
terkadang orang yang selama ini kita jaga,belum tentu dia akan menjadi jodoh kita.dan tak lain,menjaga jodohnya orang.
lelaki muda nan tampan yang sedang menyadarkan punggungnya di sandaran ranjang itu,nampak tersenyum melihat gadis yang kini membelakanginya dan mengupas buah jeruk.
yaa dia lelaki tampan itu adalah ganendra dan gadis muda itu adalah Zee mantan kekasihnya.
senyum terukir indah di bibir ganendra,karena dia bahagia.zee hari ini datang dan mengurusnya.
inilah yemi yang milik ganendra,inilah Zee yang lemah lembut
yang selama ini ganendra kenal.
Zee berbalik badan dan berjalan ke arah ganendra,jujur saja Zee sudah muak saat melihat senyum mantan kekasihnya itu.
senyum yang pernah menjadi penyemangat dalam hidupnya,senyum tampan lelaki yang pernah di cintainya
" makanlah" kata Zee menyerahkan jeruk yang sudah di kupas,dan di taruh piring.
" terimakasih" kata ganendra yang menerima piring yang berisikan jeruk itu dan di taruh di atas pahanya.
ganendra tersenyum saat hendak memakan salah satu jeruk.
" kamu tak pernah berubah,kamu selalu mengupas jeruk hingga bersih seperti ini" kata ganendra setelah itu memasukkan satu jeruk ke dalam mulutnya.
Zee hanya diam,dan melihat ganendra memakan jeruk yang ia kupas.
" terimakasih,kamu sudah datang menjenguk ku." kata ganendra yang kembali melahap jeruk.
" apa loe bahagia,gue datang kesini?" tanya Zee basa basi,yang sebenarnya dia sudah malas berbicara dengan ganendra.
" aku sangat bahagia,apalagi kamu datang mengurusku" kata ganendra antusias.tapi senyum sinis terlihat di wajah Zee.
" sayangnya gue terpaksa datang kesini" akhirnya kata tajam dari mulut gadis itu keluar,sungguh membuat pudarnya kebahagiaan orang.yaa itulah yang kini di alami ganendra,senyumnya langsung pudar saat mendengar perkataan Zee.
" itu juga keinginan mama loe,biar gue bisa bujuk loe makan.kalau mama loe gak minta tolong ke gue,gue gak bakal mau ketemu sama loe"kata Zee tanpa melihat ke arah ganendra.
ganendra tak percaya,jika gadis yang dulu begitu lembut.sekarang bermulut tajam,dan berhati dingin.
" kata - kata itu menyakitkan" kata ganendra menatap sendu ke arah Zee,tapi Zee mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" bagus,jika menurutmu itu menyakitkan" kata Zee yang berbalik badan dan hendak pergi.tapi lengannya di cekal oleh ganendra.
" apa kita bisa bicara" kata ganendra,Zee terkejut tak percaya.jika lelaki ini bisa separuh sekarang.
yaa sangat rapuh,membuat hatinya tak tega jika meninggalkannya.tapi dia juga sadar,jika lelaki inilah yang membuatnya menjadi Zee yang sekarang.zee yang bermulut tajam,yaa itulah Zee sekarang.
" sekali ini saja" kata ganendra yang memohon,Zee melepaskan cekalan tangan ganendra dan dia menghembuskan nafas kasarnya.
Zee duduk di kursi dekat ranjang,matanya melihat tajam ke arah mantan kekasihnya itu.
" apa?katakan" kata Zee yang menatap tajam ke arah ganendra dengan menyilang kedua tangannya di atas dada.
ganendra tampak tersenyum melihat tingkah Zee yang menurutnya seperti dulu,ya jika Zee marah atau merajuk dia akan melipat tangannya di dada.
" kenapa malah tersenyum" tanya Zee dengan tatapan binggung.
" kamu gak berubah," kata ganendra membuat Zee menatap tajam ke arahnya.
" cepat katakan,jangan basa basi" kata Zee yang nampak sudah mulai kesal dan hendak berdiri tapi ganendra menghentikannya.
__ADS_1
" maaf,baiklah aku akan mengatakan" kata ganendra membuat Zee Duduk kembali dan melepaskan cekalan ganendra.
