
Zee masih diam mematung di depan rumah mewah milik keluarga suaminya.
" loe gak berani masuk" tanya Maya yang berdiri di sampingnya,dan Zee hanya menganggukkan kepalanya.
"nih buat loe" kata Maya memberikan kaca mata berwarna hitam.Zee melihat ke arah kacamata itu dengan tatapan bingung,setelah itu dia melihat ke arah Maya
" ini buat loe pakek,kalau mertua loe tanya.tinggal bilang sakit mata,bereskan" kata maya yang tahu apa yang di pikirkan sahabatnya itu.
" loe memang sahabat yang paling pengertian" kata Zee menerima kacamata itu dan memakainya.
"emang,baru tahu loe" kata Maya memanyunkan bibirnya,dan Zee langsung memeluk sahabatnya.
" terimakasih" kata Zee membuat Maya tersenyum mendengarnya.
" sudah sudah,masuk sana" kata Maya yang melepas pelukan Zee.
" aku masuk dulu ya,makasih.hati hati di jalan" kata Zee yang berpamitan,Maya menganggukkan kepalanya.
Zee melambaikan tangannya dan setelah itu masuk ke dalam rumah milik mertuanya itu.
jantung Zee berdetak kencang saat memasuki rumah besar itu,ya sungguh aneh.ini hampir malam,tapi gadis itu memakai kacamata hitam.apalahi di dalam rumah,benar benar aneh.
saat Zee memasuki rumah,dia melihat sekelilingnya nampak sepi,akhirnya dia berjalan cepat untuk menaiki tangga.tapi langkahnya terhenti saat mendengar seseorang memanggilnya.
" Zee" panggil seorang yang bersuara laki-laki itu,Zee berhenti melangkah dan berbalik badan.agar dia bisa tahu siapa yang memanggilnya.
Zee bernafas lega saat dia melihat ke arah orang yang memanggilnya,ternyata suara kakak iparnya,ya itu suara Arga.
" eh kak Arga" kata Zee gugup,karena dia jarang sekali berbicara dengan kakak iparnya itu.
"kamu kenapa?" tanya Arga yang penuh selidik,membuat Zee semakin gugup.
" aku gak kenapa-kenapa kok kak" kata Zee yang meremas ujung bajunya karena gugup.
" benarkah,tapi kenapa kamu pakai kacamata?" tanya Arga yang berjalan mendekati Zee.
" oh itu,aku sakit mata.jadi aku pakai kacamata,biar gak menular gitu" kata Zee yang berbohong,Arga semakin berjalan mendekati adik iparnya itu.
" oh itu,aku naik dulu ya kak.permisi" kata Zee yang berpamitan,dan berjalan dengan cepat saat menaiki anak tangga.
Arga menjadi semakin curiga dengan tingkah adik iparnya itu.
dengan cepat Zee membuka pintu kamarnya,memasuki kamar itu dan menutup kembali pintu kamarnya.
Zee mengusap dadanya,setelah itu melepas kacamata hitam yang di pakainya.
dia terkejut saat sudah berbalik badan." ya Tuhan" kata yang keluar dari mulut Zee sambil tangannya mengusap dada,karena jantungnya berdetak kencang karena terkejut
ya bagaimana tidak terkejut,dia melihat Rakka sudah berada di dalam kamar dan duduk di sofa dengan menatap tajam ke arahnya.
Rakka masih diam,dia terus melihat ke arah istrinya yang nampak kusut,mata bengkak,dan wajah terlihat pucat.
setelah melihat penampilan istrinya itu,Rakka berdiri dari duduknya.dia berjalan menghampiri istrinya itu,Zee merasa ketakutan saat Rakka berjalan mendekatinya.
__ADS_1
tapi dia bisa menahannya,jika nanti Rakka akan marah,akan mengatakan kata-kata yang menyakitkan,atau mungkin akan menyakiti fisiknya.dia akan menerimanya,karena dia merasa pantas akan di perlakukan seperti itu,karena dia adalah istri yang tak jujur pada suami,itulah yang di pikirkan seorang Zee saat ini.
Zee menutup mata karena ketakutan,dia tak bisa berkata-kata karena dia binggung memulainya dari mana.
padahal tadi sebelum dia pulang,di dalam mobil bersama Maya dia sudah memiliki beberapa kata yang akan dia sampaikan.tapi semua itu hilang sekejap di otaknya,karena dia melihat tatapan tajam dari suaminya itu.
Zee masih menutup matanya,tapi setelah itu dia langsung membuka matanya.saat ada seseorang yang memeluknya,matanya langsung membulat sempurna saat mengetahui siapa yang memeluknya.
ya suaminya lah yang memeluknya,ya suaminya lah yang memberi pelukan kenyamanan pada dirinya.
Zee tak percaya dengan perlakuan suaminya,dia pikir suaminya akan marah.tapi sebaliknya,suaminya langsung memeluknya.
" Rakka" panggil Zee pelan
" hm" jawab Rakka singkat,karena dia masih setia memeluk istrinya itu.
" maafin aku" kata yang keluar dari mulut Zee,tapi Rakka hanya diam.
" maafkan aku karena gak jujur sama kamu,dan gak cerita" kata Zee,tapi suaminya itu masih diam.
" harusnya aku cerita dari awal,kalau..." kata Zee terpotong karena mendengar perkataan Rakka.
" apa kamu tidak mencintaiku" kata Rakka yang membuat Zee terdiam karena bingung dengan apa yang di ucapkan suaminya itu
Rakka melepas pelukannya karena dia tak mendengar apapun jawaban dari istrinya itu.
