
hari berikutnya.
Zee mengerjakan matanya saat sudah terbangun,dia begitu kaget saat melihat sekeliling nampak bukan kamar miliknya atau milik suaminya itu..
" ini dimana" kata Zee yang terbangun dengan tangan memijat pelipis karena merasakan kepalanya pusing.
" tunggu,bukannya tadi gue di mobil ya mau berangkat ke Hongkong.tapi sekarang kok disini, jangan-jangan"kata Zee yang melihat sekeliling yang nampak ruangan yang berwarna putih.
Zee turun dari tempat tidur,dia berjalan ke arah pintu.dia membuka pintu dan melihat sekelilingnya,nampak begitu rapi dan semua serba berwarna putih.
" masak gue udah mati sih" gumam Zee yang keluar dari kamar yang tadi dia tempati.
dia bertanya-tanya kenapa semua ruangan berwarna putih,mulai dari cat tembok dan semua perabotan.
" nona sudah bangun" kata seseorang yang tiba-tiba muncul membuat Zee terkejut,
" kamu" kata Zee yang mengelus-elus dadanya karena dia terkejut melihat asisten suaminya sekarang berdiri di dekatnya.
"masak di surga juga ada asisten kayak gini"gumam Zee yang melihat Ary yang memakai baju berwarna hitam masih setia berdiri tak jauh darinya.
Ary terdiam melihat tingkah istri tuannya yang sangat mengemaskan itu,
"nona memang sangat imut,makanya tuan menjadi bucin" batin Ary yang melihat Zee dengan tatapan datarnya.
" ini dimana?,terus Rakka dimana?" tanya Zee dengan beberapa pertanyaan,
"ini di hotel tempat tuan menginap,nona.tuan sedang berada lantai bawah,berdiskusi dengan coach" jelas ary,Zee hanya mengangguk.
" aku pikir di surga" kata Zee cengengesan sambil melihat kanan kiri,Ary hanya melihat Zee dengan tatapan kebingungan.
" habisnya,tadi aku ada di mobil.eh bangun-bangun udah ada disini.jadi aku pikir ini di surga,soalnya tempatnya bagus banget" jelas Zee yang tahu jika asisten pribadi suaminya itu kebingungan.
" nona tadi tertidur,dan tuan yang mengendong nona saat hendak memasuki pesawat" jelas Ary membuat Zee terkejut tak percaya.
" maksud kamu,waktu aku tertidur Rakka menggendongku dari mobil sampai ke pesawat" tanya zee,Ary hanya mengangguk membenarkan perkataan Zee.
" waktu sudah sampai sini,siapa yang menggendongku" tanya Zee melihat Ary.
" tuan muda" kata Ary, lagi-lagi Zee di buat tak percaya jika suaminya itu yang menggendongnya.
" kenapa kamu begitu terkejut,suamimu ini yang menggendongmu" kata seseorang yang baru masuk,membuat Zee melihat ke arah suara itu dan ternyata itu Rakka.
Rakka berjalan menghampiri Zee dan dengan cepat menarik Zee kedalam pelukannya.
Zee mencoba meronta-ronta melepaskan pelukan suaminya itu,karena masih ada Ary disitu.
__ADS_1
" siapkan makan malam untuk istriku" kata Rakka yang melihat ke arah Ary,dan Ary mengangguk setelah itu pamit meninggalkan tuan mudanya yang sedang mabuk asmara itu.
" lepas" kata Zee yang masih meronta-ronta meminta Rakka melepaskan pelukannya.dengan terpaksa Rakka melepaskan pelukannya itu.
" kenapa aku tiba-tiba sudah sampai sini" kata Zee yang berjalan ke arah meja untuk mengambil minum.
"kenapa kamu gak membangunkanku" tanya Zee lagi,setelah itu dia meneguk minuman yang baru dia ambil itu.
Rakka berjalan menghampiri istrinya itu,setelah itu memeluk istrinya itu dari belakang.membuat Zee kaget,untung Zee minum udah selesai.kalau belom selesai,pasti Zee bakal tersedak.
" tidurmu sangat nyenyak,aku gak tega membangunkanmu"kata Rakka yang menaruh kepala di pundak istrinya itu.zee merasa terharu mendengar jawaban suaminya itu,kini Zee membalikkan badan,hingga dia berhadapan langsung dengan suaminya itu.
"cup" Zee mencium bibir suaminya itu meski dengan susah payah,karena Rakka begitu tinggi dan Zee hanya sepundak,bahkan di bawah pundak Rakka.
" aku tahu,tadi kamu memberiku obat tidurkan" kata zee,membuat Rakka membulatkan matanya dengan sempurna
" kata siapa,apa Ary memberitahumu" tanya Rakka melihat istrinya itu.
" bukan Ary yang memberitahuku,tapi aku sendiri yang tahu.karena kamu tadi memaksaku meminum jus jeruk itu" kata Zee yang tahu jika suaminya itu menyuruhnya minum.
