Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
kamu terlalu percaya diri


__ADS_3

pagi hari Zee terbangun dari tidurnya,karena mendengar alarm berdering.tangannya dengan cepat mematikan alarm itu.


matanya mengerjap,dia tersenyum saat melihat sosok orang kini tidur dengan menghadap dirinya.ya siapa lagi kalau bukan Rakka


Zee memberanikan diri menyentuh dahi suaminya hingga turun ke hidung.


"panjang sekali hidungnya" gumam Zee yang masih setia menyentuh hidung milik suaminya.


saat Zee hendak menjauhkan jarinya dari wajah suaminya,dengan cepat Rakka menyentuh tangan istrinya itu.


" aku tahu,aku tampan" kata Rakka tanpa membuka matanya,membuat Zee kebingungan.


" kamu terlalu percaya diri" kata Zee yang hendak melepas tangannya dari genggaman suaminya,tapi masih tak berhasil karena kekuatan suaminya lebih besar.


"kamu tidak mengakuinya" kata Rakka yang kini membuka matanya dan melihat ke arah istrinya itu.


" enggak,ada yang lebih tampan dari kamu" kata Zee yang berhasil melepaskan tangannya dan kini duduk setelah itu dia melihat ke arah suaminya.


dia tersenyum saat melihat wajah suaminya sudah menunjukkan wajah tak senangnya.


" siapa?" tanya Rakka yang kini juga duduk dan melihat ke istrinya itu.


" rahasia,aku gak mau kasih tahu" kata Zee yang hendak turun dari ranjang,tapi lengannya di cekal suaminya.membuat Zee terjatuh dan di tindih suaminya.


" aku tanya,siapa?" kata Rakka yang menekan kata siapa.


Zee yang niatnya ingin mengerjai suaminya,tapi melihat wajah suaminya yang nampak marah.membuatnya ingin sekali tertawa,tapi masih dia tahan.


" apa itu ganendra?" tanya Rakka membuat Zee membulatkan matanya,dia tak percaya suami akan menyebutkan nama ganendra.


" kenapa jadi dia" tanya Zee yang kini pasrah berbicara sambil di tindih suaminya.


" lalu siapa,kalau bukan dia?" tanya Rakka begitu penasaran,membuat Zee tertawa keras.karena menurutnya wajah suaminya saat ini sangat lucu.


" kamu mau tau" tanya Zee melihat ke wajah suaminya yang begitu tampan itu,Rakka menganggukkan kepalanya seperti anak kecil.


" ayah damar" kata Zee membuat Rakka masih tak percaya


" kamu gak percaya?" tanya Zee lagi ke suaminya,Rakka hanya diam tak menjawab perkataan istrinya itu.


" kalau gak percaya ya sudah,tapi aku mau kasih tau ke kamu ya.ayahku itu paling tampan sedunia,jika dia gak tampan.dia gak bakal bisa menikah dengan bunda yang cantik" jelas Zee,Rakka masih melihat mata istrinya itu.mencari apakah istrinya itu berbohong,tapi di lihat dari mata zee Rakka tak menemukan kebohongan dari ucapannya.


" aku percaya" kata Rakka dengan senyumannya,

__ADS_1


" kalau udah percaya,lepasin" kata Zee yang meminta Rakka melepas cekalannya.


"mau apa?" kata Zee saat Rakka bukannya melepas cekalan tangannya,tapi dia malah mendekatkan wajahnya ke arah wajah Zee.


tanpa bicara,Rakka langsung mencium bibir istrinya.zee yang awalnya diam kini membalas ciuman yang suaminya berikan.


ciuman mereka menjadi lumayan,hingga tangan Rakka yang tadi mencekal tangan zee.kini telah berpindah memasuki di dalam baju.


memainkan gundukan yang tak terbungkus bra itu,Zee mendesah saat tangan Rakka menyentuh putingnya.


saat mereka asik dengan dunianya, tiba-tiba suara ketukan pintu menghentikan aktifitas mereka berdua.


" Zee,bangun nak.ini udah siang" kata seseorang yang mengetuk pintu.


" Zee,katanya mau sarapan sama Abang" tambah seseorang itu yang tak lain bunda.


" iya Bun,ini Zee udah bangun" kata Zee setelah menyudahi ciuman dengan suaminya itu.


" ayo buruan,di tunggu Abang" kata bunda lagi


" iya Bun" kata Zee,dia kini melihat suaminya yang nampak duduk membelakanginya


" aku mandi dulu" kata Zee yang sebenarnya merasa kasihan dengan suaminya yang nampak kecewa.


Rakka menggerutu saat istrinya sudah masuk ke kamar mandi.


"sial gagal" batin Rakka sambil mengacak-acak rambutnya..


.


.


.


.


kini zee dan Rakka sedang menikmati sarapan pagi,dengan kedua orang tua Zee dan zuu.


Zee melirik ke arah suaminya yang nampak terdiam tak bersuara,Zee tau jika suaminya itu nampak tak berselera.


" dek" panggil zuu,membuat Zee menoleh ke arahnya.


"iya" kata Zee yang kini melihat ke arah abangnya.

__ADS_1


" nanti selesai makan,temui Abang sebentar"


" siap komandan" kata Zee dengan senyum manisnya,membuat zuu tersenyum.


zuu bersyukur melihat senyum adiknya yang sudah berbeda,


" Rakka" kini zuu ganti memanggil Rakka,


" iya" kata Rakka yang kini melihat ke arah zuu


" terimakasih sudah menjaga adikku" kata zuu,membuat Rakka menganggukkan kepalanya.


" itu sudah tugasku,menjaga istriku" kata Rakka membuat kedua orang tua dan zuu tersenyum mendengarnya.


berbeda dengan zuu dan kedua orangtuanya,Zee kini nampak malu-malu dan pipinya sudah memerah.


" Zee pipimu busuk tuh" kata zuu membuat Zee menoleh ke arahnya.


" Abang,kita lagi makan" kata Zee membuat semua orang tertawa.


" jadi,kalian bakal pulang hari ini" tanya ayah


" iya yah" kata zuu,ayah yang yang mendengarnya pun hanya mengangguk.


" apa gak bisa di undur" tanya Zee yang kini sudah memelas ke arah suaminya itu.


" menurut kamu" kata Rakka dengan senyum yang membuat Zee mengerti dengan senyuman seperti apa itu.


"kalau ada waktu,bunda pasti berkunjung" kata bunda yang tahu jika anak bungsunya itu enggan pergi.


" janji" kata Zee,bunda menganggukkan kepalanya.yang menandakan dia setuju.


" yes" kata Zee dengan gembira,membuat semua orang tersenyum melihatnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


🙏🏻


__ADS_2