Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
rumah kurniawan


__ADS_3

author POV


kini Zee dan Rakka sudah berada di teras belakang. Zee melihat teras belakang rumah keluarga Kurniawan sangatlah luas,berbeda dengan rumahnya.


"sebelah kanan ada taman yang sangat luas,di tengah tempat berolahraga dan sebelah kiri kolam renang." batin Zee


" gila keren banget" kata Zee yang melihat sekeliling teras belang rumah Rakka.


" katrok" kata Rakka yang udah duduk di sofa.


" emang gue katrok,masalah buat loe" kata Zee yang masih menikmati pemandangan di teras belakang itu.


" eh loe" panggil Rakka ke Zee,tapi gak di dengerin Zee.


" eh loe budek ya" kata Rakka lagi.


" hey loe yang pakek baju biru" kata Rakka lagi,tapi Zee pura pura gak denger. rakka yang mulai kesel langsung berdiri dan berjalan mendekati Zee.


" hey loe budek yaa" kata Rakka yang membalikkan badan Zee dengan kasar.


" apa sih loe" kata Zee


" loe budek ." kata Rakka


" loe manggil gue ..?" tanya Zee


" enggak,manggil anjing gue." kata Rakka yang kesel.


" oh yaudah" kata Zee ya membalikkan badan.


" loe ya" kata Rakka yang membalikkan badan Zee


" apa sih" kata Zee yang mulai kesel.


" loe budek yaa" kata rakka.


" loe manggil gue" kata Zee


" gue punya nama" tambah Zee.


" oh loe ternyata punya nama,gue kira loe gak punya nama" kata Rakka


" loe" kata Zee yang nujuk Rakka.


" bodo lah,gue males ngomong sama loe." kata Zee yang berjalan meninggalkan Rakka.


" hey Zee berhenti" kata Rakka yang melihat Zee berjalan pergi dan Zee berhenti.


" apa?" tanya Zee yang membalikkan badannya.


" gue mau ngomong." kata Rakka.


" ya udah ngomong aja" kata Zee.


" duduk loe" perintah Rakka yang udah duduk di sofa.


"mau ngomong apa?" tanya Zee yang udah duduk di sofa.


" loe kenapa Nerima perjodohan ini" tanya Rakka.

__ADS_1


"kenapa loe gak nolak" tanya Rakka lagi.


" gue gak Nerima,gue pernah nolak.loe lihat sendiri kan ga e pernah nolak kemarin.


" ya gue lihat,tapi kenapa habis itu loe Nerima" tanya Rakka dan Zee bernafas kasar.


" ada orang bilang,berbaktilah pada orang tuamu dan aku sekarang ingin berbakti. " kata Zee yang melihat lurus ke depan,Rakka melihat Zee seperti ada raut kesedihan.


"ternyata dia juga terpaksa." batin Rakka.


" loe kenapa Nerima perjodohan ini?.." tanya Zee.


" gue terpaksa Nerima." kata Rakka.


" kenapa loe gak nolak" tanya Zee.


" gue udah nolak,tapi gak bisa." kata Rakka.


" o..." kata Zee yang melihat sekeliling.


" gue udah punya pacar" kata Rakka.


" terus..." kata Zee.


"kenapa ni dada sakit banget yaa" batin Zee.


" gue sangat mencintai pacar gue" kata Rakka.


" ya udah bilang aja ke orang tua loe buat batalin perjodohan ini dan bilang aja loe punya pacar,gampang kan." kata Zee


" gue udah bilang,tapi bokap gue tetep kekeh gak peduli" kata Rakka


" terus gimana?" tanya Zee.


" oke" kata Zee yang berdiri dan meninggalkan Rakka yang masih duduk.


" tapi tolong loe cari cara secepatnya, biar gak ada yang tersakiti" kata Zee berhenti dari langkahnya dan setelah itu Zee berjalan masuk ke dalam rumah.


***


Zee kembali berkumpul dengan keluarga..dan duduk di dekat zuu.


" udah ngobrolnya sama Rakka Zee" tanya Tante ana.


" udah Tan." kata Zee


" kenapa cepat sekali,kalian harus lebih banyak ngobrol,biar tambah akrab"


" oh.aku gak suka di luar Tan lebih suka Deket Abang zuu." kata Zee yang tersenyum kecut, zuu yang melihat tingkah adiknya berbeda.membuat dia curiga,apa yang di bicarakan adiknya dan Rakka.


" Bun ayo pulang,Zee lelah." kata Zee


" ya udah.kita pamit dulu ya mas mbak,karena udah malem juga" kata ayah damar.


"rakka ,Arga.om damar mau pulang nih." teriak Tante ana dan tak berapa lama Arga dan Rakka keluar.


" kenapa buru buru om,Tante" tanya Rakka.


"ih sok akrab" batin Zee.

__ADS_1


" ni Zee udah lelah katanya" kata bunda, Rakka menganggukkan kepalanya.


saat Zee menyalami Arga,ada ide besar di kepalanya.


" mas Arga,kayaknya Zee mulai tertarik hukum deh.biar bisa menghukum orang salah seadil adilnya,nanti ajarin Zee yaa" kata Zee


" iya." kata Arga yang tersenyum ke Zee.


semua orang tersenyum melihat tingkah Zee,bunda yang melihat tingkah anaknya hanya geleng geleng kepala.Rakka hanya melihat tanpa ekspresi dan zuu melihat dengan tatapan mencurigakan.


***


sekarang Zee ada di kamarnya,tiba tiba ada suara ketukan pintu dan tak berapa pintu terbuka,ternyata Abang zuu


" kok belum tidur dek" tanya zuu yang melihat adiknya duduk di depan cermin.


"ini mau tidur bang" kata Zee yang berjalan ke ranjangnya.


" Abang ngapain kesini" tambah Zee yang udah duduk di ranjang.


" ada yang mau Abang tanya" kata zuu yang melihat Zee.


" apa? "


" apa yang kamu bicarakan dengan Rakka tadi?"


" gak ada yang penting" kata Zee mulai berbaring.


" jangan bohong,kamu bisa bohongin orang lain,tapi gak bisa bohongin Abang dek" kata zuu


" emang gak ada yang penting bang." kata Zee


" Zee" kata zuu


" Abang kenapa cerewet banget sih,udah keluar dari kamarku,aku mau tidur" kata Zee yang bangun dan mendorong abangnya untuk keluar kamar.


" ya ya Abang keluar,tapi awas kalau kamu bohong" kata zuu yang menutup pintu kamar.


" maafin Zee bang" gumam Zee.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa tinggalkan jejak yaa kakak🤗🤗biar author semangat buat nulisnya🙏🙏


__ADS_2