
" akhirnya berakhir juga..." kata Amel yang merentangkan tangannya...
yaa hari ini adalah hari terakhir ujian sekolah...
berbeda dengan Amel yang nampak bahagia karena ujian telah berakhir...Zee masih terdiam di tempat duduknya... jari imutnya itu mengetuk ketuk meja dengan pulpen yang dia pegang...
pandangan Zee masih lurus ke depan...sepertinya gadis itu memiliki banyak pikiran di kepalanya...
" Zee" panggilan Maya dan tepukan di pundaknya membuat Zee tersadar dari lamunannya...
" ada apa..." kata Zee yang menoleh ke arah Maya...
" gue tahu loe gugup...tapi loe harus tenang..." kata Maya...dan Zee hanya mengangguk...
yaa Zee merasa gugup karena besok adalah hari pernikahannya dengan Rakka..hari dimana dia akan berganti statusnya yang awalnya lajang menjadi seorang istri...
" sepertinya di luar banyak sekali wartawan yang nunggu loe Zee..." kata Amel melihat ke jendela...
yaa berita tentang pernikahan Rakka dan Zee sudah tersebar luas...hingga kini menjadi trending topik para stasiun tv..
Zee hanya menoleh ke arah Amel sambil menghembuskan nafas kasarnya .." gue bakal ganti status" rengek Zee yang kini melihat ke arah Maya...
"yang sabar yaa...." kata Maya tersenyum...
" jangan gugup gitulah Zee..cuma ganti status doang...apa masalahnya..." ceplos Amel menghampiri Zee...
" apa masalahnya...loe gak mikir masak umur masih kecil gue udah jadi istri aja...loe juga tahu gue pengen nikah umur berapa...?" kata Zee melotot ke arah Amel...
" masih kecil apaan coba..kecil jarinya doang..." kata Maya yang ikut ikutan...
" loe kok juga ikut ikutan sih..." kata Zee melihat ke arah Maya...
" siapa yang ikut ikutan...kenyataan kali..." kata Maya yang membuat Zee memanyunkan bibirnya...
" ayo balik...loe harus siap siap...kita nantikan bakal nginep di hotel..." kata Maya yang beranjak berdiri...dan berjalan keluar kelas...di ikuti Zee dan Amel...
.
.
.
ketiga gadis itu berjalan menyusuri lorong sekolah...langkah mereka terhenti saat melihat sosok wanita paruh baya yang sedang duduk di kursi taman...
Zee menatap wanita paruh baya itu...yang tersenyum melihat ke arahnya...wanita paruh baya itu berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Zee...
Zee dan kedua sahabatnya hanya berdiri dan terdiam melihat wanita paruh baya itu menghampiri mereka...
" apa kabar yemi.." kata wanita paruh baya itu yang tersenyum ke arah Zee...Zee masih diam dan menatap wanita paruh baya yang di hadapannya...
senggolan di lengannya membuat Zee tersadar dari diamnya...
" panggil saya Zee... bukan yemi..." kata Zee melihat ke arah wanita paruh baya itu...
" ada apa Tante kesini..." tanya Zee tanpa basa basi ke arah Tante...yaa Tante Mira,mama dari ganendra....
" oh baiklah Zee...apakah Tante bisa bicara berdua dengan kamu Zee.." kata Tante Mira...
"bicara disini saja..." kata Zee yang masih melihat ke arah Tante Mira... Tante Mira melihat ke arah Amel dan Maya bergantian...
" mereka sahabat saya...jadi silahkan Tante bicara..." kata Zee yang tahu jika Tante Mira melihat ke arah kedua sahabatnya...
" baiklah ..Tante akan bicara disini..." kata Tante Mira yang kini melihat ke arah Zee...dan Zee hanya diam dan menatap Tante Mira...kedua sahabat Zee juga ikut diam dan melihat ke arah Tante Mira...
" bisakah Tante minta tolong..." kata Tante Mira dan Zee masih diam dan melihat ke arah Tante Mira...
" bisakah kamu menemui gaga..." kata Tante Mira dan Zee menghembuskan nafas kasarnya....
