
2 hari kemudian...
Zee sedang duduk di kantin sambil menikmati es alpukat yang dia pesan...di temani kedua sahabatnya ...siapa lagi kalau bukan Amel dan Maya...
" oh iya...denger denger nanti kita pulang lebih awal..." kata Amel
" iya..." kata Maya dan Zee bersamaan...
" gila yaa kalian berdua...belum jadi iparan aja udah kompak terus..." kata Amel
" iya pastinya dong...gue gak mau di pecat jadi kakak iparnya..." kata Maya yang membuat kedua sahabatnya tertawa....
" oh iya...nanti pulang sekolah ngemall yuk..." ajak Zee yang antusias...
" aku gak bisa..." kata Amel...
" kenapa...nanti gue traktir deh..." kata Zee..
" cieh...calon istri orang tajir...udah sok Sokan traktir...." kata Maya,Zee hanya cengar cengir...
" sebenarnya gue mau di traktir...tapi nanti gue di jemput sama kakak gue ..." jelas Amel yang mukannya lesu...
" kasihan...di jemput Abang yaa...makanya pulang Sono ke rumah nyokap loe...nyesel kan loe numpang di rumah kak Jeje ..di atur atur..." kata Maya sambil tertawa bercanda...
" gak juga...gue malah seneng di atur atur sama kak Jeje...walau kadang dia galak banget sih..." jelas Amel...
" apalagi dia itu satu satunya saudara gue..." kata Amel...
" iya...saudara angkat.." ketus Maya...dengan cepat Zee menyenggol lengan Maya..
" iya gue juga tau dia saudara angkat gue...tapi dia baik sama gue... " jelas Amel.
" loe tahu gak sih kak Jeje kalau lihat loe tatapannya beda..." kata Maya...
" wajar dong beda...tatapan kakak ke adiknya..." kata Amel...
" bukan gitu maksud gue... "
" trus maksud loe apa...?" tanya Amel melihat ke arah Maya...
" gue lihat kakak Jeje kalau natap loe tu bukan tatapan seorang kakak ke adiknya...tapi lebih ke tatapan pria ke wanita..." jelas Maya...
" ah loe ngaco deh...mana mungkin kayak gitu..gue sama kak Jeje udah dari kecil tumbuh bersama...yaa pastinya wajar kalau dia perhatian ke gue...walaupun dia kakak angkat gue..." kata Amel...
" tapi Mel..." kata Maya terpotong...
" loe kenapa sih may...udahlah gak usah bahas yang gak penting... lagian kalau orang tua gue belum baikan .. gue bakal tetep tinggal di rumah kakak Jeje..." suara Amel yang sedikit meninggi...
" loe kenapa jadi nyolot si Mel..gue cuma mau kasih tau doang... dan loe harusnya jangan egois.. orang tua loe juga butuh pilihan..." suara Maya yang juga meninggi...
" orang tua gue butuh pilihan...gue bakal setuju kalau orang tua gue pilih masing masing ..setelah papa gue gak ada hubungan lagi sama mamanya si ja**ng itu..." bentakan Amel yang berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Zee dan Maya disana...
" Mel...Amel..." teriakan Zee tak membuat langkah Amel terhenti...
Zee melihat ke arah Maya yang juga di selimuti rasa amarah...
" May..." kata Zee. mengusap punggung Maya...
" gue cuma mau dia sadar kalau kak Jeje menganggap dia lebih dari adik..." jelas Maya yang masih kesal...
" loe juga Tahu ceritanya kan...kenapa kak Jeje Sampek di usir dari rumah orang tua Amel..." tambah Maya
"aku tahu...tapi lihat posisi Amel...dia gak punya pilihan lain may...jadi loe ngertikan maksud gue..." jelas Zee dan maya menganggukkan kepalanya...
.
.
Maya dan Zee memasuki kelas...mereka nampak melihat Amel yang duduk di kursinya sambil memainkan pulpen di tangannya...
Maya duduk di depan Amel dan menghadap ke arah Amel...yang di ikuti oleh Zee...
" Mel maafin gue...harusnya gue gak bilang kayak gitu..." kata Maya yang menjulurkan tangannya...
" gak papa...emang itu kenyataannya..." kata Amel yang tersenyum terpaksa ke arah Maya..
