
pukul 10 pagi.
suara deringan ponsel membuat gadis yang tidur dengan telanjang, hanya di tutupi dengan selimut tebal berwarna putih itu terbangun dan tangannya mencari cari ponsel yang berdering di itu.
" halo." kata Zee yang kini menerima telpon dengan mata yang masih tertutup karena dia merasa lelah sekali.
" loe belum bangun?" tanya penelepon.
" gue masih ngantukngapain Loe pagi pagi telpon gue poni" kata Zee lagi,yaa yang menghubungi Zee itu adalah Amel.
" hello pagi gimana,ini udah siang kali pengantin baru." kata Amel.
" emang sekarang jam berapa?" tanya zee yang masih menutup matanya.
" jam sepuluh" kata Amel
" masih pagi juga,lagian ini weekend juga." Zee
" iya emang weekend,tapi semua orang udah pada nunggu di bawah,buruan bangun" Amel
" males ah,lagian badan gue sakit semua" Zee
" sakit semua,wah loe udah" Amel
" udah ah,ngantuk gue..bay." Zee yang langsung menutup telponnya dan membuang ponselnya ke sembarang tempat.
" ganggu aja" gumamnya sambil membalikkan badannya dan tangannya hendak memeluk guling
" kenapa gulingnya keras yaa." batin Zee yang masih menutup matanya.
" tu..tunggu,kenapa rasanya bukan guling yaa." batin Zee lagi dan Zee langsung membuka matanya.
mata zee membulat sempurna saat melihat Rakka yang bertelanjang dada dan kini juga melihatnya,dengan menompang kepalanya dengan satu tangan.
"pagi istriku" ucap Rakka yang tersenyum ke arah Zee.
" kamu" kata yang keluar dari mulut Zee dan Rakka hanya menganggukkan kepalanya.
" kenapa gak pakai baju." kata Zee lagi,Rakka yang mendengar apa yang di katakan Zee hanya tersenyum dan mata Rakka juga mengisyaratkan agar Zee melihat ke tubuhnya.
Zee yang mengerti isyarat dari Rakka,langsung melihat ke arah tubuhnya dan mata Zee membulat sempurna,setelah melihat tubuhnya yang juga bertelanjang dan hanya di tutupi dengan selimut .
Zee kembali mengingat apa yang terjadi tadi malam.
" oh my God " kata yang keluar dari mulut Zee saat sudah mengingat apa yang di lakukan ya kemarin malam.
dengan cepat Zee masuk ke dalam selimut,tapi dengan cepat Rakka menarik tangannya,yang membuat Zee gagal masuk ke dalam selimut.
" kamu mau ngapain?" tanya Rakka yang kini mengeratkan tangannya di pinggang istinya itu.
__ADS_1
" a..a..aku.aku mau tidur lagi." elak Zee yang hendak melepas pelukan Rakka,tapi alhasil nihil.
" kita harus bangun sayang,semua sudah menunggu di bawah." kata Rakka yang mengeratkan pelukannya.
"s..si..siapa yang nunggu di bawah.?" tanya Zee gugup karena wajah Rakka yang begitu dekat dengannya.
" ya keluargaku dan keluargamu sayang" jelas Rakka..
" apa perlu aku kasih tahu ke Meraka,kita tidak bisa keluar sekarang." bisik Rakka di telinga Zee,membuat Zee merinding akan hembusan nafas suaminya itu.
" oh. gak perlu,kasihan mereka menunggu.jadi kita harus turun" kata Zee yang mendorong tubuh Rakka agar menjauh darinya.
Zee bangkit dari tidurnya dan hendak turun dari ranjang,tapi tiba tiba.
" auw..." Zee berteriak,karena merasakan sakit di area selakangannya.
" kamu kenapa ?" tanya Rakka yang langsung panik karena mendengar Zee berteriak.
" sakit" kata Zee yang menunjukkan ke arah selakangannya yang masih tertutup selimut itu.
" mana yang sakit,biar aku lihat" kata Rakka yang panik,langsung turun dari ranjang dan hendak membuka selimut Zee, tapi di tahan oleh istrinya itu.
" kenapa?" tanya Rakka yang kebingungan,tapi Zee terdiam saat melihat tubuh suaminya itu yang begitu sixpack dan begitu sempurna dengan mengunakan boxer saja.