" maafkan aku,harusnya aku" kata Rakka yang terpotong,
" terimakasih,tapi lain kali bilang dulu dong" kata Zee yang tersenyum bahagia,Rakka hanya mengangguk dan memeluk istrinya itu.
" iya,lain kali aku akan bilang" kata Rakka yang masih setia memeluk istrinya itu,
" kamu lapar" tanya Rakka dan Zee mengangguk,tunggu sebentar aku akan menyuruh Ary menyiapkan makanan" kata Rakka yang mengambil ponsel di sakunya,dan menghubungi Ary.
Zee tersenyum melihat tingkah suaminya yang begitu sigap saat dia kelaparan.
flashback on
Zee sedang duduk di kursi penumpang mobil yang di naikinya,tangannya nampak gemetar.yaa hari ini dia akan ikut suaminya pergi ke Hongkong,dan ya hari ini hari dimana dia akan menumpangi pesawat.
kali ini Rakka memilih berangkat memisah dari rombongan,dia lebih memilih menaiki jet pribadinya.karena dia tahu istrinya phobia naik pesawat.
Rakka menggenggam tangan istrinya yang nampak dingin itu,senyum terlihat di wajah tampan lelaki tampan itu.
" aku takut" kata Zee pelan,dia nampak memelas melihat ke arah suaminya itu.
" ada aku disini" kata Rakka yang masih setia menggenggam tangan istrinya itu.
" aku gak usah ikut yaa" kata Zee lagi yang kini masih membujuk suaminya itu,agar dia tidak ikut pergi bersama suaminya itu.
" minumlah dulu" kata Rakka yang memberikan minuman jus jeruk ke istrinya itu.
__ADS_1
" aku gak haus" kata Zee yang menolak minuman pemberian Rakka.
" sedikit saja,biar kamu baikan" bujuk Rakka yang mencoba memberikan minuman ke istrinya itu.zee menghembuskan nafas kasarnya, menerima minuman itu dan meneguknya hingga setengah.
" udah aku minum nih" kata Zee yang meyerahkan botol minum itu,tapi tiba tiba dia merasa pusing.
" aku ngantuk" kata Zee yang melihat ke arah suaminya itu.
"ya udah tidur aja dulu,nanti kalau udah Sampek aku bangunin" kata Rakka santai,dan tak berapa lama Zee sudah terlelap dengan kepala yang sudah di pangkuan suaminya itu.
flashback off
ke esok harinya,Zee menggenggam erat tangan suaminya yang kini berjalan beriringan dengannya.
matanya tak henti-henti melihat sekeliling,nampak banyak sekali orang yang kini melihatnya.
oh bukan melihatnya,tapi melihat orang yang kini berjalan beriringan dengan menggenggam tangannya dengan penuh kasih sayang.yaa siapa lagi kalau bukan Rakka,
yaa hari ini Rakka akan memulai pertandingan yang akan di selenggarakan di salah satu stadion ternama di negara itu,
" kenapa?" bisik Rakka di telinga Zee,membuat Zee melihat ke arah suaminya itu.
" aku gak nyangka,ternyata banyak juga yang suka lihat olahraga kayak gini" kata Zee yang melihat sekeliling.
" memang banyak,kamu gak pernah lihat" kata Rakka yang berhenti berjalan.
" enggak,aku gak suka lihat kayak gini.biasanya sih suka lihat bola aja" cengir Zee membuat Rakka menatapnya tajam.
" itupun juga jarang,aku suka liat oppa oppa ganteng" tambah Zee yang tahu jika suaminya akan marah.
" oppa oppa ganteng" kata Rakka yang semakin menatap tajam ke arah istrinya.
"iya,itu yang ada di televisi.yang orang Korea itu lho" jelas Zee yang tahu jika suaminya masih marah.
" yang ganteng kayak suamiku" kata Zee yang membujuk suaminya itu.
Rakka mendekatkan wajahnya ke arah wajah Zee,dan beberapa detik kemudian.dwngan cepat dia mencium bibir mungil istrinya yang selalu membuatnya candu.
tanpa memperdulikan seseorang yang berada di sekelilingnya.rakka masih setia mencium bibir istrinya itu,hingga dorongan Zee menghentikannya yang asyik mencium istrinya itu.
" malu,di lihat banyak orang" kata Zee yang melihat sekeliling nampak beberapa orang melihat ke arah mereka.
" biarin,biar mereka tahu.kamu istri aku" kata Rakka santai,tanpa memperdulikan orang- orang di sekitar termasuk Ary yang berdiri tak jauh dari tuan mudanya itu.
" aduh pengantin baru yang bucin,gak peduli dimana.tetep nyosor aja" batin Ary yang melihat tuan mudanya yang bucin tingkat akut.
__ADS_1
**akhirnya update juga yaa,setelah berhari-hari author gak update karena memang benar-benar butuh istirahat total.
mohon maaf yaa, update sedikit,biar author semangat jangan lupa tinggalkan jejak yaa🙏🏻🙏🏻**