Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
aku sedang bertanya.


__ADS_3

kini Maya sedang duduk di kafe tempat dia dan sahabatnya biasa nongkrong.


pandangan gadis itu lurus ke depan,seperti banyak hal yang di pikirannya.


Maya masih setia dengan lamunan dan minuman yang kini sedang dia minum.


hingga suara seseorang membuyarkan lamunannya,


" Maya" panggil seseorang itu,membuat Maya menoleh ke arah suara itu.


Maya masih terdiam,dan tak menjawab panggilan itu.dia kebingungan siapa seorang lelaki yang kini sedang menyapanya.


" kamu lupa sama aku" kata lelaki itu,Maya mengangkat satu alisnya.


" mas kenal saya?" tanya Maya yang menunjuk dirinya sendiri.


" ya kenallah,2 hari yang lalu kita pernah bertemu" kata lelaki itu,Maya semakin bingung.


" aku Andrian,anaknya om Andi" kata lelaki itu yang ternyata bernama Andrian.


" oh" kata yang terucap dari mulutnya,karena dia masih saja bingung.


" kita ketemu 2 hari yang lalu,waktu makan siang di restauran" kata Andrian,Maya masih mengingat-ingat.


" oh,anaknya om Andi Bagaskara" kata Maya setelah mengingat-ingat.


" iya,sekarang ingat" kata Andrian,dan mayang menganggukkan kepalanya.


" ingat,habisnya beda sih." kata Maya,


" iya,kalau urusan kantor aku memang berpakaian formal.tapi kalau di luar kantor,ya gini.pakaianku" jelas Andrian,dan Maya mengangguk mengerti.


" apa aku bisa gabung" kata Andrian


" silahkan" kata Maya,ya memang dia tak ada janji dengan siapa-siapa.


karena dia ke cafe hanya untuk menghilangkan jenuh,karena kedua sahabatnya sedang sibuk masing-masing.


Andrian duduk di depan Maya,Mata lelaki itu tak henti-hentinya menatap gadis berambut panjang itu.


" mas mau pesan apa?,bilang aja ke mbaknya itu.nanti aku yang traktir" kata Maya sambil nunjuk ke arah pelayan wanita berdiri tak jauh dari tempat duduknya.


" mbak ila" panggil Maya ke pelayan itu,dan pelayan itu menghampiri meja mereka.


" ada apa may" kata mbak ila,


" ini,masnya mau pesen" kata Maya


" samain aja" kata Andrian saat pelayan itu hendak bertanya.


" ada lagi?"


" udah itu aja" kata Andrian,setelah itu pelayan itu pergi.


Maya dan Andrian asik berbincang-bincang mengenai kuliah,bisnis dan lain-lain.


15 menit mereka ngobrol,hingga suara seseorang.mengentikan percakapan mereka.


" sedang apa kamu disini" suara itu terdengar menakutkan,Maya menoleh ke arah suara itu.matanya membulat sempurna saat melihat siapa yang sedang berbicara itu.

__ADS_1


Andrian yang tak tahu itu siapa,dia hanya bisa diam dan hanya melihat.karena Andrian tahu,mata orang itu kini sedang menatap Maya


" aku tanya,sedang apa kamu disini" kata orang itu lagi,karena Maya tak kunjung menjawab.


" may,kamu kenal dia siapa?" tanya Andrian,karena Maya tak menjawab pertanyaan orang yang kini berdiri di depannya.


" di di dia" kata Maya yang terbata-bata.karena perasaannya kini campur aduk,antara senang dan sedih saat melihat sosok lelaki yang kini menjadi tunangannya itu.


ya lelaki itu adalah zuu,awalnya zuu ingin menemui Maya di rumahnya.tapi kata pembantunya,Maya sudah pergi dari pagi.


akhirnya dia mencari beberapa tempat,yang sering Maya kunjungi.dan hasilnya kini zuu menemukan Maya yang berada di cafe tempat biasanya Maya nongkrong dengan adiknya itu.


tapi saat zuu sampai,dia melihat tunangannya sedang berbincang-bincang riang dengan seorang lelaki.


" dia,kakaknya temanku" kata Maya,membuat zuu melebarkan matanya dengan bulat sempurna.


" oh" kata Andrian,


pandangan mata kini beralih ke arah minuman yang kini sudah habis itu,dia tak mau menatap wajah tunangannya itu.


ya,dia kali ini benar-benar marah.dia sangat marah ke zuu.


" kita perlu bicara" kata zuu yang masih setia berdiri dan menatap tajam ke arah Maya.


" aku sedang bersama temanku,kita bicara lain waktu saja" kata Maya tanpa melihat zuu.


zuu yang awalnya masih menahan amarahnya,kini dia tak bisa menahan amarahnya.


" aku bilang,kita perlu bicara" kata zuu lagi dengan meninggikan suaranya.membuat Maya kaget dan Andrian juga sama.


