Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
dengarkan Abang baik-baik


__ADS_3

Flashback on.


gadis yang berusia 12 tahun,nampak berdiri di depan salah satu toko boneka.


dia terus memandang boneka yang terpajang di salah satu rak yang di penuhi boneka itu.


" Zee" panggil seseorang,ya gadis itu adalah Zee kecil.


" Abang" kata Zee saat melihat orang yang memanggilnya itu adalah zuu.


" kamu lihat apa?" tanya zuu ke adiknya itu.


" itu" kata Zee sambil menunjuk ke salah satu boneka yang berjejeran.


" kamu mau," tanya zuu ke adik kecilnya itu,dengan cepat Zee menganggukkan kepalanya.


" Zee lihat Abang" kata zuu yang jongkok di depan adiknya itu dan kata-kata zuu mampu membuat Zee melihat ke arahnya


" 2 hari lagi,Abang belikan" kata zuu ke adiknya itu.


" kenapa gak beli sekarang"kata Zee yang ingin sekali boneka itu.


" karena 2 hari lagi,Abang baru menerima gaji" kata zuu ke adiknya.


" kenapa harus nunggu Abang gajian,kita tinggal minta uang ke bunda atau kakek" kata Zee lagi.


" Zee,dengarkan Abang baik-baik" kata zuu agar adiknya menatap ke arahnya.


" Abang yang ingin membelikan untuk Zee,jadi Abang harus membelikan boneka itu dengan uang Abang sendiri"


" bukan uang pemberian bunda atau kakek" jelas zuu ke adiknya itu.


" jadi,Zee bisa sabar nunggu 2 hari lagi" kata zuu dan Zee menganggukkan kepalanya,menandakan jika dia mengerti.


" iya,aku nunggu Abang gajian" kata Zee dengan senyum manisnya.


" anak baik" kata zuu mengusap halus kepala adiknya.


" jadi,sekarang kita pulang" kata zuu lagi dan Zee menganggukkan kepalanya.


setelah mendapatkan persetujuan adiknya,zuu berdiri dari jongkoknya dan kini mengandeng tangan adiknya.berjalan menyusuri jalan yang nampak tak terlalu ramai itu.


.


2 hari kemudian.


Zee berlari sambil mengandeng tangan zuu,hingga memasuki toko boneka yang 2 hari lalu di lihatnya .


" selamat datang,ada yang bisa saya bantu" kata salah satu karyawan toko.


" aku mau beli boneka" kata Zee yang langsung berlari menghampiri rak yang berisi boneka yang dia inginkan.


" aku mau yang ini" kata Zee yang menunjuk boneka Minion yang berukuran sedang.


" tolong bungkus yang ini mbak" kata zuu,dan karyawan itu mengambil boneka yang di pilih Zee.


Zee dan zuu berjalan ke arah kasir,


" totalnya 150 ribu" kata petugas kasir itu,setelah itu zuu membayarnya.

__ADS_1


" mbak,mbak tahu gak.ini yang beliin abangku Lo" cerita Zee ke petugas kasir itu.


" benarkah,jadi abangnya adik.baik sekali ya" kata petugas itu ke Zee.


" iya,dia abangku yang paling baik sedunia" kata Zee,setelah itu dia menerima boneka yang di berikan petugas itu.


" sudah Zee,ayo pulang" kata zuu,dan Zee mengangguk.


" terimakasih mbak" kata Zee setelah itu dia berjalan keluar dengan abangnya.


" sama-sama,jangan lupa datang lagi" kata petugas kasir itu.


setelah keluar dari toko Zee menghentikan langkahnya,


" ada apa Zee?" tanya zuu ke adiknya.


" Abang,Abang jongkok deh" kata Zee ke kakaknya.


zuu yang tak tahu apa yang akan di lakukan adiknya,hanya bisa menurut.dia berjongkok di depan adiknya itu.


dengan cepat Zee mencium pipi abangnya itu,membuat zuu memperlihatkan senyumannya.


" terimakasih,sudah membelikan Zee boneka ini.abang zuu adalah Abang terbaik sedunia milik Zee" kata Zee dengan senyum bahagianya,zuu yang melihat adiknya itu juga tersenyum.


" kamu suka" tanya zuu ke adiknya.


" suka,oh bukan.tapi sangat suka" kata Zee dengan gembira.


" Abang seneng kalau kamu suka,jadi Zee sekarang dengerin Abang" kata zuu ke adiknya,dan Zee kini nampak fokus mendengarkan apa yang akan di katakan kakaknya itu.


