
pukul 9 pagi.
" loe yakin" tanya Maya yang kini sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" gue yakin" kata Zee sambil memainkan ponselnya.
" kayaknya suami loe tadi agak curiga deh" kata Maya yang masih fokus menyetir.
" ya,gue juga ngerasa gitu.tapi mau gimana lagi,gue pengen urusan ini cepet kelar.pusing gue" kata Zee yang kini memijat pelipisnya.
" harusnya,habis nikah loe menikmati bahagia.eh malah si mantan loe bikin ulah"ketus Maya yang sebenarnya juga sedikit risih.
" iya juga sih,tapi gue gak tega lihat mamanya mohon ke gue" kata Zee yang kini melihat ke arah jendela.
" gak tega lihat mamanya,apa gak tega sama anaknya" kata Maya membuat Zee menoleh ke arahnya.
" ya gak tega sama mamanya lah" kata Zee
" oke,gue percaya.tapi gue mau kasih tahu ke elo.sekarang loe udah nikah.semua hal loe harus terbuka sama suami loe,jujur itu penting dan satu lagi,mending loe kasih tahu ke suami loe tantang gaga.gue takut kalau dia tahu dari orang lain,dia bakal" kata Maya terpotong.
" sudahlah,kenapa sekarang loe jadi cerewet sih.gue bakal jujur ke dia,tapi gue butuh waktu" kata Zee yang menepuk pundak sahabatnya itu.
"baiklah,yang penting gue udah ngasih tahu ke elo" kata Maya yang tak ingin berdebat dengan calon adik iparnya itu.
Maya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,tanpa mereka sadari ada beberapa mobil mengikuti merek dari belakang.
.
.
.
.
berbeda dengan Zee,Rakka nampak fokus di ruang pribadinya dan menatap tajam ke arah asisten pribadinya yaitu Ary.
"kenapa kerjamu sekarang begitu lambat" kata Rakka menatap tajam Ary,dengan tangan yang memegang bulpen.dan mengetuk ketuk meja.
" maaf tuan muda" kata Ary sambil menundukkan kepalanya.
"apa aku membutuhkan kata itu" kata Rakka yang kini beranjak dari duduknya.membuat Ary sedikit gemetar,karena dia tahu.jika tuannya murka,akan jadi seperti apa dirinya nanti.
" katakan" bentakan Rakka membuat Ary langsung mengambil map yang ada di tas,yang sembari tadi dia pegang.
" ini tuan" kata Ary menyerahkan map itu,Rakka langsung menerimanya.kembali berjalan dan duduk di singahsananya.
" harusnya,apa yang kamu sembunyikan.aku pasti mengetahuinya,karena aku sudah mengenalmu sangat lama" kata Rakka sambil membuka map yang di berikan Ary tadi.
mata Rakka menyipit saat melihat beberapa foto yang dia pegang,yaa foto istrinya dan lelaki yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.ya dia adalah ganendra yang duduk berhadapan.
" apa ini?" tanya Rakka menatap tajam ke arah Ary.
" waktu itu,di restauran.nona bukan bertemu nona Amel,tapi " kata Ary terpotong,karena melihat raut wajah tuannya yang nampak marah.
" lanjutkan" kata Rakka yang kini melihat foto yang ia pegang.
__ADS_1
" tapi bertemu tuan Ganendra" kata Ary yang menyelesaikan perkataannya.
" ketemu ganendra?" tanya Rakka melihat ke arah Ary.
" iya tuan,dan ini" kata Ary menyerahkan amplop berwarna coklat.rakka menerimanya,dan membuka apa isi amplop itu.
mata Rakka membulat sempurna,saat melihat apa yang ada di dalam amplop coklat itu.
yaa di dalam amplop itu,terdapat foto anak SMA yang sedang berpelukan sambil tersenyum bersama.terlihat begitu bahagia.
"ini adalah foto nona dan tuan Ganendra waktu sekolah" kata Ary yang tahu apa yang di pikirkan tuannya.
Ary melihat wajah tuannya yang nampak sudah tak bersahabat.makanya Ary ingin semoga tuan mudanya tak menanyakan lagi perihal identitas mantan kekasih istrinya itu.
" ternyata mereka sudah kenal,tapi kenapa aku tidak mengetahuinya" kata Rakka yang kini melihat ke arah Ary dengan tatapan penasaran.
" mereka sudah mengenal saat nona masih kelas 1 SMA.dan" kata Ary tepotong.
