Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
jadilah gadis baik


__ADS_3

kini Rakka Zee dan kedua sahabat Zee berada di dalam mobil milik Rakka... Rakka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang...


" Mel loe kenapa sih...kenapa jadi kayak gini..." kata Zee mengelus elus kepala Amel yang berada di bahunya...


yaa zee,Amel ,dan Maya berada di kursi penumpang ... dan Rakka yang duduk di kursi kemudinya sekilas melirik ke arah Zee dari balik sepion...


" kenapa bisa kayak gini sih may..." tanya Zee ke Maya...


" sebenarnya...."


flashback on.


setelah mengantar Zee pulang Maya berganti mengantar Amel... setelah sampai di depan rumahnya..


"tumben bokap gue pulang...." kata Amel melihat mobil papanya terparkir di halaman depan rumahnya...


" bokap loe pulang harusnya seneng dong..." kata Maya


" oke gue pulang ya... thanks udah anterin gue balik..." kata Amel ke Maya dan Amel keluar dari mobil...


Amel mendengar suara ribut ribut dari arah rumahnya....Maya yang mendengar suara ribut itu juga mengurungkan niatnya untuk melajukan mobilnya...


tak berapa lama keluar lelaki paruhbaya yang membawa koper yaa itu papa agung papanya amel..di temani perempuan yang seumuran dengan lelaki itu...


dan ada lagi wanita yang paruhbaya...yang tak lain mama Evi mama Amel...yang juga keluar dari rumah itu...


mama Evi tampak teriak teriak " pergi dari sini dasar laki laki baji**an.... tidak tau malu datang ke rumahku membawa simpananmu..." teriakan kekesalan tampak dari wajah mama Evi


" aku juga akan pergi dari sini...aku gak akan Sudi bersama wanita ja**ng sepertimu..." kata papa agung sambil memeluk pinggang wanita di sampingnya...


" papa mama...." teriakan Amel sambil menangis melihat kedua orang tuanya bertengkar....Maya yang melihat itu langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri Amel...


ketiga orang tua itu melihat ke arah Amel...


"Amel.." kata papa dan mama Amel bersamaan...mereka terkejut melihat Amel berada di sana...


" apa yang kalian lakukan..." kata Amel yang sudah menagis....


" Amel..." kata mama Evi yang berjalan mendekati Amel... " lihatlah papamu datang kesini bersama selingkuhannya ..mama sudah tak kuat bersama papamu...." kata mama Evi memegang tangan Amel...


" memang kenapa aku datang bersama selingkuhanku... kamu yang mulai dulu selingkuh di belakangku..." kata papa agung yang tak terima...


" kamu yang mulai dulu...karena kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu... hingga kamu lupa kalau kamu punya keluarga..." kata mama Evi


" alasan saja...kamu..." kata papa agung terpotong.


" cukup..." teriakan Amel membuat kedua orang tuanya melihat ke arahnya...


" pa dia siapa...?" tanya Amel menunjuk ke arah wanita yang dekat dengannya...


" perkenalkan aku Dona... kekasih papamu..." kata wanita itu.amel terkejut melihat wanita itu... bukan hanya Amel...maya pun juga terkejut akan wanita bernama Dona itu..


" apa...kamu..." kata Amel mendekati papa dan Tante Dona..


" Amel...papa bisa jelaskan...papa dan mama akan bercerai...itu kesepakatan kami.." kata papa agung yang membuat Amel berhenti melangkah...


" kenapa kalian bercerai... lalu aku bagaimana..." kata Amel yang melihat mama dan papanya bergantian...


"kamu akan ikut dengan mama..." kata mama Evi...


" papa akan mengirimi kamu uang tiap bulan Mel..." kata papa


" aku gak butuh uang kalian...aku cuma butuh kalian..." kata Amel...


" tapi kami sudah tidak bisa bersama lagi...kami tidak saling cocok...kami tidak saling mencintai..." kata papa agung


" lalu dia.." kata Amel menunjuk ke Arah Tante Dona...


" di kekasih papa...kami saling mencintai.." kata papa agung... Amel tersenyum sinis..


" kalian saling mencintai..." kata Amel tersenyum sinis.. " Tante kenapa bukan laki laki lain...kenapa harus papa Amel yang jadi target Tante..." kata Amel...


"bicara apa kamu..." kata papa agung..


" ternyata anak dan ibunya sama saja..." kata Amel tersenyum sinis...

__ADS_1


" apa maksudmu..." kata Tante Dona yang tak mengerti...


" ternyata Marsela menjadi ja**ng dan merebut kekasih temanku...itu turunan dari Tante... anak sama mama sama sama ja**ng..." kata Amel...


plaaaakkk....


tamparan mendarat di pipi Amel...yaa papa agung menampar Amel...


" kamu jadi anak jangan kurang ajar ya..." kata papa agung yang marah...


" hey kamu...jangan pernah menampar anakku..."teriakan mama Evi yang berjalan mendekati Amel...dan memeluk Amel..


Amel masih memegang pipi kirinya karena di tampar sama papanya... Amel begitu sakit hati...karena pertama kalinya papanya menamparnya...


Amel yang tau papanya tak pernah kasar padanya ... kini dia menapar anak perempuannya itu...


" aku gak..." kata papa agung yang tersadar karena menampar anak perempuannya...


" papa jahat...aku benci papa..." teriak Amel sambil menagis...dan melepas pelukan mamanya dan berlari meninggalkan kedua orang tuanya,dan Dona...