" jangan pernah loe nyentuh gue,dengan tangan kotor loe" kata Zee saat melepas cekalan tangan ganendra.
" maaf" kata ganendra yang menjauhkan tangannya dari Zee,
" maafkan aku" kata ganendra,Zee hanya melihat tanpa ekspresi.
" harusnya waktu itu aku menjelaskan langsung,tapi aku terlalu berambisi untuk pergi mengejar mimpi" kata ganendra,tapi Zee masih terdiam.
" aku tahu,apa yang kamu lihat itu yang akan menjadi kebenarannya.tapi itu semua gak bener,itu semua gak seperti yang kamu lihat
" kata ganendra yang terkejut karena Zee berdiri dari duduknya,
" sepertinya pembicaraan ini gak penting,gue pamit.tolong bilangin ke mama loe,jangan sering hubungi gue.cuma gara gara suruh bujuk loe makan dan loe,jangan seperti bayi.makan aja harus di bujuk" kata Zee yang berbalik badan dan hendak berjalan.
" kenapa? kenapa kamu tak pernah mau mendengarkan penjelasan ku.kenapa kamu egois?" kata ganendra saat Zee hendak pergi
membuat Zee berbalik badan dan melihat ke arah ganendra " karena penjelasan loe tak akan merubah apapun." kata Zee tenang.
" kenapa? apa karena dia,kamu tak ingin mendengarkan penjelasanku" kata ganendra yang meninggikan suaranya.
" apa maksud loe?" kata Zee tak mengerti apa yang di katakan Ganendra.
" apa karena Rakka,kamu tak ingin mendengarkan penjelasan ku.kenapa?" kata ganendra yang nampak berteriak karena frustasi.
" ini tidak ada hubungannya dengan dia" kata Zee yang nampak sudah mulai tak nyaman berbicara dengan ganendra,dia merasa perasaannya sedari tadi tak tenang.seprti akan terjadi sesuatu,
" kenapa? apa kamu mencintainya" tanya ganendra yang nampak terlihat akan marah.
" itu bukan urusan loe" ketus zee membuat ganendra kesal.
"jadi tinggalkan dia,dan kembalilah bersamaku" kata ganendra lembut membuat Zee benar benar kesal di buatnya.
" meskipun dia tahu gue pernah ada hubungan sama loe,meskipun gue cuma mainan dia,meskipun gue bakal di tinggalin.gue gak akan pernah mau balikan sama loe,meski di dunia ini cuma ada loe.gue pilih sendiri,dari pada sama loe bren***k" teriakan Zee yang sudah benar benar marah,ganendra terkejut dengan apa yang di katakan zee.hatinya benar benar sakit,ternyata gadis ini benar benar sudah berubah.
" meskipun suami gue bakal ninggalin gue,tapi gue bersyukur karena sedari awal suami gue gak pernah bohong sama gue.gak kayak loe,loe tu bener - bener orang breng**k yang gue temui.loe mau jelasin kayak apa,gue udah muak sama loe " teriakan Zee yang berbalik badan,dan berjalan meninggalkan ganendra yang menatap sendu ke arahnya.
" yemi" kata ganendra pelan,membuat Zee yang hendak membuka pintu.
" oh iya,jangan pernah loe panggil gue dengan sebutan yemi,karena gue muak denger loe dan keluarga loe selalu manggil gue gitu.dan jika loe mau kasih tahu ke suami gue,silahkan.gue gak peduli" kata Zee yang membuka pintu,
betapa terkejutnya ,dia melihat suaminya berada di dekat pintu.dengan tatapan yang sulit di artikan,
" ka ka kamu kenapa disini?" kata Zee yang sangat gugup,dengan cepat Zee mengusap air matanya.
dia melihat sekeliling,selain ada rakka.juga ada Maya,Ary,dan keluarga ganendra.
Zee melihat ke arah Maya,tapi sahabatnya itu nampak diam.dan hanya memberikan kode mata,tapi Zee tak mengerti.
Rakka masih terus melihat ke arah istrinya itu,Zee kembali melihat ke arah suaminya itu.
apa yang di pikirkan lelaki itu,hanya dia dan Tuhanlah yang tahu.
