
pukul 11 malam...mata Zee masih belum terpejam...dia melihat kedua sahabatnya yang sudah terlelap dan menikmati mimpi mereka masing masing...
mata Zee menyusuri setiap sudut kamar... yaa kamar yang asing baginya... karena saat ini dia,keluarga dan kedua sahabatnya sedang berada di hotel berbintang lima milik keluarga Rakka...
Zee turun dari ranjang dan berjalan ke arah balkon...sesampainya di balkon,berdiri di dekat pagar yang berada di balkon itu...
udara pada malam hari itu membuat pikirannya yang sekarang kacau menjadi tenang...
dia mengingat kembali apa yang tadi siang ganendra katakan...kata kata ganendra membuat Zee ketakutan dan gugup...
.
flashback on...
Zee hendak melangkahkan kakinya tapi tangannya di tahan oleh ganendra....
" kenapa kamu harus menikah dengan sahabatku.." kata ganendra yang memegang tangan Zee....
" lepaskan..." kata Zee yang menghempaskan tangan ganendra...
" kenapa kamu harus bersama sahabatku..." kata ganendra yang nampak frustasi...
" aku tidak tahu jika dia sahabatmu.." kata Zee..
" apa kamu mencintainya.." kata ganendra dan Zee hanya terdiam...karena dia sendiri tak tahu apa dia mencintai Rakka atau tidak ..
"kamu tidak mencintainya bukan...karena kalian di jodohkan dan tidak di dasari oleh cinta..." kata ganendra
" aku..." kata Zee terpotong...
" karena di hatimu masih ada aku...jadi tinggalkan dia dan menikahlah denganku..." kata ganendra... Zee terkejut saat mendengar perkataan ganendra ...tak lama Zee tersenyum licik melihat ke arah ganendra...
" karena aku sangat mencintaimu..." kata ganendra lagi...
" sorry...tapi aku tidak ingin dengan seorang penghianat....." kata Zee yang berbalik badan,berjalan meninggalkan ganendra yang. masih terdiam karena mendengar perkataan Zee..
" aku tidak percaya,aku yakin kamu masih mencintaiku" batin ganendra yang melihat Zee sudah meninggalkan kamarnya....
flashback off
" penghianat...dia bilang mencintaiku...tapi nyatanya dia selingkuh di belakangku dan pergi tinggal bersama dengan wanita lain...apakah itu yang namanya mencintai..." kata Zee sambil melihat ke arah langit...
"bulan...apa ini yang namanya mencintai...apa ini yang namanya rasa sakit...kenapa dia harus kembali...kenapa...?" kata Zee yang kini menatap bulan karena sangat terang pada malam hari...tanpa sadar butiran bening menetes membasahi pipinya...
" aku tahu aku egois...tapi aku hanya ingin kesetiaan...apa aku salah..." kata Zee yang menangis...
" itu gak salah..." kata seseorang yang membuat Zee menoleh ke arah suara .. dan ternyata itu maya... dengan cepat Zee menghapus air mata yang membasahi pipinya...
" loe belum tidur..." kata Zee tersenyum terpaksa saat melihat Maya...
Maya berjalan menghampiri Zee dan berdiri di sebelah Zee...
" loe tahu Zee...bulan akan terang hanya di saat bulan purnama...tapi setelah bulan purnama selesai dia akan menjadi gelap tak seterang sebelumnya..." kata Maya yang kini juga melihat ke arah bulan yang kali ini terlihat bulat dan terang menerangi bumi...
Zee yang mendengar perkataan Maya juga ikut melihat bulan...
" jadi Zee...loe gak salah jika loe hanya minta kesetiaan...tapi loe juga harus tahu..kesetiaan memiliki banyak rintangan... jika orang itu melewati rintangan itu.. itu berarti dia mempercayai kesetiaan...tapi jika orang itu berhenti melewati rintangan itu...berarti dia tidak percaya kesetiaan..." kata maya,Zee yang mendengar perkataan Maya hanya bisa melihat ke arah Maya..
" jadi Zee...tetaplah memegang kesetiaan itu..karena apa..hanya dengan kesetiaan sebuah hubungan akan tetap utuh...dan gue gak nyuruh loe lupain dia..tapi masih banyak orang yang menjaga kesetiaan buat loe... termasuk sepupu gue...dan " kata Maya terpotong...
" dan apa..." tanya Zee penasaran...