" mana yang sakit" kata Rakka lagi dan Zee tersadar dari lamunannya,yang membayangkan tubuh suaminya itu,yang begitu sempurna.
" bagian sini." kata Zee yang masih menunjuk ke selakangan yang masih tertutup selimut.
" ada apa?" tanya Rakka yang kini sedikit merasa jengkel karena sedari tadi Zee menahannya terus.
" aku malu" kata Zee yang menundukkan kepalanya karena malu,Rakka tertawa karena mengerti akan ucapan istrinya itu.
" kenapa kamu tertawa?" tanya Zee kebingungan,karena melihat suaminya itu tertawa.
" kenapa harus malu sayang,kemarin malam aku sudah melihat semua.setiap inci tubuhmu aku sudah tahu semua." kata Rakka membuat Zee merasa malu dan langsung menundukkan kepalanya.
Rakka yang melihat Zee menundukkan kepalanya karena malu,dengan cepat Rakka mengangkat tubuh istrinya itu dan menggendongnya.
" ka..kamu" kata Zee yang terpotong.
" maafkan aku.karena kelakuanku semalam,kamu jadi kayak gini" kata Rakka yang berjalan sambil melihat ke arah istinya itu.
Zee hanya diam dan terus memperhatikan wajah suaminya yang terlihat bersih dan tak memiliki jerawat itu.
hingga Zee tersadar dari lamunannya,karena merasakan tubuhnya yang sepertinya sudah menyentuh air.
yaa tubuh Zee kini sudah berada di bathtub kamar mandi yang sudah terisi air itu, tapi Zee merasa aneh.karena air di bathtub itu nampak hangat,seperti baru di siapkan.
Zee merasakan tubuhnya sangat nyaman.dia hendak menutup matanya,tapi terhenti saat melihat Rakka hendak membuka boxernya.
__ADS_1
" kamu mau apa?" tanya Zee yang langsung menutup matanya dengan kedua tangannya.
" aku mau mandi" kata Rakka yang melanjutkan aktifitasnya membuka boxer yang dia kenakan.
" kamu mandi nanti aja,gantian sama aku" kata Zee yang masih menutup matanya.
tanpa kata kata,Rakka langsung masuk ke dalan bathub dan duduk di belakang Zee.
" kenapa harus gantian,kita sudah pernah melakukannya.jadi mandi bersama juga gak masalah." bisik Rakka di telinga Zee.
Zee langsung membuka matanya saat mendengar bisikan suaminya itu.
" ka..kamu mau apa?" kata Zee yang menahan tubuhnya karena sudah merinding dengan hembusan nafas suaminya itu.
" aku hanya ingin memandikanmu saja" kata Rakka yang tersenyum melihat istrinya itu yang mulai terangsang.
" aku bisa mandi sendiri" kata Zee,tapi Rakka tak perduli.dia memeluk tubuh istinya dari belakang dan menengelamkan kepalanya di leher Zee.
"kamu mau apa" tanya Zee panik.
" biarkan begini sebentar saja." kata Rakka.
" tapi" kata Zee terpotong..
" jangan bergerak.jika kamu terus bergerak,aku akan memakanmu lagi" kata yang keluar dari mulut Rakka,yang membuat Zee terdiam.
Rakka tersenyum melihat tingkah istrinya itu,tangan Rakka sedikit memainkan di bagian tubuh istrinya yang mudah sensitif itu.
" apa aku boleh minta lagi sayang?"tanya Rakka.
tanpa berpikir panjang,Zee menganggukkan kepalanya.karena dia juga sudah merasakan panas di seluruh tubuhnyadan menginginkan lebih dari sekedar sentuhan.
Rakka yang mendapat ijin dari istrinya itu dengan cepat membalikkan badan istrinya dan mereka kembali mengulang apa yang di lakukan tadi malam.
hal yang sama yang di lakukan di ranjang,bedanya kini mereka melakukannya di kamar mandi dan di dalam bathtub.
jadi para pembaca bisa membayangkan sendiri kali yaa, apa yang di lakukan suami istri itu di kamar mandi.
.
.
.
.
.
**mohon maaf author baru bisa update sekarang,karena beberapa hari ini author sibuk sekali.harus berada di rumah sakit,jadi otak author bener bener kosong,jadi harus istirahat dengan total.
__ADS_1
jadi jangan lupa,tekan tombol rate,like,vote and komen yaa.
biar author semangat buat nulis๐๐**