
" jadi kamu takut naik pesawat" kata mama,dan Zee menganggukkan kepalanya.
ya mama ana langsung datang ke kamar menantunya itu,saat dia tahu anak bungsunya keluar dari kamar dengan wajah kesalnya.
" tapi kamu pengen ikut" tanya mama ana,dan Zee kembali menganggukkan kepalanya sambil memanyunkan bibirnya.
"sayang dengerin mama,semua orang punya rasa takut,rasa trauma.tapi jika kita berani dan punya niatan untuk itu.kenapa kita tidak mencobanya" kata mama sambil mengusap-usap rambut menantunya dengan pelan.
" jadi ma,Zee harus gimana?" tanya Zee yang ingin ikut tapi masih takut dengan traumanya naik pesawat.
" ikuti kata hatimu,tapi kalau kamu benar-benar takut.bicaralah dengan suamimu,agar dia mengerti" kata mama ana dan Zee menganggukkan kepalanya.
Zee langsung memeluk mama mertuanya itu,dia bersyukur memiliki mertua yang pengertian.yang menyayanginya sepenuh hati,bahkan menurutnya mertuanya lebih mengerti dari pada bundanya yang kala lebih sibuk bekerja.
.
.
.
berbeda dengan Zee,Rakka sehabis menemui Derren kini nampak menikmati minuman dinginnya di salah satu kafe ternama di kota.
matanya terus melihat ke arah ponselnya,dia nampak sedikit kesal karena tak mendapati pesan ataupun panggilan dari istrinya itu.
" maaf kak,apa aku boleh duduk di sini" kata seseorang yang berdiri di depan meja,Rakka mendongak ke arah sumber suara.ternyata seorang wanita.
" maaf,cari saja yang lain" kata Rakka setelah itu kembali memainkan ponselnya.
"begitu ya,tapi semua bangku penuh kak.cuma disini yang kosong" kata wanita itu,yang nampak lebih muda darinya.
" boleh ya kak,aku duduk sebentar karena kakiku pegal sedari tadi berdiri." kata wanita itu lagi,Rakka menghembuskan nafas kasarnya dan setelah itu dia berdiri.
" silahkan" kata Rakka membuat wanita itu tersenyum bahagia.
berbeda dengan wanita muda itu,Rakka hendak berjalan meninggalkan wanita itu.tapi perkataan wanita itu menghentikan langkahnya.
" loh kakak mau kemana? minumannya masih banyak tuh" kata wanita muda itu,membuat Rakka mengurungkan niatnya untuk berjalan.
" buang aja,oh iya dan satu lagi.gue gak biasa duduk sama cewek kecuali istri gue" kata Rakka setelah itu dia berjalan meninggalkan wanita yang lebih muda darinya itu.
wajah wanita itu sudah nampak kesal dan tangannya mengepal dengan kuat melihat kepergian Rakka.
"sial gagal" batin wanita itu melihat punggung Rakka yang menjauh.
berbeda dengan wanita muda itu,Rakka memasuki mobilnya dengan santai.
" dasar wanita murahan" kata Rakka yang sudah duduk di kursi kemudinya.setelah itu dia menjalankan mobilnya.
ya Rakka tahu wanita muda itu adalah salah satu model yang pernah di jelajahi oleh sahabatnya untuk memuaskan nafsunya.ya siapa lagi kalau bukan Derren.
.
.
.
.
pukul 7 malam.
Zee duduk di sofa tamu,matanya terus melihat ke arah pintu utama yang belum memiliki pergerakan.
mama ana hanya bisa melihat menantunya dari jauh,dia mengajak menantunya itu untuk makan malam.tapi menantunya itu menolak,dengan alasan menunggu suaminya.
tapi raut bahagia terlihat di wajah wanita paruh baya itu,pasalnya dia tak salah memilihkan istri untuk anak bungsunya.meski di bilang mereka menikah muda,tapi jika memang sudah jodoh mau gimana lagi.
__ADS_1
Cukup lama Zee menunggu suaminya,hingga pergerakan pintu utama yang terbuka.membuat mata Zee menatap ke arah pintu itu.
senyum terlihat di wajah cantiknya,dengan cepat dia beranjak dari duduk dan menghampiri suaminya itu yang baru memasuki rumah.
". kamu udah pulang" kata Zee yang sudah berdiri di depan Rakka,tapi Rakka hanya diam dan melihat dengan tatapan yang sulit di artikan.
"ayo,mama dan yang lainnya sudah menunggu buat makan malam" kata Zee yang mencoba membujuk suaminya yang kini sedang merajuk.
Rakka hanya diam dan berjalan ke arah meja makan,Zee hanya bisa mengikuti suaminya dari belakang dengan banyak sekali umpatan di dalam hatinya.
