Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
aku kurang mengerti


__ADS_3

flashback on.


Zee berjalan mengikuti kekasihnya itu yang nampak berjalan tergesa-gesa.masuk ke dalam sebuah gedung yang dia perkirakan itu gedung apartemen.


yaa,sekarang dia sedang mengikuti ganendra kekasihnya.zee bertanya-tanya,kenapa kekasihnya masuk ke sebuah gedung apartemen yang tak di kenalinya.


apa mungkin ini salah satu apartemen milik keluarga kekasihnya itu,di pikirannya banyak sekali pertanyaan kenapa kekasihnya kesini dengan terburu-buru.


langkahnya terhenti saat berada di salah satu pintu,yang bernomor 88.


" nomor yang cantik" kata Zee yang melihat nomor yang menempel di pintu itu.


pintu apartemen itu nampak terbuka sedikit,membuat Zee bisa mendengar percakapan seseorang yang berada di dalam.


" apa loe yakin" kata yang terdengar oleh Zee,seperti suara ganendra.


" aku yakin,jadi besok kita bisa berangkat" kata salah satu orang itu,Zee mendengar suara itu suara perempuan.


Zee tak tahu apa yang kekasihnya lakukan di apartemen itu,dan siapa yang berbicara dengannya.


rasa penasaran yang ada di dalam pikiran Zee memuncak tak kala telinganya mendengar suara perempuan itu memanggilnya dengan " kak Gaga kita berhasil" kata perempuan itu dan setelah itu mereka terdengar sedang tertawa bersama.


" dia sedang sama siapa? tertawa bahagia sekali" gumam Zee yang sudah memegang gangang pintu dan hendak membukanya.


matanya membulat sempurna saat dia benar-benar sudah membuka pintu itu dengan lebar.


" apa yang kalian lakukan" kata Zee saat melihat kekasihnya sedang berpelukan dan tertawa bahagia dengan wanita lain.


dia semakin terkejut,saat melihat siapa wanita yang bersama kekasihnya di dalam apartemen.ya dia adalah marsella kakak kelas Zee.


" yemi" kata ganendra yang langsung melepaskan pelukan dari marsella.


Zee tak percaya,kekasihnya membohonginya dan bersama dengan wanita lain di dalam apartemen.


mata gadis manis itu semakin di buat tak percaya saat melihat marsella berpakaian tak selayaknya dia pakai di depan lelaki lain.


ya marsella memakai kemeja putih dengan beberapa kancing baju yang tak di kancingkan,dan sepertinya dia tak memakai celana hanya memakai CD saja.


" aku bertanya apa yang kalian lakukan"kata Zee yang mengulangi apa yang tadi dia katakan.


ganendra berjalan menghampiri Zee,tapi Zee berjalan mundur.


" yemi dengarkan aku,ini tidak seperti yang kamu lihat" kata ganendra yang masih bertekat berjalan mendekati Zee.


plaakk" tamparan Zee yang mendarat di pipi ganendra.


"jika di hianati rasanya semenyakitkan ini,aku sungguh menyesal karena telah mencintaimu" kata zee yang kini sudah menagis,melihat apa yang terjadi hari ini.


" aku bisa..." kata ganendra yang terpotong,karena Zee menyela perkataannya.


" kita putus" kata zee dengan menangis,membuat ganendra terkejut dengan apa yang di katakan kekasihnya itu.seperti tamparan besar untuk ganendra yang mendengar kata putus dari kekasihnya.


Zee melihat ke arah marsella yang nampak diam dan sedikit menampakkan senyumnya.zee tak tahu,itu senyum apa.tapi seperti senyum kemenangan.


" menjijikkan" kata Zee saat melihat marsella yang berada di belakang ganendra.


setelah mengatakan itu,Zee berbalik badan dan berjalan meninggalkan ganendra dan marsella.


dia menangis saat keluar dari apartemen yang tak dia tahu ,itu milik siapa.dia mengabaikan panggilan dari ganendra.


Zee berjalan sedikit berlari sambil menundukkan kepalanya,dia tak bisa menahan air mata yang keluar dari matanya.

__ADS_1


tanpa Zee sadari dia menabrak seseorang,dan membuatnya terjatuh ke lantai.


" hey,kalau jalan pakai mata dong" kata seseorang yang Zee tabrak,sepertinya suara laki-laki.


" maaf" kata Zee di sela-sela tangisannya,dan dia menundukkan kepalanya.


" hey,loe yang nambrak.kenapa loe yang nangis" kata lelaki itu yang melihat Zee menangis.


" loe gak kenapa-kenapa kan"tanya lelaki itu yang mengulurkan tangannya untuk membantu Zee.


zee menggelengkan kepalanya,dan menolak tawaran uluran tangan lelaki itu.dia berdiri sendiri,dan berlari meninggalkan lelaki yang dia tabraknya tadi.


" aneh banget gadis itu,siapa yang di tabrak dan siapa yang nangis.kayak orang habis di putusin aja" gumam lelaki itu melihat punggung Zee yang semakin jauh darinya.


hingga suara seseorang memanggil " Rakka" membuat pandangannya beralih ke orang yang memanggilnya,dan tak berapa lama lelaki itu tersenyum.


.


.


berbeda dengan Zee,ganendra yang hendak mengejar Zee di tahan oleh marsella.


" kak Gaga,ini kesempatan bagus Lo" kata marsella yang menahan lengan ganendra.


" tapi gue harus jelasin ke yemi" kata ganendra yang melepaskan cekalan dari tangannya.