Maya yang melihat Amel berlari langsung mengejarnya...dan kedua orang tua Amel memanggil manggil nama Amel...tapi Amel tak berhenti dan terus berlari...


Maya mengejar Amel hingga ke jalan raya...." Mel berhenti mel..." kata Maya yang masih berlari mengejar Amel...


" Mel...loe mau kemana..." kata Maya yang sudah meraih tangan Amel...


" lepasin gue..." kata Amel yang mengenaskan tangan Maya dan masuk ke taksi yang berhenti di depannya...


taksi itu melajukan ke arah jalan ramai... Maya yang melihat sahabatnya itu di penuhi dengan amarah juga menghentikan taksi dan menyuruh supir taksi itu mengikuti taksi Amel... hingga taksi itu berhenti di sebuah club malam....


flashback off..


Zee yang mendengar cerita Maya langsung menagis dan memeluk Amel...


" kenapa harus papa loe yang jadi target mereka..." kata Zee sambil meneteskan air matanya...


" pasti loe sangat menderita...maafin gue yang gak bisa ngertiin loe.." kata Zee lagi...


" Zee..." kata Maya yang juga memeluk Amel...Rakka yang melihat di balik sepion juga merasa kasihan dan sedih...


" loe yakin..." tanya Maya memastikan...


" gue yakin...orang tua gue pasti ngerti..." kata Zee....


Zee berjalan ke arah pintu dan di ikuti Rakka yang mengendong Amel... dan Maya


" ada apa ini..." tanya bunda yang melihat Zee masuk dan Rakka mengendong Amel...


" Bun...nanti Zee jelaskan... Zee mau mengurus Amel dulu..." kata Zee yang berjalan ke arah kamarnya yang di ikuti Rakka ...


Maya yang melihat calon mertuanya itu langsung mengahapiri kedua mertuanya itu dan mencium tangan mereka...


" ada apa may..." tanya bunda...


" nanti may jelasin Bun... sekarang may ijin kesana dulu..." kata Maya dan bunda mengangguk...


setelah Rakka membaringkan Amel di ranjang Zee...Zee langsung melepas sepatu yang di pakai Amel dan menyelimuti Amel..


Rakka mengamati Zee yang tampak sedih...dan tak berapa lama Maya masuk ke kamar Zee...


"makasih ya ka udah bantuin kita..." kata Maya..


" iya..sama sama..." kata Rakka... Zee melihat ke arah Rakka... dia hampir melupakan ke beradan Rakka..


" makasih yaa ka.." kata Zee melihat Rakka..


" iya..." kata Rakka.. setelah itu Zee kembali melihat Amel yang tertidur....


Rakka mengamati setiap sudut ruangan kamar Zee... dia melihat kamar yang berwarna biru muda yang tertata rapi... dan mata Rakka tertuju ke arah rak yang terbuat dari kaca...dan di rak itu di penuhi dengan boneka Minion...


"oh ternyata dia menyukai boneka Minion..." batin Rakka sambil tersenyum


Zee kembali melihat Rakka yang tampak senyum senyum sendiri..." Rakka..." panggilan Zee membuyarkan lamunan Rakka..


". ah iya ." kata Rakka yang tersadar dari lamunannya dan melihat ke arah Zee...

__ADS_1


" mending loe pulang aja...ini udah malem.." kata Zee...


" lo ngusir gue .."kata Rakka


" bukan...besok pagi Loe kan mau ke berangkat ke Amerika..."


" terus..."


" ya. ini udah malem...loe pulang aja..paking paking sana..."


" oke..tapi loe gak nganter gue..."


" loe kan bawa mobil..." Zee kebingungan


" maksudnya itu...loe gak nganter Rakka sampek ke depan..." jelas Maya


" oh iya... gue anter ke depan...." kata Zee dan Rakka berjalan ke luar kamar Zee dan di ikuti Zee..


sebelum pulang Rakka berpamitan ke kedua orang tua Zee dan mencium tangan mereka berdua...


.


.


.


kini Zee berada di teras depan rumahnya...


" gue pulang dulu..." kata Rakka...


" iya ati ati..." kata Zee


" loe gak mau kasih gue sesuatu..." tanya Rakka...


" apa.." tanya Zee yang kebingungan ...Rakka mengarahkan tangannya memegang pipinya... zee yang paham maksud Rakka..yaitu menyuruh Zee menciumnya


" Ogah" kata Zee...


"la kenapa..."kata Rakka...


" gue gak mau nyium pacar orang trus di sebut pelakor..."


" loe bukan pelakor... loe tunangan gue..."


" yaa tetep aja...loe kan masih punya pacar.."


" baiklah....kalau gue udah mutusin dia gue gak hanya minta ciuman yaa..." kata Rakka tersenyum jail...


" apa sih loe.." kata Zee yang memukul lengan Rakka karena malu...


Rakka mendekap tubuh kecil Zee..dan memeluknya...


" jadilah gadis baik.." kata Rakka melepas pelukannya dan mencium kening Zee...


Zee yang mendapat perlakuan itu hanya diam mematung...


" aku pulang dulu .." kata Rakka yang menyadarkan lamunan Zee...


" iya ati ati...." kata Zee.... Rakka masuk mobil dan melajukan mobilnya keluar dari perkarangan rumah Zee..


.


.


.


.


.


.


.


.🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2