" apa...kenapa dia harus kembali sih...semoga aja Zee gak ketemu sama dia lagi... gue gak mau Zee mengingat sakit hatinya..." kata Maya...
" gue berharap juga gitu...jika ketemu cowok brengsek itu...gue bakalan bunuh dia..."kata Amel yang masih kesal...Maya yang melihat Amel begitu emosi langsung menenangkannya...
" ayo kita ke kelas...Zee pasti udah nunggu..." kata Maya yang berjalan keluar toilet dan di ikuti Amel....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
God bless 🙏🙏
__ADS_1