Perjodohan Dari Kakek

Perjodohan Dari Kakek
gadis kecilku (Arga)


__ADS_3

seorang lelaki sedang duduk di kursi kerjanya,sambil mengamati gantungan kunci yang berbentuk boneka itu.


ingatan dimasa lalunya kembali terlintas di pikirannya.


"ini gantungan kunci keberuntunganku,aku berikan ke kakak biar kakak mendapatkan setengah keberuntungan yang aku miliki,supaya Kakak gak jatuh lagi dari sepeda dan suatu saat bisa jadi pengacara" yaa kata itu terus menerus menjadi semangat lelaki itu untuk bisa menjadikannya seperti sekarang.


yaa lelaki itu adalah Arga,dia kini mengingat perkataan gadis kecil yang dulu menolongnya dan memberikan motifasi ke dia,untuk menjadikannya seperti sekarang.


senyum kecil terus di perlihatkan Arga saat memandangi gantungan kecil itu,gantungan kunci yang beberapa tahun ada padanya,gantungan kunci yang memiliki keberuntungan buat dia.


" aku sudah menjadi pengacara seperti yang kamu inginkan,apa sekarang kamu masih mengingat itu.aku merindukanmu" kata Arga yang masih tetap setia mengamati gantungan kunci itu,hingga suara ketukan pintu membuyarkan semua yang kini berada di dalam pikirannya.


" masuk" kata Arga yang masih setia memandangi gantungan kunci itu,hingga seseorang yang tadi mengetuk pintu kini sudah masuk dan berdiri dihadapannya.


" ada apa?" kata Arga tanpa melihat ke arah orang yang sudah berdiri di hadapannya.


" saya ingin melaporkan sesuatu ke tuan" kata seorang lelaki yang kini berdiri di hadapan Arga.


" tentang apa? wanita jalang itu lagi?" kata Arga yang kini melihat ke arah lelaki yang kini berdiri di depannya.


" iya ,tuan"


" katakanlah,yogi.aku ingin dengar dia membuat ulah seperti apa lagi" kata Arga ke Yogi yang merupakan asisten pribadinya.


" dari mata-mata yang selama ini kita kirim,barusan memberi tahu saya jika nona mawar" kata Yogi terhenti,dan Arga mengibaskan tangannya agar Yogi melanjutkan.


" memberitahukan jika nona mawar datang ke salah satu rumah sakit"kata Yogi,Arga mengangkat satu alisnya yang menandakan Yogi melanjutkan bicaranya.


" nona mawar datang ke poli kandungan,untuk memeriksakan kandungannya karena sekarang nona sedang mengandung" kata Yogi


" mengandung?" tanya Arga dengan sinis nya.


" iya tuan" jelas Yogi.


" wanita jalang itu,sangat bahagia selingkuh sampai bisa mengandung" kata Arga menyandarkan punggungnya.


"tetap awasi dia,dan kumpulkan banyak bukti.lalu kirim ke orangtuanya dan..." kata Arga,dan Yogi masih setia mendengarkan perkataan tuannya itu.


" sedikit bukti ke orangtuaku" kata Arga yang kembali menatap gantungan kunci yang dia pegang.


" baik tuan" kata Yogi.


" oh iya,apa ada kabar terbaru tentang gadis kecilku" kata Arga yang masih setia melihat ke arah benda yang dia pegang.


" mengenai gadis itu,dari informasi yang saya dapat. nona gadis kecil itu pernah mengalami kecelakaan setelah bertemu dengan tuan,lalu" kata Yogi terpotong,Arga langsung melihat ke arahnya.


" lalu apa?" tanya Arga penasaran.


" lalu,yang saya lihat dari riwayat di rumah sakit.nona gadis kecil itu mengalami amnesia tuan" jelas Yogi,membuat Arga menghembuskan nafas kasarnya dan kembali menyandarkan punggungnya.


" makanya,saat melihatku dia tidak mengingat apapun" kata Arga yang kembali memandangi gantungan kuncinya.

__ADS_1


" sekarang kau boleh pergi,oh iya pulanglah dan temani keluargamu" kata Arga membuat Yogi menganggukkan kepalanya.


" baik,saya permisi tuan" pamit Yogi,Arga menganggukkan kepalanya.yogi pergi keluar dari ruangan atasannya itu.