" maafin gue..." kata Maya yang memelas..
" iya gue maafin..." kata Amel...mereka akhirnya berjabat tangan..
" mending mulai sekarang loe tinggal di rumah gue aja..." kata Maya.
__ADS_1
" gak ah...gue gak mau ngerepotin orang lain.." kata Amel...
" gue buka orang lain...tapi gue sahabat loe..kita saudara..." kata Maya
" iya...gue tahu..tapi gue udah pilih tinggal di rumah kak Jeje sementara... habis itu gue bakal cari kos kosan nantinya..." jelas Amel...
" tapi Mel..." kata Maya terpotong ..
" gue tahu apa yang loe khawatirkan..tapi kak Jeje udah berubah...apalagi sekarang dia udah punya pacar..." jelas Amel...
" tapi Mel..." kata Maya yang terpotong lagi...
" udahlah may...percaya sama Amel...gue tau Amel bisa jaga diri...jadi loe harus percaya sama dia..." kata Zee yang sebenarnya juga khawatir tapi dia tahu posisi Amel saat ini sangat sulit...
" baiklah gu percaya...tapi ingat kalau dia macem macem...bilang ke gue dan Zee.. biar kita kasih dia pelajaran..." kata Maya...
" iya ..itu pasti..." kata Amel yang tersenyum...
" akhirnya baikan juga..." kata Zee yang tersenyum melihat perdebatan kedua sahabatnya tadi...
.
.
.
pukul 2 siang...Zee keluar kelas bersama kedua sahabatnya...
mereka berjalan menyusuri lorong sambil bercanda...hingga akhirnya langkah kaki mereka berhenti saat melihat seorang laki laki menghampiri mereka...
" baby..." kata lelaki itu setelah sampai di hadapan mereka...
" eh ada kak Jeje toh..." kata Zee yang melihat kak Jaerel geremie ( Kaka Jeje...kakak angkatnya Amel..)
" iya...apa kabar adik Zee dan adik Maya..." kata Jeje...
" kabar baik kak...kalau kakak..?" tanya Zee yang basa basi...dan Maya menatap Jeje dengan tatapan tak suka...
" aku baik juga..." kata Jeje sambil senyum...
" oh iya...ayo baby kita pulanh..." tambah Jeje yang mengajak Amel untuk pulang...
" iya..." kata Amel dengan berat...
Amel berjalan beriringan dengan kak Jeje...kak Jeje dengan santainya berjalan sambil memegang pinggang Amel...Maya yang melihat itu hendak mengejar Amel...tapi langkahnya terhenti karena Zee menahannya...
" may..." kata Zee sambil menggelengkan kepalanya..
"tapi Zee loe lihat tu lelaki kurang ajar..." kata Maya yang kesal...
"gue tau...tapi kita harus mikir dulu...gimana kita bisa bantuin Amel..." kata Zee
" maksud loe..." tanya Maya....
" gue bakal cari cara buat bantuin Amel...gue sebenarnya juga tau Amel sedang menyembunyikan sesuatu dari kita..." jelas Zee..
" kalau loe tau kenapa loe gak mencegah dia..."kata Maya...
" karena gue gak mau gegabah buat ngomong sama dia...apalagi Amel itu keras kepala..." kata Zee...
" iya juga yaa...gue juga ngerasa Amel menutupi sesuatu sama kita...sejak kapan dia jadi akrab sama kak Jeje..setelah kejadian dulu..." kata Maya...
" makanya kita harus cari tau..." kata Zee dan Maya menganggukkan kepalanya...
.
.
.
Zee dan Maya berjalan menuju parkiran...tapi langkah mereka terhenti saat melihat sosok laki laki yang di kagumi kaum hawa itu...
" bukannya itu tunangan loe..." kata Maya sambil menunjuk ke arah lelaki yang sedang berdiri di sebelah mobilnya...yaa siapa lagi kalau bukan Rakka...
" kayaknya gue gak ada janji deh...kenapa dia kesini yaa..." kata Zee yang melihat ke arah Rakka...
" mana gue tau...samperin Sono..." kata Maya...
