
Zee terbangun dari tidurnya,karena merasakan ada yang berat di bagian perutnya.
matanya mengerjap beberapa kali,dan akhirnya dia fokus melihat ke arah perutnya.
ternyata di atas perutnya ada sebuah lengan,dan kini dia beralih ke samping melihat siapa yang berada di sampingnya.
ya di tersenyum melihat suaminya yang kini tertidur lelap dan memeluk tubuhnya yang mungil itu.
Zee terus mengamati setiap inci wajah suaminya yang begitu tampan,wajah yang mampu membuat semua wanita tergila-gila saat melihatnya.
tanpa Zee sadari tangannya kini menyentuh pipi Rakka dengan lembut
" lihatlah,karena kamu terlalu tampan.jadi banyak yang menyukaimu kan" kata Zee pelan,dengan tangan yang masih mengelus-elus pipi suaminya itu.
"apa aku benar-benar sangat tampan" kata Rakka yang membuka matanya,membuat Zee terkejut.pasalnya dia masih mengusap-usap pipi suaminya itu.
Zee yang terkejut mencoba menjauhkan tangannya dari wajah tampan suaminya itu,tapi sebelum itu Rakka terlebih dahulu mencekal tangannya dan kembali menempelkan telapak tangan Zee di pipinya.
" sangat nyaman" kata Rakka yang kembali menutup mata,karena merasakan begitu nyamannya belaian istrinya itu.
"Rakka" panggil Zee yang masih mengamati wajah tampan suaminya itu.
" Hhmm"
" kapan kamu pulang" tanya Zee,membuat Rakka membuka matanya.
" barusan" jawab Rakka yang kini memandangi wajah istrinya itu.
" oh" kata Zee yang melepaskan telapak tangan yang di tadi pegang Rakka.
"mana yang sakit?" tanya Rakka ,membuat Zee kebingungan.
" hah,yang sakit?" tanya Zee yang kebingungan.
" iya,kata Ary kamu sakit" tanya Rakka yang kini duduk dam melihat Zee yang masih terbaring di tempat tidur.
" oh,itu.tadi kepalaku pusing,tapi sekarang udah enggak kok.kan udah tidur" kata Zee yang sudah mengingat kenapa dia tadi pulang duluan.
" oh, benarkah udah gak sakit" kata rakka yang tiba-tiba menindih tubuh zee.untuk sesaat Mata mereka saling bertatapan,hingga salah satu tangan Rakka bermain di kancing dada istrinya itu,yang membuat Zee tersadar dari lamunan dan tatapan mata suaminya itu.
" kamu mau apa?" kata Zee yang mencoba meronta-ronta.
__ADS_1
" menurutmu" kata Rakka yang di ikuti senyum yang menakutkan,Zee yang tahu maksud perkataan suaminya itu.mencoba untuk mendorong tubuh suaminya itu,tapi tenaganya kalah dari suaminya.
" Rakka,aku lagi gak mood" kata Zee yang mencoba memelas agar Rakka tak melakukan apa yang dia ingin lakukan.
" tapi aku ingin,sayang" kata Rakka yang masih enggan melepas zee.membuat Zee mendengus kesal..
" kenapa?, tumben gak mood lihat wajah tampanku?" tanya Rakka yang melepaskan tindihannya dan kini duduk di pinggir ranjang.
" gak papa" ketus Zee yang juga duduk lalu berdiri di sebelah ranjang.rakka hanya mengamati setiap gerakan yang di lakukan istrinya itu.
" kamu kenapa?" tanya Rakka yang kini memegang tangan istrinya yang hendak pergi.
" gak papa" jawab Zee yang masih ketus.
" kalau gak papa,kenapa ketus gitu?" tanya Rakka yang tau jika istrinya itu sedang merajuk.
" lagi gak mood aja,udah ah aku mau ke kamar mandi" kata Zee yang melepaskan pegangan tangan suaminya itu,dan berjalan pergi ke kamar mandi.
Rakka hanya bisa diam,dan melihat istrinya yang sudah masuk ke dalam kamar mandi itu.