" maaf saya gak bisa...permisi..." kata Zee yang hendak berjalan...tapi langkahnya terhenti saat Tante Mira melanjutkan perkataannya...
" gaga sakit dan dia tidak mau makan...Tante mohon temuilah dia sekali saja...dan tolong bujuklah dia agar dia mau makan..." kata Tante Mira yang meneteskan air matanya...
Zee kembali melihat ke arah Tante Mira...dia melihat Tante Mira yang menangis...sosok orang tua yang dulu begitu menyayanginya dan mamanjakannya ... bukan hanya dulu...sekarang pun tetap sama...Tante Mira begitu menyayangi Zee seperti anaknya sendiri...
__ADS_1
" Tante mohon..." kata Tante Mira yang menangis dan hendak bersujud tapi terhenti karena Zee menahannya...
" jangan melakukan itu Tan..." kata Zee yang memegang lengan Tante Mira agar tidak sujud...
Tante Mira melihat ke arah Zee...wanita paruh baya yang mengeluarkan air mata.wanita paruh baya yang memohon ke Zee...
" Tante mohon..." kata Tante Mira sambil melihat ke arah Zee...Zee masih terdiam dan melihat ke arah Tante Mira....
" Zee..." panggil Maya yang menepuk pundak Zee...membuat Zee tersadar dari diamnya...
Zee menoleh ke arah Maya dan Amel bergantian...Maya mengangguk dan Amel diam tanpa ekspresi...
" baiklah Zee akan menemuinya...tapi..." kata Zee terpotong...
" tapi apa...katakan nak.." kata Tante Maya
" kedua sahabatku juga ikut..." kata Zee bergantian melihat Amel dan Maya...
Tante Mira langsung mengangguk dan tersenyum...
" iya .." kata Tante Mira yang tersenyum...
.
.
.
.
.
.
Zee dan kedua sahabatnya berjalan mengikuti Tante Mira yang memasuki rumahnya...rumah yang begitu mewah...tapi masih mewah rumah Rakka...
langkah mereka bertiga terhenti saat berada di ruang tamu rumah itu...
" adik yemi..." kata salah satu lelaki yang umurnya sekitar 25 tahun...lelaki itu berdiri dan berjalan menghampiri Zee...
Zee hanya diam dan melihat ke arah lelaki itu...
" apa kabar..." kata lelaki yang hendak memeluk Zee...tapi dengan cepat Zee menghindarinya... ya lelaki itu adalah Farhan kakak ganendra...
Farhan yang mengerti Zee menghindarinya dia langsung mengerti kenapa Zee seperti itu...
" kamu ingin menemui aga..." kata Farhan dan Zee mengangguk...
berbeda dengan Farhan yang bahagia,lelaki yang duduk di sofa masih melihat ke arah Zee dengan tatapan tak suka ..yaa lelaki paruh baya itu adalah Dendi Jayati, papa ganendra...
dan wanita yang sedang duduk di sofa juga hanya diam.. iya dia istri dari Farhan...dia juga diam karena tidak mengerti apa apa...
" oh iya sayang sini..." kata Farhan yang memanggil istrinya...dan wanita itu berdiri dan berjalan menghampiri suaminya...
" oh iya adik yemi...." kata Farhan terpotong...
" panggil aku Zee..." kata Zee membuat Farhan mengerti...
" oh iya ..adik Zee kenalin ini istri kakak namanya Sarah...dan Sarah kenalin ini Zee ke.." kata Farhan terpotong
" saya Zee bukan siapa siapa ..." kata Zee yang memotong perkataan Farhan...membuat Farhan terkejut....pasalnya sifat Zee berubah..buka Zee yang lembut dan sopan...
" saya disini cuma sebentar,jadi saya bisa menemuinya sekarang..." kata Zee melihat ke arah Tante Mira...
" oh iya bisa nak ..ayo Tante antar..." kata Tante Mira berjalan,Zee dan kedua sahabatnya mengikuti Tante Mira...
Zee dan kedua sahabatnya berjalan menaiki tangga mengikuti Tante Mira ..kedua orang yang berada di ruang tamu melihat ke arah mereka...tapi tatapan papa ganendra menahan melihat Zee yang berjalan itu...