"huh kenapa sih dia harus berpakaian kayak gitu...." gumam Zee sambil berjala. bersama Maya...
yaa pasalnya Rakka terlihat tampan memakai kaos putih yang di tambahkan dengan kemeja berwarna hitam dengan memakai celana jeans-nya...apalagi Rakka sedang memakai kacamata...membuat auranya terpancar keluar...
__ADS_1
" ngapain kesini..." tanya Zee yang sudah berdiri di depan Rakka...
" jemput kamu..." kata Rakka sambil membuka kacamatanya...
" harusnya kalau mau jemput itu kabari aku dulu..." kata Zee....
" cie cie udah aku kamu aja..." ledek Maya...
" apa sih kamu may..." kata Zee yang malu...
" udah ah gue duluan...gak mau ganggu orang yang lagi kasmaran...." kata Maya yang berpamitan dan berjalan ke arah mobilnya...Rakka hanya mengangguk..
" iya ati ati..." kata Zee...maya hanya mengacungkan jempolnya dan memasuki mobilnya...
Zee masih memperhatikan mobil Maya yang sudah keluar dari perkarangan sekolah...
" ayo..." ajak Rakka... yang sudah membukakan pintu mobil untuk Zee..dan Zee memasuki mobil itu...
Rakka memutari mobil,dan duduk di kursi kemudinya...
" kita mau kemana..." tanya Zee..
" hari ini Tante Lala bilang ke aku kalau gaunmu sudah jadi...jadi kita mau kesana..." jelas Rakka...sambil melajukan mobilnya keluar dari perkarangan sekolah..
"o...sekarang..." tanya Zee...
" enggak...masih nanti sih...kata tante dia masih ada rapat.. jadi dia nyuruh kita kesana nanti sore..." jelas Rakka yang masih fokus menyetir....
" o..terus sekarang kita mau kemana...?" tanya Zee lagi...
" makan dulu aja gimana..." kata Rakka...dan Zee menganggukkan kepalanya...
" tapi kita pulang dulu yaa..." kata Zee..
" kenapa pulang...?"
"aku mau ganti baju dulu...masak aku keluar pakek baju sekolah...nanti dikira aku bolos lagi..." kata Zee..
" gak usah pulang...kita beli aja.bajunya..." kata Rakka dan Zee hanya melongo...
"kenapa..?" tanya Rakka karena Zee hanya terdiam...
" kita pulang ajalah...gak perlu beli baju. sayang uangnya .." kata Zee...dan Rakka tertawa...
"kenapa kamu ketawa..." tanya Zee yang kebingungan...
"habisnya kamu lucu banget..." kata Rakka Zee melihat ke arah Rakka dengan tajam...
"cuma buat beliin kamu baju aja...uangku gak bakal habis..apalagi beliin kamu semua baju di toko...pakek uang bonus ku aja masih sisa... sisa banyak malahan...." kata Rakka yang masih tertawa...
" sombong banget..." ketus Zee yang memilih memalingkan wajahnya melihat ke arah jendela...
Rakka yang menyadari jika Zee sedang marah mencoba membujuknya...
" maaf...bukan maksud aku buat sombong..tapi itu kenyataannya..." kata Rakka yang kembali tertawa dan Zee masih diam tak berkutik.....
" maaf maaf bukan itu maksudku...aku cuma mau beliin kamu baju aja..." kata Rakka...
" gak mau...kita pulang aja..ganti di rumah..." kata Zee ketus...
" jangan gitu dong...maaf..bukan maksud bilang kayak gitu... aku cuma mau beliin kebutuhan kamu dengan uang hasil keringatku saja..." jelas Rakka yang membuat Zee menoleh ke arahnya ..
" apa maksudmu...?" tanya Zee yang melihat ke arah Rakka...
" aku hanya ingin memenuhi kebutuhan calon istriku...dengan hasil kerja kerasku selama ini...apa gak boleh..." kata Rakka yang melihat ke arah Zee dan tak berapa lama kembali fokus menyetir.....
" tapi...." kata Zee terpotong...
" gak ada tapi tapian...kita beli sekarang..." kata Rakka yang sudah membelokkan mobilnya dan menghentikan mobilnya di depan butik....
" baiklah..." kata Zee yang malas...
.
.
.
.
__ADS_1
.
🙏🙏🙏