Rakka tersenyum kecut,karena dia melihat istrinya nampak diam setelah mendengar perkataannya.
" a aku" kata Zee gugup,karena dia sendiri tak tahu apa dia sudah mencintai suaminya atau belum.tapi saat di dekat suaminya,dia merasa aman.
meski belum terlalu lama mengenal suaminya,tapi Zee sudah merasakan nyaman bersama Rakka.
" lupakanlah" kata Rakka yang berbalik badan,dan hendak berjalan pergi,tapi langkahnya terhenti saat Zee mengatakan sesuatu.
" aku tidak tahu,apa aku mencintaimu atau tidak.atau mungkin aku sudah mulai mencintaimu,karena kita masih belum lama saling kenal.jadi aku masih ragu untuk meyakinkan hatiku" kata Zee membuat Rakka berbalik badan.
" apa kamu mencintaiku" kata Zee yang kini kembali mengatakan apa yang di katakan suaminya tadi.
" aku mencintaimu" kata Rakka lantang dengan melihat ke arah istrinya itu.di dalam hati Zee sangat bahagia,tapi otaknya masih tidak percaya.
"aku tidak tahu sejak kapan aku mencintaimu,tapi aku sekarang benar-benar mencintaimu" kata Rakka lagi,membuat Zee melongo tak percaya dengan apa yang di katakan suaminya itu.
" kalau begitu bantu aku agar aku benar-benar bisa mencintaimu" kata Zee,membuat Rakka menganggukkan kepalanya dan langsung kembali memeluk istrinya itu.
" pasti,aku akan membantumu agar bisa benar-benar mencintaiku sampai mati" kata Rakka bahagia,Zee langsung membalas pelukan dari suaminya itu..
.
.
.
.
__ADS_1
berbeda dengan Zee dan Rakka,kini ganendra sedang mencekik leher salah satu perempuan yang datang menjenguknya di rumah sakit,hingga perempuan itu kesulitan untuk bernafas
" ini semua gara-gara elo" kata ganendra yang mencekik perempuan itu dengan tenaga yang kuat.dia benar-benar marah,hingga warna matanya berubah menjadi merah.
" nak jangan seperti ini nak,lepaskan sella nak" kata mama Mira yang mencoba melepaskan cekikan tangan anak nya dari perempuan itu yang tak lain adalah marsella.
" ga lepas" kata Farhan yang baru datang dan melihat adiknya yang mencekik anak orang.
Farhan menghempaskan tubuh adiknya,membuat tubuh ganendra terpental dan tubuhnya tersungkur ke lantai.agar bisa melepaskan tangan ganendra yang mencekik leher sella,sela batuk-batuk karena akhirnya dia bisa kembali bernafas.
" loe gila ya" teriakan Farhan,karena adiknya hampir saja membunuh sella.
tubuh ganendra masih tersungkur di lantai,mama Mira mencoba membantu anaknya itu.tapi di tepis oleh ganendra,
" kenapa loe menghalangi gue buat bunuh tu cewek,karena dia gue kehilangan yemi" teriakan ganendra yang nampak sudah frustasi.
" ini bukan salah dia,tapi salah loe yang terlalu berambisi karena mimpi loe yang ingin memenuhi keinginan Zee dan ini juga salah loe yang percaya setiap perkataan orang lain.yang salah itu loe,karena loe bodoh dan egois" kata Farhan yang sudah mulai kesal dengan apa yang di lakukan adiknya itu,tapi rasa kesalnya hilang saat dia kembali melihat ganendra menagis.
dia tak tega melihat adik satu-satunya menjadi seperti ini,dia tak bisa melihat itu apalagi orang tuanya.
" aku hanya ingin mewujudkan keinginannya,kenapa dia tidak mengerti.aku aku hanya ingin membuat dia selalu bahagia,tapi dia tidak mengerti.kenapa?" teriakan ganendra sambil menagis,membuat mamanya tak tega melihatnya.
Farhan berjalan dan jongkok di depan adiknya yang kini duduk sambil menunduk...
dengan cepat Farhan memeluk adik satu-satunya itu" kakak tahu,kakak ngerti tapi sekarang sudah berbeda.gadia itu sudah bahagia dengan orang lain,jadi lupakanlah dan kembalilah menjalani hidup barumu" kata Farhan yang memeluk adiknya agar tenang,dan setelah itu ada dokter datang.
dokter itu mendekati ganendra yang masih di pelukan Farhan,dokter menyuntik lengan ganendra .dan setelah itu ganendra tertidur dan tak sadarkan diri.
.
.
.
.
***hallo kakak-kakak pecinta perjodohan dari kakek,terimakasih selama ini sudah setia mendukung author.
jujur sih, disini itu author bikin sifat Rakka yang sebenarnya cuek dan dingin kayak kutup utara.tapi setelah dia mengenal cinta yang sesungguhnya dia akan terkena virus bucin tingkat akut🤣🤣🤣🤣
*disini author pengen banget buat pasangan ini bahagia,tapi kalau hidup,apalagi rumah tangga kalau berjalan mulus terus gak asik lah ya.jadi nanti author mau bikin sedikit konflik boleh lah ya,tapi enggak sekarang kok dan gak banyak juga kok.😁😁😁
oh iya jangan lupa follow author dan dukung terus author dengan tinggalin jejak.
like
rate
coment
and vote.
🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻***
__ADS_1