Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
apa,punyaku kurang besar?


__ADS_3

Zee sesekali melirik suaminya yang kini sedang melihat ke arah jendela,dan tak berbicara sama sekali setelah dia memasuki mobil yang mereka tumpangi.


yaa sekarang Zee dan Rakka berada di dalam mobil,mereka berdua akan menghadiri acara para atlit.


"maaf" kata Zee yang kini melihat ke arah suaminya,karena dia merasa bersalah karena perbuatannya sebelumnya.


Rakka masih saja diam,dan terus melihat ke arah jendela tanpa memalingkan wajahnya ke arah istrinya itu.


" maaf,harusnya aku gak membantah,gak menolak kayak tadi,harusnya aku tetap menjalankan kewajibanku sebagai istri" kata Zee yang membuat Rakka kini melihat ke arahnya.


" kenapa? " tanya Rakka


" itu,karena..." kata Zee terpotong.


" apa karena aku tidak bisa memuaskan mu,apa punyaku kurang besar?" kata Rakka membuat Zee melongo,dan melihat ke arah depan nampak Ary sedang menahan tawanya.saat mendengar tuan mudanya berkata seperti itu.


"kalau benar seperti itu,aku akan membeli obat,agar punyaku besar dan bisa memuaskan kamu" tambah rakka membuat Zee sangat malu,karena bukan itu yang membuatnya hari ini gak mood melayani suaminya.


" ih,kamu ngomong apa sih" kata Zee yang masih malu.


" jangan pedulikan Ary,dia gak bakal dengar.meskipun dia dengar" kata Rakka membuat Zee tambah malu lagi.


"*Hay tuan,saya dengar itu.kenapa anda bicara begitu,mau di taruh dimana muka saya" batin Ary


"kenapa membahas itu sih,kalau itu kamu memuaskan ku banget,Sampek aku kuwalahan ngelayanin nafsumu" batin Zee*


" Rakka,bukan masalah itu.aku gak mempermasalahkan itu,tapi" kata Zee terpotong


" kalau bukan itu,lalu apa? " tanya Rakka dengan hati yang masih kesal.tapi Zee kembali diam.


" kalau benar karena itu,aku akan berusaha memu...." kata Rakka yang terpotong


" bukan karena itu,tapi karena kamu itu terlalu tampan.para fansmu banyak,kamu begitu sempurna.jadi aku merasa iri,dan tak pantas buat kamu" kata Zee sebelum Rakka melanjutkan perkataan yang memalukan lagi,padahal perkataannya sekarang juga memalukan buat dirinya sendiri.


Rakka terdiam dengan perkataan istrinya,dan tak berapa lama dia langsung memeluk istrinya itu.


" kenapa kamu bilang seperti itu,kamu sangat pantas bersanding denganku.gak ada wanita lain yang pantas bersanding bersamaku,kecuali kamu sayang" kata Rakka yang masih setia memeluk istrinya itu.


" tapi," kata Zee terpotong


" gak ada tapi-tapian,karena aku sangat mencintai kamu sayang." kata Rakka melepaskan pelukannya,dan tersenyum ke arah istrinya itu.


Zee juga tersenyum,karena suaminya begitu mencintainya sekarang.


" aku pikir,aku tidak bisa memuaskan mu" kata Rakka membuat senyum Zee pudar,dan malu.


" bukan itu,kalau itu sih kamu bikin aku puas sampek aku kuwalahan" gumam Zee tapi masih bisa di dengar Rakka.


" benarkah," kata Rakka yang mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.


" iya" Zee malu karena Rakka menanyakan itu.


" kalau begitu,aku sekarang ingin memintanya" kata Rakka membuat Zee membulatkan matanya.


" hah,sekarang" kata Zee gugup,dan Rakka menganggukkan kepalanya.


" tapi sekarangkan ada acara para atlit." kata Zee.


" Ary,kita kembali kembali sekarang" kata Rakka yang masih memandang Zee,membuat Zee terkejut.


