Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
aku takut


__ADS_3

semua barang yang berada di dalam kamar bernuansa warna abu abu itu nampak berserakan dimana mana.


lelaki itu nampak duduk bersandar di sebelah ranjang,sambil terus menatap ke arah lantai.matanya kali ini benar benar penuh dengan air mata.


hatinya kali ini benar benar sakit setelah menghadiri pernikahan sahabatnya,yaa laki laki itu adalah ganendra.


mata ganendra kini nampak berwarna merah,karena kini dia merasakan sakit dan rasa marah yang bercampur menjadi satu.


" gue gak bisa,gue gak bisa lupain yemi,gue gak bisa" kata yang terus keluar dari mulut ganendra.


sekitar setengah jam ganendra terus duduk di lantai.


,sambil terus mengulang kata gue gak bisa,itu yang terus dia katakan.


hingga kini dia berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah laci di sebelah tempat tidur,dia membuka laci dan mengambil sebuah kotak berwarna coklat.


dia duduk di tepi ranjang dan membuka kotak berwarna coklat itu,setelah kotak itu terbuka,terlihat beberapa lebar foto.yaa foto dimana dia dan Zee dulu pernah berfoto bersama.


ganendra terus menatap foto itu"waktu itu harusnya aku menjelaskan terlebih dahulu ke kamu,mungkin sekarang kamu masih bersamaku.tapi aku begitu bodoh,ku ingin menjelaskan setelah aku akan sukses nantinya.tapi semua terlambat,kamu gak bersamaku lagi" kata ganendra.


" bersamaku lagi" kata yang kini ganendra ulangi.


" bersamaku lagi" kata ganendra yang kini menatap arah depan sambil terus melamun dan mengucapkan kata itu berulang kali.


mama Mira hanya menangis karena mendengar dan melihat tingkah anak bungsunya yang kini seperti orang gila.


rasanya dia begitu marah kepada orang yang telah membuat anaknya seperti ini,tapi dia juga tak bisa menyalahkan Zee.karena semua bukan kesalahan Zee,semua memang kesalahan anak bungsunya.


karena ulah anak bungsunya dua tahun lalulah yang membuat Zee begitu dingin dan menjadi orang yang acuh tak acuh terhadap anaknya sekarang.


" ma" panggil Farhan yang jongkok menghadap mamanya,mama Mira menoleh ke anak sulungnya itu.


" adikmu Han" kata mama Mira menangis dan Farhan langsung memeluk mamanya.


" Han tahu,tapi biarkan dia sendiri.agar dia bisa mengerti kesalahannya dulu" kata Farhan yang masih memeluk mamanya.


" tapi,yemi." kata mama Mira terpotong.


" jangan menyalahkan yemi ma,disini tidak ada yang salah.hanya keadaan saja yang membuatnya menjadi salah" kata Farhan yang memotong perkataan mamanya.


yaa karena dia tak ingin mamanya juga ikut menyalahkan Zee seperti papanya.karena dia tahu semua bukan salah Zee,tapi kesalahan adiknya.


dan kesalahan adiknya itulah yang membuat pertemanan Farhan dan zuu kini menjadi retak,karena zuu menyalahkan adiknya dan mengatakan memutuskan pertemanan mereka.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


berbeda dengan ganendra,kini Zee berdiri di dalam lift sambil menyandarkan tubuhnya di dinding lift.


rasanya hari ini dia benar benar lelah,dengan acara pernikahannya yang begitu mewah itu,karena dia harus mengalami begitu banyak tamu dari rekan kerja para orang tua.


rasanya dia ingin cepat masuk kamar dan merebahkan dirinya di atas ranjang.


tak berapa lama lift terbuka,Zee berjalan keluar dari lift dan menyusuri lorong yang berwarna as itu.yaa lorong yang berada di lantai paling atas gedung itu.


Zee berjalan menuju kamarnya yang di ujung,rasanya dirinya kini merasakan rasa lelah dan rasa kesal menjadi satu.


gimana dia tak kesal,Rakka menyuruhnya lebih dulu untuk kembali ke kamar karena dia bilang dia masih ada urusan.


"*memang urusannya begitu penting,hingga meninggalkan istrinya memasuki kamar sendirian" gerutu Zee yang berjalan menuju kamar.


" gaun ini juga,kenapa begitu berat dan panjang membuatku lelah dan susah berjalan saja" gerutunya lagi hingga kini dia sampai di depan kamar yang di katakan Rakka tadi.


Zee hendak membuka pintu.,tapi dia perasaannya tidak enak,seperti ada yang melihatnya.


dengan cepat Zee kembali menengok ke belakang dan tidak mendapati siapapun di sana.


" kenapa perasaanku seperti ada yang melihatku yaa" batin Zee yang masih melihat ke arah belakang.


