Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
takdir mereka


__ADS_3

pagi hari suara alarm membangunkan Zee dan Amel yang sedang tertidur... Zee bangkit dari tidurnya dan memencet tombol di atas alarm itu ..agar alarm itu berhenti bersuara....


" jam berapa sih sekarang.." tanya Amel yang duduk dan bertanya dengan suara seraknya khas orang bangun tidur.


" jam 6" kata Zee menjawab pertanyaan Amel dengan suara seraknya juga...


" oh...gue mandi duluan ya..." kata Amel Zee hanya mengangguk karena kesadarnya belum benar benar kembali...


Amel berjalan ke arah kamar mandi dan memasuki kamar mandi...


Zee masih mengumpulkan nyawanya yang belum 100% belum kembali itu...


setelah menurut Zee nyawanya sudah kembali...dia mengambil ponsel yang berada di atas nakas meja dekat tempat tidurnya...dan Zee menyalakan ponselnya...


Zee membulatkan matanya saat melihat pesan wa dari Rakka ...dengan cepat Zee membuka pesan itu...


"aku sudah sampai...kalau sudah bangun balas pesanku...🤗🤗" isi pesan Rakka...


senyum lebar terukir di wajah Zee...dengan cepat Zee membalas pesan WhatsApp Rakka...


"aku sudah bangun...🙂" balasan pesan Zee yang di kirim untuk Rakka...


Zee nampak melamun sambil senyum senyum sendiri... suara dering ponselnya membuat dia sadar dari lamunannya....


dengan cepat mata Zee melihat ke arah ponselnya...dan betapa terkejutnya saat dia melihat nama yang sedang menelponnya...Rakka kacamata kuda.


dengan gugup Zee menekan tombol yang berwarna hijau itu... tombol yang menghubungkan agar Zee bisa mendengar suara Rakka...


" hallo..." Rakka


"iya..." Zee


" udah bangun..." Rakka..


" menurutmu..." Zee


" belum...hahha" Rakka


" kalau belum...yang sekarang bicara sama loe itu siapa ..hantu.." Zee yang kesal...


" iya hantu... hantu cantik.." kata Rakka dan Zee yang mendengar kata kata yang keluar dari mulut Rakka hanya senyum senyum karena merona...


" pasti terpesona kan.." Rakka


" gak...siapa yang terpesona...ada apa telpon.." Zee


" emang gak boleh telpon..." Rakka


" gak boleh...aku gak mau di sebut pelakor karena telpon sama pacar orang.. "Zee


" aku tunanganmu " Rakka


" iya..tapi masih pacar orang...udah aku mau mandi dulu..." kata Zee yang mengakhiri panggilan dari Rakka...karena Zee melihat Amel sudah keluar dari kamar mandi...


Amel yang melihat Zee sehabis telpon dengan orang...mencoba bertanya...


" siapa..." tanya Amel.


" bukan siapa siapa..." kata Zee yang menaruh ponselnya di meja dan dia berlari ke kamar mandi...


Amel yang melihat tingkah sahabatnya itu menjadi penasaran....


" siapa sih yang telpon...jadi penasaran..." gumam Amel...


.

__ADS_1


.


.


waktu istirahat.... Zee dan kedua sahabatnya sedang menikmati bakso yang mereka pesan... Zee tampak beberapa kali melihat ke arah ponselnya...Amel dan Maya saling tatap saat melihat tingkah Zee .


"loe kenapa sih dari tadi lihat ponsel mulu... tu bakso loe dingin jadinya..." kata Maya


" oh iya gue lupa..." kata Zee senyum nyengir kaya kuda


" tadi pagi siapa yang nelpon loe Zee..m" tanya Amel penasaran...


" bukan siapa siapa..." kata Zee yang masih menikmati makanannya...


" pasti Rakka yaa..." goda Maya membuat Zee tersedak ...Maya langsung memberikan minuman ke Zee dan Zee langsung meneguk hingga habis minuman itu...


" aduh...hidung gue panas dan pedes..." kata Zee selesai minum...yaa bakso yang di makan Zee itu sambelnya banyak...


" makannya kalau makan pelan pelan..." kata Maya


" loe sih may..." ketus Zee


" kenapa gue...jadi bener yaa loe ang telpon loe si Rakka dan loe nungguin chat dari dia..." ledek Maya yang tertawa di ikuti Amel yang juga ikut tertawa...


" apa sih...bukan Kali..." elak Zee


" trus siapa kalau bukan Rakka..." tanya Amel..


" kepo loe..." kata Zee...


"apa Boboy Al..." tanya Amel..yang penuh selidik...


" ihh...kepo bener deh..." ledek Zee...


"rahasia..." kata Zee


"Zee..." rengek Amel...membuat Zee tertawa...


" kenapa loe malah tertawa..." tanya Amel kesal.