" baik tuan" kata Ary,setelah itu Ary memberitahukan ke sopir.


" apa boleh seperti itu,kamu atlit harusnya hadirkan"kata Zee

__ADS_1


" boleh" kata Rakka.yang kini membenarkan posisi duduknya


" mana boleh kaya gitu,ya gak boleh dong." kata Zee yang masih mencoba membuatnya tak di hukum suaminya.


" boleh nona,karena selama ini setiap ada acara seperti ini,tuan tidak pernah menghadirinya" jelas Ary


" jadi ini pertama kalinya kamu mengikuti acara kayak gini?" tanya Zee dan Rakka menganggukkan kepalanya.


" oh,ya harusnya kamu ikut dong.biar seru gitu,nanti" kata Zee terpotong.


" aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama istriku" kata Rakka membuat Zee melongo mendengar perkataannya.


' hah,Rakka" panggil Zee.


" apa?" kata Rakka melihat ke arah Zee.


" tadi,waktu kamu tanding.kepalamu terbentur yaa?" tanya Zee


" enggak tuh,tadi aku jatuh dengan benar.seperti biasanya,kenapa?"


" atau mungkin kamu pakai narkoba yaa" kata Zee lagi membuat Rakka menyentil jidatnya.


" auw,sakit tahu" kata Zee yang kesakitan.


" makanya,kalau bicara jangan ngawur.mana ada atlit pakai narkoba,gini-gini aku itu bersih ya" kata Rakka.


" Kan mungkin aja,habisnya kamu aneh sih" kata Zee..


"aneh gimana?"


" ya aneh, kata-kata mu sekarang semakin gombal dan tambah mesum.gak seperti biasanya" kata Zee.


" gombal dan mesum sama istri sendiri,wajar dong."


" biarin,anggap aja Ary itu gak ada.apa kamu mau aku gombal dan mesum ke wanita lain" kata Rakka membuat Zee melotot ke arahnya


" kamu berani" kata Zee yang masih melotot,membuat Rakka langsung memeluk istrinya itu.


" aku gak akan berani,karena hanya istriku yang cantik saja yang akan menerimanya" kata Rakka


" kalau sama mantan kamu itu,kamu pasti pernah bicara kayak gitu dong" tanya Zee.


"pernah" kata Rakka membuat Zee melepaskan pelukan suaminya itu.


" jangan sentuh aku" kata Zee yang kesal


" kenapa?," tanya Rakka dan Zee diam dan lebih memilih memalingkan wajahnya.


" aku dulu memang pernah gombal ke mantanku,tapi hanya gombalan aja gak lebih" kata Rakka yang mencoba menjelaskan karena istrinya itu sedang merajuk.


Zee hanya melihat ke arah suaminya,untuk mencari kebohongan Dimata suaminya.tapi dia tak menemukannya.


" senakal-nakalnya aku,aku masih bisa jaga diri.kamu tahu,saat dengan mantanku aku biasa-biasa aja.tapi saat bersamamu" kata Rakka terpotong karena perkataan Ary.


" tuan muda,kita sudah sampai" kata Ary dan Rakka menganggukkan kepalanya.


" ayo,kita turun sayang" kata Rakka


" tunggu,saat bersamaku kenapa?" tanya Zee yang penasaran.


" nanti aku kasih tau kalau sudah di dalam sayang,sekarang aku udah gak tahan nih" kata Rakka membuat Zee membulatkan matanya.


Rakka keluar dari mobil,saat Zee juga keluar dari mobil.tanpa permisi Rakka langsung mengendong istrinya itu,tanpa perduli orang-orang di sekelilingnya.

__ADS_1


" Rakka,turunin aku.malu tahu gak" kata Zee yang merasa malu.tapi Rakka acuh tak acuh dan terus menggendong Zee hingga ke kamarnya.


