
tak berapa lama Haikal melepaskan pelukannya " maafkan aku baby zeze...aku memelukmu tanpa ijin..." kata yang keluar dari mulut Haikal dan Zee hanya tersenyum...
" tak apa apa...Kitakan saudara..." kata Zee tersenyum... " tapi . " kata Zee terhenti...
" tapi apa..." tanya Haikal...
" sepertinya sangat bangus jika aku foto bang Al sekarang...dan ku masukkan ke sosmed...terus aku kasih judul ganteng ganteng tapi cengeng..." kata Zee sambil tertawa...
Haikal yang mengerti maksud ucapan Zee...langsung mengusap air mata yang ada di pipinya...
" coba aja kalau berani..." kata Haikal sambil mencubit hidung Zee...
" yaa berani lah...mau coba..." kata Zee
" jangan jangan...aku nyerah..." kata haikal sambil tertawa...
" oh iya baby zeze... aku boleh tanya sesuatu..." tanya haikal.zee hanya menganggukkan kepalanya...
" apa kamu mencintai tunanganmu..." tanya Haikal Zee langsung terdiam...
" kenapa tanya begitu..." ganti Zee yang bertanya balik.
" aku yang tanya kenapa kamu yang ganti nanya balik sih..." kata Haikal...
" habisnya bang Al tanya kayak gitu .." kata Zee
" kan aku cuma tanya...kalau.." kata Haikal terpotong...
" aku gak tau...aku mencintainya atau tidak...tapi aku nyaman bersamanya..." kata Zee yang membuat Haikal terdiam...
" hahha...bagus deh...berati tandanya kamu mulai suka sama dia..." kata Haikal yang pura pura bahagia...padahal hatinya remuk...🤭🤭
" apa sih bang Al...kan aku bilangnya nyama doang..." kata Zee yang ngeles...
" sama aja..baby zeze...tapi kalau dia macem macem sama kamu dan nyakitin kamu... kamu bilang ke aku,biar aku rebus tu tiang bendera..." kata Haikal...Zee tertawa mendengar perkataan Haikal...
" siap..." kata Zee yang memberi hormat... Haikal hanya tertawa melihat tingkah Zee...
" udah bang aku balik dulu... udah mau magrib nih..." kata Zee ke Haikal setelah melihat jam di tangannya.
" iya... tapi maaf Abang gak bisa nganter ke bawah...apalagi nganter kamu pulang..soalnya..." tanya Haikal terpotong..
" aku tau...aku pulang dulu..." kata Zee yang beranjak dari duduknya dan hendak berjalan keluar kamar...
" iya... hati hati baby zeze..." kata Haikal...Zee menghentikan langkahnya...dan berbalik ke arah Haikal....
" oh iya bang Al...buka hati bang Al buat orang lain yang setia nunggu bang Al...aku pasti bakalan dukung..." kata Zee lalu berbalik dan melangkah keluar kamar...
Haikal bingung apa maksud perkataan Zee...
" apa maksudnya..." gumam Haikal sambil melihat Zee yang sudah keluar dari kamarnya...
.
.
.
.
.
Zee kini berada di dalam mobil dengan kedua sahabatnya..Maya yang menyetir,Zee duduk di sebelah Maya dan Amel yang nampak duduk di kursi belakang...
__ADS_1
" gimana tadi...sepupu gue ngomong apa..." tanya Maya yang memecah keheningan...karena sedari tadi di dalam mobil kedua sahabatnya hanya diam aja...
" embt...." kata Zee pura pura berpikir... Amel yang awalnya hanya diam dan melihat ke arah jendela...kini membenahi duduknya menghadap ke arah depan..
dan Zee menceritakan apa yang terjadi di dalam kamar Haikal...obrolan apa aja yang di bicarakan bersama Haikal...
Amel yang mendengar cerita Zee nampak bahagia... karena dia meyakini sahabatnya itu tak ada perasaan apa apa terhadap Haikal...
tak berapa lama Maya menghentikan mobilnya di depan rumah Zee...
" gue nginep di rumah Maya aja Zee..." kata Amel
" lah kenapa...?" tanya Zee melihat ke arah Amel..
"gue lagi pengen aja...besok gue mau balik pulang juga...mau lihat nyokap bokap gue balikan belom..." jelas Amel..Zee hanya mengangguk...
" oh iya...besok kalau Amel pulang loe mau kemana...?" tanya Zee ke Maya
" gue besok ada janji sama Abang loe...kenapa..." tanya Maya
" alamat dah..." kata Zee menepuk dahinya.