"gak punya otak apa? gue udah nunggu dia dari tadi.eh gue malah di cuekin,awas aja loe " batin Zee yang melihat punggung suaminya itu.
" kamu udah pulang ka" kata mama ana yang melihat anak bungsunya langsung duduk tanpa memberi salam terlebih dahulu,dan Zee hanya diam dan ikut duduk di sebelah suaminya itu.
" hari ini kamu kenapa" tanya papa yang melihat wajah anaknya yang di tak ramah sama sekali.
" kamu tahu ka,Zee udah nunggu kamu di depan berjam-jam lho." kata mama yang tahu anaknya nampak merajuk karena istrinya membantah kemauannya.
Rakka melihat ke arah istrinya yang nampak mengambilkannya nasi untuknya,dia begitu senang jika istrinya menunggunya pulang.
tapi karena dia masih merajuk,dan gengsinya begitu besar.jadi dia masih memasang wajah dingin dan datarnya.
Zee yang di lihat Rakka hanya tersenyum manis,hingga membuat Rakka langsung memalingkan wajahnya.karena tidak tahan melihat senyum manis istrinya itu,senyum yang mampu meluluhkan kemarahannya itu.
"ini juga Zee yang masak Lo ka" kata mama lagi yang mencoba membantu menantunya,agar bisa baikan dengan anak bungsunya itu.
" enak banget Lo ka,papa sama kakakmu aja Sampek nambah Lo" kata papa yang membuat Rakka semakin tak bisa berbicara apa-apa,tapi rasa kesal di dalam hatinya masih ada.
tanpa kata-kata Rakka memakan makanan yang Zee ambilkan,senyum terukir di wajah cantik istri rakka itu,bukan hanya Rakka tapi juga mama ana yang nampak tersenyum,melihat anaknya yang begitu lahap makan.
setelah selesai makan,Rakka berpamitan untuk ke kamarnya.zee berjalan mengikuti suaminya itu dari belakang.
Zee hanya bisa mengikuti arahan dari mama mertuanya itu,karena kali ini suami tampannya nampak masih merajuk padanya.
setelah sampai di kamar,Zee mengikuti kemanapun langkah suaminya.saat suaminya berjalan ke arah sofa untuk menaruh jaket yang dia kenakan,mengikuti Rakka yang berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian gantinya.hingga langkahnya terhenti saat Rakka hendak memasuki kamar mandi.
rasanya Rakka ingin sekali memeluk istrinya itu,tapi dia ingin sekali menguji istrinya itu.
istri yang membuatnya begitu tergila-gila padanya,istri yang membuatnya lupa akan semua hal. dan dia ingin hanya melihat istrinya itu,dimanapun dia berada.
" kenapa berhenti," kata Rakka yang mencoba menjaili istrinya itu.
" a a aku tunggu disini aja" kata Zee gugup,karena dia tahu.jika dia nanti ikut masuk ke dalam kamar mandi,dia akan habis nantinya.
" kenapa" kata Rakka dengan mengangkat satu alisnya.
" pokok aku tunggu disini,kalau mandi cepat mandilah.ada yang mau aku bicarakan" kata Zee yang berbalik badan dan membelakangi Rakka.
Rakka tersenyum melihat tingkah istrinya yang mengemaskan itu,yang membuatnya ingin sekali memeluknya bahkan menciumnya.tapi di urungkan niatnya,karena dia ingin sekali mengerjai istrinya itu.
Zee menghembuskan nafas kasarnya saat mendengar suara pintu kamar mandi tertutup,
" syukurlah" gumam Zee yang mengusap-usap dadanya,Zee berbalik badan danberapa terkejutnya dia.saat melihat suaminya berdiri di depan pintu kamar mandi bukan di dalam kamar mandi.
" ka ka kamu kok masih disini" kata Zee gugup,Rakka hanya mengangkat satu alisnya.
benar-benar Rakka ingin sekali mengerjai istrinya itu,dia hanya menutup pintu kamar mandi dan dia masih tetap di luar kamar mandi.
" itu,gak mau mandi" tanya Zee yang gugup.
" bukannya ada yang mau di bicarakan" kata Rakka yang berjalan mendekati Zee.
"itu itu," kata Zee yang gugup,Rakka yang berdiri di depan Zee dengan jarak yang begitu dekat.
"itu,apa kamu masih marah?" tanya Zee yang gugup karena dia merasa tubuhnya sangat dekat dengan suaminya itu.
__ADS_1
Rakka hanya diam dan terus melihat wajah istrinya yang kini mengisi di pikirannya.
"a aku mau mau bicara,soal ajakanmu ke hongkong.itu aku" kata Zee yang menghentikan perkataannya.
" aku apa" kata Rakka yang masih terus melihat ke arah manik mata milik istrinya itu.