__ADS_1
" dan orang itu,gue yakin dia juga memegang kesetiaan itu buat loe..." kata Maya menunjuk ke arah bawah nampak ada seorang lelaki yang sedang duduk di kursi dekat kolam...sambil memainkan ponselnya..
yaa itu adalah Rakka...yang sedang duduk di kursi pinggir kolam... yaa karena Zee dan Maya sedang berdiri di balkon.. dari balkon itu bisa terlihat kolam renang yang berada di tengah tengah hotel...
(anggap aja hotelnya kayak gini yaa gaes..terus Zee di balkon dan Rakka sedang duduk di dekat kolam gitu)
mata Zee membulat sempurna karena melihat Rakka sedang duduk sambil memainkan ponselnya itu...
" dia" kata Zee nunjuk ke arah Rakka...dan Maya mengangguk...
" kenapa loe yakin dia memegang kesetiaan..." tanya Zee tapi tak menoleh ke arah Maya...karena masih memperhatikan rakka yang sedang duduk itu... menurut Zee Rakka begitu tampan dengan hanya mengunakan kaos berwarna biru dan celana jeans selutut...
" yaa firasat gue mengatakan gue yakin aja.. dan loe tahukan setiap firasat gue itu mesti bener..." kata Maya sambil terkekek...
" ya ya ya...memang kadang bener..." kata Zee yang masih melihat ke arah Rakka...
" oh iya...gue ngantuk mau tidur lagi..." kata Maya yang berbalik badan..
" Yee...siapa suruh loe bangun..." kata Zee yang kini melihat Maya...
" loe tu yang nyuruh gue bangun..."
" kenapa gue...gue gak bangunin loe tuh..."
" yaa loe gak bangunin gue...tapi suara hp loe nih yang bangunin gue..." kata Maya yang menyodorkan ponsel zee... Zee langsung menerima ponselnya...
"emang hp gue kenapa...?"
" tahu dah...loe lihat sendiri aja...gue mau tidur..." kata Maya yang berjalan masuk kamar...
" oh iya Zee..." panggil Maya sebelum masuk kamar...Zee hanya menoleh...
" oke.." kata Zee dan maya kembali masuk ke kamar...
Zee membuka ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya...dan mata Zee membulat sempurna saat mengetahui Rakka yang menghubunginya... dan Zee juga melihat isi pesan dari Rakka...
" kenapa belum tidur..." isi pesan Rakka...
Zee yang melihat isi pesan Rakka langsung melihat ke bawah ..dimana Rakka tadi duduk..dan saat Zee melihat...Rakka melambaikan tangannya ke arah Zee...
sontak Zee terkejut tak percaya...dan tak berapa lama ponselnya berbunyi...dan ternyata itu Rakka...dengan cepat Zee menekan tombol berwarna hijau...
" hallo..." Zee
" kenapa belum tidur.." kata Rakka membuat Zee membulatkan matanya...
" belum ngantuk...kamu sendiri kenapa belum tidur..." tanya zee
" sama.." Rakka
hening.....
" kamu gugup..." Rakka
" iya." Zee
" sama kalau gitu..." Rakka
hening
__ADS_1
"Rakka" Zee
" iya."
" aku boleh tanya sesuatu...?"
" apa?" kata Rakka yang masih mendongak melihat Zee...
" kamu percaya kesetiaan gak...?" tanya Zee yang kini menunduk melihat Rakka...
" kenapa tanya begitu...?" Rakka...
" aku cuma tanya aja...gak boleh..." Zee
" boleh...tapi kenapa tiba tiba tanya begitu..." Rakka
" aku kan cuma tanya..kalau gak mau jawab yaa sudah ...bye.." kata Zee yang mematikan telponnya...
tapi suara ponsel berdering kembali,,dan ternyata Rakka menghubunginya lagi...
" apa.." Zee
" aku percaya kesetiaan...dan aku percaya kamu setia.." kata Rakka dan Zee diam mematung sambil melihat ke arah Rakka...
" cepat tidurlah...besok kita bisa ketemu..." Rakka
" iya" Zee
" night"
"night" kata Zee yang melambaikan tangan ke arah Rakka ..dan di balas oleh Rakka...
setelah itu Zee memasuki kamarnya...dia nampak senyum senyum sambil berjalan ke arah ranjang...
" besok mau nikah...jangan gila sekarang..." kata Maya yang melihat Zee senyum senyum
" siapa yang gila..." kata Zee yang kini merebahkan tubuhnya di ranjang...
" loe..." kata Maya yang memunggungi Zee..
" Maya loe..." kata Zee kesal...
" buruan tidur...besok subuh harus udah bangun..." kata Maya dan Zee hanya diam...
dan tak berapa lama Zee sudah berada di dalam mimpi indahnya...
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
🙏🙏🙏