20 menit...
mata Rakka tak henti-henti melihat istrinya yang keluar dari kamar mandi,dia melihat istrinya kini begitu seksi dengan handuk yang melilit tubuhnya itu.
tanpa kata-kata Rakka berjalan menghampiri istrinya itu,dan langsung memeluk istrinya dari belakang.
bukan hanya memeluk,kini Rakka mencium i leher jenjang istrinya itu,Zee yang merasa geli mencoba melepaskan pelukan suaminya itu.tapi nihil tenaganya lebih kuat darinya.
" Rakka,aku lagi gak mood" kata Zee yang masih mencoba melepaskan pelukan suaminya itu.
" masak,tapi tubuhmu mengatakan kalau kamu lagi mood sayang" goda Rakka yang masih setia melanjutkan aksinya.
"kalau kamu maksa gini,aku jadi kayak wanita malam aja" kata Zee yang masih berusaha melepaskan pelukan suaminya itu.rakka yang menghentikan aksinya saat mendengar istrinya mengatakan perkataan yang menurutnya gak masuk akal itu.
"kenapa kamu bilang kayak gitu?" tanya Rakka yang melihat Zee di balik cermin.
" ya kalau kamu maksa terus,sama aja aku seperti wanita malam yang harus melayani orang hidung belang kan" kata Zee yang melepaskan pelukan suaminya dan mengambil baju di lemari setelah itu berjalan ke kamar mandi.tapi saat hendak memasuki kamar mandi,langkahnya terhenti mendengar perkataan suaminya itu.
" aku ini suamimu,jadi wajar dong aku meminta hakku setiap waktu dan istri harus menurutinya" kata Rakka
"iya wajar,tapi suami harus ngerti dong kalau istri itu kalau lagi gak mood ya jangan di paksa" kata Zee setelah itu dia masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Rakka hanya diam dan terus menatap pintu kamar mandi,dan tak berapa lama dia keluar meninggalkan kamarnya.
tak berapa lama Zee keluar dari kamar mandi,dengan pakaian santainya.dia melihat sekeliling tak melihat suaminya di dalam kamarnya.
" harusnya aku gak bilang kayak gitu,pasti dia kecewa deh" gumam Zee yang berjalan,dan duduk di ranjang.
" Zee loe kenapa sih,harusnya loe gak bilang kayak gitu ke suami lo.bodoh bodoh banget si loe" geruntu Zee yang menyesali perkataannya tadi.
tak berapa lama,ketukan pintu membuyarkan lamunannya.dengan cepat Zee berjalan dan membuka pintu.
" ada apa?" tanya Zee setelah tau jika yang mengetuk pintu itu Ary.
" saya di suruh tuan untuk memberikan ini ke nona" kata Ary yang menyerahkan paper bag ke Zee,dan Zee menerimanya.
" ini apa?" tanya Zee yang kebingungan.
" itu gaun nona,untuk acara nanti malam" kata Ary
" nanti malam,memang mau kemana?" tanya Zee yang masih kebingungan.karena Rakka tak memberitahunya sama sekali.
" nanti akan ada pesta,semua atlit dari negara hadir.termasuk tuan,jadi ini gaun yang nanti nona pakai.dan sebentar lagi para perias akan datang,saya mohon nona bersiap-siaplah" kata Ary,Zee hanya menganggukkan kepalanya.
" dan satu lagi nona,tuan menyuruh saya memberitahukan ke nona.nanti tuan akan menunggu nona di mobil,permisi" kata Ary dan Zee hanya menganggukkan kepalanya.
" eh tunggu Ary,sekarang Rakka dimana?" tanya Zee yang membuat Ary menghentikan langkahnya.
" tuan di suatu tempat,katanya beliau ingin sendiri" kata Ary setelah itu kembali berjalan.
Zee hanya terdiam,dan menyadari kesalahannya yang dia baru saja lakukan.apa yang dia ucapkan,dia begitu menyesalinya.
.
.
.
..
.
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1