
setelah Zee pulang dari rumah sakit,kini matanya nampak memandang ke arah jendela yang ada di kamar tempatnya tinggal.
pandangan gadis itu nampak kosong,seperti dia nampak mencerna pikirannya yang kini sedang kacau.
" sayang" panggil Rakka yang melihat istrinya pulang dari rumah sakit hanya diam,dan tak berbicara.
" sayang" panggil Rakka lagi yang sudah berjongkok di depan istrinya,sambil memegang tangan istrinya.yang membuat Zee tersadar dari lamunannya dan kini menatap ke arah suaminya.
" kenapa?" tanya Zee yang kini sudah melihat suaminya.
" sebentar lagi kita akan berangkat,jadi bersiap-siaplah" kata rakka,ya mereka sebentar lagi akan pulang ke indonesia.karena mereka memang ingin pulang hari ini.
"iya" kata Zee yang mengerti akan perkataan rakka.
" aku akan menunggumu di luar" kata rakka yang kembali berdiri dan hendak pergi,tapi panggilan Zee membuatnya berhenti.
" rakka" panggil Zee ,dan Rakka menoleh ke arahnya.
" ada apa?" tanya rakka
" nanti setelah sampai di Indonesia,bisakah kita tinggal di rumah ayah" kata Zee dan di angguk i oleh suaminya.
" baiklah,tidak masalah" kata rakka setelah itu dia pergi meninggalkan kamar itu...
.
.
.
.
Zee kini berjalan menghampiri suaminya yang berada di ruang tamu tempatnya menginap.
Zee duduk di sofa,karena dia melihat dan mendengar suaminya sedang menelepon.
tak berapa lama Ary datang dengan membawa nampan yang berisikan susu,Zee melihat ke arah Ary yang kini meletakkan susu itu di meja depan Zee.
" ini untuk apa?" tanya Zee ke Ary,tapi bukan Ary yang menjawab pertanyaannya tapi Rakka yang menjawab pertanyaan istrinya itu.kateha dia sudah selesai menelepon
" untuk kamu,minumlah" kata rakka yang kini sudah duduk di sebelah istrinya.
" apa aku bisa tidak meminumnya sekarang,aku takut merepotkan" kata Zee yang tahu jika susu itu ada obat tidurnya.
" tidak merepotkan,minumlah.agar kita bisa cepat berangkat," kata rakka pelan membuat Zee akhirnya meminum susu yang ada obat tidurnya itu,karena Zee sangat takut saat menumpangi pesawat.
Zee meminum susu itu hingga habis tak tersisa,membuat suaminya tersenyum ke arahnya.
" kita bisa berangkat sekarang" kata Zee yang di anggukki oleh suaminya,sebelum Zee berdiri dia sudah pingsan lebih dulu.
" kita berangkat sekarang" kata rakka ke Ary setelah tahu istrinya sudah tertidur.dia mengendong istrinya keluar dari tempat dimana mereka menginap.
.
.
.
.
kini Rakka sedang menatap manik wajah istrinya yang tertidur di pangkuannya,tak berapa lama mata Zee terbuka dan melihat suaminya yang kini menatapnya.
__ADS_1
" kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya Zee dengan suara serak khas orang bangun tidur.
" kamu cantik" kata rakka yang masih setia melihat wajah istrinya yang mengemaskan itu.
membuat pipi istrinya itu merah seperti tomat.
" kita dimana?" tanya Zee yang bangun dari pangkuan suaminya,dia melihat ke arah sekeliling.
" oh di dalam mobil" tambahnya,setelah melihat sekelilingnya.
" apa masih lama sampainya?" tanya Zee menengok ke arah suaminya.
" kita baru keluar dari airport" jawab Rakka tersenyum ke arah istrinya.
" oh,kamu pasti capek ya" tanya Zee yang melihat wajah suaminya nampak lelah.
(ya pasti lelah lah Zee,perjalanannya aja 5 jam.trrus belum gendong kamunya)
" enggak," jawab Rakka mengusap-usap pipi istrinya itu.
" kamu lapar?,kita makan dulu yaa" kata rakka,membuat Zee menganggukkan kepalanya.tak berapa lama mobil mereka berhenti di salah satu restauran mewah.
" kita makan disini?" tanya Zee yang nampak tak suka.
" iya,kenapa? kamu gak suka makan disini?" tanya rakka yang melihat istrinya tak menyukai restauran yang ada di depannya.
" mending pulang aja,makan di rumah" kata Zee yang masih enggan untuk turun dari mobil.
" ini sudah setengah Sembilan,pasti yang lain sudah makan malam" kata rakka yang melihat arloji di tangannya.