" aku gak bisa ikut,karena" kata Zee terpotong
" karena takut naik pesawat" kata Rakka yang membuat Zee terkejut,ternyata suaminya tahu jika dia phobia akan naik pesawat.
" iya itu,kok kamu tahu" kata Zee kebingungan.
" pastinya aku tahulah,semua hal tentang kamu aku tahu termasuk siapa saja yang pernah nembak kamu" kata Rakka santai yang berjalan meninggalkan Zee yang masih diam mematung.
" jangan-jangan kamu" kata Zee yang berbalik badan,dia melihat suaminya yang sudah duduk di tepi ranjang.
" iya,aku mencari semua informasi mengenai istriku.ada masalah" tanya Rakka dengan entengnya,dan kembali melihat ke arah istrinya yang nampak terkejut tak percaya.
" warna biru,boneka Minion,jus alpukat,suka nonton drama Korea.aku tahu semuanya" kata Rakka membuat Zee terkejut.
" dan karena kesepian kamu suka nongkrong di cafe bareng sahabat kamu" kata Rakka lagi membuat Zee terdiam,dan tak berapa lama dia berbicara.
" apa sahabatku yang memberitahu itu" tanya Zee yang berjalan menghampiri suaminya itu,hingga kini dia duduk di sebelah suaminya.
" bukan,tapi Ary yang mencari informasinya" kata Rakka dengan jujur,membuat Zee menatap Rakka dengan tatapan mendalam.
" kenapa harus menyuruh Ary mencari informasi tentang aku,jika kamu ingin tahu semua tentang aku.kamu bisa bertanya langsung ke aku,gak perlu mencari informasi dari orang lain" kata Zee yang tersenyum ke arah Rakka..
Rakka mencari tahu apa ada kebohongan di setiap perkataan Zee,tapi dia tak menemukan kebohongan sama sekali.
" baiklah,aku akan selalu bertanya langsung ke kamu.dan kamu juga,bisa tanya langsung ke aku.apa yang aku suka,apa yang gak ku suka dan semua tentangku,kamu bisa tanya langsung ke aku,karena kamu adalah istriku" kata Rakka yang membuat Zee terharu dan tanpa sadar matanya berkaca-kaca karena terharu.
Rakka langsung memeluk istrinya yang hendak menangis" jangan menagis" kata Rakka yang memeluk istrinya itu dengan erat.
" maafkan aku,hari ini aku marah sama kamu.jujur aku kesal karena kamu menolak ajakanku" jelas Rakka yang masih setia memeluk istrinya itu.
" aku juga ingin ikut,tapi aku takut naik pesawat" kata Zee,Rakka melepas pelukannya dan kini pandangnya tertuju ke arah mata istrinya itu.
" aku tahu kamu takut,tapi masih ada aku.aku akan menjaga kamu sayang" kata Rakka yang mengusap-usap pipi istrinya itu.
" tapi aku" kata Zee yang terpotong.
" aku hanya ingin kamu selalu bersamaku sayang,aku hanya ingin kamu menemani di setiap hobi dan pekerjaanku ini.jadi aku mohon,cobalah ikut demi aku" kata Rakka yang membujuk istri ya itu.
" tapi," kata Zee yang nampak ragu-ragu.
" ya udah kalau kamu gak mau,tapi jangan marah kalau suami kamu ini di temani cewek lain" kata Rakka yang menjahili istrinya itu,sontak mata Zee melotot melihat ke arah Rakka..
" kamu berani" kata Zee yang mulai kesal,dan hendak beranjak dari duduknya tapi lengannya di cekal oleh Rakka.membuatnya kini kembali duduk.
"gak berani,habisnya kamu gak mau temenin aku" kata Rakka membuat Zee kini melihat suaminya dengan tatapan yang sulit di artikan.
" baiklah aku akan menemanimu,aku akan ikut,tapi saat di pesawat kamu harus menemani ku terus.gak boleh kemana-mana,mengerti" kata Zee tegas,dengan cepat Rakka menganggukkan kepalanya.yang menandakan dia setuju dengan apa yang di katakan istrinya itu.
" aku pasti akan selalu menemanimu sayang" kata Rakka yang langsung memeluk istrinya itu,sepasang pengantin baru itu nampak bahagia.
mereka merasa beruntung di jodohkan,karena Zee dan Rakka merasakan kebahagiaan yang tak pernah mereka rasakan selam inj.
.
.
.
.**ya seperti yang author rasakan saat ini,karena baru bisa update dan yang ninggalin jejak gak nongol.
__ADS_1
jadi biar author semangat buat nulis.jangan lupa like,rate,vote and comen.sekalian follow author yaa🙏🏻🙏🏻🙏🏻**