" dan apa?" tanya Rakka melihat ke arah Ary
" dan mereka dulunya adalah sepasang kekasih" kata Ary yang membuat tamparan besar di wajah Rakka.
yaa Rakka begitu terkejut mendengar apa yang di katakan Ary,dia tak menyangka.jika istrinya pernah menjalin hubungan dengan sahabatnya.
" mereka menjalin hubungan hampir satu tahun,tapi hubungan mereka kandas.karena tuan Ganendra selingkuh dengan asisten pribadinya" jelas Ary
" tunggu,jadi orang yang di maksud ganendra selama ini adalah istriku" tanya Rakka,dan Ary mengangguk.
" tapi namanya" kata Rakka mengingat ingat nama yang sering di sebut sahabatnya.
" Yemima Zenie Damar,tuan" kata Ary yang mengingatkan nama istri tuannya.
" yaa,itu.yemima,ya nama depan itu yang sering ganendra sebut.hah,makanya aku sering dengar nama itu.nampak tak asing di telingaku" kata Rakka yang baru menyadari,nama depan istrinya yang selalu di sebut sahabatnya itu.
" ternyata dia gadis yang selama ini menjadi penyemangat sahabat gue" kata Rakka yang mengusap wajahnya dengan kasar,dia menyadarkan punggung di kursinya dan kini menatap ke arah langit langit ruangan itu.
dia tak percaya,jika gadis yang sekarang ini menjadi istrinya itu.adalah orang yang selama ini di cintai sahabatnya,sahabat yang sudah di kenal bertahun tahun.
dia juga baru menyadari,ternyata gadis itulah yang membuat ganendra pergi mengejar mimpinya.ya mimpi yang di inginkan gadis itu,
" tuan" panggil Ary yang membuyarkan lamunannya.
" iya" kata Rakka yang tersadar dari pikirannya,dan kembali melihat ke arah asisten pribadinya itu.
" tadi kamu bilang,mereka putus karena ganendra selingkuh?" tanya Rakka.
" iya tuan,nona melihat dengan langsung saat tuan Ganendra selingkuh." jelas Ary
"ganendra selingkuh" batin Rakka yang tak percaya,jika sahabatnya selingkuh.
" jika ganendra selingkuh,kenapa dia mengabulkan keinginan Zee" gumam Rakka yang kembali melamun.
" tuan" panggil ary
"iya, apa ada lagi?" tanya Rakka dengan tatapan yang sulit di artikan.
__ADS_1
" ada tuan,saya mendapatkan kabar dari mata mata yang mengikuti nona." kata Ary terpotong,karena melihat tuannya nampak tak bersahabat.
" lanjutkan" kata Rakka,Ary mengangguk
" nona dan sahabatnya menuju rumah sakit yang merawat tuan Ganendra" kata Ary
" apa" kata Rakka keras sambil mengebrak meja,membuat Ary terkejut.
" jadi,dia membohongiku" kata Rakka yang bapak marah,karena istrinya berbohong padanya.
" gadis itu" kata Rakka yang sudah murka,dia beranjak dari duduknya.
" ayo,antar aku menangkap kelinci yang tak penurut" kata Rakka yang berjalan mendahului asistennya,Ary hanya bisa mengangguk dan mengikuti tuannya dari belakang
" *inilah yang tidak aku harapkan,tuan itu orang yang sulit di tebak" batin Ary yang mengikuti Rakka.
" semoga,nona selamat" batin Ary lagi*.
.
.
.
Zee dan Maya sudah berada di lobi salah satu rumah sakit ternama di kota,
Zee menghembuskan nafas kasar saat memasuki rumah sakit itu,hingga mereka sampai di depan meja resepsionis rumah sakit.
" permisi" kata Maya yang mulai bertanya ke petugas resepsionis itu.
" iya,ada yang bisa saya bantu" tanya petugas wanita itu.
" saya mau bertanya,pasien atas nama ganendra Dwi Andara Jayati di ruangan mana ya?"
" oh iya,sebentar saya cek dulu" kata petugas wanita itu,dan tak berapa lama petugas itu kembali melihat ke arah Maya.
" tuan ganendra ada di ruang VIP nomor 5 yang berada di lantai 5" kata petugas wanita itu.
" oh iya,terimakasih" kata Maya,setelah itu kembali menghampiri Zee yang berdiri agak jauh darinya.
" udah?" tanya Zee yang nampak gelisah.
" udah,di ruang VIP" kata Maya,setelah itu mereka jalan ke arah lift dan menaikinya.
.
.
.
.
.
.terimakasih,jangan lupa tinggalkan jejaknya kakak
__ADS_1
dengan tekan tombol rate,like,vote and coment.