Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
terimakasih


__ADS_3

semua tamu sedang menikmati acara yang kini sedang berlangsung....penyanyi papan atas yang kini menyanyikan lantunan lagu yang merdu membuat semua pengunjuk terpana...dan takjub akan pernikahan mewah kali ini...


hingga lagu itu membuat pengantin wanita juga ikut terpana...rasanya Zee kaki ini memang benar benar di buat bahagia...


hingga lagu itu berhenti....Zee masih dengan angan angannya...


" bengong aja...?" kata Amel yang menyenggol lengan Zee...membuat Zee kembali tersadar dan kini melihat ke arah Amel...


" oh...lagunya enak aja di denger..." kata Zee yang kini kembali melihat ke arah panggung...


" loe gak gabung sama suami loe..." tanya amel...dan kini Zee melihat ke arah Rakka...


yaa Rakka sedang berbincang bincang dengan teman temannya...termasuk Derren dan ganendra....


" gue disini aja.." kata Zee yang kini kembali melihat ke arah panggung...


" kamu harus buktiin ke dia...kalau kamu bisa lupain dia..." kata seseorang yang kini berdiri di sebelah Zee...yaa orang itu adalah Haikal...


Amel dan Zee langsung menoleh ke arah Haikal..


" eh bang Al..." kata Zee setelah melihat Haikal berdiri di sebelahnya...


"mau berdansa bersama..." kata Haikal yang mengulurkan tangannya.....dan Zee masih diam dan melihat ke arah Amel...


" untuk terakhir kalinya baby zeze...." tambah Haikal...Zee masih terdiam melihat Amel...dan Amel menganggukkan kepalanya...


Zee menerima uluran tangan Haikal...dan mereka berjalan ke tempat dansa...dimana banyak orang masih berdansa...termasuk Maya dan zuu...


" terimakasih baby zeze..." kata haikal pelan di sela sela berdansa nya...


" untuk apa ...?" tanya Zee yang kini mendongak melihat Haikal...


" terimakasih selama ini sudah menjadi penyemangat ku..." kata Haikal...


" aku yang harusnya berterimakasih ke bang Al..." kata Zee dan Haikal diam dan kini melihat ke arah Zee..


" terimakasih sudah menjadi orang yang selalu ada buat aku...selalu menghiburku..membuatku selalu bahagia..dan juga maafkan aku bang Al..." kata Zee yang kini sedih...


" untuk apa...?" tanya Haikal...


" maafkan aku...yang pura pura gak tahu perasaan bang Al...maafkan aku hanya memanfaatkan bang Al agar aku bisa bahagia..." kata Zee yang kini meneteskan air matanya...


dengan cepat Haikal menghapus air mata Zee.." kamu gak pernah memanfaatkanku...justru aku berterimakasih karena kamu,aku bisa menjadi sekarang...kamu adalah gadis baik yang pernah aku kenal..." kata Haikal...Zee langsung memeluk Haikal...karena mendengar perkataan Haikal...


" terimakasih bang Al..." kata Zee yang menagis bahagia di pelukan Haikal...


" sama sama...sekarang jadilah istri yang baik untuk suamimu adik Zee..." kata Haikal...dan Zee mengangguk...

__ADS_1


banyak pasang mata menyaksikan dimana Zee berpelukan dengan Haikal di tempat dansa...termasuk Rakka dan ganendra...


kini Rakka begitu kesal karena dia sedari tadi melihat tingkah istrinya yang berdansa dengan Haikal...hingga kini dia melihatkan wajah yang marah... Rakka hendak berjalan menghampiri Zee...tapi lengannya terhenti saat Derren mencekal lengannya...


" biarkan mereka berbicara...gue percaya istri loe itu baik..." kata Derren dan Rakka masih diam dan terus menatap tajam ke arah orang yang berdansa itu...


" bisa bisanya kamu berpelukan dengan orang lain,di hari pernikahan kita..." batin Rakka yang kesal dan terus menatap Zee dan Haikal...


berbeda dengan rakka...ganendra juga hanya diam dan terus menatap Zee...tanpa sadar butiran cair keluar dari matanya...


rasanya apa yang di katakan Haikal tadi memang benar adanya... Zee benar benar menganggap Haikal ada dan dia tak mengaggap ganendra Ada...


Derren yang menyaksikan kedua sahabatnya...yang satu nampak marah dan yang satu nampak sedih...hanya bisa menghelang nafasnya dengan kasar...


" gadis itu benar benar ajaib...bisa membuat kedua sahabat gue seperti ini.." batin Derren yang juga melihat Zee yang kini sudah tak berpelukan dan kembali berdansa...


