
Maya membuka pintu kamar Haikal... Maya tampak celingak celinguk mencari sosok sepupunya itu... dan tak berapa lama mata Maya menemukan sosok yang di cari...
Haikal nampak tiduran di sofa yang ada di kamarnya...telinga yang di tutup pakai earphone dan mata yang terpejam...
Maya,Zee dan Amel memasuki kamar yang di dominasi warna abu abu itu..
Amel yang sangat khawatir dengan keadaan Haikal,langsung berjalan mendahului kedua sahabatnya itu...
sesampainya di dekat Haikal dengan cepat telapak tangan Amel menyentuh dahi Haikal...
Amel tidak merasakan bahwa Haikal demam...
saat Amel yang masih menempelkan telapak tangannya di dahi Haikal... pemilik dahi itu membuka matanya dengan membulat sempurna...
karena Haikal merasakan ada seseorang yang menyentuh dahinya...
Haikal melihat ke arah seseorang yang ada di depannya...mata Haikal dan Amel saling bertemu...mereka sama sama tak mengedipkan mata untuk beberapa detik...
"ehem..." daheman Maya membuyarkan tatapan mereka...dengan cepat Amel berdiri tegak dan menjauh dari Haikal...
Haikal pun sama...dia menjadi salah tingkah dan melihat ke arah Maya dan juga Zee...
pandangan Haikal langsung tertuju pada zee.. karena dia pikir Zee bakal salah paham... (nyatanya enggak๐คญ)
" baby zeze..." kalimat dari mulut Haikal yang pertama kali dia katakan...Zee hanya tersenyum...
Amel yang melihat Haikal menyebut nama Zee...hatinya menjadi sakit...karena Haikal hanya menyebut nama Zee...
" gimana kabar loe..." tanya Maya yang memecah tatapan Haikal yang terus menatap Zee..
" kabar gue baik...kalau kalian bertiga..." tanya Haikal yang berhenti menatap Zee dan kini berjalan ke arah ranjang ..
" gue pikir loe udah mati .." ketus Maya sambil duduk di sofa dan di ikuti kedua sahabatnya ..
" loe doain gue cepet mati...tega yaa loe..." kata Haikal sambil menaruh earphone yang tadi dia pakai..
" yaa mungkin aja..." kata Maya...
" baby zeze tumben kesini..." tanya Haikal yang melihat ke arah Zee...dengan senyum bahagia nya karena Zee Dateng...
" aku denger bang Al sakit...jadi aku Dateng kesini buat jenguk bang Al..." kata Zee
" kamu jenguk aku..." tanya Haikal Zee hanya mengangguk
" aku gak papa baby zeze...aku baik baik saja..."kata Haikal dengan senyum terpaksanya...
" Aku tau ..aku kesini juga sama Amel..." kata Zee yang memegang lengan Amel...
" aku tau si Amel ikut...aku gak buta baby zeze..." kata Haikal sambil tertawa... sepertinya dia sudah melupakan dimana dia dan Amel saling pandang...
Amel yang mendengar perkataan haikal.hatinya sangat sakit...Haikal menganggap dia biasa aja...
Amel sangat cemburu karena Haikal selalu perhatian dengan Zee... tapi dia tak memiliki rasa marah ke Zee... karena Amel tau Zee hanya menganggap haikal seperti kakaknya ..
tok tok tok
suara ketukan pintu,mereka berempat menengok ke arah pintu.ternyata mama dya datang dengan membawa nampan berisi bubur.
mama dya berjalan menghampiri Haikal yang duduk di ranjang... dan meletakkan bubur itu di atas meja...
" makan dulu Al..." kata mama dya...sambil menepuk pundak Haikal...
__ADS_1
" nanti aja ma...Al belum laper...nanti kalau Al laper bakal Al makan kok..." kata Haikal yang manja ke mamanya...
" dari kemarin kamu belum makan...jadi harus makan..."kata mama dya...Al hanya memanyunkan bibirnya seperti anak kecil.
" tapi ma.." kata Haikal terpotong.