"jika Zee ingin sesuatu,kasih tahu ke abang.nanti Abang yang akan belikan" kata zuu dan Zee menganggukkan kepalanya.


" ya,Zee akan bilang ke Abang dan Zee akan sabar menunggu Abang membelikan yang Zee mau" kata Zee dengan senyum manisnya,


" baiklah,ayo kita pulang' kata zuu yang berdiri dari jongkoknya.lalu menggandeng adiknya.


mereka berdua berjalan menyusuri jalan yang kini memang cukup ramai.


.


.


Flashback off.


kini Amel duduk di dekat jendela salah satu kafe yang tak jauh dari apartemen derren.


pandangannya terus melihat ke arah luar jendela yang nampak penuh dengan orang berlalu lalang,hingga suara seseorang membuyarkan lamunannya.


" Amel,maaf.mama terlambat" kata mama Evi,mamanya Amel.


Amel hanya menoleh dan langsung mencium tangan mamanya.


" kamu udah nunggu lama nak?' tanya mama Evi yang sudah duduk di kursi yang berhadapan dengan anaknya.


" aku juga baru datang mah" kata Amel yang berbohong,karena dia sudah berada di toko itu sekitar 1 jam.


" Mama mau pesan apa?" tanya Amel


" samaain aja kayak kamu" kata mama Evi,setelah itu amel memesankan pesanan mamanya

__ADS_1


"kabar kamu gimana sayang,kamu tinggal dimana?" tanya mama Evi yang nampak khawatir dengan anak semata wayangnya itu.


" aku baik mah,aku tinggal di rumah temen" kata Amel


" Mel,mamah mau bicara terus terang.boleh nak?" kata mama Evi


" ya mah,apa?"


" mamah ingin kamu pulang,mamah akan melakukan apapun.agar kamu bisa pulang,kamu mau apa mamah akan mencoba lakukan.kamu mau mamah sama papa rujuk,mama akan lakukan.asal kamu mau pulang dan tinggal sama mama" kata mama Evi yang kini memegang tangan anaknya.


Amel kaget saat mendengar perkataan mamanya itu,mamanya rela todak bercerai dengan papa.agar anaknya pulang dan tinggal dengannya.


" Mama akan bilang ke papa,agar membatalkan perceraiannya." kata mama Evi


Amel sangat senang saat mendengar perkataan mamahnya,dia pasti bahagia saat melihat keluarganya utuh kembali.


" ma,Amel udah dewasa.amel bisa bedain mana yang bener dan salah" kata Amel yang kini meneteskan air matanya.


" Amel bahagia,kalau kalian kembali bersama.jika kalian memang ingin bersama.tapi,jika kalian bersama karena aku.supaya aku kembali,aku bukan orang yang egois ma"


" Mama bercerai atau enggak,Amel tetep akan pulang ke rumah mama"


" Mel" kata mama Evi


" Mama juga butuh bahagia,jangan karena Amel mama menyesal seumur hidup.aku ingin melihat mama bahagia,jadi jika mama memang ingin bercerai.amel setuju saja,karena ini hidup kalian.amel mengerti" kata Amel,mama Evi langsung mendekat ke anaknya,dengan cepat dia memeluk tubuh mungil anak gadisnya itu.


" maafin mama Mel,mama gak bisa kasih kamu keluarga yang utuh.mama bersalah ke kamu." kata mama Evi


" ma aku tahu ini sudah jalanku,dan ini juga yang terbaik untuk kita semua" kata Amel setelah melepas pelukan mamanya


" jadi hari ini kamu pulang nak"


" mah,kasih Amel beberapa hari lagi.amel harus bilang ke temen Amel juga"


" kamu tinggal dimana sayang,rumah Zee apa maya.mama akan bilang ke mereka"


" bukan ke rumah Zee atau Maya ma,Amel tinggal di rumah temen Amel yang lain."


" apa mama mengenalnya?" tanya mama Evi,Amel menggelengkan kepalanya.


" Mel."


" ma,mama jangan khawatir.temen Amel ini sangat baik"jelas Amel saat dia tahu mamanya khawatir.


" baiklah, kapan-kapan kenalin mama ke temen kamu itu" kata mama Evi dan Amel mengangguk kepalanya.


Amel berpikir,apakah derren mau ketemu dengan mamanya.padahal mereka tak memiliki hubungan apa-apa.


tanpa Amel dan mama Evi sadari,ada sepasang mata yang kini sedang mengawasi mereka berdua.


.


.


.


.


🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2