" mas,mas kenapa maksa.dia gak mau" kata Andrian,


" diam kamu'" kata zuu yang kini menunjuk ke arah Andrian.


dia setuju ikut zuu karena mendengar bisikan para pengunjung yang melihat mereka bertiga.


" aku tunggu di mobil" kata zuu tanpa basa-basi,dia melangkah menjauh dari Maya.


" mas maaf,aku ada perlu.minumannya sudah ku bayar,jadi mas gak perlu membayar"kata Maya


" aku pergi dulu ya mas"kata Maya langsung meninggalkan Andrian yang hany mengangguk dan tak berbicara itu.


.


.


kini mobil zuu melaju menyusuri jalanan kota yang sedikit padat,


zuu terdiam dan masih fokus menyetir,sedangkan Maya hanya terdiam dan melihat ke arah depan.


cukup lama mereka terdiam,hingga suara Maya memecahkan kesunyian di dalam mobil itu.


" mau bicara apa?,jika tidak penting.hentikan mobilnya,aku akan turun disini" kata Maya,zuu yang mendengar perkataan Maya dengan cepat meminggirkan mobilnya dan menghentikannya.


Maya terkejut,saat zuu benar-benar menghentikan mobilnya.


" apa karena lelaki itu,kamu tidak membalas dan menerima panggilanku" kata zuu yang kini melihat ke arah Maya yang masih melihat ke arah depan.


"apa karena sudah janjian dengan lelaki itu, sampai-sampai kamu mengabaikan panggilanku" tanya zuu lagi,karena Maya masih terdiam.

__ADS_1


"aku sedang bertanya,bisakah kamu menjawabnya" kata zuu yang kini melihat tunangannya dengan intens.


"iya,aku memang mengabaikan kamu.karena aku ingin bertemu dia" kata Maya yang kini juga melihat ke arah zuu.


zuu yang mendengar itu nampak sangat marah,tangannya langsung memukul stir mobil.


Maya yang melihat itu,sebenarnya takut.tapi dia memberanikan diri agar tidak takut.


" kenapa?,apa kamu ingin marah?,apa kamu kecewa." kata Maya dengan keberanian yang entah dari mana.


perkataan Maya membuat zuu kini melihat ke arahnya,maya di buat kaget saat dia melihat mata zuu.yang sudah memerah,seperi akan menangis.


" aku tidak marah,tapi hanya kecewa" kata zuu yang kini melihat ke arah Maya.


" oh,bagus deh."kata Maya yang kini kembali melihat ke arah depan,sebenarnya dia kasihan melihat zuu yang kini nampak kecewa itu.


" bagus,maksud kamu.keluar dengan orang lain tanpa pamit ke aku itu bagus" kata zuu yang kini menatap tajam ke arah Maya.


Maya yang di tatap tajam,dengan santainya dia melihat ke arah depan tanpa berniat melihat zuu.


" bukannya sama kayak kamu" kata Maya yang masih melihat ke arah depan.


"apa maksud kamu,apa yang sama seperti aku" kata zuu yang kebingungan.


" kamu juga sama bukan,makan dengan perempuan lain.gak pamit sama aku" kata Maya yang kini melihat ke arah zuu.


zuu hanya memijat pelipisnya,karena dia tahu arah pembicaraan tunangannya itu.


"kenapa?,apa perkataan ku salah" kata Maya


" salah"kata zuu yang kini kembali melihat ke arah Maya.


Maya yang mendengar perkataan zuu,membuatnya sangat kecewa.zuu tidak mengakui kesalahannya.


" aku makan dengan perempuan lain itu,karena pekerjaan" jelas zuu yang kini menggenggam tangan Maya.


" itu semua karena tuntutan pekerjaan,karena aku sama dia sedang menyamar.untuk kasus penyelundupan narkoba" jelas zuu,Maya yang mendengar itu nampak terdiam.


maya merasa jika zuu memang berkata jujur,tapi dia tak percaya dengan rekan kerja zuu.sepertinya dia menyukai zuu,karena Maya melihat tatapan mata perempuan itu berbeda saat melihat ke arah zuu.


" aku mohon,tolong mengertilah.aku janji,aku gak akan aneh-aneh.aku hanya fokus kerja" kata zuu,Maya masih terdiam membisu.


" jadi tolong,jangan buat aku cemburu seperti ini.jangan ketemu dengan lelaki lain tanpa aku ketahui" kata zuu


" aku juga gak sengaja ketemu dia" kata Maya,yang kini mengalihkan pandangannya.


" lihat aku" kata zuu


" gak mau," kata Maya yang masih melihat ke arah lain,dengan cepat zuu menangkap kedua pipi Maya agar wajah tunangannya itu melihatnya.


seketika mata mereka bertemu,jantung keduanya berdegup kencang.


" aku janji,aku tidak akan mengulanginya lagi." kata zuu,seketika membuat hati Maya menjadi luluh.


entah,setan mana yang merasuki mereka berdua.kini mereka berdua sudah berciuman dengan sangat panas....


.


.

__ADS_1


.


.🙏🏻


__ADS_2