" nak Zee tolong bantuin suapin Al makan bisa..." tanya mama dya ke Zee... Zee sontak terkejut dan menatap Amel...
Zee melihat Amel...dan Amel menganggukkan kepalanya..." baiklah Tan..." kata Zee tersenyum..
Zee beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Haikal...Zee mengambil mangkok yang berisi bubur itu dan kemudian duduk di pinggir ranjang... duduk di dekat Haikal...
" ya udah Tante tinggal dulu yaaa..." kata mama dya yang berjalan keluar...
" mama udah membantumu Al...selanjutnya terserah kamu..." batin mama dya yang sudah keluar kamar Haikal...
" bang Al manja banget sih...buka mulutnya gih...aa" kata Zee sambil menyuapi Haikal...
Haikal dengan penuh rasa bahagia langsung menerima suapan itu...
Haikal tampak tersenyum sambil melihat ke arah Zee..." baby zeze ada yang mau aku bicarakan..." kata Haikal sambil menatap Zee
" apa itu..." tanya Zee yang melihat ke arah haikal...
Haikal melihat ke arah Maya dan Amel yang juga melihatnya...Haikal memberi isyarat ke Maya agar keluar dulu..Maya yang mengerti akhirnya mengajak Amel keluar kamar Haikal...
" gue sama Amel keluar dulu yaa..kalian bicarakan baik baik gih..." kata Maya yang menarik lengan Amel agar berdiri...
" ngapain keluar...disini aja..." kata Zee yang melihat Amel dan Maya berjalan ke arah pintu.
" udah...gue tunggu di bawah..." kata Maya yang berjalan keluar dengan Amel yang mengikutinya...
di kamar tinggal Haikal dan Zee... Zee nampak telaten menyuapi Haikal...
yaa perhatian Zee seperti ini membuat Haikal semakin tergila gila sama Zee... tapi dia tak bisa apa apa...karena dia tau cintanya bertepuk sebelah tangan.
dari 6 tahun yang lalu Haikal menyukai Zee dari pertama bertemu... hingga Zee mempunyai pacar... Haikal mencoba merelakan Zee bersama pacarnya...
hingga dia mendengar Zee putus dengan pacarnya...rasa cinta yang kini di pendamnya kembali bangun...
dia kembali mengejar Zee... tapi nyatanya sekarang harapannya pupus lagi... karena Zee ternyata sudah di jodohkan...
apalagi saat dia mendengar dari mulut Maya...jika Zee tak memiliki perasaan apa apa terhadapnya dan hanya menganggap dia seperti kakaknya...
kata kata itu keluar dari mulut Maya...karena Haikal memaksa untuk terus menjadi pemain sepakbola...karena dia pikir menjadi pemain sepak bola seperti yang di inginkan Zee... akan membuat Zee mencintainya... tapi ternyata itu tidak...
tapi kata kata Maya beberapa hari yang lalu menyadarkannya..." meskipun kamu menjadi pemain sepak bola nomer satu dunia...Zee tetap akan melihatmu seperti kakaknya...karena hati Zee sudah di isi oleh lelaki lain...dan lelaki itu adalah tunangannya..."
kata kata itu membuat hati Haikal di sambar petir...karena dia mendengar Zee membuka hati untuk Rakka...
" baby zeze..." panggil Haikal dan Zee melihat ke arah Haikal.
" HM.." kata Zee sambil menyuapi bubur ke mulut haikal...tapi Haikal menahannya...
" maafkan aku..." kata itu yang sekarang keluar dari mulut pesepak bola itu...
" untuk..." tanya Zee yang melihat Haikal...
" aku gak bisa memenuhi keinginanmu menjadi pemain sepak bola internasional....." kata Haikal yang melihat Zee.. Zee hanya terdiam sambil melihat ke arah Haikal...
" tapi aku janji bakalan berusaha lagi...aku janji..." tambah Haikal yang melihat Zee hanya terdiam dan melihatnya...
__ADS_1
" terimakasih..." kata Zee yang matanya sudah berkaca kaca...