" andai jika dia buka istri atau mantan sahabat gue...pasti gue juga bakalan tertarik..." batin Derren lagi yang juga masih melihat ke arah Zee...


alunan musik kini berhenti...dan dansa pun juga berhenti...termasuk Zee dan Haikal...Zee hendak melepaskan diri dari Haikal...belum sempat melepaskan tiba tiba dia merasakan tangannya di tarik dan terpental di pelukan seorang laki laki...


Zee mendongak melihat siapa yang menariknya...matanya melebar sempurna saat melihat ternyata Rakka yang menariknya...apalagi pandangan Rakka kini melihatnya dengan tatapan tajam...


" menyenangkan...bisa berdansa dengan lelaki yang kamu cintai..." bisik Rakka di telinga Zee...membuat Zee kembali kaget mendengar perkataan Rakka...


" apa maksudmu....?" tanya Zee kebingungan...


" jangan pura pura tak tahu...semua orang disini melihatnya...kamu berpelukan dengan lelaki lain saat berdansa..." bisik Rakka dengan nada yang sedikit meninggi...


" jangan salah paham...aku sama baby zeze gak ada hubungan apa apa..." kata Haikal yang tahu jika Rakka marah...


" baby zeze..." kata Rakka yang kini juga menatap tajam ke arah Haikal...


" oh maaf aku lupa...maksud aku adik Zee..." kata Haikal yang berkata dengan senyum..


" apa menurut kalian...kelakuan kalian barusan itu pantas..." kata Rakka yang menatap tajam Haikal...


" menurutku pantas pantas saja..." kata Zee membuat Rakka kini melihatnya dengan tatapan tajam...


" apa maksudmu...pantas.." kata Rakka yang sedikit meninggi...


semua mata melihat ke arah pengantin baru dan juga Haikal...karena suara Rakka yang sedikit meninggi membuat semua orang melihatnya...


" iya pantas...dia temanku. yang udah aku anggap seperti kakakku sendiri...apa salahnya jika kami berpelukan...dan berdansa bersama..." kata Zee yang santai...membuat rakka menjadi geram...


" kamu..." kata Rakka yang menatap tajam ke arah Zee..membuat Zee sedikit ketakutan...


" bro udah lah...banyak orang yang melihat kalian..." kata Derren yang sudah menghampiri Rakka dan berkata pelan di dekat Rakka...dan di ikuti ganendra...

__ADS_1


sontak Rakka melihat sekeliling yang nampak memperhatikan mereka...tapi kini dia kembali melihat ke arah Haikal yang kini juga melihatnya...


" aku jamin...hubungan kita hanya sebatas teman..aku tadi hanya mau mengucapkan selamat dan terima kasih ke adik Zee...gak lebih dari itu..." jelas Haikal dan Rakka hanya melihat...


Haikal berjalan mendekati Rakka...dan sekarang berdiri tepat di hadapan Rakka...


"jagalah dia dengan baik...jangan pernah biarkan dia sakit hati untuk yang kedua kali...jika aku tahu kamu meyakitinya...aku akan mengambilnya darimu..." bisik Haikal di telinga Rakka...membuat Rakka membulatkan matanya...tak mengerti apa maksud dari perkataan Haikal...


" aku kesana dulu adik Zee..ingat kataku..." kata Haikal memegang pundak Zee...


" iya...pasti akan aku ingat...terimakasih..." kata Zee tersenyum ke arah Haikal...dan Haikal mengangguk...


Rakka masih diam melihat ke arah Zee...pandangan yang sulit di artikan...Zee yang merasa Rakka terus melihatnya...kini dia memilih berjalan menghampiri suaminya itu...


tanpa kata kata Zee langsung melingkarkan tangannya di di leher Rakka...meski dia kesulitan karena Rakka begitu tinggi...


"jangan marah..." kata Zee yang tersenyum agar Rakka bisa di bujuk... tapi itu gagal...Rakka masih diam menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan...


" bang Al bukan orang yang jahat...dia baik.karena selain bang zuu dia yang juga menjagaku...jadi jangan salah paham dengan bang Al..." kata Zee lagi...tapi Rakka masih terus terdiam...


Zee merasa bersala melihat Rakka hanya terdiam dan terus menatapnya...


cup....cup...


tanpa kata kata Zee langsung mencium bibir suaminya itu... Rakka membulatkan matanya dengan sempurna saat dia tau Zee menciumnya di depan banyak orang...


" jangan marah..." kata Zee yang mengedipkan matanya...Rakka menjadi luluh saat melihat tingkah istrinya itu...


" baiklah aku gak marah...jangan di ulangi lagi..." kata Rakka yang memeluk Zee...dan Zee mengangguk...


semua orang bertepuk tangan termasuk kedua orang tua Zee dan Rakka...mereka nampak bahagia...ternyata anaknya begitu romantis dan saling menyayangi...


tapi tidak dengan ganendra... dia memilih berjalan jauh meninggalkan Rakka dan Zee...


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


🙏🙏🙏


__ADS_2