"dasar pria,kalau udah tau nikmat dunia ya kayak gitu.saking bucinnya Sampek gak peduli sama yang lain" batin Ary yang melihat tuan mudanya berjalan menjauh darinya.


**


berbeda dengan Zee dan rakka.kini Amel sedang beradu mulut dengan seorang lelaki di pinggir jalan.


" baby ayo pulang, Kita bicarakan ini di rumah" kata seorang lelaki


" aku gak mau kak Jeje,aku gak mau pulang ke rumah kak Jeje lagi" kata Amel sambil menitihkan air matanya.


" aku minta maaf,aku kemarin khilaf.aku janji gak bakal terjadi lagi" kata Jeje,yaa kemarin Jeje hampir saja ingin memperkosa Amel adiknya sendiri.tapi untung Amel bisa melepaskan diri dan kabur,jika tidak keperawanannya akan hilang dengan kakaknya sendiri.


" aku gak mau,aku akan cari tempat tinggal sendiri.jadi kak Jeje jangan cari aku lagi" kata Amel,membuat Jeje semakin frustasi dan menatap tajam ke arahnya.


" mau kamu apa sih hah,udah aku kasih makan,kasih tempat tinggal.apa salahnya aku menginginkan tubuhmu,anggap aja itu balas Budi" kata Jeje yang berkata kasar membuat Amel tak percaya.kakak yang di kira akan berubah,ternyata sampai sekarang semakin menjadi-jadi.


" aku gak mau,ingat kak.aku ini adikmu" kata Amel sambil menangis.


" adik,kita bukan saudara kandung.jadi tidak masalah jika kita melakukannya.dan setelah kedua orang tuamu mengusirku,aku bukan lagi kakakmu,jadi ayo kita pulang baby" kata Jeje yang mencekal lengan Amel dan mencoba menarik amel.


tapi langkahnya terhenti saat ada seseorang yang menahan cekalannya dan langsung menghempaskan tangan Jeje.


" jangan kasar dengan wanita" kata lelaki itu.


" kak derren" kata Amel,ya lelaki itu adalah derren.


derren gak sengaja melihat perdebatan mereka,dan mendengar apa yang mereka bicarakan.


" siapa loe,jangan ikut campur urusan gue dan adik gue" kata Jeje yang melihat ke arah derren


" adik loe" kata derren senyum sinis.


" ya,adik gue.minggir loe" kata Jeje yang akan kembali menarik tangan Amel,tapi di cekal olah derren.


" jangan pernah sentuh dia" kata derren yang menarik Jeje hingga dia tersungkur ke tanah.


" kenapa loe ikut campur,gue cuma mau bawa dia pulang karena dia udah gak punya rumah" kata Jeje yang berdiri.


" jangan ikut campur loe" tambah Jeje yang kembali berjalan ke arah Amel tapi langsung di hajar oleh derren.amel yang melihat itu langsung memisahkan mereka,


" kak derren,jangan kak.sudah" kata Amel yang menarik derren.


" jangan pernah loe ganggu dia,karena dia pacar gue" kata derren membuat Amel kaget dan langsung membulatkan matanya.dan jeje juga terkejut.


derren mengandeng tangan Amel dan menariknya untuk mengikutinya.amel hanya bisa pasrah dan mengikuti derren,tapi langkah derren terhenti dan berbalik melihat ke arah Jeje.


" ada satu lagi,soal tempat tinggal dan mengurusnya.loe gak perlu repot-repot lagi,biar gue yang mengurus pacar gue" kata derren setelah itu dia kembali berjalan menjauh dari Jeje,dengan tangan yang masih mengandeng Amel.


Amel hanya bisa pasrah dan mengikuti derren,karena dia berpikir bahwa selamat dari kak Jeje adalah yang terpenting.


"sial" kata Jeje yang melihat kepergian Amel dan derren.


.


.


.


.


.

__ADS_1


update lagi akunya,jangan lupa tinggalkan jejaknya🙏🏻🙏🏻


__ADS_2