
kini zee,Maya,dan Amel sedang duduk di dalam mobil milik maya.mata mereka fokus ke arah seorang polisi dan polwan yang sedang berbincang-bincang di pinggir jalan yang dekat dengan salah satu kantor polisi.
" kalian tahu gak,kita ini jadi seperti detektif aja" kata Zee di sela-sela kedua mata sahabatnya sedang fokus melihat ke arah depan.
"Zee loe bisa diam gak,gue lagi konsen nih" kata Maya yang masih melihat ke arah depan,dimana kini tunangannya sedang berbincang-bincang dengan salah satu polwan.
" baiklah,gue diem.tapi gue yakin Abang gue itu setia" kata Zee,ya mereka bertiga lagi melihat ke arah zuu.
" setia gimana?,harusnya kalau udah pulang tugas itu ya pulang.kenaoa masih ngobrol berdua di situ" kata Maya yang kesal,membuat Zee dan Amel melihat ke arahnya.
" gila,cemburu loe udah akut ya." kata Amel membuat Maya memanyunkan bibirnya.
"eh eh,Abang gue kenapa jalan ke arah sini" kata Zee yang melihat zuu berjalan ke arah mobil mereka.
" mundur Mel mundur" kata Maya yang meminta Amel memundurkan mobilnya.ya karena Amel yang menyetir.
" ah loe itu may,bikin gue takut aja" kata Amel yang hendak memundurkan mobilnya tapi belum juga memundurkan mobilnya.zuu terlebih dulu sudah ada sebelah mobil dan mengetuk kaca mobil yang dekat dengan Amel.
" gimana ini" kata Amel bertanya ke Maya dan Zee bergantian.
" buka aja" kata Zee dan terpaksa Amel menurunkan kaca mobil.
" eh bang zuu" kata Amel setelah menurunkan kaca mobilnya.
" kenapa kalian disini?" tanya zuu tapi mata zuu tertuju ke Maya yang nampak diam dan memilih melihat ke arah lain.
"kita kesini nunggu bang zuu pulang" kata Zee yang menunjukkan wajahnya karena duduk di kursi belakang.
"karena aku kangen sama bang zuu" tambah Zee lagi karena dia melihat zuu terus menatap ke arah Maya.
" Zee,Abang nanti bakal pulang setelah urusan Abang selesai" kata zuu yang kini melihat ke arah adiknya.
" Abang gak kangen sama aku nih" kata Zee yang masih mencoba mengalihkan pembicaraan.supaya abangnya tidak marah.
mendengar perkataan Zee,zuu langsung membuat pintu belakang.yang menampakkan adiknya yang duduk di belakang itu.
zuu menghampiri adiknya yang kini memanyunkan bibirnya " Abang juga kangen sama Zee,tapi Abang masih kerja" kata zuu yang mengusap kepala adiknya dengan pelan.
" jadi kamu pulang dulu,nanti Abang menyusul"kata zuu membuat Zee menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" baiklah" kata Zee dengan tersenyum manisnya.
" udah,kalian pulang gih.ini udah malam,gak baik untuk anak gadis" kata zuu yang menutup pintu mobil dan kini berjalan ke arah pintu samping kemudi dimana Maya duduk.
zuu mengetuk kaca mobilnya,membuat Maya membuka kaca mobilnya tanpa melihat ke arah zuu.
" besok aku akan menemuimu honey" kata zuu membuat Amel dan Maya cengoh melihat tingkah bang zuu.
" jangan marah terus,dan pulanglah" kata zuu lagi membuat Maya kini menoleh ke arahnya.
Maya hanya diam dan menatap mata tunangannya itu,dia di selelimuti rasa kesal karena zuu tak menjelaskan sama sekali tapi hanya menyuruhnya pulang.
" Mel,ayo kita pulang" kata Maya setelah itu dia memalingkan wajahnya dan tak melihat ke arah zuu.
Zee yang melihat tingkah sahabatnya dan abangnya itu hanya bisa diam.karena Zee tak mau ikut campur tentang privasi orang lain.
" baiklah,kita pulang" kata Amel
" bang kita pulang dulu yaa" pamit Zee ke abangnya.
" iya hati-hati," kata Abang zuu melihat adiknya setelah itu dia kembali melihat tunangannya yang tak berbicara dan melihatnya.
.
.
.
.
berbeda dengan Zee kini Rakka sedang melihat-lihat di dalam kamar istrinya itu,senyum terukir di wajahnya saat dia melihat foto pernikahannya terpajang di tembok kamar istinya itu.
saat Rakka asyik melihat foto pernikahannya, tiba-tiba pintu terbuka.yang membuat Rakka langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka.
senyum Rakka terukir di wajahnya,saat melihat siapa orang yang membuka pintu itu.
" sudah pulang" tanya Rakka ke seseorang itu yang tak lain adalah istrinya.
" sudah,kamu sudah makan" tanya Zee yang masuk ke dalam kamar dan menaruh tas di gantungan yang tak jauh dari lemari.
__ADS_1
" sudah,kamu belum makan?" tanya Rakka yang kini berjalan ke arah ranjang dan duduk di tepi ranjang.
" aku juga udah makan,oh.aku mau mandi dulu" kata Zee yang hendak berjalan ke arah kamar mandi.tapi lengannya di cekal oleh suaminya.
" ada apa?" tanya Zee yang kebingungan.tanpa kata-kata Rakka hanya menunjuk mulutnya dengan jarinya.
"oh" Zee yang tahu apa maksud suaminya dengan cepat dia langsung mengecup bibir suaminya.
Zee buru-buru melepas cekalan tangan Rakka,karena dia tahu pasti suaminya akan berbuat macam-macam.
" stop" kata Zee yang memukul pelan lengan suaminya itu.
"kenapa?" tanya Rakka yang kebingungan,karena biasanya istrinya tak pernah menolak.
" aku mau mandi dulu,badanku lengket semua" kata Zee
" ya sudah,mandi bareng aja" kata Rakka yang beranjak dari duduknya.
" gak bisa" kata Zee yang langsung menahan suaminya,yang membuat Rakka mengangkat satu alisnya.
" hari ini aku mau mandi sendiri,aku lagi capek" kata Zee membuat Rakka terdiam cukup lama.
" baiklah,aku akan menunggu disini" kata Rakka yang kini kembali duduk di tepi ranjang.
Zee yang mendengar itu langsung berjalan ke arah kamar mandi,tapi di pikirannya dia tak percaya suaminya mengizinkan dan gak memaksa seperti biasanya.
" apa kepalanya terbentur" batin Zee yang kini melihat suaminya yang nampak duduk di pinggir ranjang sambil memainkan ponselnya.
setelah Zee cukup lama melihat suaminya,kini dia masuk ke kamar mandi.untuk membersihkan tubuhnya yang nampak lengket karena keringat.
.
.
.
.
🙏🏻
__ADS_1