Arga masih setia melihat benda kecil yang ada di tangannya,senyum gadis kecilnya terlintas di pikirannya.senyum manis dan semangat gadis itu,membuat Arga tersenyum di dalam ruangan itu.


" sekarang aku bisa kembali melihat senyum itu,gadis kecilku" kata Arga di sela-sela senyumannya.


.


.


.


.


.


.


.


pukul 11 siang,waktu Hongkong.


Zee menatap wajahnya di depan cermin yang ada di kamarnya,.lebih tepatnya bukan wajahnya tapi dia mengamati lehernya yang menurutnya kini begitu buruk.


" dasar lelaki, bisa-bisanya bikin tato begitu banyak" kesal Zee yang mengolesi tanda merah di lehernya,hasil karya dari suami tercintanya..


" jadi kayak wanita malam beneran dah gue,habis di tiduri eh di tinggal pergi entah kemana deh.sabar Zee,melayani suami itu kewajiban.loe mau nolak,ajarin dulu tu mulut sama badan loe.mulut bilangnya nolak,tapi badan maju terus.dasar badan kurang sentuhan" gumam Zee sambil menatap wajahnya di balik cermin.dan memukul-mukul lengannya.


" ah,laper.ada makan gak yaa" kata Zee yang beranjak dari duduknya dan berjalan keluar kamar .


"selamat siang nona" kata ary saat Zee keluar dari kamarnya,membuat Zee terkejut.


" yaa ampun,kamu kayak hantu saja Ary" kata Zee sambil mengelus-elus dadanya karena terkejut.


" maaf nona"


" iya gak papa,apa ada makanan.aku sangat lapar" tanya Zee dan Ary langsung tersenyum.


" ada nona,sudah saya siapkan.silahkan" kata Ary,dan Zee langsung berjalan ke arah meja makan.


matanya berbinar-binar saat melihat begitu banyak makanan yang ada di atas meja,Zee begitu bahagia karena hari ini dia memang memerlukan banyak makanan yang bergizi.


tubuhnya sangat membutuhkan stamina,karena tenaganya terkuras saat kemarin malam bertempur dengan suaminya sampai jam 2 pagi.


Zee langsung duduk,mengambil makanan dan langsung menyiapkan makanan ke dalam mulutnya.


" oh iya Ary,Rakka kemana?" tanya Zee di sela-sela makannya.


" tuan sudah berangkat,nona"

__ADS_1


" dari jam berapa?"


" jam 7,nona"


" uhuk uhuk" Zee tersedak saat mendengar perkataan Ary,dia langsung mengambil minum dan meneguknya hingga habis.


" apa nona tidak apa-apa?" tanya Ary khawatir,


" oh,aku tidak apa-apa.tadi kamu bilang,Rakka berangkat jam berapa?" tanya Zee lagi.


" jam 7,nona" jawab Ary lagi.


" memang dia gak capek apa?,". tanya Zee,Ary yang tidak mengerti apa yang di maksud istri bosnya itu.


" memang tuan kenapa ,nona?" tanya Ary,


" yaa,aku tadi pagi lihat dia tidur sangat larut." elak Zee karena malu,


" oh,tuan tadi pagi saat berangkat memang terlihat tidak terlalu sehat dan.." kata Ary terpotong


" dan apa?" Zee penasaran


" dan tuan tadi pagi juga belum sarapan" jelas Ary membuat Zee menghentikan makannya.


" apa?,kenapa dia gak makan.kalau dia gak makan pasti pertandingannya bakal terpengarun" kata Zee khawatir.


" apa nona khawatir?" tanya Ary


' ya pasti aku khawatir lah,diakan suamiku." kata Zee lagi.


" kalau nona memang khawatir,kenapa nona tidak datang langsung untuk menyemangati tuan bertanding" kata Ary,


" oh iya,kamu bener.memang dia akan tanding pukul berapa?"


" pukul 1siang,nona"


" oh,kalau gitu kamu tunggu disini ,aku mau siap-siap dulu." kata Zee beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kamarnya,


" baik nona" kata Ary sambil melihat Zee berjalan memasuki kamarnya.


" tuan,aku membantumu sampai disini" gumam Ary,


.


.


.


**jangan lupa tinggalkan jejaknya yaa kakak,biar aku semangat nulisnya.


🙏🏻🙏🏻🙏🏻**

__ADS_1


__ADS_2