" yemi" panggil Farhan membuat pandangan Zee teralih,Zee melihat ke arah farhan.sepertinya gadis itu kembali terlihat marah.
" jangan pernah sebut nama itu lagi,aku muak mendengarnya" teriakan Zee yang kembali meneteskan air matanya,membuat semua orang di situ terkejut.
setelah itu dia berlari meninggalkan semua orang,Maya yang melihat sahabatnya berlari.langsung mengejarnya,
__ADS_1
" Zee" teriakan Maya sambil mengejar sahabatnya itu.
berbeda dengan Maya yang langsung mengejarnya,Rakka masih diam dan hanya melihat ke arah Zee berlari.
flashback on.
Rakka POV .
aku dan Ary keluar dari lift dan berjalan menyusuri lorong di lantai 5 itu.
langkahku semakin cepat saat melihat di depan ruangan sahabatku nampak banyak orang,bukan hanya keluarga ganendra tapi di situ ada Maya,sahabat dari istriku.
" Rakka" kata Farhan yang terkejut,bukan hanya farhan.tapi yang lain,termasuk Maya terkejut melihatku datang.
" dimana istriku" tanyaku tertuju ke arah Maya sahabat istriku itu,nampak jelas dia gugup dan ketakutan.apa aku semenyakitkan itu?,mungkin iya.
" dimana?" tanyaku lagi,tapi Maya masih terdiam.
" yemi ada di dalam" kata mama Mira,aku langsung menoleh ke arah tante Mira.rasanya aku tak suka mendengar panggilan itu,
" yemi?" kataku dengan melihat tante Mira,karena aku tak suka mendengar dia menyebut nama itu.
" iya,dia" kata tante ana yang belum selesai.karena aku hendak membuka pintu kamar itu,tapi langkahku terhenti karena Maya yang menghentikaku.
" tolong tunggulah dulu" kata Maya,membuatku tak suka.iya,karena aku adalah Rakka,apa yang aku inginkan harus terwujud,dan tidak ada yang boleh menghalangiku.
aku kembali hendak membuka pintu itu,mengabaikan perkataan maya.pintu itu ku buka sedikit.aku mengurungkan niatnya saat mendengar Zee ingin berpamitan.
aku mendengar semua perbincangan istriku dan sahabatku.hatiku bahagia mendengar semua yang di katakannya,tapi tiba tiba hatiku sakit saat ganendra bertanya.apa dia mencintaiku,jawabannya tak sesuai harapanku.
apa benar dia masih mencintai sahabatku dan tak mencintaiku.padahal aku sudah jatuh cinta sama dia,hati membuatku tak bisa berfikir .
saat dia membuka pintu,dia nampak terkejut melihatku .aku tak tahu,aku harus bagaimana.aku kecewa dengan jawaban saat di tanya ,mencintaiku atau tidak .
tapi aku kasihan melihatnya,begitu rapuh.aku ingin sekali memeluknya,tapi tubuhku tak bisa di gerakkan.aku hanya bisa diam melihatnya,
saat dia pergi meninggalkanku,aku ingin sekali mengejarnya.tapi tubuhku tak bisa di gerakkan. akhirnya aku hanya bisa melihat ke pergiannya,mungkin dia membutuhkan waktu untuk sendiri.
telingaku sangat sakit dan aku tak terima,saat papa sahabatku itu menjelek-jelekkan istriku.
" lihatlah,gadis itu tak punya sopan santun.apa gak pernah di didik sama orang tuanya,sudah menyakiti anakku.sekarng tak sopan,dasar kurang ajar." kata papa ganendra,membuat amarahku memuncak.
" jaga ucapan anda tuan Jayati,dia istriku." kataku geram,membuat semua orang disana terdiam.termasuk papanya ganendra.
sepertinya kata kataku itu membuat semua orang disitu terdiam,ya pasti terdiam.karena 50% saham di perusahaan mereka adalah milikku,jadi mereka tak berani membantahku.
" Ary,ayo pergi" kataku berjalan meninggalkan keluarga sahabatku itu.
flashback off
.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak ya ya kakak🙏🏻🙏🏻