" baby zeze maafin aku...aku janji bakal berusaha lagi .." kata Haikal yang bersalah karena mata Zee sudah berkaca kaca...
Zee hanya menggelengkan kepalanya... cairan bening tak lolos keluar dan membasahi pipi mungilnya...
" terimakasih selama ini bang Al sudah memenuhi keinginanku..harusnya aku yang minta maaf... maaf telah membuat bang Al menderita selama ini..tersiksa dengan keinginanku yang konyol ini..." kata Zee
" aku gak menderita baby zeze...aku gak tersiksa aku malah sangat bahagia..." kata Haikal sambil menghapus air mata yang keluar dan membasahi pipi Zee..
Zee hanya menggelengkan kepalanya dan menatap Haikal..." bang Al...aku tau apa yang bang Al alami sekarang...bang Al sangat menderita...aku sangat tau itu..." kata Zee...
" tapi baby zeze aku gak menderita ..." kata Haikal yang mengambil mangkok di tangan Zee..dan menaruhnya di atas meja..
Haikal menggenggam kedua tangan Zee dengan kedua tangannya...
" bang Al dengarkan aku..." kata Zee Haikal hanya menganggukkan kepalanya..
" biarpun bang Al bukan lagi pemain sepak bola lagi... aku tetep ada bersamamu...tetep ada sebagai adikmu... karena kamu adalah abangku... semua yang kamu lakukan dan bakat apapun itu aku akan mendukungmu...karena aku adalah keluargamu,adikmu,dan kamu adalah kakakku..jadi jangan memaksakan dirimu lagi...semua akan aku terima...karena pilihan kakakku pasti yang terbaik..." kata Zee tersenyum melihat ke arah Haikal..
Haikal yang mendengar perkataan Zee yang mengatakan dia sebagai kakaknya dan menganggap Haikal seperti kakaknya...bagaikan di sambar petir di siang bolong...
hatinya bener bener sakit...secara tidak langsung Zee menolak dia... hatinya bener bener patah sepatah patahnya...
Haikal hanya bisa melihat Zee...dia hanya terdiam... tak percaya apa yang di katakan Zee.. tanpa aba aba air mata keluar dari kelopak matanya...
Zee yang melihat Haikal menangis...jujur dia sangat sedih.. dia sebenarnya tau perasaan Haikal... dia sebenarnya ingin membuka hati untuk Haikal...
tapi setelah dia tau Amel...sahabatnya menyukai Haikal...akhirnya dia menutup rasa itu.dan menganggap Haikal sebagai kakaknya..
karena Zee tak ingin menyakiti hati Amel yang sudah berkorban banyak untuk Haikal... karena menurut Zee amellah yang lebih pantas untuk Haikal...karena Amel yang mengertu Haikal... bukan dirinya...
dia tak mengerti Haikal sama sekali...hanya Haikal saja yang mengerti dia...itulah yang ada di pikiran Zee setelah tau Amel menyukai Haikal...
"maafkan aku bang Al...aku tau perasaanmu .tapi aku tak bisa bersamamu..." batin Zee yang melihat ke Haikal..
apalagi saat ini hati Zee sudah terisi oleh Rakka tunangannya.....
Zee mengusap air mata yang menetes di pipi Haikal .." jadi bang Al...sekarang kamu ingin jadi apapun aku akan mendukungmu. " kata Zee sambil tersenyum...
haikal memegang tangan Zee yang hendak menurunkan tangannya .."terimakasih baby zeze..." kata Haikal yang langsung memeluk Zee...
Zee terkejut saat Haikal memeluknya... tapi tak lama kemudian dia tenang karena Haikal tak terbebani lagi..
Zee mengusap punggung Haikal ...Zee mendengar isakkan tangis dari mulut Haikal...Zee mendiamkan sejenak agar Haikal bisa tenang..
tak berapa lama Haikal melepaskan pelukannya " maafkan aku baby zeze...aku memelukmu tanpa ijin..." kata yang keluar dari mulut Haikal....
.
.
.
.
.
.
๐๐๐
__ADS_1