"ah mungkin perasaanku aja." batin Zee yang kini kembali hendak membuka pintu.


Zee membuka pintu dan berjalan memasuki kamar yang masih gelap itu,tangannya merayap mencari tombol lampu.


"klik" dia menekan tombol lampu dan lampu itu langsung menyala,dia di buat terkejut dan matanya kini membulat melihat ke arah depan.tangannya menutup mulutnya yang menganga.


dia melihat kamar yang di dekorasi dengan sangat indah,bunga mawar merah dan putih menghiasi ranjang dan di samping ranjang banyak sekali balon berbentuk hati.


Zee berjalan mendekati ranjang,dia masih nampak terkejut.hingga pelukan dipinggangnya membuatnya tersadar.


"ah...su..suka.." kata Zee terbata bata karena gugup dan diam mematung.


" aku juga menyiapkan itu untukmu." kata Rakka yang menunjuk ke arah sofa dan Zee melihat ke arah sofa yang di tunjuk Rakka.


mata Zee membulat sempurna saat mendapati boneka yang dia suka tersusun rapi di sofa dan bermacam macam bentuk.


" kamu menyiapkan ini semua" tanya Zee dengan mata yang sudah berkaca kaca.


" iya..." kata Rakka yang masih memeluk dan kepala di taruh di bahu Zee.


Zee merinding saat nafas Rakka mengenai kulit lehernya,Rakka yang menyadari Zee yang terdiam kini mencium leher jenjang Zee.


cup..cup.Rakka mencium leher Zee dua kali,membuat Zee semakin merinding dan desiran di tubuhnya.


Zee melepaskan pelukan Rakka dan sedikit menjauhkan tubuhnya dari Rakka.


"ka..kamu mau apa" tanya Zee yang gugup melihat Rakka,Rakka hanya menatap tajam ke arah Zee.


" kamu jangan macem macem yaa" kata Zee lagi yang kini menunjuk ke arah Rakka.


" macem macem" goda Rakka yang melihat Zee gugup.


" memang aku macam macam kenapa?" tanya Rakka santai.

__ADS_1


" yaa macam macam,kamu tadi nyium" kata Zee terpotong karena Rakka menarik lengannya dan kini tubuh Zee kembali mendekat dengan Rakka.


" apa aku salah,mencium istriku sendiri." kata Rakka yang kini mendekatkan wajahnya ke wajah Zee.


Zee masih terdiam mencerna apa yang barusan Rakka katakan.


" memang benar itu tidak salah,tapi ini terlalu cepat" batin Zee yang masih terdiam.


rakka langsung mencium bibir milik istrinya itu,yang membuat Zee tersadar.Zee hendak melepaskan diri dari Rakka,tapi tak bisa...Rakka mengeratkan pelukannya.


Zee beberapa kali memukul dada suaminya itu,karena Zee kehabisan nafas.tapi Rakka semakin liar,yang awalnya hanya ciuman kini menjadi lu**tan.


pikiran Zee ingin sekali menolak dan mendorong suaminya itu agar menghentikan ciumannya,tapi tubuhnya mengatakan lain.tanpa sadar Zee membalas ciuman suaminya itu.


Rakka yang mendapatkan lampu hijau,kini memperdalam ciumannya dan mengiring tubuh istrinya itu agar lebih dekat dengan ranjang.


Rakka menjatuhkan tubuh istrinya di ranjang dan mereka masih saling berciuman satu sama lain.


tangan Rakka bermain di leher Zee,membuat Zee merasakan sensasi yang nikmat untuk pertama kali.


tapi saat tangan Rakka hendak menyentuh gunung kembar Zee.Zee mencegah tangan Rakka.


Rakka melihat Zee dan mereka melepaskan ciuman itu.


tatapan Rakka menunjukkan sebuah pertanyaan.


" aku takut." kata Zee yang kini menatap manik mata milik suaminya itu.


" aku tahu ini pertama kalinya kamu melakukannya.,aku akan melakukannya dengan pelan sayang." kata Rakka meyakinkan Zee,karena dia sudah merasakan nafsu yang sudah menjalar di seluruh tubuhnya.


" tapi" kata Zee terpotong.


" aku hanya ingin memilikimu seutuhnya sayang,jadi apa boleh aku meminta hak ku" tanya Rakka pelan dan meyakinkan istrinya itu.


Zee mengangguk saat mendengar apa yang di katakan Rakka.


Rakka tersenyum mendapati ijin dari istrinya itu "aku akan melakukan dengan pelan sayang" kata Rakka lagi sebelum dia kembali mencium istrinya dan Zee juga membalas ciuman itu.


dan setelah itu semua sudah tahu yaa,apa yang di lakukan pengantin baru itu..di dalam kamar.🤭🤭🤭🤭.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa tinggalkan jejak...biar author semangat buat nulis...🙏🙏🙏


__ADS_2