" kakak bisa jelasin kalau kakak sudah berhasil,dia pasti akan mengerti" kata marsella yang membujuk ganendra dengan kata-kata manisnya.


membuat ganendra menghentikan langkahnya " apa dia akan mengerti" kata ganendra tanpa melirik ke arah marsella.


" dia pasti akan mengerti,karena semua ini demi keinginannya bukan" bujukan marsella.


" oke,loe juga beritahu orang tua loe.meski orang tua loe sekarang gak akur" kata ganendra yang berjalan meninggalkan marsella yang berada di dalam apartemennya.


marsella tersenyum puas dengan apa yang terjadi hari ini,sepertinya dia memenangkan undian besar " tinggal naklukin kamu aja,gampang" gumam marsella di sela-sela senyumannya.


Flashback off.


suara deringan ponsel tak membuat sepasang suami istri ini terbangun,ya siapa lagi kalau bukan pengantin baru Zee dan Rakka.


Zee dan Rakka masih setia di balik selimut tebal yang menutupi tubuhnya yang telanjang,ya setelah obrolan mereka kemarin dan Zee menceritakan semua ke Rakka.akhirnya Rakka mengerti,dan memaafkan istrinya itu.


sebagai ganti dari tidak jujurnya Zee,Rakka menghukumnya dengan tugas Zee sebagai istri.ya kalian pasti tahulah ya..


bukan sekali,tapi sudah berkali kali,hingga Rakka membuat istrinya itu lemah tak berdaya.


karena rasa lelah itu menjalar ke kedua Manusia yang sedang mabuk asmara itu.


sudah pukul 12 siang,mereka berdua masih setia di balik selimut.hingga deringan ponsel Zee yang begitu keras,baru mampu membangunkan Rakka yang sedang tidur memeluk istrinya itu.


tapi tidak untuk Zee,sekeras apapun suara dering ponsel.tak mampu membuatnya terbangun di saat dia lelah.


rakka membuka matanya,dia melihat wajah istrinya yang begitu dekat.


" cantik sekali" gumam Rakka tersenyum melihat wajah cantik istrinya.


" siapa yang menghubungi dia sepagi ini" kata Rakka melihat ke arah ponsel istrinya yang berbunyi.( halo ini sudah jam 12 siang tuan besarπŸ€¦πŸ»β€β™€οΈπŸ€¦πŸ»β€β™€οΈ).


Rakka mengambil ponsel istrinya yang berada di atas nangkas,matanya menyipit saat melihat nomor baru di ponselnya.tapi dia merasa pernah melihat nomor itu sebelumnya.


dengan cepat Rakka menekan tombol hijau itu,dan mendekatkan ponsel di telinga nya.

__ADS_1


" halo" kata Rakka,tapi penelepon tak bersuara.


" halo" katanya lagi,tapi tetap saja penelepon tak berbicara.dan tak berapa lama penelepon memutuskan panggilannya.


" siapa sih,aneh" kata Rakka,saat penelepon memutuskan panggilannya.


mata Rakka kembali tertuju ke arah istrinya yang masih pulas tertidur.


" pasti kamu lelah" kata Rakka yang mengusap usap wajah istrinya.


" apa aku buatkan sarapan saja ya" katanya lagi, setelah itu dia turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk ritual ya seperti biasa mandi.


.


.


.


.


berbeda dengan Zee,Maya nampak marah di depan lelaki yang kini menjadi tunangannya itu.ya siapa lagi kalau buka zuu.


" aku bisa jelaskan" kata zuu yang berjongkok di depan Maya yang sedang duduk.


ya Maya memergoki tunangannya itu sedang makan dengan wanita lain,yang berpakaian sama seperti zuu.


yang membuat Maya marah,bukan masalah jika pekerjaan mereka sama.tapi mereka hanya makan berdua dan membuat Maya semakin kecewa.pagi tadi zuu menolak ajakan Maya untuk makan siang bersama,dengan alasan pekerjaan.


" aku lagi kerja" jelas zuu yang melihat tunangannya itu.


" kerja kok kayak gitu,udah sana aku mau pulang aja" kata Maya yang hendak berdiri,tapi cekalan tangan zuu membuatnya kembali duduk.


" dia menraktirku tadi,karena aku bantuin dia menyelesaikan penyelidikannya"jelas zuu tak membuat Maya luluh.


" oh,karena traktirannya dia kan.kamu nolak ajakanku makan" kata Maya yang benar-benar marah dengan alasan zuu,membuat semua orang yang di sekitar menoleh ke mereka.


" bukan begitu,nanti aku jelaskan lagi.tolong mengertilah" kata zuu pelan,ya karena dia sekarang berhadapan dengan tunangannya yang masih gadis dan masih labil.


" oh,selama ini aku kurang mengerti.baiklah,sekarang sesuka kamu saja" kata Maya yang melepas cekalan tangan zuu yang ada di lengannya.


gadis itu berdiri dari duduknya "silahkan di lanjutkan tuan Gabriel Zunie Damar" kata Maya yang menyebutkan nama lengkap zuu,membuat zuu terkejut.


sepertinya tunangannya benar-benar marah,setelah mengatakan itu Maya berjalan meninggalkan tunangannya yang masih berjongkok melihat kepergiannya.


tanpa Maya sadari,air matanya jatuh membasahi pipinya.dengan cepat Maya mengusapnya,


" aku kurang mengerti" gumam Maya dengan rasa kecewanya.


zuu hanya bisa menghelang nafas kasarnya,ini pertama kalinya tunangannya marah padanya.


.


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya.


dengan like,coment,rate,vote,and jangan lupa jadikan favorit yaπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2