" alamat kenapa..?"
" besok calon mertua gue ngajak jalan... gue mau cari alasan...eh kalian punya acara sendiri sendiri... alamat kan jadi gak bisa cari alasan..." jelas Zee kedua sahabatnya tertawa...
"ya gak papa dong jalan sama mertua...kayak gue.." jelas Maya...
" iya juga sih... tapi perasaan gue beberapa hari ini gak enak banget..." kata Zee...
" mungkin loe kangen Rakka..." kata Amel.
" apa sih loe...udah ah gue masuk dulu...makasih yaa..ati ati di jalan.." kata Zee yang hendak keluar mobil...
" bilangin ke bunda..makasih yaa..." kata Amel
" oke..." kata Zee...
.
.
.
.
Zee sedang makan malam dengan keluarganya...
" kamu tadi habis dari mana sih nak...pulang kok habis magrib..." tanya ayah
" habis jenguk bang Al dulu yah..." jelas Zee
" emang Haikal kenapa...?" tanya bunda...
" cidera Bun..akhirnya harus pensiun dini..gak bisa main bola lagi..." jelas Zee
" kasihan sekali...lihat...kamu harus menghargai seseorang yang memenuhi keinginanmu...itu tidak mudah..." kata bunda..
" iya Zee tau..."kata Zee yang masih menikmati makanannya
" tapi kamu juga harus ingat...kamu sudah punya tunangan..." kata ayah
" iya Zee juga tau itu..." kata Zee
__ADS_1
" oh iya Zee...bunda cuma mau bilang...perjuangan seseorang buat memenuhi keinginan kamu itu tidak mudah...bunda harap kamu bisa mengerti jika ga..." kata bunda terpotong karena Zee menaruh sendoknya dengan kasar...
" Zee tau... Zee udah kenyang...Zee mau ke kamar dulu..." kata Zee yang berdiri dan berjalan ke kamarnya...
" bunda apa apaan sih...kenapa jadi bahas dia..." kata zuu yang sedari tadi diam dan hanya mendengar...tapi saat dia tau bunda membahas tentang apa...zuu benar benar marah dan kesal...
" bunda gak bahas dia...bunda cuma kasih tau Zee... biar dia gak ada kebencian..." jelas bunda...
" zuu kenyang...mau ke kamar dulu..." kata zuu yang berdiri dan berjalan ke arah kamarnya... bunda melihat ke arah zuu yang memasuki kamar. dia hanya ingin anaknya tak memiliki kebencian terhadap orang lain...
tapi sepertinya kebencian itu sudah mendarah daging di hati kedua anaknya itu..
" kamu kenapa sih...kita lagi makan..kenapa membahas itu..." kata ayah yang lembut
" aku cuma gak ingin anakku memiliki kebencian...apalagi dia belum tau alasan anaknya Mira seperti itu..." kata bunda sedih
"aku tau niat kamu baik sayang...tapi lihatlah mereka...mereka butuh waktu..pasti mereka akan memaafkan anaknya Mira...apalagi putri kita... aku yakin dia pasti bisa maafin anaknya Mira... karena sifatnya sama seperti kamu..suka memaafkan..." kata ayah
" apalagi Zee sekarnag udah punya tunangan dan bentar lagi dia menikah...pasti dia akan lupa sendirinya..." tambah Aya..
" iya...semoga aja sayang..." kata bunda
.
.
.
.
.
.
si dalam kamar Zee membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil melihat langit langit kamarnya... dia mengingat apa yang di katakan bundanya...
tak lama Zee beranjak duduk dan menoleh ke arah boneka yang di rak dekat jendela... Zee berdiri dan berjalan ke arah rak itu...
Zee membuka rak kaca itu dan m ngambil boneka Minion yang berbeda itu... yaa berbeda dari Bonek Minion yang lain..
karena di dada boneka itu terdapat inisial GY yang dan tangan boneka itu ada gelang yang terpasang disana... gelang yang terbuat dari kayu dan memiliki ukiran nama GY.
Zee berjalan ke arah ranjang sambil membawa boneka itu... Zee memperhatikan boneka itu dengan tatapan sinis... " memaafkan..." kata Zee sambil tersenyum sinis...
" apa aku bisa..." kata Zee sambil mengingat seseorang yang memberikan boneka itu...
Zee merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil melihat ke arah boneka itu... tak berapa lama Zee tertidur karena dia merasa sudah sangat lelah...
.
.
.
.
.
.
.
🙏🙏🙏
__ADS_1