" ya loe habisnya lucu banget..." kata Zee..


Amel memanyunkan bibirnya...


" intinya bukan bang Al..." jelas Zee Amel langsung tersenyum matahari..


" oh iya...bahas si bang Al jadi inget kalau dia udah balik ke Indonesia..." kata Maya..


" bagus dong...pulang cepet.." kata Zee


" tapi...dia pulang karena ada masalah..." jelas Maya...Amel langsung menatap Maya..


" masalah apa..?" tanya Amel dan Zee bersamaan...


" di..dia..." kata Maya terbata bata...


" dia kenapa may...cepetan dong kalau cerita..." kata Amel yang tak sabar mendengar cerita Maya...


" dia sepertinya gak bakal bisa main sepak bola lagi..." jelas Maya...membuat Amel dan Zee terkejut...


" apa..." teriak mereka berdua bersamaan membuat semua yang ada di kantin menatap mereka...


"pelanin suara kalian berdua..." kata Maya...


" sorry sorry..." kata Zee

__ADS_1


" jadi sebenarnya kemarin dia cidera parah...tapi di paksa tetep buat jalan..kalian bisa lihat kelihatannya dia baik baik aja...tapi sebenarnya dia menderita...dan sekarang dia mengurung diri di kamarnya..." jelas Maya...


" apa cideranya gak bisa di sembuhkan..." tanya Zee


" sebenernya bisa...tapi butuh waktu lama...karena waktunya lama..dia menjadi frustasi..." jelas Maya..


" ini semua salah gue...kalau bukan karena keinginan gue.dia gak bakal menderita kayak gini..." kata Zee yang nampak murung...


" ini bukan salah loe...jadi jangan pernah salahin diri loe sendiri..."kata Maya...Zee hanya menatap mata Maya dengan sendu...


Amel langsung terdiam setelah mendengar perkataan Maya...mata Amel sudah mengeluarkan cairan bening dan sebentar lagi menetes...


Maya dan Zee yang melihat Amel sedih...langsung menegurnya.


" Mel..loe kenapa..." tanya Maya...


" gue gak papa..." kata Amel...


" jangan sedih mel...nanti pulang sekolah kita ke rumah bang Al...kita temui dia .." kata Zee yang sebenarnya tau isi hati Amel... Amel hanya menganggukkan kepalanya...


.


.


.


.pukul 3 sore Zee dan kedua sahabatnya sudah berdiri di depan rumah yang berlantai dua itu...


" ayo..." ajak Maya ke kedua sahabatnya...mereka berjalan beriringan...


maya memencet bel rumah itu tak berapa lama pintu terbuka dan orang paruh baya membukakan pintu itu..


" eh non Maya...masuk non..." kata perempuan paruhbaya itu yang ternyata bik nuk pembantu di rumah Haikal...


Maya berjalan masuk ke rumah Haikal dan di ikuti Zee dan Amel...


" loh may kamu disini..." kata wanita paruh baya yang umurnya mungkin seusia bunda Zee... wanita itu berjalan menuruni anak tangga dan menghampiri ketiga gadis itu..


" iya tan...mau ketemu bang Al..." kata Maya yang mencium tangan wanita itu yang ternyata Tante dys,mamah Haikal...


" oh dia ada di kamar...oh ada Zee sama Amel juga toh..." kata Tante dya saat melihat Zee dan Amel..


"iya tan..." kata Zee yang mencium tangan Tante dya dan di ikuti Amel...


" Al ada di kamar...tolong bujuk dia biar mau makan...karena setelah pulang ke Indonesia Al gak mau makan..." kata Tante dya dan ketiga gadis itu mengangguk bersamaan...


" yaudah kita mau temui bang Al dulu yaa Tan..." pamit Maya dan Tante hanya mengangguk...


ketiga gadis itu berjalan menaiki tangga ..Tante dya hanya diam melihat punggung ketiga gadis itu...


" Al sangat mencintai gadis itu..tapi takdir mereka tidak bersama..." batin Tante dya yang sedari tadi melihat punggung Zee yang berjalan menaiki anak tangga...


yaa tante dya sangat mengerti perasaan anak lelakinya itu...karena Haikal selalu menceritakan semuanya ke mamanya... apalagi saat Haikal menceritakan tentang Zee..


tentang gadis yang di cintai selama bertahun tahun... tapi hanya cinta yang bertepuk sebelah tangan...


Tante dya sangat sedih saat mendengar cerita anaknya kalau Zee sudah bertunangan dan itu di jodohkan...


Tante dya juga sangat menyukai sosok gadis seperti Zee...gadis yang bisa merubah anaknya untuk memiliki ambisi dalam hidupnya ..


harapan Tante dya yang bisa memiliki menantu seperti Zee sudah pupus sudah...karena dia mengetahui Zee sudah memiliki pasangan...


.


🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2