" lihatlah dia,sudah menyakiti hati anakku dan sekarang tidak sopan..." kata om Dendi sambil tersenyum sinis dan melihat Zee berjalan...
yaa om Dendi awalnya juga begitu menyayangi Zee...dan merasa sedih dengan kesalah pahaman Zee dan ganendra... tapi setelah mendengar Zee akan menikah dengan sahabat anaknya...dia begitu marah dan menganggap Zee menyakiti dan menghianati anak bungsunya itu.yang berjuang untuk dia...
.
__ADS_1
" sayang,lihatlah siapa yang datang..." kata Tante Mira yang bahagia sambil berjalan memasuki kamar...
ganendra yang sedari duduk di sofa sambil menatap jendela kini menoleh ke arah mamanya itu...
matanya membulat sempurna saat melihat sosok wanita yang kini di rindukan....
" yemi..." kata ganendra yang melihat ke arah Zee yang sedang berdiri di apit kedua sahabatnya...
dengan cepat ganendra berjalan menghampiri Zee...ganendra tersenyum bahagia melihat sosok wanita yang masih ada di dalam hatinya itu...
Zee masih terdiam menatap lelaki yang dulu dia cintai itu...wajah lelaki itu nampak pucat dan badan yang sepertinya semakin kurus...tapi tak membuat ketampanannya menghilang...
" ya sudah mama tinggal dulu yaa..." kata Tante Mira yang keluar dari kamar ..
" gue sama Amel tunggu di luar yaa..." kata Maya yang menyeret Amel karena Amel nampak tak ingin pergi dari samping Zee...
hingga akhirnya Zee dan ganendra masih saling diam dan masih saling menatap...
jujur Zee merasa bersalah karena beberapa hari yang lalu dia berkata kasar ke ganendra..
" kenapa kamu datang kesini..." tanya ganendra yang tersenyum ke arah Zee...
" mamamu yang menyuruhku kesini..." kata Zee ...Zee melihat ke arah meja yang nampak makanan yang masih utuh...
" apa kamu belum makan...?" tanya Zee melihat ke arah meja...
" nanti aku akan memakannya..." kata ganendra yang tersenyum
" duduklah...aku akan menyuapimu..." kata Zee yang berjalan dan duduk di sofa...ganendra yang melihat itu juga ikut duduk di sebelah Zee..
" nanti aku akan memakannya...sekarang aku masih kenyang..." tolak ganendra
" jangan banyak bicara,buka mulutmu...apa kamu mau badanmu seperti cacing" kata Zee yang menyodorkan sendok yang berisi nasi ke arah ganendra...
ganendra langsung melahap suapan yang Zee berikan...dia tersenyum mendengar perkataan Zee yang sama seperti dulu...
" kenapa kamu tersenyum..." tanya Zee yang sedari tadi melihat ganendra tersenyum dan menatapnya..
" kamu sama seperti dulu...kamu akan mengatakan badanku akan seperti cacing jika aku tidak makan..." kata ganendra yang mengingat...dan Zee hanya dia dan kembali memberikan suapan ke ganendra...
" kamu masih memperdulikan ku..." kata ganendra yang masih menatap Zee...tapi Zee masih diam dan tak melihat ke arah ganendra...
" aku tahu...aku masih ada dalam hatimu..." kata ganendra lagi...
" aku kesini karena permintaan mamamu...karena aku tak mau melihat mamamu menangis di hadapanku..." kata Zee yang menaruh mangkok yang sudah isinya sudah kosong...
ganendra yang mendengar perkataan Zee merasa sedih..
" kenapa kamu berubah..." kata ganendra...Zee yang mendengar perkataan ganendra hanya tersenyum sinis...
" karena setiap orang perlu berubah...apalagi orang yang pernah di hianati.." kata Zee..ganendra yang mendengar perkataan Zee hanya bisa diam...
" mengenai kejadian waktu itu...sebenarnya...." kata ganendra terpotong...
" sepertinya aku disini sudah terlalu lama...jadi aku permisi..." kata Zee yang beranjak dari duduknya...
Zee hendak melangkahkan kakinya tapi tangannya di tahan oleh ganendra....
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak yaa kakak...🙏🙏🙏
__ADS_1