"ya sudah,kamu makan aja sendiri.aku akan menunggu disini" kata Zee santai,tapi berbeda dengan rakka.dia berpikir istrinya marah.
"Ary,kita cari tempat yang lain".perintah rakka.
" stoop" kata Zee tiba-tiba,membuat Ary menghentikan mobilnya.untung jalan sudah agak sepi,jadi saat mobil berhenti mendadak.tak menabrak apapun.
" ada apa?" tanya rakka yang melihat ke arah istrinya.
" kita makan di situ" kata Zee yang menunjuk penjual sate yang ada di pinggir jalan.
" yakin" tanya rakka untuk memastikan apa kata istrinya.
" yakin lah,kenapa?. kamu gak mau makan di situ" tanya Zee melihat ke arah Rakka.
" ya aku sih fine-fine aja" jawab Rakka membuat senyum istrinya mengembang sempurna.
" ayo," kata Zee dengan semangat ingin keluar dari mobil.
"kamu sekalian juga makan disitu" kata rakka ke Ary setelah itu dia ikut keluar dari mobil.mengikiti istrinya.
sedangkan Ary masih mencari tempat parkir untuk mobil yang di tumpanginya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
" wah ya ampun,bukannya itu rakka" kata salah satu wanita yang juga makan si warung sate pinggir jalan itu.
" ganteng banget"
" ciptaan Tuhan memang sempurna" kata para ciwi-ciwi yang memuji ketampanan Rakka.
Zee yang mendengar pujian para fans Rakka jadi berbidik ngeri.
" kenapa?" tanya rakka yang melihat istrinya menatap ke arah lain.
" ternyata nakutin ya punya suami yang populer" kata Zee yang kini sedang menunggu sate yang dia pesan datang.
" kamu cemburu?" tanya rakka yang masih melihat ke arah istrinya itu.
" enggak,cuma bikin pusing aja dengernya" jawab Zee sambil melihat Abang tukang satenya sedang membakar sate.
" saranghae" kata rakka yang membuat Zee yang awalnya melihat ke arah penjual,kini menjadi melihat ke arah suaminya.
" tadi kamu bilang apa?" tanya Zee ke Rakka lagi,
"aku gak ingin mengulangi lagi" kata rakka yang melihat ke arah lain,karena dia malu sendiri saat mengatakan kata saranghae ke istrinya.
"nado saranghae" kata Zee yang membalas perkataan suaminya yang tadi di dengarnya.membuat Rakka melihat ke arahnya...
" artinya apa?" tanya rakka yang tak tahu arti dari perkataan istrinya itu.
" tadi kamu bilang apa?" tanya Zee ke suaminya yang nampak kebingungan.
" ya itu,yang tadi aku bilang" jawab Rakka yang tak mau mengulangi perkataannya lagi.
" ya udah,cari tahu aja sendiri ke Mbah gulgul" kata Zee yang nampak kesal karena suaminya tak ingin mengulangi kata saranghae.
"saranghae" kata rakka yang kembali mengulangi perkataannya,membuat Zee yang tadi kesal kembali menoleh ke arahnya.
" itu artinya apa?" tanya Zee.
" aku cinta kamu" kata rakka yang tersenyum ke arah istrinya itu.
" nado saranghae" kata Zee
" yang artinya aku cinta kamu juga" kata Zee membuat rakka ingin menciumnya.tapi tangan Zee terlebih dahulu mencegahnya.
" eits, mau ngapain?" tanya Zee yang masih menutup mulut suaminya yang ingin menciumnya.
" jangan aneh-aneh,ini di luar" kata Zee seperti memerintah ke arah suaminya,dan Rakka hanya menganggukkan kepalanya.
setelah Rakka menganggukkan kepalanya,zee melepas tangannya dari mulut suaminya itu.tapi tiba-tiba dengan cepat Rakka mencium pipi istrinya sekilas.membuat Zee membulatkan matanya.
" ih kamu itu,di bilangin juga" kata Zee yang memukul lengan suaminya.karena Zee merasa malu,di lihat banyak orang yang kini melihat ke arah mereka.dan Zee semakin malu saat melihat Ary yang kini duduk di depannya dan suaminya.
" biarin,biar mereka tahu kalau kamu istri aku" jawab Rakka santai seperti tak memperdulikan imegesnya.
" tahu ah" kata Zee yang sudah sangat malu...membuat rakka tersenyum ke arahnya.
" *aduh pengantin baru ini,tak tahu tempat aja" batin Ary yang sedari tadi melihat tingkah bosnya yang sudah berubah 360 derajat.
" lelaki kalau udah ketemu pawangnya,jadi bucin tingkat tinggi" batin Ary.
__ADS_1
( Hallo bang Ary,situ juga lelaki yang nantinya juga bakal bucin ke istri anda*.)